إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
Ia tidak lain hanyalah satu teriakan, maka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةًin kaanat illaa shayhatan waahidatania tidak lain hanyalah satu teriakan
- فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَfa-idzaa hum jamii'un ladaynaa muhdharuunamaka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami
Terjemahan per kata (10 kata)
- إِنْinjika
- كَانَتْkaanatadalah
- إِلَّاillaakecuali
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- جَمِيعٌjamii'unsemuanya
- لَدَيْنَاladaynaadi sisi Kami
- مُحْضَرُونَmuhdharuunaorang-orang yang dihadirkan
Inti bacaan
Pengulangan penegasan 'satu teriakan' yang membawa semua dihadirkan sekaligus, kesederhanaan mekanisme kebangkitan menegaskan bahwa proses ini di luar kerumitan yang dibayangkan manusia.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kesederhanaan proses kebangkitan: sama seperti kehancuran di 36:29 dan 36:49, cukup satu teriakan untuk menghadirkan semua orang sekaligus.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kalimat yang sama untuk membangkitkan dan membinasakan. Satu teriakan. Dua arah.
- Yang dulu memadamkan kini menghadirkan. Bunyinya sama. Hasilnya berlawanan.
- Kata semua ditambahkan Allah. Bukan sebagian. Sekaligus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, s-y-h, w-h-d, j-m-', h-d-r): sayhah waahidah diterjemahkan 'satu teriakan' (akar s-y-h); jamii' diterjemahkan 'semua' (akar j-m-'); muhdaruun diterjemahkan 'dihadirkan' (akar h-d-r). gloss '(untuk dihisab)' dibuang.