وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ
Dan sungguh, ia telah menyesatkan banyak orang di antara kalian. Maka, apakah kalian tidak berakal?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًاwa-la-qad adhalla minkum jibillan katsiirandan sungguh, ia telah menyesatkan banyak orang di antara kalian
- أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَa-fa-lam takuunuu ta'qiluunamaka, apakah kalian tidak berakal
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَضَلَّadhallalebih sesat
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- جِبِلًّاjibillanmakhluk
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
- تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
- تَعْقِلُونَta'qiluunakalian mengerti
Inti bacaan
Kalimat tanya (أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ, a-fa-lam takuunuu ta'qiluuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:62, dengan lam dan takuunuu di tempat laa.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh", tersusun dari (وَ, wa) "dan", awalan la- yang menegaskan, dan kata qad. Kata kerja sesudahnya, (أَضَلَّ, adhalla) yang berarti "menyesatkan", berakar ض-ل-ل dan berbentuk lampau untuk satu pelaku laki-laki. Teks tidak menyebut nama pelakunya, sehingga terjemahan memakai "ia". Rangkaian huruf (أَضَلَّ, adhalla) muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 4:88, 20:79, 20:85, 25:29, 26:99, 30:29, 36:62, 41:29, 45:23, 47:1, dan 47:8; sebagian bergandengan dengan akhiran kata ganti, misalnya (أَضَلَّنِي, adhallanii) di 25:29. Kata ini dibedakan satu harakat dari (أَضَلُّ, adhallu) di 7:179 yang berarti "lebih sesat", sehingga terjemahan 36:62 memakai "menyesatkan" dan tidak memakai "lebih sesat".
Kata (جِبِلًّا, jibillan) berakar ج-ب-ل dan berakhiran tanwin, tanda benda tak tentu, sehingga terjemahan memakai "orang" tanpa "itu". Kata dasarnya hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu (جِبِلًّا, jibillan) di 36:62 dan (وَالْجِبِلَّةَ, wa-l-jibillata) di 26:184. Di 26:184 kata itu berdiri di samping (خَلَقَكُمْ, khalaqakum) yang berarti "menciptakan kalian" dan diikuti (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "yang terdahulu", sehingga terjemahan di sana memakai "generasi-generasi terdahulu". Di 36:62 kata itu berdiri di samping (مِنْكُمْ, minkum) yang berarti "di antara kalian" dan diikuti (كَثِيرًا, katsiiran) yang berarti "banyak", sehingga terjemahan di sini memakai "banyak orang di antara kalian". Dua padanan itu menunjuk kumpulan manusia yang disebut bersama kata kalian di kedua ayat. Teksnya sendiri tidak memberi satu padanan tunggal bagi jibillan.
Kata (كَثِيرًا, katsiiran) berakar ك-ث-ر dan di sini berfungsi sebagai ukuran jumlah tanpa angka. Susunan kata kerja menyesatkan bersama katsiiran muncul pula di 14:36, (أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ, adhlalna katsiiran mina n-naasi) yang berarti "menyesatkan banyak dari manusia". Pelakunya di sana berupa kata ganti perempuan jamak, (إِنَّهُنَّ, innahunna) yang berarti "sesungguhnya mereka", dan ayat sebelumnya, 14:35, menyebut (الْأَصْنَامَ, l-ashnaama) yang berarti "berhala-berhala". Di 36:62 pelakunya laki-laki tunggal, dan ayat sebelumnya menyebut musuh yang nyata di 36:60, jadi dua ayat itu memakai ukuran yang sama untuk pelaku yang berbeda.
Kalimat kedua, (أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ, a-fa-lam takuunuu ta'qiluuna), tersusun dari (أَ, a) huruf tanya, (فَ, fa) "maka", (لَمْ, lam) "tidak", (تَكُونُوا, takuunuu) "kalian adalah", dan (تَعْقِلُونَ, ta'qiluuna) "kalian berakal". Kata takuunuu tidak mendapat kata sendiri dalam terjemahan, sama seperti (أَفَلَمْ يَكُونُوا, a-fa-lam yakuunuu) di 25:40 yang diterjemahkan "Maka tidakkah mereka melihatnya?" dan (لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ, lam takuunuu ta'lamuuna) di 2:239 yang diterjemahkan "apa yang tidak kalian ketahui". Rangkaian a-fa-lam bersama takuunuu atau yakuunuu hanya ada di dua ayat, yaitu 25:40 dan 36:62.
