الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami mengunci mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, dan kaki mereka bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْal-yawma nakhtimu 'alaa afwaahihimpada hari ini Kami mengunci mulut mereka
  2. وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَwa-tukallimunaa aydiihim wa-tasyhadu arjuluhum bi-maa kaanuu yaksibuunadan tangan mereka berbicara kepada Kami, dan kaki mereka bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka usahakan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. الْيَوْمَal-yawmahari ini
  2. نَخْتِمُnakhtimuKami mengunci
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. أَفْوَاهِهِمْafwaahihimmulut mereka
  5. وَتُكَلِّمُنَاwa-tukallimunaadan berbicara kepada Kami
  6. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  7. وَتَشْهَدُwa-tasyhadudan bersaksi
  8. أَرْجُلُهُمْarjuluhumkaki mereka
  9. بِمَاbi-maapada apa yang
  10. كَانُواkaanuumereka selalu
  11. يَكْسِبُونَyaksibuunamereka usahakan

Inti bacaan

Kata kerja akar خ-ت-م muncul lima kali di Al-Qur'an (2:7, 6:46, 36:65, 42:24, 45:23), dan di 36:65 objeknya (أَفْوَاهِهِمْ, afwaahihim) berbeda dari keempat ayat lainnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الْيَوْمَ, al-yawma) yang berarti "pada hari ini". Dari lima kemunculan kata itu di Surah 36, yaitu 36:54, 36:55, 36:59, 36:64, dan 36:65, dua berada di awal ayat, yaitu 36:54 dengan (فَالْيَوْمَ, fa-l-yawma) dan 36:65.

Kata (نَخْتِمُ, nakhtimu) yang berarti "Kami mengunci" berakar خ-ت-م dan memakai awalan na- yang menunjuk Kami. Kata kerja akar ini muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu 2:7, 6:46, 36:65, 42:24, dan 45:23, dan di kelimanya diikuti (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas". Terjemahan memakai "mengunci" seperti di 2:7 dengan (خَتَمَ, khatama), di 42:24 dengan (يَخْتِمْ, yakhtim), dan di 45:23 dengan (وَخَتَمَ, wa-khatama). Pelaku di keempat ayat itu Allah, dan objeknya hati, ditambah pendengaran di 2:7 dan 45:23: (قُلُوبِهِمْ, quluubihim) di 2:7, (قُلُوبِكُمْ, quluubikum) di 6:46, (قَلْبِكَ, qalbika) di 42:24, dan (سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ, sam'ihi wa-qalbihi) di 45:23. Di 36:65 pelakunya Kami dan objeknya (أَفْوَاهِهِمْ, afwaahihim) yang berarti "mulut mereka", berakar ف-و-ه.

Kata afwaahihim muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 3:118, 3:167, 5:41, 9:8, 9:30, 9:32, 14:9, 18:5, 36:65, dan 61:8. Di delapan ayat lain mulut disebut bersama ucapan atau usaha berucap, misalnya (يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ, yaquuluuna bi-afwaahihim) di 3:167 yang berarti "mereka mengatakan dengan mulut mereka" dan (يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ, yuriiduuna an yuthfi'uu nuura llaahi bi-afwaahihim) di 9:32 yang berarti "mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka". Ayat kesembilan, 14:9, memuat (فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ, fa-radduu aydiyahum fii afwaahihim) yang berarti "lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka". Di 36:65 mulut disebut sebagai benda yang dikunci.

Kata (وَتُكَلِّمُنَا, wa-tukallimunaa) yang berarti "dan berbicara kepada Kami" tersusun dari (وَ, wa) "dan", kata kerja (تُكَلِّمُ, tukallimu) berakar ك-ل-م, dan akhiran -naa yang di sini menjadi penerima ucapan, sehingga terjemahan memakai "berbicara kepada Kami". Subjeknya (أَيْدِيهِمْ, aydiihim) yang berarti "tangan mereka". Bentuk persis tukallimunaa hanya muncul di 36:65.

