مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan menyambar mereka saat mereka bertengkar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةًmaa yanzhuruuna illaa shayhatan waahidatanmereka hanya menunggu satu teriakan
- تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَta'khudzuhum wa-hum yakhishshimuunayang akan menyambar mereka saat mereka bertengkar
Terjemahan per kata (8 kata)
- مَاmaatidaklah
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
- إِلَّاillaakecuali
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- تَأْخُذُهُمْta'khudzuhummenimpa mereka
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَخِصِّمُونَyakhishshimuunamereka bertengkar
Inti bacaan
Bentuk (يَخِصِّمُونَ, yakhishshimuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:49, sedangkan 3:44, 26:96, 27:45, dan 38:69 menuliskan yakhtashimuuna.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَنْظُرُونَ, yanzhuruuna) berakar ن-ظ-ر dan di ayat ini berarti "menunggu". Bentuk yanzhuruuna yang langsung disusul (إِلَّا, illaa) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 2:210, 6:158, 7:53, 16:33, 35:43, 36:49, 43:66, dan 47:18. Tujuh ayat itu berupa pertanyaan yang dibuka hal atau fa-hal, sedangkan 36:49 berupa pernyataan yang dibuka maa. Benda yang ditunggu berbeda di tiap ayat: kedatangan Allah dalam naungan awan di 2:210, takwil di 7:53, hari kiamat di 43:66 dan 47:18, dan di 36:49 satu teriakan. Sebagai kontras, tanpa illaa kata kerja yang sama di 37:19, (فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ, fa-idzaa hum yanzhuruuna) yang berarti "lalu seketika itu mereka melihat", dan di 39:68 memakai arti "melihat" atau "memandang", sebab tidak ada benda yang ditunggu. Kalimat paling dekat dengan 36:49 ada di 38:15, (وَمَا يَنْظُرُ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً, wa-maa yanzhuru haa'ulaa'i illaa shayhatan waahidatan) yang berarti "dan orang-orang ini tidak menunggu selain satu teriakan".
Kata (صَيْحَةً, shayhatan) berakar ص-ي-ح, dan (صَيْحَةً وَاحِدَةً, shayhatan waahidatan) yang berarti "satu teriakan" muncul lima kali di tiga surah, yaitu 36:29, 36:49, 36:53, 38:15, dan 54:31. Tiga dari lima ada di surah ini. Peristiwa tunggal yang serupa diberi nama lain di tempat lain: (زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ, zajratun waahidatun) yang berarti "satu hardikan" di 37:19 dan 79:13, dan (نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ, nafkhatun waahidatun) yang berarti "satu tiupan" di 69:13. Terjemahan memakai "teriakan" untuk shayhatan di 36:29, 36:49, 36:53, dan 38:15, dan kata (وَاحِدَةً, waahidatan) diterjemahkan "satu" karena itu angkanya, tidak ada kata Arab lain di ayat ini yang menyebut sifat teriakan itu.
Kata kerja (تَأْخُذُهُمْ, ta'khudzuhum) tersusun dari (تَأْخُذُ, ta'khudzu) yang berarti "mengambil" dan akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Akarnya أ-خ-ذ dan bentuk persis ini hanya muncul di 36:49. Bentuk lampaunya, (أَخَذَتْهُمُ, akhadzat-humu), muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 4:153, 7:78, 7:91, 7:155, 15:73, 15:83, 23:41, 29:37, dan 51:44. Pelakunya petir di 4:153 dan 51:44, gempa di 7:78, 7:91, 7:155, dan 29:37, serta teriakan di 15:73, 15:83, dan 23:41, misalnya (أَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ, akhadzat-humu sh-shayhatu). Di 36:49 kata kerja yang sama berbentuk sedang atau akan berlangsung, dan karena orang-orang itu masih dalam keadaan menunggu, terjemahan memakai "akan menyambar". Padanan "menyambar" dipilih untuk teriakan yang mengambil orang yang sedang bertengkar, dan terjemahan tidak memakai "membinasakan" sebab ayat ini tidak memuat kata Arab yang menyebut akibatnya.