Kata ta'qiluuna berakar ع-ق-ل, dan seluruh kemunculan akar itu dalam data morfologi korpus berupa kata kerja; tidak ada kata benda berakar sama. Pertanyaan (أَفَلَا تَعْقِلُونَ, a-fa-laa ta'qiluuna) yang berarti "maka tidakkah kalian berakal" muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu 2:44, 2:76, 3:65, 6:32, 7:169, 10:16, 11:51, 12:109, 21:10, 21:67, 23:80, 28:60, dan 37:138. Di 23:80 pertanyaan itu menyusul pernyataan tentang Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan di 21:10 menyusul pernyataan tentang Kitab yang diturunkan. Di 36:62 pertanyaan itu memakai lam dan takuunuu sebagai ganti laa, dan menyusul sebuah pernyataan tentang penyesatan.
Tafsiran
Ayat ini memuat satu pernyataan dan satu pertanyaan, dan kedua unsur itu bertumpu satu sama lain: fakta bahwa banyak orang telah disesatkan dipakai sebagai dasar untuk menanyakan akal. Dari tiga ayat 36:60 sampai 36:62, dua ayat memuat pertanyaan, yaitu (أَلَمْ أَعْهَدْ, a-lam a'had) di awal 36:60 dan (أَفَلَمْ, a-fa-lam) di akhir 36:62, sedangkan 36:61 di tengah memuat perintah. Dua pertanyaan itu sama-sama memakai kata tidak, yang pertama menanyakan pesan yang sudah disampaikan dan yang kedua menanyakan akal.
Pelaku penyesatan tidak ditulis di ayat ini. Pembacaan terdekat ialah setan, karena 36:60 menyebut setan lewat kata ganti laki-laki tunggal dalam (إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ, innahu lakum 'aduwwun mubiinun), dan kata kerja di 36:62 memakai kata ganti yang sama. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab 36:62 sendiri tidak menyebut nama dan tidak menyatakan Allah sebagai pelaku. Di 4:88, 30:29, dan 45:23 pelaku kata kerja serupa memang disebut Allah, tetapi ketiganya berbicara tentang orang yang sudah Allah sesatkan, bukan tentang orang yang menyesatkan sesamanya, jadi tidak dipakai untuk menafsirkan 36:62.
Kata kerja ini dipakai pula oleh orang yang menyesali dirinya di 25:29, (لَقَدْ أَضَلَّنِي, laqad adhallanii) yang berarti "sungguh ia telah menyesatkanku", sesudah orang itu digambarkan menggigit kedua tangannya di 25:27. Di sana korban berbicara tentang dirinya, sedangkan di 36:62 pembicara menyebut korban sebagai bukti kepada pendengar.
Bagi alur adegan, 36:62 menjadi ayat teguran terakhir sebelum vonis. Sesudahnya 36:63 menyebut Jahanam yang dijanjikan, dan 36:64 memuat perintah masuk. Teks tidak mencatat jawaban atas pertanyaan di 36:62. Teks juga tidak menyatakan apakah banyak orang yang disebut itu termasuk yang sedang diajak bicara atau kelompok yang disebut dari luar adegan, karena kata kalian di (مِنْكُمْ, minkum) dapat dibaca dua cara dan ayat tidak memutuskannya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:62 menaruh pernyataan lebih dulu, bahwa banyak orang telah disesatkan, dan baru sesudahnya menaruh pertanyaan tentang akal. Pertanyaan itu tidak diajukan di ruang kosong, sebab pertanyaan itu bertumpu pada sesuatu yang dapat dilihat. Susunan ini berbeda dari 36:60, yang membuka dengan pertanyaan tentang pesan dan baru kemudian memberi alasan. Kedua ayat dipisahkan oleh perintah di 36:61, dan di ketiganya sebutan musuh yang nyata, penyesatan, dan akal disusun dalam rangkaian yang bergerak dari peringatan ke bukti. Pembaca dapat memperhatikan urutan serupa pada dirinya sendiri: apakah pertanyaan tentang pilihannya biasanya datang sesudah akibat yang menimpa orang lain terlihat, ataukah pertanyaan itu lebih dulu hadir sebelum ada akibat apa pun yang dapat dilihat?
