أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Bukankah Aku telah berpesan kepada kalian, wahai anak-anak Adam, agar kalian tidak mengabdi kepada setan? Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagi kalian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَa-lam a'had ilaykum yaa banii aadama an laa ta'budu sy-syaythaanabukankah Aku telah berpesan kepada kalian, wahai anak-anak Adam, agar kalian tidak mengabdi kepada setan
- إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌinnahu lakum 'aduwwun mubiinunsesungguhnya ia musuh yang nyata bagi kalian
Terjemahan per kata (14 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- أَعْهَدْa'hadAku memerintahkan
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- يَاyaawahai
- بَنِيbaniiBani
- آدَمَaadamakepada Adam
- أَنْanagar
- لَاlaajanganlah
- تَعْبُدُواta'budukalian mengabdi
- الشَّيْطَانَsy-syaythaanasetan
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- لَكُمْlakumkepada kalian
- عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Susunan (أَلَمْ أَعْهَدْ, a-lam a'had) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:60, dan kata kerja akar ع-ه-د bersama ilaa muncul empat kali, yaitu di 2:125, 3:183, 20:115, dan 36:60.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَلَمْ أَعْهَدْ, a-lam a'had) yang berarti "bukankah Aku telah berpesan". Bentuk ini tersusun dari (أَلَمْ, a-lam) yang berarti "bukankah" dan (أَعْهَدْ, a'had) yang berarti "Aku berpesan", dari akar ع-ه-د, dan hanya muncul di 36:60. Kata kerja akar itu bersama kata (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada" muncul empat kali, yaitu di 2:125, 3:183, 20:115, dan 36:60. Di 2:125 bunyinya (وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ, wa-'ahidnaa ilaa ibraahiima), disusul isi yang dibuka (أَنْ طَهِّرَا, an thahhiraa) yang berarti "agar kalian berdua sucikan". Di 3:183 bunyinya (عَهِدَ إِلَيْنَا, 'ahida ilaynaa), disusul isi yang dibuka (أَلَّا نُؤْمِنَ, allaa nu'mina) yang berarti "agar kami tidak beriman". Di 20:115 bunyinya (عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ, 'ahidnaa ilaa aadama), dan ayat itu tidak memuat isi sesudahnya. Di 36:60 isi pesan menyusul dengan kata (أَنْ, an) yang berarti "agar". Di 2:125, 3:183, dan 20:115 kata kerja ini diterjemahkan "berjanji", sedangkan 36:60 memakai "berpesan" karena isi yang menyusul berupa larangan. Pola "agar" yang sama di 2:125 dan 3:183 tidak membedakan "berpesan" dari "berjanji".
Seruan (يَا بَنِي آدَمَ, yaa banii aadama) yang berarti "wahai anak-anak Adam" muncul lima kali, yaitu di 7:26, 7:27, 7:31, 7:35, dan 36:60. Kata (بَنِي, banii) berakar ب-ن-ي dan berarti "anak-anak", sedangkan (آدَمَ, aadama) adalah nama. Empat dari lima seruan itu ada di Surah 7, dan seruan kelima ada di 36:60. Terjemahan memakai "anak-anak Adam" seperti di 7:27, ayat yang sama-sama menyebut setan.
Kalimat inti ayat ini adalah (أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ, an laa ta'budu sy-syaythaana) yang berarti "agar kalian tidak mengabdi kepada setan". Kata kerja (تَعْبُدُوا, ta'budu) berakar ع-ب-د, akar yang sama dengan (الْعِبَادِ, l-'ibaadi) yang berarti "para hamba" di 36:30 dan dengan (وَأَنِ اعْبُدُونِي, wa-ani 'buduunii) yang berarti "dan hendaklah kalian mengabdi kepada-Ku" di 36:61. Terjemahan memakai "mengabdi" pada kedua kata kerja di 36:60 dan 36:61, sehingga pasangan itu tersusun dari satu padanan, dan tidak memakai "menyembah" karena akarnya satu keluarga dengan "hamba". Kata kerja akar ع-ب-د dengan setan sebagai sasaran hanya ada di dua ayat, yaitu (يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ, yaa abati laa ta'budi sy-syaythaana) di 19:44 dan 36:60.
