وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kalian akan apa yang ada di hadapan kalian dan apa yang ada di belakang kalian, agar kalian dirahmati,”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْwa-idzaa qiila lahumu ttaquu maa bayna aydiikum wa-maa khalfakumdan apabila dikatakan kepada mereka, takutlah kalian akan apa yang ada di hadapan kalian dan apa yang ada di belakang kalian
  2. لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَla'allakum turhamuunaagar kalian dirahmati

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. قِيلَqiiladikatakan
  3. لَهُمُlahumubagi mereka
  4. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  5. مَاmaaapa yang
  6. بَيْنَbaynadi antara
  7. أَيْدِيكُمْaydiikumtangan kalian
  8. وَمَاwa-maadan apa yang
  9. خَلْفَكُمْkhalfakumdi belakang kalian
  10. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  11. تُرْحَمُونَturhamuunakalian dirahmati

Inti bacaan

Frasa (مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ, maa bayna aydiikum wa-maa khalfakum) berakhiran -kum muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:45.

Penjelasan pilihan kata

Seruan di ayat ini diawali (وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ, wa-idzaa qiila lahumu) yang berarti "dan apabila dikatakan kepada mereka". Kata kerja qiila berbentuk pasif dan berakar ق-و-ل, sehingga yang berkata tidak disebut. Rangkaian pembuka itu muncul lima kali di lima surah, yaitu 2:170, 25:60, 31:21, 36:45, dan 77:48. Di tiap ayat itu seruan yang dikutip berupa satu kata kerja perintah: (اتَّبِعُوا, ttabi'uu) yang berarti "ikutilah" di 2:170 dan 31:21, (اسْجُدُوا, sjuduu) yang berarti "tunduklah" di 25:60, (ارْكَعُوا, rka'uu) yang berarti "merendahlah" di 77:48, dan (اتَّقُوا, ttaquu) yang berarti "takutlah" di 36:45. Di 2:170, 25:60, dan 31:21 jawaban orang-orang itu dikutip dengan kata qaaluu, sedangkan di 36:45 jawaban tidak dikutip dalam ayat yang sama.

Kata kerja (اتَّقُوا, ttaquu) berakar و-ق-ي. Terjemahan memakai "takutlah" untuk hari di 2:48, 2:123, dan 2:281, dalam (وَاتَّقُوا يَوْمًا, wa-ttaquu yawman) yang berarti "dan takutlah pada suatu hari". Bila yang disebut Allah, seperti (فَاتَّقُوا اللَّهَ, fa-ttaquu llaaha) di 64:16 dan (وَاتَّقُوا اللَّهَ, wa-ttaquu llaaha) di 49:10, terjemahan memakai "bertakwalah". Di 36:45 objeknya berupa apa yang dihadapi seperti hari di 2:48, sehingga terjemahan memakai "takutlah" juga.

Frasa (مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ, maa bayna aydiikum wa-maa khalfakum) yang berarti "apa yang ada di hadapan kalian dan apa yang ada di belakang kalian" terdiri dari maa yang berarti "apa yang", bayna yang berarti "di antara", (أَيْدِيكُمْ, aydiikum) yang berarti "tangan-tangan kalian", dan khalfa yang berarti "belakang". Dengan kata ganti kalian frasa ini hanya muncul di 36:45. Dengan kata ganti mereka, (مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum) muncul enam kali di enam surah, yaitu 2:255, 20:110, 21:28, 22:76, 34:9, dan 41:25. Di 2:255, 20:110, 21:28, dan 22:76 Allah mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Di 34:9 frasa itu langsung diisi, (مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, mina s-samaa'i wa-l-ardhi) yang berarti "dari langit dan bumi". Di 36:9, (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا, min bayni aydiihim saddan wa-min khalfihim saddan) yang berarti "di hadapan mereka sebuah penghalang dan di belakang mereka sebuah penghalang", kedua arah itu bersifat tempat. Di 36:45 kedua arah itu tidak diisi apa pun, sehingga terjemahan tidak menambahkan keterangan waktu atau tempat.

Kata (لَعَلَّكُمْ, la'allakum) yang berarti "agar kalian" memuat akhiran -kum yang berarti "kalian". Kata (تُرْحَمُونَ, turhamuuna) yang berarti "kalian dirahmati" berakar ر-ح-م dan berbentuk pasif, sehingga pemberi rahmat tidak disebut dalam ayat ini. Rangkaian (لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ, la'allakum turhamuuna) muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 3:132, 6:155, 7:63, 7:204, 24:56, 27:46, 36:45, dan 49:10. Terjemahan memakai "dirahmati" di kedelapan ayat itu. Di tiga ayat selain 36:45 rangkaian itu bersanding dengan kata kerja takwa: (وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ, wa-ttaquu la'allakum turhamuuna) di 6:155, (وَلِتَتَّقُوا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ, wa-li-tattaquu wa-la'allakum turhamuuna) di 7:63, dan (وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ, wa-ttaquu llaaha la'allakum turhamuuna) di 49:10. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 36:46.

Tafsiran

Ayat ini mengutip seruan yang tidak memuat nama bahaya apa pun. Seruan itu menyebut dua arah saja, depan dan belakang.

Di 36:9 pasangan arah yang sama muncul sebagai penghalang: (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا, min bayni aydiihim saddan wa-min khalfihim saddan) yang berarti "di hadapan mereka sebuah penghalang dan di belakang mereka sebuah penghalang". Di 36:45 kedua arah itu menjadi isi seruan. Ayat 36:9 berbicara tentang penghalang dan 36:45 tentang seruan, dan tidak ada ayat yang menghubungkan keduanya, sehingga yang dapat dikatakan hanya bahwa surah yang sama memakai pasangan arah itu dua kali.

