إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
Sesungguhnya penghuni taman pada hari ini berada dalam kesibukan, bersuka ria.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَinna ashaaba l-jannati l-yawma fii syughulin faakihuunasesungguhnya penghuni taman pada hari ini berada dalam kesibukan, bersuka ria
Terjemahan per kata (7 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- أَصْحَابَashaabagolongan
- الْجَنَّةِl-jannatitaman
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- فِيfiidalam
- شُغُلٍsyughulinkesibukan
- فَاكِهُونَfaakihuunabersuka ria
Inti bacaan
Bentuk (فَاكِهُونَ, faakihuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:55, sedangkan bentuk (فَاكِهِينَ, faakihiina) muncul dua kali, yaitu di 44:27 dan 52:18.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ, inna ashaaba l-jannati) yang berarti "sesungguhnya penghuni taman". Kata (الْجَنَّةِ, l-jannati) berakar ج-ن-ن dan diterjemahkan "taman", sama seperti di 2:82 dan 46:14. Frasa (أَصْحَابَ الْجَنَّةِ, ashaaba l-jannati) dengan akhiran -a muncul empat kali, yaitu di 7:46, 7:50, 36:55, dan 68:17. Di 68:17 frasa yang sama menyebut para pemilik sebuah kebun yang bersumpah akan memetiknya pada pagi hari, sehingga terjemahan di sana memakai "pemilik". Ayat 36:55 menggambarkan keadaan orang di dalam taman pada hari tertentu, dan karena itu terjemahannya memakai "penghuni".
Kata (الْيَوْمَ, l-yawma) yang berarti "hari ini" dipakai di Surah 36 pada lima ayat, yaitu 36:54, 36:55, 36:59, 36:64, dan 36:65. Di 36:54 bentuknya (فَالْيَوْمَ, fa-l-yawma) yang berarti "maka pada hari ini". Terjemahan memakai "pada hari ini" di kelimanya, sehingga hari yang disebut 36:55 terbaca sebagai hari yang sama dengan hari di empat ayat lainnya. Ayat 36:55 tidak memuat kata penunjuk yang berarti "itu", jadi bacaan "pada hari itu" tidak ditopang oleh teksnya.
Kata (شُغُلٍ, syughulin) yang berarti "kesibukan" berakar ش-غ-ل dan berakhiran -in tanpa kata sandang al-, sehingga ayat menyebut suatu kesibukan tanpa merincinya. Bentuk ini hanya muncul di 36:55, dalam (فِي شُغُلٍ, fii syughulin) yang berarti "dalam kesibukan". Akar yang sama muncul satu kali lagi di 48:11, dalam (شَغَلَتْنَا, syaghalatnaa) yang berarti "telah menyibukkan kami". Dengan dua ayat itu seluruh kemunculan akar ش-غ-ل terhitung. Terjemahan tidak menambahkan "kenikmatan" atau "hiburan" pada kata ini, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata terakhir (فَاكِهُونَ, faakihuuna) yang berarti "bersuka ria" berakar ف-ك-ه. Bentuk persis ini hanya muncul di 36:55. Akhirannya -uuna berbeda dari akhiran -in pada syughulin, dan perbedaan itu memperlihatkan bahwa penghuni tamanlah yang bersuka ria, sedangkan kesibukan adalah keadaan tempat mereka berada. Akhiran yang sama ada pada (مُتَّكِئُونَ, muttaki'uuna) di 36:56, yang menerangkan "mereka". Bacaan "kesibukan yang menyenangkan", yang menempelkan faakihuuna pada syughulin, karena itu ditinggalkan.
