هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
Mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam naungan, bersandar di atas dipan-dipan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَhum wa-azwaajuhum fii zhilaalin 'ala l-araa'iki muttaki'uunamereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam naungan, bersandar di atas dipan-dipan
Terjemahan per kata (7 kata)
- هُمْhummereka
- وَأَزْوَاجُهُمْwa-azwaajuhumdan istri-istri mereka
- فِيfiidalam
- ظِلَالٍzhilaalinnaungan
- عَلَى'alaatas
- الْأَرَائِكِl-araa'ikidipan-dipan
- مُتَّكِئُونَmuttaki'uunaorang-orang yang bersandar
Inti bacaan
Frasa (عَلَى الْأَرَائِكِ, 'ala l-araa'iki) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:31, 36:56, 76:13, 83:23, dan 83:35, dan bentuk (مُتَّكِئُونَ, muttaki'uuna) hanya di 36:56.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ, hum wa-azwaajuhum) yang berarti "mereka dan pasangan-pasangan mereka". Kata (هُمْ, hum) yang berarti "mereka" menunjuk penghuni taman di 36:55. Susunan hum wa-azwaajuhum hanya muncul di 36:56. Kata (وَأَزْوَاجُهُمْ, wa-azwaajuhum) tersusun dari wa yang berarti "dan", (أَزْوَاجُ, azwaaju) yang merupakan bentuk jamak dari akar ز-و-ج, dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Akar ini dipakai untuk rentang yang luas. Di 36:36, (الْأَزْوَاجَ, l-azwaaja) yang berarti "pasangan-pasangan" mencakup apa yang ditumbuhkan bumi, diri manusia sendiri, dan apa yang tidak mereka ketahui. Di 38:58, (أَزْوَاجٌ, azwaajun) diterjemahkan "bermacam-macam", dan di 56:7, (أَزْوَاجًا, azwaajan) diterjemahkan "golongan" dalam "tiga golongan". Bentuk dual (زَوْجَيْنِ, zawjayni) di 51:49 diterjemahkan "berpasang-pasangan", dan (زَوْجَانِ, zawjaani) di 55:52 diterjemahkan "sepasang". Dari rentang itu, terjemahan 36:56 memakai "pasangan-pasangan", yang paling dekat dengan arti satu dari dua yang berpasangan, dan tidak memakai padanan yang menyempitkan maknanya, karena ayat ini tidak memuat kata yang menyebut laki-laki atau perempuan.
Kata (فِي ظِلَالٍ, fii zhilaalin) yang berarti "dalam naungan" memakai akar ظ-ل-ل. Bentuk jamak (ظِلَالٍ, zhilaalin) dengan akhiran -in muncul dua kali, yaitu di 36:56 dan 77:41. Di 77:41, (فِي ظِلَالٍ, fii zhilaalin) menerangkan orang-orang yang bertakwa, bersama mata air. Akar yang sama membentuk naungan taman dalam bentuk lain: (ظِلًّا ظَلِيلًا, zhillan zhaliilan) di 4:57, (وَظِلٍّ, wa-zhillin) di 56:30, dan (ظِلَالُهَا, zhilaaluhaa) di 76:14. Terjemahan memakai "naungan" untuk semuanya. Ayat 36:56 tidak menyebut apa yang menaungi, dan terjemahan tidak menambahkan "pohon" atau "kemah".
Frasa (عَلَى الْأَرَائِكِ, 'ala l-araa'iki) yang berarti "di atas dipan-dipan" memakai kata (الْأَرَائِكِ, l-araa'iki) yang berakar أ-ر-ك. Frasa itu muncul lima kali di empat surah, yaitu di 18:31, 36:56, 76:13, 83:23, dan 83:35. Di 83:23 dan 83:35 frasa itu disusul (يَنْظُرُونَ, yanzhuruuna) yang berarti "memandang", seperti dalam (عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ, 'alaa l-araa'iki yanzhuruuna) di 83:35. Kata lain untuk tempat bersandar di taman, (عَلَىٰ سُرُرٍ, 'alaa sururin) di 52:20, juga diterjemahkan "di atas dipan-dipan". Teks Arab membedakan kedua kata itu dan terjemahan Indonesia tidak membedakannya, sehingga perbedaan itu terlihat pada kutipan Arabnya.