Kata (وَتَشْهَدُ, wa-tasyhadu) yang berarti "dan bersaksi" berakar ش-ه-د, dan subjeknya (أَرْجُلُهُمْ, arjuluhum) yang berarti "kaki mereka". Bentuk persis wa-tasyhadu hanya muncul di 36:65. Kata arjuluhum muncul tiga kali, yaitu 5:33, 24:24, dan 36:65, dan kaki menjadi saksi di dua yang terakhir. Di 24:24, (تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ, tasyhadu 'alayhim) yang berarti "bersaksi atas mereka" memuat kata 'alayhim, sedangkan 36:65 tidak memuatnya, sehingga terjemahan 36:65 memakai "bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka usahakan" tanpa menyebut atas siapa.

Kata (بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, bi-maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "terhadap apa yang dahulu mereka usahakan" berakar ك-س-ب dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 6:129, 7:96, 9:82, 9:95, 10:8, 36:65, 41:17, dan 45:14. Di tujuh ayat lain rangkaian itu menyebut dasar sebuah balasan atau akibat, dan terjemahannya memakai "usahakan" di semuanya. Di 36:65 rangkaian itu menyebut isi kesaksian kaki.

Tafsiran

Ayat ini menyusun tiga hal dalam satu kalimat: mulut dikunci oleh Kami, tangan berbicara kepada Kami, dan kaki bersaksi. Tiap anggota tubuh mendapat kata kerjanya sendiri, dan tak satu pun dari ketiganya memakai kata kerja yang sama. Sapaan berpindah dari kalian di 36:64 ke mereka di 36:65, sebab 36:64 memakai (كُنْتُمْ, kuntum) dan 36:65 memakai (أَفْوَاهِهِمْ, afwaahihim). Pelaku pun berganti dari Aku di 36:60 sampai 36:61 menjadi Kami di 36:65 sampai 36:66.

Di 24:24 lidah, tangan, dan kaki bersaksi atas mereka dengan satu kata kerja yang sama, (أَلْسِنَتُهُمْ, alsinatuhum) di depan (وَأَيْدِيهِمْ, wa-aydiihim) dan (وَأَرْجُلُهُمْ, wa-arjuluhum). Di 36:65 kata lidah tidak ada, mulut disebut dikunci, tangan disebut berbicara, dan kaki disebut bersaksi. Konteks kedua ayat berbeda, sehingga perbedaan susunan itu dicatat tanpa disimpulkan menjadi dua peristiwa yang berlainan. Di 41:21 kulit menjawab pertanyaan tentang kesaksiannya dengan (أَنْطَقَنَا اللَّهُ, anthaqanaa llaahu) yang berarti "Allah yang membuat kami berbicara", dan 36:65 tidak memuat penjelasan semacam itu.

Dalam rangkaian ayat tentang apa yang dahulu dikerjakan, 36:54 menyatakan prinsipnya, 36:64 menyebut kufur sebagai sebab, dan 36:65 menyebut usaha sebagai isi kesaksian. Mulut yang di banyak ayat lain menjadi tempat keluarnya ucapan, seperti di 3:167 dan 5:41, di sini dikunci, sedangkan anggota tubuh yang mengerjakan perbuatan menjadi pihak yang menyampaikannya. Alasan pergantian sapaan dan pelaku itu tidak ditulis, begitu pula isi ucapan tangan, isi kesaksian kaki, dan apakah mulut sempat berbicara sebelum dikunci.

