قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami? Ini yang dijanjikan Ar-Rahman, dan benarlah para rasul.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَاqaaluu yaa waylanaa man ba'atsanaa min marqadinaamereka berkata, celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami
  2. هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَhaadzaa maa wa'ada r-rahmaanu wa-shadaqa l-mursaluunaini yang dijanjikan Ar-Rahman, dan benarlah para rasul

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. يَاyaawahai
  3. وَيْلَنَاwaylanaacelakalah kami
  4. مَنْmanorang yang
  5. بَعَثَنَاba'atsanaamembangkitkan kami
  6. مِنْmindari
  7. مَرْقَدِنَاmarqadinaatempat tidur kami
  8. هَٰذَاhaadzaaini
  9. مَاmaasiapakah
  10. وَعَدَwa'adamenjanjikan
  11. الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
  12. وَصَدَقَwa-shadaqadan benarlah
  13. الْمُرْسَلُونَl-mursaluunapara utusan

Inti bacaan

Bentuk (مَرْقَدِنَا, marqadinaa) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 36:52, sedangkan ruquudun di 18:18 membawa akar ر-ق-د yang sama.

Penjelasan pilihan kata

Seruan (يَا وَيْلَنَا, yaa waylanaa) yang berarti "celakalah kami" muncul enam kali di empat surah, yaitu 21:14, 21:46, 21:97, 36:52, 37:20, dan 68:31. Korpus morfologi tidak mencatat akar untuk kata (وَيْلَ, wayla), sehingga tidak ada klaim akar di sini. Sesudah seruan itu ayat-ayat lain memuat dua jenis kalimat. Jenis pertama adalah pengakuan tentang diri sendiri, misalnya (إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ, innaa kunnaa zhaalimiina) yang berarti "sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim" di 21:14 dan 21:46, dan (إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ, innaa kunnaa thaaghiina) di 68:31. Jenis kedua adalah kata (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" dan menunjuk hari atau janji, yaitu (هَٰذَا يَوْمُ الدِّينِ, haadzaa yawmu d-diini) di 37:20 dan (مِنْ هَٰذَا, min haadzaa) di 21:97, yang juga memuat pengakuan. Di 36:52 seruan itu disusul pertanyaan dan kata haadzaa, dan tidak ada pengakuan tentang diri sendiri.

Kata (مَنْ, man) di (مَنْ بَعَثَنَا, man ba'atsanaa) berarti "siapakah", yaitu kata tanya. Kata yang sama di 36:47, (أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ, a-nuth'imu man law yasyaa'u llaahu ath'amahu), berarti "orang yang". Kata kerja (بَعَثَنَا, ba'atsanaa) yang berarti "membangkitkan kami" berakar ب-ع-ث dan bentuk persis ini hanya muncul di 36:52. Akar yang sama dipakai dengan arti lain, yaitu di 16:36, (بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا, ba'atsnaa fii kulli ummatin rasuulan) yang berarti "Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul". Di 2:56, (ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ, tsumma ba'atsnaakum min ba'di mawtikum) yang berarti "kemudian Kami membangkitkan kalian setelah kematian kalian", ayat itu memuat kata maut. Di 18:12, (ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ, tsumma ba'atsnaahum), dan di 18:19, terjemahan memakai "membangunkan" karena 18:18 menyebut mereka tidur. Ayat 36:52 tidak memuat kata mati, tetapi 36:51 menyebut kubur-kubur sebagai asal gerak, sehingga terjemahan memakai "membangkitkan".

Kata (مَرْقَدِنَا, marqadinaa) yang berarti "tempat tidur kami" tersusun dari (مَرْقَدِ, marqadi) dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami". Akarnya ر-ق-د, yang hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu marqadinaa di 36:52 dan (رُقُودٌ, ruquudun) di 18:18, (وَهُمْ رُقُودٌ, wa-hum ruquudun) yang berarti "padahal mereka tidur". Kata ini diucapkan oleh orang-orang yang berbicara di 36:52, sedangkan 36:51 yang menuturkan peristiwa itu memakai kata lain, yaitu (الْأَجْدَاثِ, l-ajdaatsi) yang berarti "kubur-kubur". Terjemahan menjaga kedua kata tetap berbeda dan tidak menggantikan "tempat tidur" dengan "kubur".

