وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

Dan sangkakala pun ditiup, maka seketika itu mereka dari kubur-kubur bergegas menuju Tuhan mereka.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَwa-nufikha fi sh-shuuri fa-idzaa hum mina l-ajdaatsi ilaa rabbihim yansiluunadan sangkakala pun ditiup, maka seketika itu mereka dari kubur-kubur bergegas menuju Tuhan mereka

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَنُفِخَwa-nufikhadan ditiup
  2. فِيfipada
  3. الصُّورِsh-shuurisangkakala
  4. فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
  5. هُمْhummereka
  6. مِنَminadari
  7. الْأَجْدَاثِl-ajdaatsikubur
  8. إِلَىٰilaakepada
  9. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  10. يَنْسِلُونَyansiluunamereka bergegas

Inti bacaan

Kebangkitan digambarkan sebagai gerakan bergegas 'menuju Tuhan mereka', bukan diseret paksa, melainkan dorongan spontan yang muncul begitu kesadaran penuh kembali pulih.

Tafsiran

Ayat ini membuka narasi kebangkitan dengan tiupan sangkakala: kematian yang mendadak di 36:49-50 kini disusul kebangkitan yang sama mendadaknya, seketika bergegas dari kubur menuju Tuhan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka bergegas, bukan diseret. Bukan dipaksa. Berlari sendiri.
  • Arahnya disebut menuju Tuhan mereka. Bukan menuju padang. Menuju yang memanggil.
  • Kata seketika dipakai Allah. Bukan perlahan bangkit. Langsung berdiri dan berlari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-f-kh, s-w-r, j-d-ts, r-b-b, n-s-l): nufikha fii s-suur diterjemahkan 'ditiup sangkakala' (akar n-f-kh + akar s-w-r); ajdaath diterjemahkan 'kubur' (akar j-d-ts); yansiluun diterjemahkan 'bergegas' (akar n-s-l).