وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

dan tidak satu pun dari tanda-tanda Tuhan mereka datang kepada mereka, kecuali mereka selalu berpaling darinya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْwa-maa ta'tiihim min aayatin min aayaati rabbihimdan tidak satu pun dari tanda-tanda Tuhan mereka datang kepada mereka
  2. إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَillaa kaanuu 'anhaa mu'ridhiinakecuali mereka selalu berpaling darinya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. تَأْتِيهِمْta'tiihimdatang kepada mereka
  3. مِنْmindari
  4. آيَةٍaayatintanda
  5. مِنْmindari
  6. آيَاتِaayaatitanda-tanda
  7. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. كَانُواkaanuumereka selalu
  10. عَنْهَا'anhaadarinya
  11. مُعْرِضِينَmu'ridhiinaorang-orang yang berpaling

Inti bacaan

Frasa (كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ, kaanuu 'anhaa mu'ridhiina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:4, 15:81, dan 36:46.

Penjelasan pilihan kata

Penyangkalan di awal ayat, (وَمَا تَأْتِيهِمْ, wa-maa ta'tiihim), berarti "dan tidak datang kepada mereka". Kata kerja ta'tii berakar أ-ت-ي dan pelakunya adalah tanda yang disebut sesudahnya. Sesudah penyangkalan, (مِنْ آيَةٍ, min aayatin) yang berarti "dari satu tanda" menghasilkan arti "tidak satu pun tanda", sehingga tidak ada tanda yang tertinggal di luar cakupan kalimat. Susunan penyangkalan, kata min, benda tak tentu, dan pengecualian dengan (إِلَّا كَانُوا, illaa kaanuu) yang berarti "kecuali mereka selalu" muncul enam kali di lima surah, yaitu 6:4, 15:11, 26:5, 36:30, 36:46, dan 43:7. Tanda datang di 6:4 dan 36:46, rasul di 15:11 dan 36:30, peringatan di 26:5, dan nabi di 43:7.

Frasa (مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ, min aayaati rabbihim) yang berarti "dari tanda-tanda Tuhan mereka" memuat rabb yang berarti "Tuhan" dengan akhiran -him yang berarti "mereka". Rangkaian aayaati rabbihim muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 6:4, 8:54, 11:59, 18:105, 23:58, 25:73, 36:46, dan 45:11. Kalimat utuh (وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ, wa-maa ta'tiihim min aayatin min aayaati rabbihim illaa kaanuu 'anhaa mu'ridhiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu 6:4 dan 36:46.

Kata (كَانُوا, kaanuu) berakar ك-و-ن dengan pelaku mereka. Terjemahan memakai "selalu" untuk (إِلَّا كَانُوا, illaa kaanuu) di 6:4, 15:11, 26:5, 36:30, 43:7, dan 36:46. Alasannya, penyangkalan atas semua tanda disusul pengecualian membuat tiap kedatangan tanda diikuti keadaan yang sama, dan kata selalu menyampaikan pengulangan itu.

Kata (مُعْرِضِينَ, mu'ridhiina) yang berarti "yang berpaling" berakar ع-ر-ض dan berbentuk pelaku jamak. Bentuk itu muncul lima kali di lima surah, yaitu 6:4, 15:81, 26:5, 36:46, dan 74:49. Di 6:4, 15:81, dan 36:46 bentuk itu bersambung dengan (عَنْهَا, 'anhaa) yang berarti "darinya", yaitu tanda: (كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ, kaanuu 'anhaa mu'ridhiina) di 6:4 dan 36:46, dan (فَكَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ, fa-kaanuu 'anhaa mu'ridhiina) di 15:81. Di 26:5 yang dipalingi adalah peringatan, (إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ, illaa kaanuu 'anhu mu'ridhiina) yang berarti "kecuali mereka selalu berpaling darinya". Di 74:49 bentuk itu bersambung dengan peringatan dalam (فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ, fa-maa lahum 'ani t-tadzkirati mu'ridhiina) yang berarti "maka mengapa mereka berpaling dari peringatan". Di 12:105 kata dari akar yang sama dipakai dalam (وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ, wa-hum 'anhaa mu'ridhuuna) yang berarti "sedang mereka berpaling darinya", dan tanda di sana adalah yang mereka lewati, (يَمُرُّونَ عَلَيْهَا, yamurruuna 'alayhaa) yang berarti "mereka melewatinya". Terjemahan memakai "berpaling" di semua tempat itu.

Tafsiran

Ayat ini menukar seruan khusus di 36:45 dengan pernyataan tentang semua tanda. Di 36:45 sebuah seruan dikatakan kepada mereka pada satu kesempatan, dan di 36:46 tidak satu pun tanda datang kepada mereka tanpa disambut dengan berpaling. Peralihan dari kesempatan tertentu ke keadaan menyeluruh membuat 36:46 dapat dibaca sebagai penilaian atas seluruh rangkaian tanda yang dituturkan sejak 36:33, yaitu bumi mati yang dihidupkan, malam yang ditanggalkan siangnya, dan kapal yang mengangkut keturunan mereka. Ketiganya tidak dinamai di 36:46, sehingga pembacaan itu bergantung pada urutan surah.

