مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan menyambar mereka saat mereka bertengkar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةًmaa yanzhuruuna illaa shayhatan waahidatanmereka hanya menunggu satu teriakan
  2. تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَta'khudzuhum wa-hum yakhishshimuunayang akan menyambar mereka saat mereka bertengkar

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. صَيْحَةًshayhatansuara keras
  5. وَاحِدَةًwaahidatansatu
  6. تَأْخُذُهُمْta'khudzuhummenimpa mereka
  7. وَهُمْwa-humdan mereka
  8. يَخِصِّمُونَyakhishshimuunamereka bertengkar

Inti bacaan

Gambaran ironis: konsekuensi besar datang 'saat mereka bertengkar', kesibukan pada urusan sepele/pertikaian yang mengalihkan perhatian dari persiapan menghadapi momen yang jauh lebih penting.

Tafsiran

Ayat ini menjawab tuntutan kepastian waktu di 36:48 dengan gambaran kedatangan yang tiba-tiba: datang justru di tengah pertengkaran mereka sendiri, tanpa peringatan tambahan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka sedang bertengkar saat itu tiba. Bukan sedang bersiap. Sedang berselisih.
  • Yang datang satu teriakan, bukan pasukan. Sekali. Cukup.
  • Kata menunggu dipakai Allah, padahal mereka tidak merasa menunggu. Ironinya di situ. Yang menagih sedang ditunggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-zh-r, s-y-h, w-h-d, a-kh-dz, kh-s-m): yanzhuruun diterjemahkan 'menunggu' (akar n-zh-r); sayhah waahidah diterjemahkan 'satu teriakan' (akar s-y-h); ta'khudhuhum diterjemahkan 'menyambar mereka' (akar '-kh-dz); yakhissimuun diterjemahkan 'bertengkar' (akar kh-s-m). gloss '(sibuk)/(tentang urusan dunia)' + footnote dibuang.