وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Siapa yang Kami panjangkan umurnya, Kami balikkan dalam penciptaan. Maka, tidakkah mereka berakal?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِwa-man nu'ammirhu nunakkis-hu fi l-khalqisiapa yang Kami panjangkan umurnya, Kami balikkan dalam penciptaan
  2. أَفَلَا يَعْقِلُونَa-fa-laa ya'qiluunamaka, tidakkah mereka berakal

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. نُعَمِّرْهُnu'ammirhuKami memanjangkan umurnya
  3. نُنَكِّسْهُnunakkis-huKami membalikkannya
  4. فِيfidalam
  5. الْخَلْقِl-khalqipenciptaan
  6. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  7. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Susunan (أَفَلَا يَعْقِلُونَ, a-fa-laa ya'qiluuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:68, sedangkan susunan dengan lawan bicara orang kedua muncul 13 kali di 11 surah.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَنْ نُعَمِّرْهُ, wa-man nu'ammirhu) yang berarti "siapa yang Kami panjangkan umurnya". Kata (مَنْ, man) yang berarti "siapa yang" menunjuk orang mana pun yang memenuhi syarat sesudahnya, dan tidak ada kata law di depannya, sehingga kalimatnya memuat pernyataan dan tidak memuat andaian. Kata nu'ammirhu adalah kata kerja pola kedua dari akar ع-م-ر, dengan (نُ, nu-) yang berarti "Kami" dan (هُ, -hu) yang berarti "-nya", yaitu orang yang disebut man. Kata kerja pola kedua dari akar itu muncul di empat ayat, yaitu 2:96, 35:11, 35:37, dan 36:68. Di 2:96 dan 35:11 bentuknya pasif, misalnya (يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ, yawaddu ahaduhum law yu'ammaru alfa sanatin) di 2:96 yang berarti "salah seorang dari mereka menginginkan agar diberi umur seribu tahun". Bentuk aktif dengan Kami sebagai pelaku ada di dua ayat, yaitu 35:37, (أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ, a-wa-lam nu'ammirkum maa yatadzakkaru fiihi man tadzakkara), dan di 36:68. Terjemahan memakai "panjangkan umurnya" di 36:68 dan "memanjangkan umur" di 35:37 untuk kata kerja yang sama.

Kata (نُنَكِّسْهُ, nunakkis-hu) yang berarti "Kami balikkan" adalah kata kerja pola kedua dari akar ن-ك-س, dengan nu- yang berarti "Kami" dan -hu yang berarti "-nya", dan bentuk persisnya muncul satu kali, yaitu di 36:68. Dua kata lain dari akar itu ada di 21:65, (نُكِسُوا عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ, nukisuu 'alaa ru'uusihim), dan di 32:12, (نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ, naakisuu ru'uusihim). Di kedua ayat itu kata kerjanya bergandengan dengan (رُءُوسِهِمْ, ru'uusihim) yang berarti "kepala mereka", dan terjemahan menggabungkan keduanya menjadi "menundukkan kepala". Di 36:68 tidak ada kata kepala dan arah perubahannya tidak dinyatakan, sehingga terjemahan memakai "balikkan" yang tidak menyebut arah. Arah semacam itu ditulis dengan kata lain di tempat lain, misalnya (ضَعْفًا وَشَيْبَةً, dha'fan wa-syaybatan) di 30:54 yang berarti "kelemahan dan uban", dan (وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ, wa-minkum man yuraddu ilaa ardzali l-'umuri) di 16:70 yang berarti "dan di antara kalian ada yang dikembalikan pada usia yang paling hina". Terjemahan 36:68 tidak membawa istilah-istilah itu, karena kata kerjanya sendiri tidak memuatnya.

Kata (فِي الْخَلْقِ, fi l-khalqi) yang berarti "dalam penciptaan" tersusun dari (فِي, fi) yang berarti "dalam" dan (الْخَلْقِ, l-khalqi) yang berarti "penciptaan", dengan kata sandang al- pada khalq. Bentuk persis fi l-khalqi muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 7:69, 35:1, dan 36:68. Di 7:69, (وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً, wa-zaadakum fii l-khalqi basthatan), kata kerja sebelum frasa itu berarti "menambahkan", dan di 35:1, (يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ, yaziidu fii l-khalqi maa yasyaa'u), kata kerjanya juga berarti "menambah". Di 36:68 kata kerjanya "membalikkan". Dua ayat pertama menaruh penambahan di dalam khalq dan ayat ini menaruh pembalikan di tempat yang sama. Terjemahan memakai "dalam penciptaan" tanpa -nya seperti di 7:69, karena kata Arabnya memakai al- tanpa kata ganti.

