إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

Sesungguhnya penghuni taman pada hari itu berada dalam kesibukan yang menyenangkan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَinna ashaaba l-jannati l-yawma fii syughulin faakihuunasesungguhnya penghuni taman pada hari itu berada dalam kesibukan yang menyenangkan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. أَصْحَابَashaabagolongan
  3. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  4. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  5. فِيfiidalam
  6. شُغُلٍsyughulinkesibukan
  7. فَاكِهُونَfaakihuunaorang-orang yang bergembira

Inti bacaan

Penghuni surga digambarkan dalam 'kesibukan yang menyenangkan', konsep kebahagiaan akhirat bukan kepasifan tanpa aktivitas, melainkan keterlibatan yang menyenangkan dan bermakna.

Tafsiran

Ayat ini beralih ke gambaran penghuni taman setelah penegasan keadilan mutlak: sebuah kondisi yang menyenangkan sebagai konsekuensi dari perbuatan baik yang telah mereka kerjakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka sibuk, bukan beristirahat. Ada kerjanya. Yang menyenangkan.
  • Kesibukannya diberi sifat. Bukan sekadar sibuk. Sibuk yang menyenangkan.
  • Kalimat ini menyusul penegasan keadilan. Allah menaruh hasilnya sesudah aturannya. Yang adil dulu, yang menyenangkan kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-h-b, j-n-n, y-w-m, sh-gh-l, f-k-h): ashaab al-jannah diterjemahkan 'penghuni surga' (akar s-h-b + akar j-n-n); shughul diterjemahkan 'kesibukan' (akar sh-gh-l); faakihuun diterjemahkan 'bersenang-senang' (akar f-k-h). gloss '(sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka)' dibuang.