Awalan (وَ, wa) pada (وَهُمْ, wa-hum) dicatat korpus morfologi sebagai penanda keadaan yang menyertai, berbeda dari wa yang menyambung dua kegiatan. Karena itu (وَهُمْ يَخِصِّمُونَ, wa-hum yakhishshimuuna) yang berarti "saat mereka bertengkar" menyebut apa yang sedang dikerjakan orang-orang itu ketika teriakan datang. Susunan serupa ada di 51:44, (وَهُمْ يَنْظُرُونَ, wa-hum yanzhuruuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan", dan di 43:66, (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna) yang berarti "sedangkan mereka tidak menyadari". Ketiganya mencatat keadaan orang-orang itu pada saat bencana atau hari itu datang.
Kata kerja (يَخِصِّمُونَ, yakhishshimuuna) berakar خ-ص-م dan hanya muncul di 36:49. Korpus morfologi mencatatnya sebagai kata kerja yang sama dengan (يَخْتَصِمُونَ, yakhtashimuuna) di 3:44, 26:96, 27:45, dan 38:69, tetapi 36:49 menuliskannya dengan ejaan yang berbeda. Terjemahan memakai "bertengkar", seperti di 26:96 dan 27:45 yang sama-sama menggambarkan orang yang saling berhadapan. Akar yang sama muncul lagi di surah ini, yaitu di 36:77, (فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ, fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun) yang berarti "lalu tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata". Di 36:49 kata kerja itu tidak disusul nama lawan atau pokok yang dipertengkarkan, sehingga terjemahan tidak menambahkan keduanya.
Tafsiran
Ayat 36:49 menjawab pertanyaan 36:48 dalam rangkaian ayat yang membicarakan janji. Orang-orang di 36:48 bertanya kapan janji itu tiba dan menutup pertanyaannya dengan tantangan, "jika kalian orang-orang yang benar". Kalimat pertanyaan yang sama, (مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, mataa haadzaa l-wa'du in kuntum shaadiqiina), muncul enam kali di enam surah, yaitu 10:48, 21:38, 27:71, 34:29, 36:48, dan 67:25. Empat jawabannya dibuka dengan perintah (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", yaitu 10:49, 27:72, 34:30, dan 67:26. Dua jawaban lain tidak memakai perintah itu, karena 21:39 sampai 21:40 dan 36:49 langsung menggambarkan peristiwanya. Tidak satu pun dari keenam jawaban memuat tanggal. Ayat 36:49 menyebut apa yang sedang ditunggu, yaitu satu teriakan, dan keadaan mereka saat teriakan itu tiba, yaitu bertengkar. Di 36:52 janji yang ditanyakan itu disebut ulang sebagai janji Ar-Rahman, sehingga 36:48 sampai 36:52 terbaca sebagai satu pertanyaan dengan satu rangkaian jawaban.
Ayat ini juga berhadapan dengan 36:47, tempat orang-orang yang kufur menjawab ajakan berinfak dengan pertanyaan kepada orang-orang beriman. Pertanyaan 36:48 ditujukan kepada pihak lain, sedangkan kata kerja menunggu di 36:49 dikenakan kepada para penanya sendiri. Mereka bertanya kepada orang lain tentang saat tibanya, dan menurut ayat ini merekalah yang sedang menunggunya.
Ayat serupa memberi tanda waktu yang lebih jelas. Di 43:66 dan 47:18 hari kiamat disebut datang (بَغْتَةً, baghtatan) yang berarti "secara tiba-tiba", dan kata itu tidak ada di 36:49. Unsur mengejutkan di sini berasal dari dua hal yang tertulis: peristiwanya tunggal, dan orang-orang itu sedang bertengkar ketika peristiwa itu tiba. Ayat tidak menyebut apakah pertengkaran itu menyangkut janji tadi, infak di 36:47, atau hal lain, dan tidak menyebut siapa lawannya.
Surah ini memakai pola yang sama untuk dua kelompok. Di 36:29 teriakan tunggal menimpa penduduk sebuah negeri dan akibatnya disebut langsung, yaitu mereka padam. Di 36:49 teriakan itu tiba pada orang-orang yang masih menunggu, dan akibatnya baru tertulis di 36:50 dan 36:51. Ayat 36:49 berhenti pada saat tibanya, sebelum akibat apa pun disebut.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang di 36:48 meminta tanggal, dan 36:49 menjawab dengan keadaan, yaitu satu teriakan yang menyambar orang yang sedang bertengkar. Ayat 36:52 menyebut janji yang ditanyakan itu sebagai janji Ar-Rahman, dan ucapan orang-orang itu sendiri di 36:47 memuat nama Allah. Pembaca dapat memperhatikan kebiasaannya ketika menerima kabar yang belum terjadi: apakah pertanyaan pertamanya kapan, atau sedang apa diri sendiri ketika kabar itu tiba. Tanggal berguna bagi orang yang ingin mengatur jadwal, sedangkan keadaan berguna bagi orang yang ingin mengetahui apa yang sedang digenggam tangan sendiri. Bila jawaban atas pertanyaan kapan berupa keadaan, pertanyaan apa lagi yang masih dapat diajukan?