Di surah yang sama, 36:30 memakai susunan serupa untuk para rasul: (مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ, maa ya'tiihim min rasuulin) yang berarti "tidak datang kepada mereka seorang rasul" disusul (إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "kecuali mereka selalu mengolok-oloknya". Pada rasul tanggapannya olok-olok, dan pada tanda tanggapannya berpaling.

Kalimat 36:46 sama persis dengan 6:4. Di 6:4 ayat sesudahnya, 6:5, menyebut bahwa mereka mendustakan kebenaran ketika datang kepada mereka dan bahwa berita tentang apa yang mereka olok-olokkan akan datang. Di 36:46 ayat sesudahnya, 36:47, mengutip jawaban orang-orang kufur atas seruan lain. Dapat dibaca bahwa 36:47 memberi satu contoh tanggapan yang dimaksud, tetapi 36:46 sendiri tidak menunjuk contoh itu.

Renungan dan Hikmah

  • Tidak satu pun tanda dari Tuhan mereka datang kecuali disambut dengan berpaling, demikian bunyi ayat ini, dan cakupannya menyeluruh. Di surah yang sama tanda-tanda sebelumnya disebut satu per satu: bumi mati yang dihidupkan di 36:33, malam di 36:37, dan kapal di 36:41. Ayat ini tidak menyebut ketiganya sebagai yang dipalingi, sehingga hubungan itu mungkin, tidak pasti. Pembaca dapat menelusuri satu pekan terakhir dan mencatat tanda jenis itu, misalnya tanah kering yang kembali hijau, malam yang datang, atau kendaraan yang tiba dengan selamat, yang lewat tanpa dilirik. Tanda mana yang lewat begitu saja padahal ayat ini menyebutnya milik Tuhan?
  • Di 36:46 tanda datang kepada mereka lalu mereka berpaling, dan di 12:105 mereka melewati tanda di langit dan bumi sambil berpaling. Gerak yang pertama menempatkan tanda sebagai yang menghampiri, dan gerak yang kedua menempatkan tanda sebagai sesuatu yang terletak di jalan. Kedua ayat membicarakan keadaan berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Hari-hari pembaca memuat dua kemungkinan itu: ada hal yang datang tanpa dicari dan ada hal yang terletak di jalur yang tiap hari ditempuh. Dari keduanya, mana yang lebih sering dilewati tanpa menoleh, dan apa yang terlihat bila berhenti sekali saja?
  • Ayat ini mencatat pengulangan: tiap tanda yang datang disambut dengan cara yang sama. Pengulangan dapat luput terasa dari dalam bila tiap tanggapan tampak seperti keputusan yang baru. Pembaca dapat memeriksa sebuah perkara yang tiap kali dijawabnya dengan cara yang sama, misalnya ajakan yang selalu ditunda atau teguran yang selalu dialihkan ke pokok lain. Pemeriksaan itu tidak memerlukan kesimpulan tentang orang lain, hanya daftar jawaban yang pernah diberikan. Apakah jawaban-jawaban itu masing-masing terasa seperti keputusan baru, padahal polanya sudah lama sama?
  • Di ayat ini tanda itu disebut tanda Tuhan mereka, dan penuturnya memakai sebutan Tuhan mereka dan tidak memakai Kami, sehingga hubungan Allah dengan orang-orang yang berpaling tetap dinyatakan dalam bentuk kepemilikan. Di 15:81 tanda serupa disebut tanda Kami, dengan kalimat penutup yang hampir sama: mereka berpaling darinya. Mengapa pemilik tanda disebut dengan dua cara tidak dijelaskan di kedua ayat itu. Pembaca dapat memperhatikan sebutan yang dipakai untuk Tuhan dalam percakapan sehari-hari, dan apakah sebutan itu berubah ketika pembicaranya sedang menjauh dari sesuatu.
  • Di 36:30 rasul disambut dengan olok-olok, dan di 36:46 tanda disambut dengan berpaling, padahal kedua ayat memakai susunan kalimat yang sama. Orang yang mengolok-olok masih menanggapi sesuatu yang datang kepadanya, sedangkan orang yang berpaling menarik diri dari kedatangan itu. Surah ini mencatat dua cara menolak itu berdampingan, dan ayat-ayatnya tidak menilai mana yang lebih ringan. Pembaca dapat menimbang cara mana yang lebih sering dipakainya ketika sebuah ajakan yang membawa nama Allah datang: menertawakannya, atau membiarkannya lewat. Dari dua cara itu, adakah yang sempat mendengar isi ajakannya?
  • Di 74:49 pertanyaannya diajukan terang-terangan, yaitu mengapa mereka berpaling dari peringatan. Di 36:46 keadaan itu dinyatakan dan sebabnya tidak dituturkan. Pembaca yang membawa dua ayat itu bersama menerima sebuah pertanyaan tanpa jawaban yang tertulis, dan pertanyaan itu dapat diajukan kepada diri sendiri tanpa menunggu siapa pun. Jika Allah menyatakan bahwa tidak satu pun tanda dari Tuhan mereka luput dari berpaling, apa jawaban yang jujur ketika pertanyaan mengapa itu ditujukan kepada diri sendiri?