فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

Maka mereka tidak dapat membuat wasiat, dan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةًfa-laa yastathii'uuna tawshiyatanmaka mereka tidak dapat membuat wasiat
  2. وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَwa-laa ilaa ahlihim yarji'uunadan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَلَاfa-laamaka tidak
  2. يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
  3. تَوْصِيَةًtawshiyatanwasiat
  4. وَلَاwa-laadan tidak pula
  5. إِلَىٰilaakepada
  6. أَهْلِهِمْahlihimkeluarga mereka
  7. يَرْجِعُونَyarji'uunakembali

Inti bacaan

Ketiadaan kesempatan berwasiat atau kembali kepada keluarga saat momen itu tiba, pengingat bahwa urusan penting (wasiat, permintaan maaf, penyelesaian hubungan) sebaiknya diselesaikan selagi masih ada waktu, bukan ditunda tanpa batas.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(pula)' dirajut alami tanpa kurung.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian dengan gambaran kematian yang begitu mendadak: tidak ada waktu untuk berwasiat maupun kembali ke keluarga, menegaskan betapa tak terduganya kedatangan teriakan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Dua hal disebut tidak sempat dilakukan. Berwasiat dan pulang. Allah memilih dua urusan yang paling manusiawi.
  • Yang disebut bukan ibadah, melainkan urusan keluarga. Pesan terakhir. Perjalanan pulang.
  • Kecepatannya digambarkan lewat yang tidak sempat. Allah tidak menyebut berapa detik. Ia menyebut apa yang gagal dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-w-', w-s-y, a-h-l, r-j-'): laa yastatii'uun diterjemahkan 'tidak dapat' (akar t-w-' 58); tawsiyah diterjemahkan 'berwasiat' (akar w-s-y); yarji'uun diterjemahkan 'kembali' (akar r-j-'). Selaras.