Susunan larangan (أَنْ لَا تَعْبُدُوا, an laa ta'budu) muncul dua kali, yaitu di 11:26 dan 36:60, dan susunan (أَلَّا تَعْبُدُوا, allaa ta'buduu) lima kali, yaitu di 11:2, 12:40, 17:23, 41:14, dan 46:21. Pada enam dari tujuh ayat itu larangan disusul (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" dan sasaran yang dibolehkan, seperti (أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ, allaa ta'buduu illaa llaaha) di 11:2. Di 36:60 larangan itu menyebut sasaran terlarang, yaitu setan, tanpa kata "kecuali".
Kalimat terakhir (إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ, innahu lakum 'aduwwun mubiinun) yang berarti "sesungguhnya ia musuh yang nyata bagi kalian" muncul lima kali, yaitu di 2:168, 2:208, 6:142, 36:60, dan 43:62. Kata (عَدُوٌّ, 'aduwwun) berakar ع-د-و dan (مُبِينٌ, mubiinun) berakar ب-ي-ن, yang berarti "nyata". Pada tiga di antaranya kalimat itu menyusul larangan mengikuti langkah-langkah setan, seperti (وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ, wa-laa tattabi'uu khuthuwaati sy-syaythaani) di 2:208. Di 43:62 kalimat itu menyusul larangan agar setan tidak menghalangi, yaitu (وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ, wa-laa yashuddannakumu sy-syaythaanu), dan di 36:60 menyusul larangan mengabdi. Alasan yang sama dipakai untuk tiga jenis larangan yang berbeda.
Tafsiran
Ayat ini mengubah perintah di 36:59 menjadi pertanyaan, dan mengubah dasar panggilan dari perbuatan menjadi asal. Di 36:59 sekelompok orang dipanggil dengan sebutan yang diambil dari perbuatan, yaitu para pendosa, dan di 36:60 mereka dipanggil anak-anak Adam. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kedua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama, tetapi kata kalian pada kedua ayat berurutan dan tidak ada pergantian pembicara yang tertulis.
Pertanyaan itu bertumpu pada pesan yang sudah pernah ada. Kata kerja di awal ayat berbentuk lampau, dan pertanyaannya meminta mereka mengingat pesan itu, sedangkan ayat ini tidak menyebut kapan dan lewat apa pesan itu sampai. Dua ayat tentang Adam memuat unsur yang sama. Di 20:115 kata kerja akar yang sama dipakai untuk Adam, dan Adam lupa, lalu di 20:117 disusul kalimat (إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَكَ, inna haadzaa 'aduwwun laka) yang berarti "sesungguhnya ini musuh bagimu". Di 7:27 anak-anak Adam dipanggil dengan peringatan tentang setan. Ketiga ayat tidak dibaca sebagai satu peristiwa, sebab 36:60 tidak mengaitkan pesannya dengan peristiwa mana pun.
Ayat ini memuat tiga unsur dalam satu kalimat panjang: pertanyaan tentang pesan, isi pesan berupa larangan mengabdi kepada setan, dan alasan larangan itu pada kalimat terakhir. Alasannya diberikan sesudah larangan, bukan sebelum, sehingga larangan itu terbaca lebih dahulu sebagai pesan dan baru kemudian sebagai peringatan. Ayat 36:61 melengkapi larangan itu dengan perintah mengabdi kepada Aku, dan 36:62 menyebut bahwa setan telah menyesatkan banyak orang di antara mereka. Rangkaian 36:60 sampai 36:62 karena itu memuat pesan, perintah, dan kenyataan tentang penyesatan dalam tiga ayat berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Di 7:22 Tuhan Adam dan pasangannya menyeru mereka dengan pertanyaan yang bentuknya sama, yaitu bukankah Aku telah melarang kalian berdua dari pohon itu dan Aku katakan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua. Ayat 36:60 tidak menyebut kapan pesannya disampaikan, sehingga kedua ayat tidak dihubungkan sebagai satu peristiwa. Keduanya memperlihatkan bahwa pertanyaan semacam itu bertumpu pada sesuatu yang sudah pernah dikatakan. Pembaca dapat memeriksa pesan-pesan yang pernah diterimanya dan cara menyimpannya, dalam ingatan, dalam catatan, atau hanya sebagai rasa pernah mendengar. Pesan mana yang, bila ditanyakan bukankah sudah dikatakan, terasa paling lama terlupakan?