Seruan ini adalah yang pertama dari dua seruan yang dikutip dengan pembuka serupa dalam surah ini. Seruan kedua di 36:47 berbunyi infakkanlah dan jawabannya dikutip, sedangkan seruan di 36:45 tidak disusul kutipan jawaban. Pada tiga ayat lain dengan pembuka yang sama, yaitu 2:170, 25:60, dan 31:21, jawaban dikutip dengan qaaluu. Jawaban atas seruan di 36:45 dapat dibaca terletak pada 36:46, yang menyatakan secara umum bahwa tidak satu pun tanda datang kepada mereka kecuali mereka berpaling darinya, tetapi pembacaan itu bergantung pada urutan ayat, tidak pada kata penghubung di antara keduanya.

Tujuan seruan dinyatakan di ujung ayat dengan (لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ, la'allakum turhamuuna) yang berarti "agar kalian dirahmati". Seruan itu tidak memuat hukuman bagi yang tidak mematuhinya, dan akibat yang dituturkan ayat ini hanya rahmat. Rahmat itu sudah muncul di 36:44 sebagai pengecualian dari penyangkalan penolong, dan di sini rahmat itu dijadikan arah dari perintah yang diberikan kepada manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Di 36:9 sebuah penghalang dipasang di hadapan dan di belakang mereka, dan di 36:45 dua arah yang sama menjadi isi seruan yang ditujukan kepada mereka. Ayat 36:9 dan 36:45 membicarakan hal yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi pasangan arah itu muncul dua kali dalam satu surah. Pembaca yang menjalani hari-harinya dengan pandangan lurus ke depan dapat memperhatikan sisi lain, yaitu apa yang tertinggal di belakang dan jarang ditengok. Hal apa yang biasa dihindarinya untuk dilihat, entah di depan atau di belakang, dan apakah hal itu pernah disebut dalam doanya kepada Allah?
  • Seruan di ayat ini mempunyai tujuan yang dinyatakan, yaitu agar kalian dirahmati, dan tidak mempunyai ancaman yang dinyatakan. Rahmat yang di 36:44 muncul sebagai pengecualian dari Kami di sini menjadi arah dari takut yang diminta. Takut yang diberi arah semacam itu berbeda dari takut yang berhenti di dalam dada. Pembaca dapat mengamati ketakutan yang paling sering dialaminya, lalu memeriksa apakah ketakutan itu menuju sesuatu atau hanya berputar di tempat. Apa yang terjadi pada ketakutan itu bila diberi tujuan, sebagaimana rahmat diberikan sebagai tujuan di ayat ini?
  • Kata kerja dikatakan di ayat ini berbentuk pasif, sehingga penyerunya tidak disebut. Hal yang sama berlaku di 2:170, 25:60, 31:21, dan 77:48, dan di semuanya isi seruan dicatat lebih jelas daripada orang yang menyerukannya. Pembaca yang menerima peringatan dari seorang teman, tetangga, atau tulisan yang tidak dikenal dapat memperhatikan seberapa besar identitas penyeru ikut menentukan apakah peringatan itu didengar. Ayat ini menyisakan isi seruan di depan pendengarnya tanpa penyeru untuk dinilai. Seandainya nama penyeru dihapus dari peringatan terakhir yang diterima, apa yang tersisa untuk ditimbang?
  • Rangkaian agar kalian dirahmati bersanding dengan seruan takwa di 6:155, 7:63, dan 49:10. Di 49:10 seruan takwa didahului perintah mendamaikan dua saudara, yaitu fa-ashlihuu bayna akhawaykum, sehingga rahmat di sana berada tepat sesudah perdamaian antara dua orang. Ayat 36:45 tidak memuat perdamaian apa pun, dan keduanya tidak disamakan. Dari 49:10 pembaca dapat membawa satu catatan ke 36:45, yaitu bahwa tujuan yang sama pernah disebut sesudah urusan antarmanusia. Perselisihan mana yang belum didamaikan, dan bagaimana rahmat dari Allah terbaca bila diletakkan di samping perselisihan itu?
  • Di 34:9 pasangan arah yang sama langsung diisi dengan langit dan bumi: apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka, dari langit dan bumi. Di 36:45 isi itu tidak disebut, sehingga ayat ini tidak boleh dipaksa mengatakan hal yang sama. Meski begitu, pembaca dapat meminjam satu petunjuk dari 34:9, yaitu bahwa pasangan arah itu pernah dipakai untuk benda yang tampak setiap hari. Langit yang selalu di atas dan tanah yang selalu di bawah kaki termasuk benda yang tampak setiap hari. Apa saja yang selalu ada di sekeliling pembaca dan baru diperhatikan ketika ada yang berkata, takutlah?
  • Di 2:281 seruan takut tertuju pada sebuah hari, yaitu hari ketika kalian dikembalikan kepada Allah, dan di 36:45 seruan takut tertuju pada dua arah. Kedua ayat itu menaruh satu kata kerja yang sama pada dua objek yang berbeda: satu objek berupa hari yang namanya disebut dan tanggalnya tidak diketahui, satu objek berupa sisi yang mengelilingi. Pembaca dapat membandingkan mana yang lebih sering mengisi ketakutannya: sesuatu yang akan tiba pada suatu hari, atau sesuatu yang sudah mengelilingi sekarang. Ketika kata takut dipakai dalam percakapannya, kepada yang manakah kata itu paling sering menunjuk?