فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ
Maka mereka tidak dapat membuat wasiat, dan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةًfa-laa yastathii'uuna tawshiyatanmaka mereka tidak dapat membuat wasiat
- وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَwa-laa ilaa ahlihim yarji'uunadan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَلَاfa-laamaka tidak
- يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
- تَوْصِيَةًtawshiyatanwasiat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- إِلَىٰilaakepada
- أَهْلِهِمْahlihimkeluarga mereka
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Kata (تَوْصِيَةً, tawshiyatan) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 36:50, dan susunan ilaa ahlihim muncul pula di 12:62.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَسْتَطِيعُونَ, yastathii'uuna) yang berarti "dapat" berakar ط-و-ع. Rangkaian (فَلَا يَسْتَطِيعُونَ, fa-laa yastathii'uuna) yang berarti "maka mereka tidak dapat" muncul lima kali di lima surah, yaitu 17:48, 21:40, 25:9, 36:50, dan 68:42. Sebagai kontras antar-ayat, sesuatu yang tidak dapat dicapai berbeda di tiap ayat: jalan di 17:48 dan 25:9, menolak kedatangan di 21:40, dan di 36:50 membuat wasiat. Ayat 68:42 tidak menyebut benda sesudah kata kerja itu. Ayat 21:40 memuat dua kata yang berdampingan dengan 36:49 dan 36:50, yaitu (فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ, fa-laa yastathii'uuna raddahaa wa-laa hum yunzharuuna) yang berarti "maka mereka tidak mampu menolaknya, dan tidak pula diberi penangguhan". Kata (يُنْظَرُونَ, yunzharuuna) berakar ن-ظ-ر, akar yang sama dengan kata "menunggu" di 36:49.
Kata (تَوْصِيَةً, tawshiyatan) berakar و-ص-ي dan hanya muncul di 36:50. Kata benda berakar sama, (وَصِيَّةً, washiyyatan) dengan berbagai akhiran, dipakai di 2:180, 2:240, 4:11, 4:12, dan 5:106, dan terjemahan memakai "wasiat" atau "berwasiat" di semuanya. Di 2:180 dan 5:106 wasiat disebut bersama (إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ, idzaa hadhara ahadakumu l-mawtu) yang berarti "apabila maut mendatangi salah seorang dari kalian", frasa yang hanya muncul di kedua ayat itu. Di 5:106 wasiat itu disaksikan dua orang yang adil dan keduanya bersumpah dengan Allah bila ada keraguan, sedangkan di 2:180 wasiat disebut kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. Ayat 36:50 tidak memuat kata maut, sehingga terjemahan memakai "membuat wasiat" dan tidak menambahkan "sebelum mati".
Kata (أَهْلِهِمْ, ahlihim) tersusun dari (أَهْلِ, ahli) yang berarti "keluarga", berakar أ-ه-ل, dan akhiran (هِمْ, -him) yang berarti "mereka". Susunan (إِلَىٰ أَهْلِهِمْ, ilaa ahlihim) yang berarti "kepada keluarga mereka" muncul dua kali di dua surah dalam ejaan persis ini, yaitu 12:62 dan 36:50. Di 12:62, (إِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, idzaa inqalabuu ilaa ahlihim la'allahum yarji'uuna) yang berarti "apabila mereka kembali kepada keluarga mereka, agar mereka kembali", kembali kepada keluarga disebut sebagai langkah yang akan terjadi dan dijadikan dasar sebuah harapan. Di 36:50 langkah itu ditiadakan.
Kata kerja (يَرْجِعُونَ, yarji'uuna) berakar ر-ج-ع dan muncul enam belas kali di sebelas surah, yaitu 2:18, 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 21:58, 21:95, 27:28, 30:41, 32:21, 36:31, 36:50, 36:67, 43:28, 43:48, dan 46:27. Di surah ini bentuk itu muncul tiga kali, di 36:31, 36:50, dan 36:67, dan ketiganya disangkal: (إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ, ilayhim laa yarji'uuna) di 36:31 tentang generasi yang telah dibinasakan, (وَلَا يَرْجِعُونَ, wa-laa yarji'uuna) di 36:67, dan (يَرْجِعُونَ, yarji'uuna) di ayat ini. Bentuk "dikembalikan", (تُرْجَعُونَ, turja'uuna), tidak disangkal di surah yang sama, yaitu di 36:22 dan 36:83.
