وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

Dan seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami menghapus mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba menuju jalan, maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْwa-law nasyaa'u la-thamasnaa 'alaa a'yunihimdan seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami menghapus mata mereka
  2. فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَfa-stabaqu sh-shiraatha fa-annaa yubshiruunalalu mereka berlomba-lomba menuju jalan, maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
  3. لَطَمَسْنَاla-thamasnaasungguh Kami akan menghapus
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. أَعْيُنِهِمْa'yunihimmata mereka
  6. فَاسْتَبَقُواfa-stabaqumaka mereka berlomba
  7. الصِّرَاطَsh-shiraathajalan itu
  8. فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
  9. يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat

Inti bacaan

Kata (فَاسْتَبَقُوا, fa-stabaqu) berasal dari akar yang muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu 2:148, 5:48, 12:17, 12:25, dan 36:66.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ نَشَاءُ, wa-law nasyaa'u) yang berarti "dan seandainya Kami menghendaki". Kata law membuka sebuah pengandaian, dan (نَشَاءُ, nasyaa'u) berakar ش-ي-أ dengan awalan na- yang menunjuk Kami. Rangkaian (وَلَوْ نَشَاءُ لَ, wa-law nasyaa'u la-) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 36:66, 36:67, 43:60, dan 47:30. Di tiap ayat huruf la- membuka kata kerja jawaban: (لَطَمَسْنَا, la-thamasnaa) di 36:66, (لَمَسَخْنَاهُمْ, la-masakhnaahum) di 36:67, (لَجَعَلْنَا, la-ja'alnaa) di 43:60, dan (لَأَرَيْنَاكَهُمْ, la-araynaakahum) di 47:30.

Kata (لَطَمَسْنَا, la-thamasnaa) yang berarti "pastilah Kami menghapus" tersusun dari la- yang menegaskan, kata kerja berakar ط-م-س, dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Kata kerja akar ini muncul lima kali di lima ayat, yaitu 4:47, 10:88, 36:66, 54:37, dan 77:8. Terjemahan memakai "menghapus" di 36:66, di 10:88 pada (اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ, thmis 'alaa amwaalihim) yang berarti "hapuskanlah harta mereka", di 4:47 pada (نَطْمِسَ وُجُوهًا, nathmisa wujuuhan) yang berarti "menghapus wajah-wajah", dan di 77:8 pada (طُمِسَتْ, thumisat) yang berarti "dihapuskan" dengan bintang-bintang sebagai subjeknya. Di 54:37, (فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ, fa-thamasnaa a'yunahum) yang berarti "lalu Kami butakan mata mereka", objeknya langsung tanpa kata 'alaa, sedangkan di 10:88 dan 36:66 objeknya didahului (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas". Terjemahan 36:66 tidak memberi 'alaa kata tersendiri, sama seperti 'alaa pada (عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ, 'alaa afwaahihim) di 36:65.

Kata (أَعْيُنِهِمْ, a'yunihim) yang berarti "mata mereka" berakar ع-ي-ن dan memakai akhiran -him "mereka". Kata ini berbeda dari (أَبْصَارِهِمْ, abshaarihim) di 2:7 yang berarti "penglihatan mereka". Terjemahan memakai "mata" untuk a'yun di 7:179 pada (أَعْيُنٌ, a'yunun), di 18:101 dan 33:19 pada (أَعْيُنُهُمْ, a'yunuhum), dan di 54:37 pada (أَعْيُنَهُمْ, a'yunahum). Di 7:179 kata a'yunun berdampingan dengan (لَا يُبْصِرُونَ, laa yubshiruuna) yang berarti "tidak melihat", sehingga mata dan melihat dua kata yang terpisah, dan di 36:66 keduanya juga dipisah: mata yang dihapus dan kata kerja melihat di akhir ayat.

Kata (فَاسْتَبَقُوا, fa-stabaqu) yang berarti "lalu mereka berlomba-lomba" berakar س-ب-ق, berawalan fa- "lalu", dan berakhiran -uu yang menunjuk beberapa orang. Kata kerja berimbuhan akar ini muncul lima kali di empat surah, yaitu 2:148, 5:48, 12:17, 12:25, dan 36:66. Di tiga dari empat ayat lainnya kata kerjanya diikuti objek langsung yang ditunjuk dengan kata sandang: (الْخَيْرَاتِ, l-khayraati) yang berarti "berbagai kebajikan" di 2:148 dan 5:48, dan (الْبَابَ, al-baaba) yang berarti "pintu" di 12:25 pada (وَاسْتَبَقَا, wa-istabaqaa). Di 36:66 objek langsungnya (الصِّرَاطَ, sh-shiraatha) yang berarti "jalan", sehingga terjemahan memakai "menuju", sama seperti "berlomba ke pintu" di 12:25.