Kata (وَعَدَ, wa'ada) yang berarti "menjanjikan" berakar و-ع-د, dan (الرَّحْمَٰنُ, r-rahmaanu) yang berarti "Ar-Rahman" ditulis sebagai nama. Susunan (وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ, wa'ada r-rahmaanu) muncul dua kali, yaitu di 19:61 dan 36:52. Di surah ini nama itu muncul tiga kali dalam bentuk yang sama, yaitu 36:15, 36:23, dan 36:52. Di 36:15 orang-orang yang menolak para utusan berkata (وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa anzala r-rahmaanu min syay'in) yang berarti "dan Ar-Rahman tidak menurunkan sesuatu apa pun", dan di 17:110 nama itu disandingkan dengan nama Allah sebagai nama yang diseru. Kata (وَصَدَقَ, wa-shadaqa) yang berarti "dan benarlah" muncul dua kali, yaitu di 33:22 dan 36:52, dan keduanya didahului kalimat yang dibuka haadzaa maa wa'ada, yang di 33:22 berbentuk wa'adanaa. Di 33:22 yang disebut Allah dan Rasul-Nya, sedangkan di 36:52 yang disebut Ar-Rahman dan (الْمُرْسَلُونَ, l-mursaluuna) yang berarti "para rasul", dan nama atau jumlah mereka tidak tertulis di ayat itu. Dua akar di ayat ini, و-ع-د dan ص-د-ق, sudah muncul di 36:48 dalam (الْوَعْدُ, l-wa'du) dan (صَادِقِينَ, shaadiqiina).

Tafsiran

Ayat 36:52 memuat tiga ucapan dalam satu kutipan: seruan celaka, pertanyaan tentang siapa yang membangkitkan, dan pengenalan terhadap apa yang sedang terjadi. Ayat ini tidak memuat kata berkata kedua, sehingga tidak tertulis apakah pengenalan di bagian akhir diucapkan orang-orang yang sama atau pihak lain. Terjemahan menaruhnya dalam satu kutipan, dan pembaca dapat menimbangnya sebagai satu rangkaian ucapan dari orang-orang yang bangkit di 36:51.

Ayat ini menjawab 36:48 dengan kata-kata yang sama. Pertanyaan di sana memuat (الْوَعْدُ, l-wa'du) dan (صَادِقِينَ, shaadiqiina), dan 36:52 memuat (وَعَدَ, wa'ada) dan (وَصَدَقَ, wa-shadaqa). Janji yang ditanyakan kapan tibanya dikenali sebagai janji Ar-Rahman, dan syarat kebenaran yang diajukan, yaitu jika kalian benar, dijawab dengan pengakuan bahwa para rasul benar. Orang-orang di 36:52 menjawab tantangan itu dengan kata-kata yang sama dengan tantangannya, sesudah peristiwanya terjadi.

Pertanyaan di bagian awal, (مَنْ بَعَثَنَا, man ba'atsanaa), mengingatkan pada 36:78. Di sana seorang manusia bertanya (مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ, man yuhyi l-'izhaama) yang berarti "siapakah yang menghidupkan tulang-belulang", dan 36:79 menjawabnya. Di 36:52 pertanyaan dengan kata man diajukan sesudah peristiwanya terjadi, dan jawabannya dapat dibaca ada di kalimat berikutnya dalam ayat yang sama.

