وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

Dan seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami menghapus penglihatan mereka, lalu mereka berlomba-lomba menuju jalan, maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْwa-law nasyaa'u la-thamasnaa 'alaa a'yunihimdan seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami menghapus penglihatan mereka
  2. فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَfa-stabaqu sh-shiraatha fa-annaa yubshiruunalalu mereka berlomba-lomba menuju jalan, maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
  3. لَطَمَسْنَاla-thamasnaasungguh Kami akan menghapus
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. أَعْيُنِهِمْa'yunihimmata mereka
  6. فَاسْتَبَقُواfa-stabaqumaka mereka berlomba
  7. الصِّرَاطَsh-shiraathajalan itu
  8. فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
  9. يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat

Inti bacaan

Andai dikehendaki, penglihatan bisa dihapus total meski mereka 'berlomba-lomba mencari jalan', pengingat bahwa kemampuan melihat kebenaran adalah anugerah yang tidak boleh dianggap remeh atau otomatis selalu tersedia.

Penjelasan pilihan kata

Tiga tambahan kurung dihapus: '(membutakan)', 'tamasnaa alaa a'yunihim' sudah cukup jelas tanpa kualifikasi tambahan; '(mencari)', 'istabaqu s-siraata' ('berlomba-lomba menuju jalan') diterjemahkan langsung tanpa kata tambahan; '(selamat)', 'as-siraata' ('jalan') dibiarkan polos sesuai bentuknya sendiri dalam teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kuasa Allah yang bisa saja langsung menghapus penglihatan mereka di dunia: sebuah pengingat bahwa penangguhan hukuman bukan ketidakmampuan, melainkan pilihan yang bisa berubah kapan saja.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut seandainya Dia menghendaki, penglihatan mereka bisa Dia hapus. Kemampuannya dinyatakan, tindakannya tidak. Penglihatan yang masih ada tiap pagi ternyata bukan hal yang terjamin dengan sendirinya.
  • Gambaran yang Dia berikan mereka tetap berlomba menuju jalan meski tak melihat. Kebiasaan berjalan tidak langsung hilang. Yang paling menyulitkan bukan kehilangan itu sendiri, melainkan meneruskan kebiasaan lama tanpa alat yang dibutuhkannya.
  • Ayat ditutup dengan pertanyaan bagaimana mungkin mereka melihat. Tidak dijawab. Pertanyaan itu diarahkan kepada yang masih melihat, bukan kepada yang digambarkan di dalamnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.