إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
Ia tidak lain adalah satu teriakan, maka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةًin kaanat illaa shayhatan waahidatania tidak lain adalah satu teriakan
- فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَfa-idzaa hum jamii'un ladaynaa muhdharuunamaka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami
Terjemahan per kata (10 kata)
- إِنْintidaklah
- كَانَتْkaanatadalah
- إِلَّاillaakecuali
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- جَمِيعٌjamii'unsemuanya
- لَدَيْنَاladaynaadi sisi Kami
- مُحْضَرُونَmuhdharuunaorang-orang yang dihadirkan
Inti bacaan
Susunan (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, di 36:32 dan 36:53.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (إِنْ كَانَتْ إِلَّا, in kaanat illaa) yang berarti "ia tidak lain" muncul dua kali di surah yang sama, yaitu 36:29 dan 36:53, dan keduanya disambung dengan (صَيْحَةً وَاحِدَةً, shayhatan waahidatan) yang berarti "satu teriakan". Korpus morfologi menandai kata (إِنْ, in) di sini sebagai penyangkal, sama dengan (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) di 53:4, sehingga terjemahan memakai "tidak lain" dan bukan "jika". Kata kerja (كَانَتْ, kaanat) berbentuk untuk satu pokok yang sejenis dengan shayhatan, dan ayat tidak menuliskan pokok itu, sehingga terjemahan memakai "ia". Di bagian akhirnya kedua ayat berlawanan. Di 36:29 keadaannya (خَامِدُونَ, khaamiduuna) yang berarti "padam", dan di 36:53 keadaannya (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "semuanya dihadirkan di sisi Kami". Rangkaian (فَإِذَا هُمْ, fa-idzaa hum) di kedua ayat memakai terjemahan yang sama, yaitu "maka seketika itu mereka".
Kata (جَمِيعٌ, jamii'un) yang berarti "semuanya" berakar ج-م-ع dan muncul empat kali di tiga surah, yaitu 26:56, 36:32, 36:53, dan 54:44. Rangkaian (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) muncul dua kali, yaitu di 36:32 dan 36:53. Di 36:32, (وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, wa-in kullun lammaa jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "dan tidaklah masing-masing mereka melainkan semuanya dihadirkan di sisi Kami", kalimat itu berupa pernyataan tentang yang akan terjadi, dan 36:31 sebelumnya membicarakan generasi yang telah dibinasakan. Di 36:53 kalimat yang sama menyusul peristiwa teriakan dan memakai (فَإِذَا هُمْ, fa-idzaa hum) di depannya.
Kata (لَدَيْنَا, ladaynaa) tersusun dari (لَدَيْ, laday) yang berarti "di sisi" dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami". Kata itu muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 12:54, 23:62, 36:32, 36:53, 43:4, 50:35, dan 73:12, dan di tiap ayat menunjuk sesuatu yang berada di sisi si pembicara: kedudukan di 12:54, kitab di 23:62, induk Kitab di 43:4, tambahan di 50:35, dan belenggu di 73:12. Di 12:54 pembicaranya seorang raja, sehingga kata itu tidak selalu menunjuk pihak yang sama, dan di 36:53 ayat tidak menyebut siapa yang dimaksud. Terjemahan memakai "kepada Kami" sesudah kata dihadirkan karena kata kerjanya menyebut gerak menuju sisi itu.
Kata (مُحْضَرُونَ, muhdharuuna) yang berarti "dihadirkan" berakar ح-ض-ر dan muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 30:16, 34:38, 36:32, 36:53, 36:75, 37:127, dan 37:158. Terjemahan memakai "dihadirkan" di semuanya. Di 30:16 dan 34:38 orang-orang yang dihadirkan berada (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) yang berarti "di dalam azab", dan di 36:75 tuhan-tuhan menjadi bala tentara yang dihadirkan. Di 36:53 kata itu tidak disusul keadaan apa pun, karena yang menyusul di 36:54 adalah ucapan tentang hari itu. Kata kerja yang dipakai berbentuk "dihadirkan", dan ayat tidak menyebut siapa yang menghadirkan.
Tafsiran
Ayat 36:53 mengulang rumus 36:29 dalam kontras yang tajam: pada 36:29 yang tertulis akibatnya padam, dan pada 36:53 yang tertulis akibatnya semua dihadirkan. Dua ayat ini memakai kalimat yang sama sampai pada satu teriakan, lalu berpisah di kata terakhir. Ayat 36:49 di antara keduanya memakai kata teriakan yang sama dengan akibat yang lain lagi, yaitu tidak dapat membuat wasiat dan tidak dapat kembali.
Kalimat dihadirkan juga mengambil bunyi dari 36:32. Di sana pernyataan tentang masa depan memuat jamii'un ladaynaa muhdharuuna sesudah 36:31 menyebut generasi yang dibinasakan, dan di 36:53 kalimat yang sama menyusul peristiwa itu terjadi. Pernyataan di 36:32 dan penggambaran di 36:53 berjarak dua puluh satu ayat. Ayat 36:53 tidak memuat keterangan bahwa kalimatnya sedang memenuhi 36:32, tetapi pengulangan kalimat itu membuat keduanya terbaca berpasangan.
