هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Inilah Jahanam yang dahulu diancamkan kepada kalian.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَhaadzihi jahannamu llatii kuntum tuu'aduunainilah Jahanam yang dahulu diancamkan kepada kalian
Terjemahan per kata (5 kata)
- هَٰذِهِhaadzihiini
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- الَّتِيllatiiyang
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- تُوعَدُونَtuu'aduunadijanjikan kepada kalian
Inti bacaan
Pengakuan langsung 'inilah Jahanam yang dahulu diancamkan', konfirmasi bahwa peringatan yang disampaikan sejak awal bukan gertakan kosong, melainkan realitas yang benar-benar terwujud.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzihi' (demonstrativa dekat, bentuk feminin) benar diterjemahkan 'inilah'.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan konsekuensi konkret dari penyesatan setan: Jahanam yang dulu hanya berupa ancaman kini menjadi kenyataan yang dihadapi langsung.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kata inilah, menunjuk yang dekat. Bukan yang jauh. Sudah di depan mata.
- Yang dulu ancaman kini benda. Bukan lagi kabar. Sudah bisa ditunjuk.
- Kalimatnya mengingatkan bahwa mereka sudah diberi tahu. Allah menyebut kata dahulu. Bukan kejutan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, w-'-d): tuu'aduun diterjemahkan 'diancamkan' (akar w-'-d). Selaras.