Bentuk jamak (فَاكِهِينَ, faakihiina) muncul dua kali, yaitu di 44:27 dan 52:18, dan keduanya diterjemahkan "bersuka ria". Di 52:18 kata itu menerangkan orang-orang bertakwa yang bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan mereka, yaitu (بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, bi-maa aataahum rabbuhum). Di 44:27 kata itu menerangkan kaum yang meninggalkan taman-taman dan mata air mereka. Bentuk (فَكِهِينَ, fakihiina), dengan ejaan tanpa alif, muncul satu kali di 83:31, untuk orang-orang yang berbuat dosa, yaitu (أَجْرَمُوا, ajramuu) di 83:29, ketika mereka kembali kepada keluarganya sesudah menertawakan orang-orang beriman. Kata ini karena itu tidak terikat pada taman, dan terjemahan memakai padanan yang menyatakan keadaan senang saja. Akar yang sama membentuk kata benda (فَاكِهَةٌ, faakihatun) yang berarti "buah-buahan" di 36:57.
Tafsiran
Ayat ini membuka gambaran penghuni taman sesudah 36:54 menutup rangkaian kebangkitan dengan dua pernyataan: tidak ada jiwa yang dizalimi, dan balasan sebatas apa yang dikerjakan. Ayat 36:54 berbicara kepada "kalian", sedangkan 36:55 berpindah ke orang ketiga dan memuat tiga keterangan tentang penghuni taman, yaitu hari ini sebagai waktunya, kesibukan sebagai keadaannya, dan suka ria sebagai sikap mereka. Ayat ini tidak memuat satu kata kerja pun, padahal empat ayat sebelumnya penuh gerak: sangkakala ditiup, orang-orang bergegas, mereka berkata, dan mereka dihadirkan. Sesudah rangkaian gerak itu, 36:55 melukiskan keadaan yang sudah berlangsung.
Ayat 36:55 sampai 36:58 membentuk satu rangkaian yang naik: keadaan penghuni di 36:55, tempat dan sikap tubuh mereka di 36:56, isi yang tersedia dan yang mereka minta di 36:57, lalu ucapan dari Tuhan yang pengasih di 36:58. Ayat 36:59 beralih ke perintah kepada para pendosa, dan memakai kata hari ini yang sama dengan 36:55. Dua ayat itu terbaca sebagai dua sisi dari satu hari: di 36:55 sisi yang bersuka ria, di 36:59 sisi yang diperintahkan berpisah.
Susunan serupa ada di 83:29 sampai 83:35. Orang-orang yang berbuat dosa bersuka ria di tengah keluarganya di 83:31, lalu 83:34 dibuka dengan (فَالْيَوْمَ, fa-l-yawma) dan menyebut orang-orang beriman yang menertawakan orang-orang kufar, dan 83:35 menyambungnya dengan "di atas dipan-dipan, memandang". Konteksnya berbeda: Surah 83 memuat tawa dan ejekan antara dua kelompok, sedangkan 36:55 sampai 36:59 tidak memuat tawa atau ejekan di antara keduanya. Kemiripannya terletak pada kata hari ini yang membuka sisi kedua.
Ayat 36:55 tidak menyebut perbuatan penghuni taman. Hubungannya dengan 36:54 karena itu tersusun lewat urutan: keadilan dinyatakan lebih dulu, lalu gambaran taman menyusul.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kesibukan di 36:55 muncul satu kali lagi, di 48:11, ketika orang-orang yang tertinggal berkata bahwa harta dan keluarga telah menyibukkan mereka. Ayat itu melanjutkan bahwa mereka mengucapkan dengan lidah apa yang tidak ada dalam hati, dan menutup dengan pernyataan bahwa Allah waskita terhadap apa yang mereka kerjakan. Kedua ayat berbicara tentang keadaan yang berbeda, dan 36:55 tidak menjelaskan isi kesibukan penghuni taman. Meski begitu, akar yang sama dipakai untuk alasan yang dinilai tidak sepadan dengan isi hati, dan untuk keadaan yang disertai suka ria. Pembaca dapat menaruh dua kesibukan itu berdampingan di hadapan dirinya: kesibukan yang pernah disebutnya sebagai alasan, dan kesibukan yang dijalaninya dengan hati yang ikut hadir. Apakah keduanya terlihat berbeda dari luar?