Kata terakhir (مُتَّكِئُونَ, muttaki'uuna) yang berarti "bersandar" berakar و-ك-أ dan berakhiran -uuna, sama dengan akhiran faakihuuna di 36:55. Bentuk pelaku jamak dari akar ini muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu muttaki'uuna di 36:56 dan muttaki'iina di 18:31, 38:51, 52:20, 55:54, 55:76, 56:16, dan 76:13, dan kedelapannya menerangkan penghuni taman. Di 18:31 dan 76:13 bunyinya sama, (مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ, muttaki'iina fiihaa 'alaa l-araa'iki) yang berarti "bersandar di dalamnya di atas dipan-dipan". Akar yang sama muncul juga di luar taman: (يَتَّكِئُونَ, yattaki'uuna) di 43:34 untuk dipan-dipan di rumah-rumah. Ayat 36:56 tidak merinci apakah yang bersandar hanya penghuni taman atau pasangan-pasangan mereka juga, dan terjemahan Indonesia mempertahankan keterbukaan itu.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan orang-orang yang menyertai, tempat, dan sikap tubuh pada gambaran 36:55. Ayat 36:55 menyebut penghuni taman saja, sedangkan 36:56 menyebut mereka bersama pasangan-pasangan mereka, lalu naungan, dipan, dan sikap bersandar. Urutannya bergerak dari orang ke lingkungannya, lalu ke tempat duduknya, dan berakhir pada sikap tubuh.
Pasangan-pasangan juga hadir di sisi lain hari itu. Di 37:22 perintahnya berbunyi bahwa orang-orang yang zalim dikumpulkan beserta (وَأَزْوَاجَهُمْ, wa-azwaajahum), yaitu pasangan mereka, dan apa yang dahulu mereka sembah. Bentuk itu hanya muncul di 37:22. Konteksnya berbeda: 37:22 berupa perintah mengumpulkan menuju jalan neraka, sedangkan 36:56 berupa gambaran keadaan. Kemiripannya terletak pada pasangan yang tertulis bersama masing-masing kelompok.
Ayat 36:56 tidak memuat syarat apa pun bagi pasangan-pasangan itu. Di 13:23 taman-taman 'Adn dimasuki bersama orang yang saleh dari bapak-bapak, pasangan-pasangan, dan anak cucu mereka, jadi kata saleh ditulis di sana sebagai syarat. Kedua ayat berbicara tentang taman, tetapi 36:56 hanya menyebut pasangan bersama penghuni dan tidak menyebut keadaan batin atau perbuatan siapa pun, sehingga keduanya tidak disamakan.
Ayat 36:50 memakai kata lain untuk orang-orang terdekat, yaitu (إِلَىٰ أَهْلِهِمْ, ilaa ahlihim) yang berarti "kepada keluarga mereka", dalam kalimat bahwa orang-orang yang disambar teriakan tidak dapat kembali kepada keluarga mereka. Ayat itu berbicara tentang orang-orang yang disambar teriakan, dan 36:56 tentang penghuni taman, sehingga ayat ini tidak memuat jawaban atas 36:50. Sesudah 36:56, ayat 36:57 menyebut isi taman dan 36:58 menyebut ucapan dari Tuhan yang pengasih.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:56 menyebut pasangan-pasangan bersama penghuni taman. Di 30:21 penciptaan pasangan-pasangan dari diri manusia sendiri disebut sebagai salah satu tanda-tanda-Nya, agar manusia merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara mereka rasa sayang dan rahmat. Kedua ayat berbicara tentang hal yang berbeda: 30:21 tentang dunia, 36:56 tentang taman. Pembaca yang setiap hari melihat orang terdekatnya dapat menimbang apakah ketenteraman di antara mereka dibacanya sebagai sesuatu yang sudah semestinya ada, atau sebagai sesuatu yang dijadikan. Apa yang berubah pada caranya memperlakukan orang itu bila ketenteraman itu terbaca sebagai tanda dari Dia?
