وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Dan hendaklah kalian menyembah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَنِ اعْبُدُونِيwa-ani 'buduuniidan hendaklah kalian menyembah Aku
  2. هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌhaadzaa shiraathun mustaqiimuninilah jalan yang lurus

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَأَنِwa-anidan yaitu
  2. اعْبُدُونِي'buduuniimengabdilah kepada-Ku
  3. هَٰذَاhaadzaaini
  4. صِرَاطٌshiraathunjalan
  5. مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus

Inti bacaan

Instruksi positif sebagai pasangan larangan sebelumnya: 'sembahlah Aku, inilah jalan yang lurus', arah yang jelas ditawarkan sebagai alternatif konkret, bukan sekadar larangan tanpa panduan pengganti.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (demonstrativa dekat) benar diterjemahkan 'inilah'. Ayat ini melanjutkan pesan yang dibuka di 36:60.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi pesan lama yang diingatkan kembali: larangan menyembah setan disandingkan dengan perintah positifnya, menyembah Allah sebagai jalan yang lurus.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menaruh perintah sesudah larangan. Jangan sembah setan. Sembahlah Aku.
  • Yang ditawarkan pengganti, bukan kekosongan. Larangan tanpa alternatif menyisakan lubang. Di sini lubangnya diisi.
  • Kata inilah menunjuk yang baru disebut. Allah menamainya jalan lurus. Yang lurus diberi nama, bukan dibiarkan samar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-b-d, s-r-t, q-w-m): i'buduunii haadhaa siraat mustaqiim diterjemahkan 'sembahlah Aku; inilah jalan yang lurus' (akar '-b-d + akar s-r-t + akar q-w-m, menyembah/menaati Allah = jalan lurus; lawan-positif 36:60). gloss '(Begitu juga bahwa)' dibuang.