وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
Dan sangkakala pun ditiup, maka seketika itu mereka dari kubur-kubur bergegas menuju Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَwa-nufikha fi sh-shuuri fa-idzaa hum mina l-ajdaatsi ilaa rabbihim yansiluunadan sangkakala pun ditiup, maka seketika itu mereka dari kubur-kubur bergegas menuju Tuhan mereka
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَنُفِخَwa-nufikhadan ditiup
- فِيfipada
- الصُّورِsh-shuurisangkakala
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- مِنَminadari
- الْأَجْدَاثِl-ajdaatsikubur
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- يَنْسِلُونَyansiluunamereka bergegas
Inti bacaan
Bentuk (الْأَجْدَاثِ, l-ajdaatsi) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:51, 54:7, dan 70:43, dan hanya dua yang terakhir bersanding dengan yakhrujuuna.
Penjelasan pilihan kata
Susunan (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ, wa-nufikha fi sh-shuuri) yang berarti "dan sangkakala ditiup" muncul empat kali di empat surah, yaitu 18:99, 36:51, 39:68, dan 50:20. Kata kerja (نُفِخَ, nufikha) berakar ن-ف-خ dan berbentuk "ditiup", yang tidak menyebut siapa yang meniup. Kata (الصُّورِ, sh-shuuri) yang berarti "sangkakala" berakar ص-و-ر, dan tersusun dengan (فِي, fi) di sepuluh ayat, yaitu 6:73, 18:99, 20:102, 23:101, 27:87, 36:51, 39:68, 50:20, 69:13, dan 78:18, dengan padanan "sangkakala" di semuanya. Di 39:68 sangkakala ditiup dua kali, karena ayat itu memuat (ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ, tsumma nufikha fiihi ukhraa) yang berarti "kemudian ditiup di dalamnya sekali lagi". Ayat 36:51 hanya menyebut satu tiupan dan tidak menyebut tiupan lain.
Rangkaian (فَإِذَا هُمْ, fa-idzaa hum) yang berarti "maka seketika itu mereka" muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 6:44, 7:201, 27:45, 36:29, 36:37, 36:51, 36:53, 37:19, 39:68, dan 79:14. Empat dari sepuluh ada di surah ini. Pada kesepuluhnya rangkaian itu disusul keadaan yang langsung terlihat sesudah peristiwa sebelumnya. Di 36:29 keadaannya padam, di 36:37, (فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ, fa-idzaa hum muzhlimuuna) yang berarti "maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan", sesudah siang ditanggalkan dari malam, dan di 36:51 mereka bergegas. Terjemahan memakai "seketika itu" di 36:29, 36:37, 36:51, 36:53, dan 39:68.
Kata (الْأَجْدَاثِ, l-ajdaatsi) yang berarti "kubur-kubur" berakar ج-د-ث dan muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 36:51, 54:7, dan 70:43. Sebagai kontras, di 54:7 dan 70:43 kata itu bersambung dengan (يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ, yakhrujuuna mina l-ajdaatsi) yang berarti "mereka keluar dari kubur", sedangkan di 36:51 kata kerjanya lain, yaitu bergegas. Kata ini berbeda dari (الْقُبُورِ, l-qubuuri) di 22:7, (مَنْ فِي الْقُبُورِ, man fii l-qubuuri) yang berarti "siapa yang di dalam kubur". Terjemahan memakai bentuk jamak "kubur-kubur" karena kata Arabnya berbentuk jamak.
Kata kerja (يَنْسِلُونَ, yansiluuna) berakar ن-س-ل dan muncul dua kali di dua surah, yaitu 21:96 dan 36:51. Di 21:96, (مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ, min kulli hadabin yansiluuna) yang berarti "dari setiap tempat yang tinggi mereka bergerak cepat", kata kerja itu bersambung dengan tempat asal yang tinggi. Di 36:51 asalnya kubur dan tujuannya disebut, sehingga terjemahan memakai "bergegas" dan tidak menambahkan gerak ke bawah, yang di 21:96 berasal dari tempat tinggi itu.
Rangkaian (إِلَىٰ رَبِّهِمْ, ilaa rabbihim) yang berarti "kepada Tuhan mereka" muncul enam kali di empat surah, yaitu 6:38, 6:51, 6:108, 11:23, 23:60, dan 36:51. Kata kerja yang menyertainya berbeda: dikumpulkan di 6:38 dan 6:51, tempat kembali di 6:108, merendahkan diri di 11:23, dan kembali di 23:60. Di 36:51 orang-orang itu sendiri yang bergerak kepada Tuhan mereka, dan terjemahan memakai "menuju" karena kata kerjanya menyebut gerak.
Tafsiran
Ayat 36:51 membuka rangkaian baru dengan awalan wa, sedangkan 36:50 dibuka dengan fa yang menyambung ke teriakan di 36:49. Selang waktu antara teriakan dan tiupan sangkakala tidak tertulis, dan siapa yang meniup tidak disebut. Yang tertulis ialah urutan: sangkakala ditiup, lalu seketika itu orang-orang itu bergerak dari kubur-kubur.