- Di 36:48 para penanya menyodorkan pertanyaan kepada pihak lain, dan 36:49 memakai kata kerja menunggu untuk para penanya sendiri. Orang yang terus bertanya kapan sebuah hal terjadi sudah berada dalam posisi menunggu, meskipun tidak menyebut dirinya demikian. Ayat 36:51 menyebut gerak sesudahnya, yaitu perjalanan menuju Tuhan mereka. Pembaca dapat bertanya kepada diri sendiri, kepada siapa selama ini pertanyaan kapan diajukan, dan apakah pertanyaan itu sudah menjadikan penanyanya seorang penunggu sesuatu yang belum rela disebutnya. Bila pertanyaan tentang kapan ternyata pengakuan sedang menunggu, apa yang sebenarnya ditunggu?
- Ayat 36:49 mencatat keadaan orang-orang itu saat teriakan tiba, yaitu bertengkar, dan pokok pertengkarannya tidak tertulis. Di 51:44 keadaan yang dicatat berupa menyaksikan, dan di 43:66 berupa ketidaksadaran. Tiga ayat itu mencatat apa yang dikerjakan orang pada saat hari itu datang, dan tidak memberi tanda seberapa dekat hari itu. Pembaca dapat menghitung berapa jam dalam seminggu terpakai untuk pertengkaran yang pokoknya kelak sulit diingat, lalu menimbang apakah nama pertengkaran itu yang akan disebutnya bila ditanya sedang apa ketika janji itu tiba. Apakah pertengkaran itu layak menjadi jawaban?
- Kata menunggu dipakai untuk benda yang berbeda: kedatangan Allah dalam naungan awan di 2:210, takwil di 7:53, hari kiamat di 43:66 dan 47:18, dan satu teriakan di 36:49. Pada tiap ayat benda yang ditunggu diberi nama oleh teksnya, dan para penunggu tidak diberi kesempatan menamainya sendiri. Orang yang menunggu sesuatu dalam hidupnya, misalnya hari yang dianggap mapan atau saat yang dianggap tepat, dapat memeriksa apakah nama itu berasal dari dirinya atau dari kabar yang pernah didengar, dan apakah kabar itu menyebut benda yang sama. Apa yang akan ditemukan bila benda yang ditunggunya diberi nama oleh ayat?
- Di 36:46 tanda-tanda Tuhan mereka datang kepada mereka dan mereka selalu berpaling darinya, lalu 36:49 menyebut satu teriakan yang ditunggu. Urutan di surah ini menaruh banyak tanda yang dilewati di depan satu teriakan yang tidak sempat dilewati. Di antara keduanya tidak ada tanda tambahan yang tertulis. Pembaca dapat menghitung tanda yang sudah lewat di hadapannya, misalnya peringatan yang pernah didengar, kehilangan yang pernah disaksikan, dan tubuh yang mulai menua, lalu menimbang apakah masih ada tanda baru yang ditunggu, padahal ayat ini menyebut satu teriakan saja. Berapa tanda lagi yang diperlukan?
- Frasa satu teriakan muncul di 36:29 untuk penduduk sebuah negeri, dan muncul lagi di 36:49 untuk orang-orang yang bertanya kapan. Pembaca yang membaca 36:29 sebagai cerita tentang orang lain menemukan di 36:49 frasa yang sama, kini dengan kata mereka yang mengarah kepada para penanya. Kemiripan kedua kelompok di ayat ini terletak pada kata dan angka yang sama, dan ayat tidak menyebut kemiripan lain. Pembaca dapat memperhatikan kapan sebuah cerita berhenti menjadi cerita, yaitu ketika tokohnya mulai memakai kata yang dikenalnya dari diri sendiri. Pada kalimat mana dalam Al-Qur'an peralihan itu pernah terjadi bagi pembaca sendiri?