وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepada kalian,” orang-orang yang kufur berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah kami akan memberi makan orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kalian tidak lain hanyalah dalam kesesatan yang nyata.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُwa-idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumu llaahudan apabila dikatakan kepada mereka, infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepada kalian
  2. قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُqaala lladziina kafaruu li-lladziina aamanuu a-nut'imu man law yashaa'u llaahu at'amahuorang-orang yang kufur berkata kepada orang-orang yang beriman, apakah kami akan memberi makan orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan
  3. إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍin antum illaa fii dalaalin mubiininkalian tidak lain hanyalah dalam kesesatan yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, n-f-q, r-z-q, a-l-h, k-f-r, a-m-n, t-'-m, sh-y-a, d-l-l, b-y-n): a-nut'imu man law yashaa'u llaah at'amahu diterjemahkan 'apakah kami memberi makan orang yang jika Allah kehendaki Dia memberinya makan' (akar t-'-m + akar sh-y-', dalih fatalis untuk menolak sedekah: takdir disalahgunakan melalaikan tanggung jawab moral, cf. 6:148, 16:35, tema diin/fatalisme); dalaal mubiin diterjemahkan 'kesesatan yang nyata' (akar d-l-l 78 + akar b-y-n, ironis: kafir yang menuduh mukmin sesat). Selaras.

Aplikasi

Argumen keliru yang terungkap: 'apakah kami memberi makan orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan?', kesalahan logika yang menyalahgunakan kekuasaan Allah sebagai alasan menghindari tanggung jawab sosial berbagi rezeki dengan sesama.