- Di 76:12 Dia membalas mereka atas kesabaran mereka dengan taman dan sutra, dan 76:13 langsung melanjutkan dengan sikap bersandar. Ayat 36:56 tidak menyebut kesabaran, sehingga kedua ayat tidak disamakan. Meski begitu, urutan di surah lain itu memperlihatkan bahwa bersandar disebut sesudah kesabaran dan sesudah balasan. Pembaca yang sulit berhenti bekerja dapat menimbang kesabaran apa yang sedang dijalaninya, dan kapan pembaca berharap boleh bersandar. Seperti apa kesabaran itu bila ujungnya adalah sikap yang paling tidak menegang?
- Di 16:81 Allah menjadikan bagi manusia tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan menjadikan tempat-tempat tertutup di gunung-gunung serta pakaian yang melindungi dari panas. Bentuk kata naungan di sana berbeda dari 36:56, dan ayat itu berbicara tentang dunia. Namun keduanya memakai akar yang sama untuk sesuatu yang melindungi. Pembaca dapat memeriksa naungan apa yang dipakainya hari ini, seperti atap, pakaian, atau tempat berteduh di bawah pohon, lalu bertanya apakah ia mengingat dari mana naungan itu datang. Apakah naungan di 36:56 terbaca berbeda bila naungan sehari-hari dibaca sebagai sesuatu yang dijadikan bagi manusia?
- Di 40:8 doa kepada Tuhan memuat permohonan agar mereka dimasukkan ke taman-taman 'Adn bersama orang yang saleh di antara bapak-bapak, pasangan-pasangan, dan anak cucu mereka. Doa itu menyebut orang-orang terdekat dalam kalimat yang sama dengan taman. Ayat 36:56 menyebut pasangan di dalam taman, dan 40:8 menyebut mereka di dalam doa. Pembaca dapat melihat daftar nama dalam permohonannya sendiri kepada Tuhan, apakah orang-orang terdekatnya ikut disebut di dalamnya. Siapa yang terlewat bila daftar itu dibaca berdampingan dengan 36:56?
- Ayat 36:56 menyebut orang-orang yang menyertai sebelum menyebut naungan, dipan, dan sikap bersandar. Orang disebut lebih dulu, tempat sesudahnya, lalu sikap tubuh. Pembaca yang menata hidupnya dengan menyiapkan tempat lebih dulu, seperti rumah, pekerjaan, atau kedudukan, dan baru memikirkan siapa yang menyertai, dapat mengamati bahwa urutan ayat ini terbalik dari urutan itu. Ayat ini tidak memberi petunjuk tentang cara menata hidup, sehingga urutannya hanya dibaca sebagai urutan perhatian. Siapa yang akan tertulis lebih dulu dalam gambaran hidupnya, dan apa yang akan tertulis sesudah mereka?
- Ayat 36:56 tidak merinci apakah yang bersandar hanya penghuni taman atau pasangan-pasangan mereka juga, dan tidak membagi peran di antara mereka. Di dalam rumah tangga, pembaca dapat memperhatikan siapa yang bersandar dan siapa yang berdiri menopang. Kalimat Arabnya menaruh kata bersandar di ujung ayat tanpa pembagian itu. Pembaca dapat bertanya apakah bersandar di rumahnya sendiri tersedia bagi semua orang yang tinggal di sana, atau hanya bagi sebagian. Siapa yang paling jarang mendapat kesempatan itu, dan apa yang terlihat bila 36:56 dibaca berdampingan dengan keadaan tersebut?