Ayat ini tidak menyatakan apakah teriakan di 36:49 dan teriakan di 36:53 adalah peristiwa yang sama atau dua peristiwa yang berbeda. Di 36:49 akibatnya tertulis di 36:50, dan di 36:53 akibatnya tertulis pada ayat itu sendiri. Sesudah sangkakala ditiup di 36:51 dan ucapan di 36:52, ayat 36:53 menutup bagian tentang kebangkitan dengan satu gambar: semua orang berada di sisi yang sama.
Ayat 36:54 sesudahnya langsung memuat kata pada hari ini, sehingga 36:53 menjadi kalimat terakhir sebelum hari itu dibicarakan dari dalam. Ayat 36:53 sendiri hanya menyebut orang-orang itu telah berada di sisi Kami, dan tidak menyebut apa yang terjadi pada mereka di sana.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat dari 36:29 dan 36:53 sama sampai kata teriakan, lalu akibatnya berbeda: padam di satu ayat dan dihadirkan di ayat lain. Ayat 36:53 tidak menjelaskan apa yang menentukan perbedaan itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dua orang dapat menerima kabar yang bunyinya identik, dan kabar itu jatuh pada keadaan yang berlainan, seperti pada orang yang sedang sibuk dan pada orang yang sedang menunggu. Dari kata yang sama itu, akibat mana yang diperkirakan sedang disiapkan bagi pembaca sendiri?
- Di 36:51 orang-orang itu bergegas menuju Tuhan mereka dengan gerak mereka sendiri, dan di 36:53 kata kerja yang dipakai berbentuk dihadirkan, yaitu gerak yang dikenakan kepada mereka. Dua ayat yang hanya dipisahkan 36:52 menyebut dua bentuk kata kerja yang berbeda arah tentang orang-orang yang sama. Ayat 36:53 tidak menyebut siapa yang menghadirkan, dan 36:51 tidak menyebut siapa yang menyuruh bergegas. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kemauan sendiri dan penghadiran berjalan bersamaan dalam rangkaian ini, dan tidak saling meniadakan. Bila seorang pembaca bergerak dengan kehendaknya sendiri, siapa yang menjadikan geraknya sampai di tempat yang disebut ayat?
- Ayat 36:32 menyatakan bahwa semuanya akan dihadirkan, dan 36:53 menggambarkan kejadiannya dengan kalimat yang sama, sesudah dua puluh satu ayat. Pembaca yang membaca 36:32 sebagai kabar tentang masa depan menjumpai kalimat itu lagi dalam bentuk yang kini sedang terjadi. Pengulangan itu tidak menambah kata, dan hanya mengubah waktu kalimatnya. Orang yang sering menyatakan sesuatu tentang dirinya di masa depan, misalnya akan minta maaf atau akan berbenah, dapat memperhatikan apakah kalimat yang sama kelak akan terbaca sebagai penggambaran dari orang lain. Kalimat apa tentang masa depan yang diucapkan hari ini dan belum digambarkan dalam perbuatan?
- Satu teriakan muncul di 36:29, 36:49, dan 36:53, tiga kali dalam satu surah, dengan akibat yang berbeda tiap kali: padam, tidak dapat membuat wasiat dan tidak dapat kembali, dan dihadirkan. Ketiganya memakai satu kata yang sama dan satu angka yang sama. Ayat 36:53 tidak menyatakan bahwa ketiganya adalah peristiwa yang sama. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimat yang sama bersanding dengan akibat yang berlainan. Bila kata yang sama menghasilkan tiga keadaan, pada keadaan mana pembaca menemukan dirinya?
- Kata semuanya di 36:53 tidak disusul pengecualian, dan 6:73 menyebut milik-Nya segala kekuasaan pada hari sangkakala ditiup. Sebagian pembaca membayangkan dirinya sebagai satu orang di antara banyak yang mungkin tidak terhitung, misalnya karena namanya tidak dikenal atau urusannya terlalu kecil. Ayat 36:53 tidak menyebut daftar yang bisa terlewat. Kata yang dipakai menyebut semuanya sekaligus. Bila kekuasaan pada hari itu milik-Nya, siapa yang akan menyisihkan satu nama dari kata semuanya?
- Kata di sisi Kami di 36:53 menaruh orang-orang itu di sisi pembicara, seperti kitab di 23:62 yang berbicara dengan benar dan tambahan di 50:35. Di 23:62 kitab itu di sisi Kami dan orang-orang tidak dizalimi, sedangkan di 36:53 yang disebut hanya mereka berada di sana. Ayat 36:83 menyebut Dia yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya mereka dikembalikan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sisi di tiga ayat itu menampung catatan, tambahan, dan orang-orang yang dihadirkan. Di antara ketiganya, mana yang sudah dikenal dari hidup pembaca sendiri?