- Ayat 36:55 sampai 36:58 menyebut taman dan ucapan dari Tuhan yang pengasih, lalu 36:59 memanggil kalian dengan sebutan dari perbuatan, dan 36:60 memanggil dengan sebutan dari asal, yaitu anak-anak Adam. Di 7:27 seruan yang sama memuat peringatan agar setan tidak menggoda sebagaimana setan mengeluarkan kedua orang tua kalian dari taman. Sebutan anak-anak Adam menaruh pembaca dalam silsilah yang sama dengan pihak yang pernah berada di taman. Pembaca yang biasa memperkenalkan dirinya lewat jabatan, daerah, atau pekerjaan dapat mencoba sebutan yang lebih tua. Bagaimana kalimat tentang dirinya berubah bila dimulai dari asal yang sama dengan semua orang?
- Di 35:6 setan disebut musuh bagi kalian dan perintahnya agar setan dijadikan musuh, sedangkan 35:5 sebelumnya mengatakan bahwa janji Allah benar dan bahwa si penipu jangan sampai memperdaya kalian tentang Allah. Ayat 36:60 menyebut musuh yang nyata, dan ayat 35:6 menyebut apa yang dilakukan terhadap musuh itu. Keduanya ditulis sebagai alasan bagi sebuah larangan atau perintah. Pembaca dapat bertanya apa artinya menjadikan sesuatu sebagai musuh dalam kehidupan sehari-hari, dan siapa yang selama ini terlalu akrab dengan hal yang disebut musuh itu. Apa yang berubah pada pilihan kecil hari ini bila kata nyata di 36:60 terbaca di sampingnya?
- Di 17:65 hamba-hamba itu disebut tidak berada dalam kuasa setan, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa cukuplah Tuhanmu sebagai wakil. Kata hamba di sana memakai akar yang sama dengan kata mengabdi di 36:60 dan 36:61. Dua ayat itu berbicara tentang saat yang berbeda, tetapi sama-sama menaruh setan di satu sisi dan hamba di sisi lain. Pembaca dapat memperhatikan akar yang sama itu: mengabdi adalah kata kerja dari hamba, sehingga pertanyaannya menjadi siapa yang dilayani. Kepada siapa pengabdian sehari-hari pembaca diarahkan, dan siapa yang dalam 17:65 disebut sebagai wakil?
- Di 20:115 Adam disebut lupa terhadap apa yang disampaikan kepadanya, dan Kami tidak mendapati padanya tekad yang kuat. Ayat 36:60 memuat pertanyaan yang meminta anak-anak Adam mengingat pesan yang pernah ada. Dua ayat tersebut tidak disamakan, sebab 20:115 menyebut satu orang dan 36:60 menyebut banyak orang. Keduanya memperlihatkan bahwa lupa dan mengingat sama-sama bagian dari hubungan dengan sebuah pesan. Pembaca dapat bertanya apakah ada pesan yang diketahuinya tetapi tidak muncul ketika dibutuhkan. Apa yang akan dikatakannya bila ditanya bukankah sudah dikatakan, dan apa yang membuat pesan itu tidak muncul?
- Di 2:168 dan 6:142 larangan mengikuti langkah-langkah setan datang bersama ajakan makan dari apa yang di bumi atau dari apa yang Allah rezekikan, lalu ditutup alasan yang sama dengan 36:60, yaitu bahwa setan musuh yang nyata. Di 36:60 larangan itu disusul perintah mengabdi di 36:61. Larangan di ketiga ayat tidak dibiarkan berdiri sendirian: ada sesuatu yang diajukan di sisinya. Pembaca yang menerima larangan dari orang lain atau memberinya kepada orang lain dapat memperhatikan apakah larangan itu disertai sesuatu yang boleh ditempuh. Apa yang disediakan di sisi larangan yang selama ini sering ia terima?