Gerak di ayat ini berhadapan dengan 36:49 dan 36:50. Di 36:49 mereka menunggu, di 36:50 mereka tidak dapat membuat wasiat dan tidak dapat kembali kepada keluarga, dan di 36:51 mereka bergerak cepat. Dua ayat berturutan memakai kata (إِلَىٰ, ilaa) untuk tujuan gerak: (إِلَىٰ أَهْلِهِمْ, ilaa ahlihim) di 36:50 yang ditiadakan, dan (إِلَىٰ رَبِّهِمْ, ilaa rabbihim) di 36:51 yang terjadi. Orang-orang itu tidak dapat menuju keluarga mereka dan bergegas menuju Tuhan mereka, tanpa ayat yang menyebut perubahan di antaranya.
Ayat 39:68 memuat dua tiupan dan sesudah tiupan kedua orang-orang itu berdiri memandang, (فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ, fa-idzaa hum qiyaamun yanzhuruuna). Ayat 36:51 memakai pola yang sama, fa-idzaa hum, tetapi gerak yang tertulis berbeda: bergegas menuju Tuhan mereka. Ayat 36:51 tidak memuat keterangan apakah tiupannya sama dengan salah satu tiupan di 39:68, sehingga keduanya tidak dihubungkan lebih jauh.
Sesudah ayat ini, 36:52 memuat ucapan mereka dan 36:53 mengulang pola teriakan tunggal, sehingga 36:51 menjadi titik awal gerak yang dilanjutkan dua ayat sesudahnya. Ayat 36:51 sendiri hanya menyebut kubur sebagai asal dan Tuhan mereka sebagai tujuan.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja di 36:51 menyebut orang-orang itu bergerak sendiri menuju Tuhan mereka, dan ayat tidak memuat kata seret, dorong, atau paksa. Orang yang selama ini menunda mendekat kepada Tuhannya dapat memperhatikan bahwa kata kerjanya tidak menyebut pihak yang menggerakkan. Perasaan mereka ketika bergerak, gembira atau takut, tidak tertulis. Bila gerak itu pada akhirnya dikerjakan sendiri oleh tiap orang, adakah langkah kecil yang sekarang dihindari tetapi kelak akan dijalani dengan cepat?
- Tujuan gerak di 36:51 disebut dengan kata kepada Tuhan mereka, tanpa nama tempat berkumpul atau tempat penimbangan. Di 6:38 dan 6:51 rangkaian kata yang sama dipakai bagi mereka yang dikumpulkan, dan di 23:60 bagi mereka yang kembali dengan hati gentar. Kata kerja di tiga ayat itu berbeda, yaitu dikumpulkan, bergegas, dan kembali, sedangkan tujuannya sama. Pembaca yang biasa menyebut tujuannya dengan nama tempat, jabatan, atau angka dapat mengganti satu nama itu dengan kalimat ayat ini, lalu memperhatikan apa yang terasa berbeda. Seberapa sering tujuan yang tertulis di agendanya memuat nama Tuhannya?
- Rangkaian kata maka seketika itu mereka tertulis sesudah dua peristiwa yang sangat berbeda. Di 36:37 rangkaian itu menyusul penanggalan siang dari malam, dan di 36:51 menyusul tiupan sangkakala. Ayat 36:51 tidak menyebut kedua peristiwa itu sama dalam hal lain. Bila siang ditanggalkan dari malam dan keadaan baru langsung terlihat, apakah pembaca pernah memperhatikan saat peralihan itu terjadi?
- Di 36:51 kubur-kubur disebut sebagai asal gerak, dan Tuhan mereka sebagai tujuan, dalam satu kalimat yang pendek. Tempat yang sering dipikirkan sebagai akhir diletakkan ayat ini di pangkal perjalanan. Pembaca dapat memperhatikan kalimat apa saja dalam hidupnya yang menyebut kubur sebagai kata terakhir, misalnya dalam surat wasiat, rencana pemakaman, atau percakapan tentang usia. Ayat 36:51 memuat arah geraknya dan tidak memuat apa yang terjadi sesudah mereka tiba. Bila kubur ternyata tempat berangkat, apa yang selama ini ia tulis sebagai penutup dalam hidupnya yang perlu ditulis ulang sebagai pembuka?
- Di 36:78 sebuah pertanyaan diajukan tentang siapa yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh, dan 36:79 menjawab bahwa yang menumbuhkannya pertama kali akan menghidupkannya, dan bahwa Dia berilmu akan setiap penciptaan. Ayat 36:51 menunjukkan gerak orang-orang itu dari kubur, tanpa memuat pertanyaan seperti 36:78. Di surah yang sama pembaca menjumpai pertanyaan dan gerakan itu pada tempat yang berjauhan. Pembaca dapat bertanya pada dirinya, apakah pertanyaan tentang kemungkinan itu masih terasa besar bila yang tertulis di 36:51 adalah orang-orang yang sudah bergerak?
- Di 36:49 orang-orang itu menunggu, di 36:50 mereka tidak dapat membuat wasiat dan tidak dapat kembali, dan di 36:51 mereka bergegas menuju Tuhan mereka. Tiga kata kerja itu menggambarkan tiga keadaan yang bersambung di tiga ayat yang berturutan. Lama keadaan pertama dan kedua tidak tertulis. Orang yang selama ini hanya menunggu, misalnya menunggu waktu yang pas atau menunggu rasa siap, dapat memperhatikan bahwa dalam rangkaian ini kata menunggu tidak berdiri sampai akhir. Kapan kata menunggu dalam kehidupannya akan diganti kata lain, dan siapa yang menggantinya?