Bagian kedua ayat, (وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ, wa-laa ilaa ahlihim yarji'uuna), tidak mengulang kata yastathii'uuna. Terjemahan membawa "dapat" dari bagian pertama sehingga terbaca "tidak dapat kembali", seperti di 36:67, (فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ, fa-ma stathaa'uu mudhiyyan wa-laa yarji'uuna) yang berarti "sehingga mereka tidak sanggup maju dan tidak dapat kembali". Bacaan "dan mereka tidak kembali" tanpa kata "dapat" juga mungkin secara kata. Terjemahan memilih "dapat" supaya kedua penyangkalan sejajar dengan pembuka ayat, yang menyangkal kemampuan.
Tafsiran
Ayat 36:50 menyambung 36:49 dalam rangkaian akibat, karena kata maka di awalnya. Akibat itu berupa dua hal yang tidak dapat dikerjakan, dan keduanya menyangkut orang lain: ucapan bagi mereka yang akan tinggal, dan kehadiran di tengah mereka. Ayat 36:50 tidak memuat harta, hukuman, atau kata mati, dan tidak memuat lama orang-orang itu berada dalam keadaan tersebut.
Pertanyaan yang dijawab di 36:49 dan 36:50 juga diajukan di 21:38, dan jawabannya di 21:39 sampai 21:40 memuat urutan yang berdekatan: api, kedatangan tiba-tiba, ketidakmampuan menolak, dan tidak adanya penangguhan. Di 21:39 yang disebut api, sedangkan di 36:49 yang disebut teriakan, sehingga keduanya tidak disamakan. Ketidakmampuan di 21:40 dan di 36:50 menjadi unsur yang dimiliki kedua jawaban.
Surah ini sudah menyiapkan kata kembali yang disangkal. Di 36:31 orang-orang yang disebut mereka diminta melihat berapa banyak generasi yang telah dibinasakan sebelum mereka dan bahwa generasi itu tidak kembali kepada mereka. Di 36:50 kata kerja yang sama dikenakan kepada orang-orang di 36:49, yang tidak dapat kembali kepada keluarga mereka sendiri. Ayat tidak memuat keterangan bahwa kedua kelompok mereka itu sama, tetapi kata ganti yang berurutan membuat keduanya terbaca sebagai satu rombongan: yang diminta melihat ketidakkembalian pihak lain menjadi pihak yang tidak kembali.
Ayat 36:51 membawa cerita ke tiupan sangkakala dan perjalanan menuju Tuhan mereka. Kata maut tidak ada di 36:49 sampai 36:50, sedangkan 36:51 menyebut mereka bergerak dari kubur-kubur. Dapat dibaca bahwa orang-orang di 36:49 sampai 36:50 sudah berada di kubur ketika sangkakala ditiup, tetapi penghubung antara teriakan dan kubur terbaca dari urutan ayat dan tidak ditulis di salah satunya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:50 memuat dua hal yang tidak dapat dikerjakan, yaitu membuat wasiat dan kembali kepada keluarga. Keduanya berhubungan dengan orang lain: yang pertama berupa ucapan bagi yang akan tinggal, yang kedua berupa kehadiran di antara mereka. Daftar di ayat itu tidak memuat urusan pekerjaan, harta, atau nama baik. Pembaca dapat menaruh dua daftar berdampingan, yaitu hal-hal yang ditundanya kepada orang-orang terdekat dan hal-hal yang dikejarnya untuk diri sendiri, lalu memperhatikan daftar mana yang lebih panjang. Bila ayat ini menyebut dua hal, apa yang akan menjadi hal ketiga dari urusan pembaca sendiri?
