سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
“Salam sejahtera,” sebagai ucapan dari Tuhan yang pengasih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍsalaamun qawlan min rabbin rahiiminsalam sejahtera, sebagai ucapan dari Tuhan yang pengasih
Terjemahan per kata (5 kata)
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
- قَوْلًاqawlanperkataan
- مِنْmindari
- رَبٍّrabbinTuhan
- رَحِيمٍrahiiminpengasih
Inti bacaan
Sapaan penutup sederhana 'salam sejahtera. dari Tuhan pengasih', puncak kebahagiaan digambarkan lewat kedamaian dan sapaan personal, bukan kemegahan materi semata.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Kepada mereka dikatakan,)' dihapus: 'salaamun' diterjemahkan langsung sebagai ucapan yang dikutip, tanpa penanda naratif tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menutup gambaran kenikmatan taman dengan sapaan langsung dari Allah sendiri: sebuah puncak kehormatan yang melampaui kenikmatan fisik yang telah disebutkan sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyapa langsung, tanpa perantara. Salam sejahtera. Ucapannya datang dari-Nya sendiri.
- Yang disebut terakhir bukan makanan atau tempat. Sebuah sapaan. Puncaknya justru kata, bukan barang.
- Nama yang dipakai Tuhan yang pengasih. Allah memilih sifat itu untuk menyapa. Yang menyambut disebut dengan kasih-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Yang Maha Penyayang.” diterjemahkan “pengasih.”. rahiim INDEFINIT diterjemahkan 'pengasih', sebutan indefinit tanpa 'Maha'; dasar: praktik terjemahan lain sendiri di 9:128 ('penyayang' POLOS utk Nabi).