- Ayat 36:51 menyebut orang-orang bergegas dari kubur menuju Tuhan mereka, dan pada titik itu ayat tidak membedakan mereka. Di 42:7 hari berhimpun yang tidak diragukan berakhir pada dua golongan, segolongan di taman dan segolongan di api yang menyala-nyala. Di 30:14 hari itu disebut hari mereka terpisah-pisah, lalu 30:15 menyebut orang-orang beriman dibahagiakan di dalam taman. Ayat 36:55 memakai kata hari ini untuk sisi pertama dari pemisahan itu. Pembaca yang menyusun gambaran hari tersebut dari beberapa ayat dapat melihat bahwa semua urutannya bermula dari arah yang sama, dan perbedaan baru tampak di ujung. Pada titik mana dalam urutan itu pembaca membayangkan dirinya mulai berada di salah satu sisi?
- Kegembiraan yang dikaitkan dengan sumbernya muncul di ayat lain. Di 10:58 perintah bergembira disandarkan pada karunia Allah dan rahmat-Nya, dan di 3:170 orang-orang yang gembira disebut gembira dengan apa yang Allah anugerahkan dari karunia-Nya. Kedua ayat memakai akar yang berbeda dari akar di 36:55, sehingga keduanya tidak menafsirkan kata di sini. Keduanya hanya memperlihatkan bahwa Al-Qur'an dapat menyebut sumber kegembiraan dengan terang, sedangkan 36:55 tidak menyebutnya. Pembaca dapat memeriksa rasa senangnya pada hari-hari biasa: ketika ia senang, dapatkah pembaca menunjuk apa yang memberinya senang, dan apakah penunjukan itu sampai kepada Allah? Apa yang berubah pada rasa senang bila sumbernya disebut?
- Empat ayat sebelum 36:55 penuh kata kerja: sangkakala ditiup, orang-orang bergegas, mereka berkata, mereka dihadirkan, dan tidak seorang pun dizalimi. Ayat 36:55 tidak memuat kata kerja sama sekali dan hanya melukiskan keadaan. Orang yang terbiasa mengukur hidupnya dari peristiwa, seperti pekerjaan yang selesai atau target yang tercapai, dapat bertanya bagaimana dirinya akan tergambar bila yang tersisa hanya keadaan. Ayat 36:51 menyebut gerak menuju Tuhan mereka, dan 36:55 menyebut keadaan sesudah gerak itu. Apa yang akan tertulis tentang dirinya pada hari ketika kata kerja sudah selesai dan yang tinggal adalah keadaan?
- Di 36:26 sampai 36:27, dalam surah yang sama, seorang lelaki mendapat perintah masuk ke taman. Lelaki itu lalu berharap kaumnya mengetahui bagaimana Tuhannya mengampuninya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang dimuliakan. Kalimatnya menyebut ampunan Tuhan, dan tidak menyebut pekerjaannya. Ayat 36:54 menyatakan bahwa balasan mengikuti apa yang dikerjakan, dan 36:55 menggambarkan penghuni taman tanpa memuat satu pun pekerjaan mereka. Ketiga ayat itu tidak saling menggantikan. Pembaca dapat membaca ketiganya berdampingan: bila pembaca ditanya bagaimana dirinya sampai ke taman, kalimat apa yang akan dipilihnya, tentang pekerjaannya atau tentang ampunan Tuhannya?
- Ayat 36:55 menaruh kesibukan dan suka ria berdampingan tanpa kata penghubung di antaranya, sehingga keduanya terbaca sebagai dua keterangan yang berdampingan. Pembaca yang menganggap sibuk dan senang saling meniadakan dapat memeriksa anggapannya terhadap rangkaian ini. Di 94:7 sampai 94:8 perintah bekerja keras sesudah selesai dari satu urusan disusul perintah berharap hanya kepada Tuhan, jadi kerja dan harapan kepada Tuhan disebut dalam satu napas. Ayat 94:7 tidak berbicara tentang taman, sehingga keduanya tidak disamakan. Di antara kesibukannya sendiri, adakah yang membuatnya merasa senang karena pekerjaan itu tidak berhenti?