Kata (أَفَلَا يَعْقِلُونَ, a-fa-laa ya'qiluuna) yang berarti "maka, tidakkah mereka berakal" tersusun dari (أَ, a) yang menandai pertanyaan, (فَ, fa) yang berarti "maka", (لَا, laa) yang berarti "tidak", dan kata kerja ya'qiluuna yang berarti "mereka berakal" dari akar ع-ق-ل. Susunan a-fa-laa ya'qiluuna muncul satu kali, yaitu di 36:68. Susunan yang sama dengan lawan bicara orang kedua, a-fa-laa ta'qiluuna, muncul 13 kali di 11 surah, yaitu di 2:44, 2:76, 3:65, 6:32, 7:169, 10:16, 11:51, 12:109, 21:10, 21:67, 23:80, 28:60, dan 37:138. Di surah yang sama pertanyaan serupa dialamatkan kepada "kalian" di 36:62, (أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ, a-fa-lam takuunuu ta'qiluuna), dan di 36:68 dialamatkan kepada "mereka". Kata mereka di ayat ini melanjutkan mereka di 36:65 sampai 36:67, dan ayat tidak memberi nama lain bagi pihak itu.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pembicaraan dari andaian ke pernyataan umum. Ayat 36:67 berbunyi wa-law nasyaa'u, sekiranya Kami menghendaki, dan melukiskan perubahan bentuk di tempat yang belum tentu terjadi. Ayat 36:68 dibuka wa-man tanpa law, sehingga perubahan yang disebut di sini berlaku atas siapa pun yang umurnya Kami panjangkan. Urutan 36:65 sampai 36:68 berjalan dari kejadian pada hari yang disebut, ke dua andaian tentang mata dan gerak, lalu ke sesuatu yang berlangsung dalam rentang hidup.

Pertanyaan penutupnya berbeda dari pertanyaan di sekitarnya. Di 36:71 pertanyaan menyangkut melihat, (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw), dan di 36:73 menyangkut bersyukur, (أَفَلَا يَشْكُرُونَ, a-fa-laa yasykuruuna), sedangkan di 36:68 pertanyaan menyangkut akal. Ketiganya ada di satu rangkaian yang sama. Bukti yang diajukan ayat ini juga dekat: perubahan itu terjadi pada orang yang umurnya dipanjangkan, sehingga dapat disaksikan pada diri sendiri dan pada orang lain.

Akal dan usia juga bertemu di 40:67. Ayat itu menyebut tahap-tahap kejadian manusia, termasuk (ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا, tsumma li-takuunuu syuyuukhan) yang berarti "kemudian agar kalian menjadi tua", dan ditutup dengan (وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ, wa-la'allakum ta'qiluuna) yang berarti "dan agar kalian berakal". Ayat 40:67 menyebut penuaan sebagai salah satu tahap, dan 36:68 menyebutnya sebagai pembalikan, jadi keduanya tidak menyatakan hal yang sama. Hubungannya terletak pada letak pertanyaan akal: sesudah usia lanjut disebut.