Renungan dan Hikmah

  • Di 3:167 dan 5:41 mulut menjadi tempat mengucapkan sesuatu yang tidak sama dengan isi hati, dan di 9:32 mulut dipakai untuk berusaha memadamkan cahaya Allah. Di 36:65 mulut yang sama disebut sebagai benda yang dikunci, dan ayat itu tidak memuat satu pun ucapan darinya. Ayat-ayat tadi berbicara tentang kelompok lain dalam konteks lain, sehingga perbandingan dibatasi pada penyebutan mulutnya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa organ yang paling mudah dipakai untuk membela diri adalah organ yang pertama dibuat diam dalam ayat ini. Kalau pembelaan lisan ditiadakan, apa yang tersisa dari catatan pembaca sendiri untuk diperlihatkan, dan siapa yang akan menyampaikannya?
  • Tangan di 36:65 berbicara kepada Kami, pihak yang pada bagian ayat sebelumnya mengunci mulut. Di 41:21 kulit menjawab pertanyaan tentang kesaksiannya dengan menyebut bahwa Allah yang membuat segala sesuatu berbicara telah membuat mereka berbicara. Ayat 36:65 tidak memuat kalimat semacam itu, dan dua ayat itu tidak dicampur. Pembaca dapat bertanya apakah hal-hal yang dikerjakan tangannya selama ini pernah terbayang sebagai sesuatu yang suatu hari harus disampaikan kepada seseorang, dan siapa yang dibayangkan sebagai pendengarnya?
  • Mulut mendapat kata kerja dikunci, tangan mendapat kata kerja berbicara, dan kaki mendapat kata kerja bersaksi. Di 24:24 lidah, tangan, dan kaki memakai satu kata kerja yang sama, yaitu bersaksi, sedangkan di 36:65 pembagian peran itu lebih beragam. Teks tidak menyatakan alasan perbedaan itu, sehingga alasannya dibiarkan tanpa tebakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa perbuatan yang sama dapat dilaporkan dengan cara berbeda tergantung anggota tubuh yang mengerjakannya. Hal apa yang dikerjakan tangan pembaca dalam sehari dan terasa seperti perkataan, dan hal apa yang dikerjakan kakinya dan terasa seperti bukti yang diam?
  • Di 2:7, 42:24, dan 45:23 pelaku mengunci adalah Allah dan objeknya hati, dan di 36:65 pelakunya Kami dan objeknya mulut. Ayat-ayat itu tidak menyebut hubungan antara hati yang dikunci dan mulut yang dikunci, dan teks tidak menyatakan keduanya berlangsung pada waktu yang sama. Satu kata kerja mencapai dua organ yang berbeda fungsinya, satu tempat niat dan satu tempat ucapan. Pembaca dapat melihat bahwa kata kerja itu tidak terikat pada satu organ. Apa yang akan dirasakan seseorang bila hati dan mulutnya dibaca sebagai dua tempat yang berbeda untuk sebuah kunci?
  • Di tujuh ayat lain rangkaian tentang apa yang dahulu diusahakan menyebut dasar balasan atau akibat, dan di 36:65 rangkaian itu menyebut isi kesaksian. Perbuatan di sini diperlakukan sebagai bahan yang dapat dibicarakan oleh anggota tubuh yang mengerjakannya. Teks tidak menyebut isi kesaksian itu, dan hanya menyebut bahwa isinya adalah apa yang dahulu mereka usahakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata usaha membawa makna hasil yang diperoleh, dan bahwa apa yang dahulu diusahakan menjadi isi kalimat yang dibawakan orang lain. Hasil apa yang dahulu diusahakan pembaca, dan siapa yang paling mengetahui rinciannya selain dirinya sendiri?
  • Ayat 36:65 tidak mengutip ucapan tangan dan tidak mengutip isi kesaksian kaki. Teks hanya menyebut bahwa tangan berbicara dan kaki bersaksi, tanpa satu kalimat pun yang dikutip dengan tanda kutip. Ruang yang dibiarkan kosong itu terbuka bagi siapa pun yang membacanya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat lain, seperti 41:21, memuat kutipan percakapan antara manusia dan anggota tubuhnya, sedangkan 36:65 tidak. Kalimat apa yang akan keluar bila tangan pembaca diminta berbicara, dan kalimat apa yang akan keluar dari kakinya?