- Seluruh kemunculan akar yang melahirkan kata berakal dalam data morfologi korpus berupa kata kerja, dan tidak ada kata benda yang menyebut akal sebagai sesuatu yang dimiliki. Pertanyaan di 36:62 pun berbunyi apakah kalian berakal, artinya apakah kalian menjalankannya, dan tidak berbunyi apakah kalian memiliki akal. Di 23:80 pertanyaan yang sama menyusul pernyataan tentang Dia yang menghidupkan dan mematikan serta mengatur pergantian malam dan siang. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, sehingga hanya bentuk pertanyaannya yang dibandingkan. Pembaca dapat menimbang bahwa akal, menurut cara ayat-ayat ini menyebutnya, adalah sesuatu yang dikerjakan setiap saat. Dalam urusan apa saja dalam sehari akal itu sempat dijalankan, dan dalam urusan apa pembaca hanya mengandalkan bahwa akal itu ada?
- Di 4:88, 30:29, dan 45:23 pelaku kata kerja menyesatkan tertulis jelas, ialah Allah, sedangkan di 36:62 tidak ada nama pelaku yang tertulis. Konteks 36:60 menyebut setan sebagai musuh yang nyata, dan terjemahan memakai kata ganti ia untuk kata kerja itu. Ayat 36:62 tidak menyatakan bahwa Allah menyesatkan banyak orang itu, sehingga pembaca yang mengutipnya tidak menambahkan pelaku yang tidak tertulis. Pembaca dapat melatih diri membaca dengan teliti siapa yang dinamai teks sebagai pelaku dalam tiap kalimat. Apakah kebiasaan menyandarkan sebuah peristiwa kepada pelaku yang belum disebut ayat itu pernah terjadi tanpa disadari, dan apa yang tampak berbeda bila ayat dibaca persis seperti tertulis?
- Ayat ini memakai kata banyak sebagai ukuran, tanpa angka dan tanpa daftar nama. Di 14:36 ukuran yang sama dipakai untuk menyebut banyak dari manusia yang tersesat karena berhala-berhala, dan di sana pembicaranya berdoa kepada Tuhannya dengan seruan Tuhanku di awal ayat itu. Di 36:62 ukuran itu dikenakan pada kumpulan orang yang disebut bersama kata kalian. Dua ayat itu berbicara tentang pelaku yang berbeda, sehingga ukurannya saja yang dibandingkan. Kata banyak tidak menyatakan siapa saja yang dimaksud, dan pembaca yang mendengar kata itu dapat bertanya apakah dirinya termasuk sebagian dari yang banyak itu atau pengamat dari luar. Seberapa sering angka yang tidak disebut ayat diisi dengan perkiraan sendiri, sehingga orang lain tampak jauh dan diri sendiri tampak tidak terlibat?
- Sesudah pertanyaan di 36:62 teks langsung berpindah ke 36:63 tanpa mencatat satu pun jawaban. Dalam adegan itu pertanyaan tentang akal tidak disusul pembelaan, bantahan, ataupun pengakuan yang dikutip, dan tidak ada kata berkata yang membuka ucapan pihak lain. Ruang kosong itu membuat pertanyaan tetap terbuka di hadapan siapa pun yang membacanya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa di tempat lain pertanyaan serupa di 2:44 dan 37:138 juga berdiri sendiri tanpa jawaban yang dicatat sesudahnya. Jawaban apa yang akan keluar dari pembaca bila pertanyaan itu ditujukan kepadanya pada hari yang sama dengan hari pembaca membacanya, dan siapa yang akan mendengar jawaban itu?
- Kata kalian di dalam frasa di antara kalian dapat dibaca menunjuk orang-orang yang hadir dalam adegan, atau kelompok yang disebut dari luar adegan, dan ayat tidak memilih salah satunya. Kata kalian yang sama hadir di 36:60 dalam kalimat tentang pesan yang disampaikan kepada kalian, dan di 36:63 dalam kalimat tentang Jahanam yang dijanjikan kepada kalian. Empat ayat berurutan, 36:60 sampai 36:63, memuat kata ganti kalian, dan kata itu menghubungkan semuanya dengan satu kelompok pendengar. Pembaca dapat melihat dirinya sebagai bagian dari kalian itu, sebab ayat 36:60 memanggil mereka anak-anak Adam, sebutan yang tidak membatasi golongan. Bila kalimat itu berbunyi sungguh banyak orang di antara kalian telah disesatkan dan pembaca mendengarnya sebagai kalimat tentang dirinya sendiri, apa yang pertama kali ia periksa?