Nama Ar-Rahman muncul di 36:15 dalam ucapan orang-orang yang menolak para utusan, dan di 36:52 dalam ucapan orang-orang yang bangkit. Nama yang sama dipakai oleh dua kelompok pada dua saat, dan ayat tidak memuat keterangan bahwa kedua kelompok itu sama. Ayat 36:53 sesudahnya menggambarkan peristiwa ini dengan kata satu teriakan dan dihadirkan kepada Kami.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:52 menaruh seruan celaka di depan, lalu pertanyaan, lalu pengenalan, dan tidak memuat pengakuan tentang diri sendiri seperti di 21:14 atau 68:31. Urutan itu dapat dibandingkan dengan orang yang terkejut, yang lebih dulu berseru, lalu bertanya tentang pelaku, dan baru kemudian mengenali. Pembaca dapat memperhatikan urutan serupa ketika menerima kabar yang membalik perkiraannya: apakah yang pertama keluar berupa seruan, pertanyaan, atau pencarian siapa yang bersalah. Jarak antara seruan dan pengenalan tidak tertulis. Bila pengenalan itu pada akhirnya datang dari kalimat yang sudah lama didengar, kalimat mana yang paling lama dilewatkan?
  • Di 36:78 seorang manusia bertanya siapa yang menghidupkan tulang-belulang yang hancur, dan 36:79 menyebut yang menumbuhkannya pertama kali, dan bahwa Dia berilmu akan setiap penciptaan. Di 36:52 pertanyaan dengan kata siapa muncul lagi dari orang-orang yang sudah dibangkitkan. Dua pertanyaan itu memakai kata tanya yang sama, yang pertama diajukan sebelum peristiwa dan yang kedua sesudahnya. Pembaca dapat memperhatikan pertanyaan yang sekarang jawabannya ditangguhkan, lalu membayangkan pertanyaan itu diajukan kembali pada saat penangguhan sudah tidak mungkin. Jawaban yang sudah tertulis di 36:79 akan terasa bagaimana bagi penanya yang kini berada di 36:52?
  • Orang-orang di 36:52 menyebut tempat mereka berbaring sebagai tempat tidur, sedangkan 36:51 yang menuturkan peristiwa memakai kata kubur-kubur. Kata tidur di 18:18 dipakai untuk orang yang disangka terjaga padahal sedang tidur. Dua kata itu hidup berdampingan dalam dua ayat berturutan, satu dari mulut orang yang mengalami dan satu dari penutur. Lama mereka berada di sana tidak tertulis. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata yang dipakainya untuk akhir hidup mungkin berbeda dari kata yang dipakai orang yang mengalaminya. Kata apa yang dipakainya untuk tempat itu sekarang, dan kata siapa yang kelak terdengar lebih tepat?
  • Janji di 36:48 ditanyakan kapan tibanya, dan di 36:52 janji itu dikenali sebagai janji Ar-Rahman, sebutan yang di 17:110 disandingkan dengan nama Allah sebagai nama yang diseru. Pertanyaan kapan dan pengenalan itu dipisahkan empat ayat, dan tidak ada kalimat di antaranya yang memuat tanggal. Pembaca dapat memperhatikan kabar apa saja yang sekarang ditanyakannya kapan tibanya, lalu menimbang apakah siapa yang menjanjikan sudah dikenali. Di antara pertanyaan kapan dan pengenalan siapa, mana yang akan lebih dulu dijawab?
  • Di 36:48 para penanya menantang dengan kata jika kalian benar, dan di 36:52 orang-orang yang bangkit menyebut para rasul benar dengan akar kata yang sama. Di 36:15 nama Ar-Rahman muncul dalam ucapan orang-orang yang menyebut para utusan sebagai manusia seperti mereka. Ayat 36:52 tidak memuat keterangan bahwa kedua kelompok itu sama, dan memuat satu pengakuan tanpa kata bantu. Pembaca dapat memperhatikan siapa yang sekarang ditantangnya dengan kalimat jika kamu benar, dan apa yang terjadi pada kalimat itu bila tiba saatnya kata benar harus diucapkan kepada orang yang sama. Kapan terakhir kata itu diucapkan dengan lega?
  • Kalimat tentang yang dijanjikan dan tentang kebenaran muncul di 33:22 dari orang-orang beriman yang melihat pasukan sekutu, dengan Allah dan Rasul-Nya sebagai yang menjanjikan dan yang benar, dan di 36:52 dari orang-orang yang bangkit, dengan Ar-Rahman dan para rasul. Dua ayat itu berbeda keadaan: 33:22 menyebut bahwa kalimat itu menambah keimanan, sedangkan 36:52 tidak memuat akibatnya. Kalimat yang sama diucapkan di dua waktu yang sangat berjauhan. Pembaca dapat memperhatikan pada kejadian apa kalimat itu diucapkannya sekarang, dan apakah kalimat itu keluar sebelum atau sesudah peristiwa. Pada saat mana kalimat itu terasa paling ringan di lidah?