Ayat 36:49
مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan menyambar mereka saat mereka bertengkar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةًmaa yanzhuruuna illaa shayhatan waahidatanmereka hanya menunggu satu teriakan
- تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَta'khudzuhum wa-hum yakhishshimuunayang akan menyambar mereka saat mereka bertengkar
Terjemahan per kata (8 kata)
- مَاmaatidaklah
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
- إِلَّاillaakecuali
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- تَأْخُذُهُمْta'khudzuhummenimpa mereka
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَخِصِّمُونَyakhishshimuunamereka bertengkar
Inti bacaan
Gambaran ironis: konsekuensi besar datang 'saat mereka bertengkar', kesibukan pada urusan sepele/pertikaian yang mengalihkan perhatian dari persiapan menghadapi momen yang jauh lebih penting.
Tafsiran
Ayat ini menjawab tuntutan kepastian waktu di 36:48 dengan gambaran kedatangan yang tiba-tiba: datang justru di tengah pertengkaran mereka sendiri, tanpa peringatan tambahan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka sedang bertengkar saat itu tiba. Bukan sedang bersiap. Sedang berselisih.
- Yang datang satu teriakan, bukan pasukan. Sekali. Cukup.
- Kata menunggu dipakai Allah, padahal mereka tidak merasa menunggu. Ironinya di situ. Yang menagih sedang ditunggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-zh-r, s-y-h, w-h-d, a-kh-dz, kh-s-m): yanzhuruun diterjemahkan 'menunggu' (akar n-zh-r); sayhah waahidah diterjemahkan 'satu teriakan' (akar s-y-h); ta'khudhuhum diterjemahkan 'menyambar mereka' (akar '-kh-dz); yakhissimuun diterjemahkan 'bertengkar' (akar kh-s-m). gloss '(sibuk)/(tentang urusan dunia)' + footnote dibuang.
Ayat 36:50
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ
Maka mereka tidak dapat membuat wasiat, dan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةًfa-laa yastathii'uuna tawshiyatanmaka mereka tidak dapat membuat wasiat
- وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَwa-laa ilaa ahlihim yarji'uunadan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَلَاfa-laamaka tidak
- يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
- تَوْصِيَةًtawshiyatanwasiat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- إِلَىٰilaakepada
- أَهْلِهِمْahlihimkeluarga mereka
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Ketiadaan kesempatan berwasiat atau kembali kepada keluarga saat momen itu tiba, pengingat bahwa urusan penting (wasiat, permintaan maaf, penyelesaian hubungan) sebaiknya diselesaikan selagi masih ada waktu, bukan ditunda tanpa batas.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(pula)' dirajut alami tanpa kurung.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian dengan gambaran kematian yang begitu mendadak: tidak ada waktu untuk berwasiat maupun kembali ke keluarga, menegaskan betapa tak terduganya kedatangan teriakan itu.
Renungan dan Hikmah
- Dua hal disebut tidak sempat dilakukan. Berwasiat dan pulang. Allah memilih dua urusan yang paling manusiawi.
- Yang disebut bukan ibadah, melainkan urusan keluarga. Pesan terakhir. Perjalanan pulang.
- Kecepatannya digambarkan lewat yang tidak sempat. Allah tidak menyebut berapa detik. Ia menyebut apa yang gagal dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-w-', w-s-y, a-h-l, r-j-'): laa yastatii'uun diterjemahkan 'tidak dapat' (akar t-w-' 58); tawsiyah diterjemahkan 'berwasiat' (akar w-s-y); yarji'uun diterjemahkan 'kembali' (akar r-j-'). Selaras.