- Di 5:106 wasiat disaksikan dua orang yang adil dan keduanya bersumpah dengan Allah bila ada keraguan, dan di 2:180 wasiat disebut kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. Kedua ayat itu menaruh wasiat di tempat yang dijaga saksi dan sumpah. Ayat 36:50 menyebut wasiat sebagai sesuatu yang tidak dapat dibuat, tanpa menjelaskan sebabnya. Pembaca yang memikirkan pesannya kepada keluarga dapat memperhatikan bahwa pesan yang dijaga begitu rupa di dua ayat itu menjadi tidak terucap di ayat ini. Pesan apa yang sudah diucapkannya dengan jelas, sehingga tidak bergantung pada ada atau tidaknya waktu untuk mengucapkannya kelak?
- Di 12:62 kembali kepada keluarga disebut sebagai langkah yang akan terjadi dan dijadikan dasar harapan, sedangkan di 36:50 langkah yang sama dimasukkan ke dalam hal-hal yang tidak dapat dikerjakan. Pembaca dapat memperhatikan berapa banyak rencananya bertumpu pada pulang yang dianggap pasti, misalnya makan malam yang dijanjikan, kabar yang akan disampaikan langsung, atau permintaan maaf yang menunggu pertemuan. Ayat 36:50 tidak berbicara tentang rencana pembaca. Ayat ini menaruh pulang di antara hal yang dapat tidak terjadi. Kalimat mana dalam rencananya yang dimulai dengan nanti, sesudah pulang?
- Di 36:31 orang-orang yang disebut mereka diminta melihat berapa banyak generasi yang telah dibinasakan dan bahwa generasi itu tidak kembali kepada mereka, dan di 36:50 kata kerja yang sama dikenakan kepada orang-orang di 36:49. Di 36:67 kata kerja itu muncul lagi bagi mereka yang tidak sanggup maju. Tiga ayat itu dapat dibaca menaruh orang yang sama lebih dulu sebagai penonton ketidakkembalian pihak lain, lalu sebagai pihak yang terkena, meskipun ayat tidak memuat keterangan bahwa kelompoknya sama. Pembaca dapat mengingat kapan terakhir memandang kepergian orang lain sebagai hal yang tertulis di halaman lain, dan apakah kata yang sama pernah terbayang tertuju kepada diri sendiri. Siapa yang kelak membacakan kata itu untuk pembaca?
- Di 36:50 kata kerja kembali berbentuk aktif dan ditiadakan, sedangkan di 36:22 dan 36:83 bentuk "dikembalikan" tidak ditiadakan dan tujuannya disebut: kepada-Nya. Ayat 36:83 menyebut Dia yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu. Dua jenis kembali itu terbaca berbeda dalam satu surah, yang pertama dikerjakan orang itu sendiri dan yang kedua dikenakan kepada orang yang kembali. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara kembali yang dikerjakannya, seperti pulang ke rumah, dan kembali yang akan dikenakan kepada pembaca. Bila yang pertama dapat ditiadakan menurut 36:50, apa yang menurut 36:83 tetap berada di tangan-Nya?
- Ayat 21:40 memuat kedatangan tiba-tiba, ketidakmampuan menolak, dan tidak adanya penangguhan, dengan kata yang berakar sama dengan kata menunggu di 36:49. Konteksnya api di 21:39, sedangkan 36:49 dan 36:50 membicarakan teriakan, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 36:51 menyebut mereka bergegas menuju Tuhan mereka, dan antara menunggu, tidak dapat, dan bergegas tidak ada kata yang menyebut waktu tambahan. Pembaca dapat memperhatikan pembagian jam dalam hidupnya yang disebutnya nanti dan suatu hari, lalu menimbang apakah jam-jam itu tertulis dalam janji yang menurut 21:40 tidak memberi penangguhan. Seberapa banyak waktu yang dihitungnya sebagai miliknya sendiri?