Kata sh-shiraatha dengan kata sandang al- muncul tiga kali, yaitu 1:6, 36:66, dan 37:118. Di 1:6 dan 37:118 kata itu diikuti (الْمُسْتَقِيمَ, l-mustaqiima) yang berarti "yang lurus", dan di 36:66 tidak diikuti sifat apa pun.

Kata (فَأَنَّىٰ, fa-annaa) yang berarti "maka bagaimana" muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 6:95, 10:32, 10:34, 23:89, 29:61, 35:3, 36:66, 39:6, 40:62, 43:87, dan 47:18. Di sembilan ayat kata ini diikuti kata kerja dalam bentuk yang menandai pelaku sebagai pihak yang dikenai, misalnya (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) di 10:34 dan (فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ, fa-annaa tushrafuuna) di 10:32. Di 47:18 kata ini diikuti (لَهُمْ, lahum). Di 36:66 kata ini diikuti (يُبْصِرُونَ, yubshiruuna) yang berarti "mereka melihat", kata kerja yang menunjuk pelaku sebagai pihak yang bertindak. Terjemahan menambahkan "mungkin" dan "dapat" pada "bagaimana", dan kedua kata itu tidak punya kata Arab sendiri. Keduanya dipakai karena pertanyaan ini menyusul pengandaian yang sudah menghapus mata, sehingga yang ditanyakan adalah kemungkinan melihat. Di 36:9, (فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ, fa-aghsyaynaahum fa-hum laa yubshiruuna) yang berarti "lalu Kami menutupi mereka, maka mereka tidak dapat melihat", kata kerja yang sama diterjemahkan dengan "dapat melihat" pula.

Tafsiran

Ayat ini dan 36:67 membuka dua pengandaian berurutan yang sama bentuknya tentang apa yang dapat Kami lakukan. Ayat 36:66 menyebut hilangnya mata, dan 36:67 menyebut hilangnya kemampuan bergerak ke depan dan ke belakang. Tiga ayat berurutan, 36:65 sampai 36:67, masing-masing memuat (عَلَىٰ, 'alaa) diikuti benda milik mereka: (أَفْوَاهِهِمْ, afwaahihim) di 36:65, (أَعْيُنِهِمْ, a'yunihim) di 36:66, dan (مَكَانَتِهِمْ, makaanatihim) di 36:67. Susunan itu tidak dikomentari ayat, tetapi memperlihatkan tiga hal yang diletakkan satu demi satu: mulut, mata, dan tempat berdiri.

Berbeda dari 36:65 yang menyebut apa yang terjadi pada hari ini, 36:66 tidak memuat kata hari ini, dan pengandaian di dalamnya tidak menyatakan apakah perlombaan menuju jalan terjadi pada hari itu atau pada kehidupan sebelumnya. Hilangnya penglihatan di sini hanya pengandaian, sedangkan di 36:9 hal yang sama dinyatakan sudah terjadi: Kami memasang penghalang lalu mereka tidak dapat melihat. Dengan demikian kemampuan melihat disebut dua kali di surah ini, sekali sebagai kenyataan dan sekali sebagai kemungkinan yang tidak dijalankan.

Pengandaian itu berisi sebuah gambaran: orang-orang berlomba menuju jalan setelah matanya dihapus, lalu ditanyakan bagaimana mungkin mereka melihat. Kata jalan di ayat ini memakai kata sandang al-, sehingga dapat dibaca menunjuk jalan yang sudah disebut di 36:61, jalan yang lurus. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab 36:66 sendiri tidak menyebut sifat lurus dan tidak menyebut perintah mengabdi. Bila pembacaan itu dipakai, gambaran di ayat ini berarti perlombaan menuju jalan yang disebut di depan, dilakukan oleh orang yang tidak dapat memastikan arahnya. Pertanyaan penutup ayat tidak dijawab, dan 36:67 langsung membuka pengandaian kedua.

Renungan dan Hikmah

  • Empat ayat dibuka dengan pengandaian bahwa Kami menghendaki, dan tiap ayat menyebut sesuatu yang dapat terjadi: hilangnya mata di 36:66, hilangnya gerak di 36:67, malaikat-malaikat yang dijadikan dari kalian di 43:60, dan orang-orang tertentu yang ditunjukkan kepada pendengar di 47:30. Ayat 47:30 ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mengetahui amal-amal kalian. Keempat pengandaian menyebut kuasa tanpa menyebut bahwa kuasa itu dijalankan. Konteksnya berbeda-beda, sehingga perbandingan dibatasi pada bentuk kalimatnya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah kemampuan yang tidak dipakai tetap menjadi bagian dari gambaran tentang pihak yang memilikinya. Kemampuan apa yang selama ini dianggap pembaca sebagai hak yang tidak mungkin diambil, dan apa yang berubah dalam anggapan itu bila kemampuan itu dibaca sebagai sesuatu yang tidak otomatis ada?
  • Di 36:66 mata yang dihapus dan kata kerja melihat di akhir ayat diletakkan sebagai dua hal yang terpisah, dan di 7:179 kata mata dan tidak melihat juga berdampingan dalam satu kalimat tentang orang yang memiliki mata tetapi tidak memakainya untuk melihat. Di 40:19 Dia disebut mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan dada. Ketiga ayat berbicara tentang hal yang berbeda, sehingga perbandingannya dibatasi pada pemisahan mata dari melihat. Pembaca dapat memperhatikan bahwa memiliki mata dan melihat disebut sebagai dua kemampuan yang dapat terpisah dalam teks. Dalam hal apa pembaca sudah memiliki mata yang terbuka, tetapi belum memakainya untuk melihat?
  • Gambaran di 36:66 adalah perlombaan: orang-orang bergegas menuju jalan, sementara matanya sudah dihapus dalam pengandaian itu. Kata kerja berlomba memakai awalan yang sama dengan perlombaan menuju kebajikan di 2:148 dan 5:48, dan dengan perlombaan menuju pintu di 12:25. Di ketiga ayat itu yang dituju disebut langsung, dan di 36:66 yang dituju adalah jalan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kecepatan dan penglihatan adalah dua hal yang berbeda, dan perlombaan dapat ditempuh dengan kecepatan penuh tanpa penglihatan. Dalam urusan apa dalam hidupnya pembaca berlari lebih cepat daripada kemampuannya memastikan arah, dan apakah pernah ada saat pembaca berhenti untuk melihat lebih dulu?
  • Surah 36 menyebut jalan di 36:4, 36:61, dan 36:66. Di 36:61 jalan itu diberi sifat lurus dan disebut sesudah perintah mengabdi, dan di 36:66 jalan disebut tanpa sifat sebagai tujuan sebuah perlombaan. Teks tidak menyatakan bahwa jalan di 36:66 sama dengan jalan di 36:61, dan pembacaan itu bersifat kemungkinan. Bila dibaca sebagai jalan yang sama, kata yang pernah disebut sebagai tawaran hadir kembali sebagai sesuatu yang dituju. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah kata dapat disebut dua waktu dalam keadaan yang sangat berbeda, sekali ketika ia ditawarkan dan sekali ketika ia dikejar. Pada saat mana dalam hidupnya pembaca pernah mengejar sesuatu yang sebenarnya sudah lama ditawarkan kepadanya?
  • Di 36:9 pelaku yang berbicara dengan kata Kami memasang penghalang lalu mereka tidak dapat melihat, dan di 2:17 Allah melenyapkan cahaya mereka sehingga mereka dalam kegelapan tidak dapat melihat. Di 36:66 kehilangan yang sama hanya menjadi pengandaian. Ketiga ayat memakai kata kerja melihat dalam bentuk yang sama, dan konteksnya berbeda. Pembaca dapat memperhatikan bahwa teks tidak menyamakan kehilangan yang sudah terjadi dengan kehilangan yang baru dikatakan mungkin, dan menempatkannya di tempat yang berlainan. Dalam hidup pembaca, hal apa yang masih berupa kemungkinan hilang dan karena itu terasa jauh, padahal bagi orang lain hal yang sama sudah benar-benar hilang?
  • Di 36:9 akibat hilangnya penglihatan dinyatakan sebagai kalimat berita, mereka tidak dapat melihat, dan di 36:66 akibat yang sama diajukan sebagai pertanyaan, bagaimana mungkin mereka dapat melihat. Pertanyaan itu menyusul pengandaian dan perlombaan, dan jawabannya tidak ditulis. Dua ayat itu berbicara tentang keadaan yang berbeda, satu yang sudah terjadi dan satu yang baru diandaikan, sehingga bentuk kalimatnya saja yang dibandingkan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kesimpulan yang diletakkan sebagai pertanyaan mengajak pendengarnya menyelesaikan kalimat itu sendiri. Bila kalimat itu berhenti pada kata melihat dan jawabannya diserahkan kepada pembaca, jawaban apa yang pertama terlintas, dan dari mana jawaban itu datang?