Ayat 35:37 menaruh umur panjang di tempat lain lagi. Di sana kalimat bahwa Kami telah memanjangkan umur kalian diucapkan sebagai pertanyaan kepada orang-orang yang meminta dikeluarkan, dan umur itu disebut cukup bagi orang yang mau mengambil pelajaran untuk mengambil pelajaran. Ayat 35:37 menyebut umur panjang sebagai waktu yang tersedia, dan 36:68 menyebutnya sebagai perubahan yang menyertai. Dua ayat itu menyorot umur panjang dari dua sisi dan tidak saling menafsirkan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut umur panjang sebagai sesuatu yang Kami berikan: siapa yang Kami panjangkan umurnya. Di 35:11, (وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ, wa-maa yu'ammaru min mu'ammarin wa-laa yunqashu min 'umurihi illaa fii kitaabin) yang berarti "dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, kecuali dalam Kitab", ayat itu didahului pernyataan bahwa Allah menciptakan kalian dari tanah dan ditutup dengan pernyataan bahwa semua itu mudah bagi Allah. Ayat 35:11 berbicara tentang pencatatan, sedangkan 36:68 berbicara tentang perubahan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menyusun rencana untuk bertahun-tahun ke depan dapat mengingat bahwa tahun-tahun itu sendiri datang sebagai pemberian, karena di 36:68 yang memanjangkannya adalah Kami, dan 35:11 menaruh pembicaraan tentang umur di tengah pernyataan tentang Allah. Berapa banyak rencana yang bertumpu pada kalimat kalau umur sampai, tanpa pernah dibaca sebagai kalimat tentang pemberian?
  • Di 2:96 ada orang yang menginginkan agar diberi umur seribu tahun, dan ayat itu menutupnya dengan pernyataan bahwa umur panjang itu tidak menjauhkannya dari azab, lalu dengan pernyataan bahwa Allah melihat apa yang mereka kerjakan. Ayat 36:68 menaruh umur panjang pada sisi yang lain, yaitu perubahan yang menyertainya. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi keduanya menyebut umur panjang tanpa menjadikannya tujuan yang berdiri sendiri. Orang yang menginginkan usia panjang dapat membaca keinginan itu bersama kalimat yang menyusulnya di ayat ini. Apa sebenarnya yang diminta ketika seribu tahun dibayangkan, dan apakah permintaan itu sudah memperhitungkan kalimat tentang pembalikan yang menyertainya?
  • Di 7:69 dan 35:1 kata fi l-khalqi dipakai bersama kata kerja menambah, dan di 35:1 yang menambah itu Dia, sesuai apa yang Dia kehendaki. Di 36:68 frasa yang sama dipakai dengan kata kerja membalikkan. Pembaca yang mengalami perubahan pada tubuhnya, seperti tenaga yang berkurang atau ingatan yang melambat, dapat membaca perubahan itu sebagai masih berlangsung di dalam penciptaan dan tidak di luarnya. Ayat ini tidak memerinci perubahan apa yang dimaksud, dan tidak memberi tahu apakah pembalikan itu dirasakan sebagai kehilangan. Perubahan apa pada dirinya yang selama ini dibaca sebagai kerusakan, padahal ayat ini meletakkannya di dalam kata yang sama dengan penambahan?
  • Pertanyaan tentang akal di ayat ini muncul sesudah usia panjang disebut, dan di 40:67 urutannya sama: Dialah yang menciptakan kalian, kemudian disebut agar kalian menjadi tua, dan ayat itu ditutup agar kalian berakal. Dua ayat itu menyebut penuaan dalam bentuk yang berbeda, sebagai tahap di 40:67 dan sebagai pembalikan di 36:68, sehingga keduanya tidak disamakan. Orang yang memperhatikan orang tua di sekitarnya, atau memperhatikan perubahan pada dirinya sendiri, dapat menyadari bahwa bahan untuk pertanyaan akal itu sudah tersedia tanpa perlu dicari ke tempat jauh. Kesimpulan apa yang sudah ditarik dari perubahan yang terlihat, dan kapan terakhir kali kesimpulan itu diperiksa?
  • Di 35:37 orang-orang yang berteriak di dalam api diberi pertanyaan bahwa Kami telah memanjangkan umur mereka, cukup bagi yang mau mengambil pelajaran untuk mengambil pelajaran, dan pemberi peringatan sudah datang. Ayat itu juga memuat seruan mereka, (رَبَّنَا أَخْرِجْنَا, rabbanaa akhrijnaa) yang berarti "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami". Ayat 36:68 tidak memuat adegan itu, dan keduanya berbeda konteks. Keduanya menyebut umur panjang, yang satu sebagai waktu yang sempat dipakai atau tidak, yang lain sebagai perubahan yang menyertai. Pembaca dapat menghitung tahun-tahun yang sudah diberikan kepadanya. Dari tahun-tahun itu, berapa yang sempat dipakai untuk apa yang di 35:37 disebut berpikir?
  • Ayat ini memakai kata man, siapa yang, dan tidak memakai nama atau golongan. Kata itu berlaku bagi orang mana pun yang umurnya dipanjangkan, termasuk pembaca. Tidak ada pengecualian yang dicantumkan. Kata man tidak menyebut golongan, sehingga pembaca tidak punya tempat untuk menaruh dirinya di luar syaratnya, yaitu umur yang dipanjangkan. Pada usia berapa pembaca mulai membaca kalimat siapa yang Kami panjangkan umurnya sebagai kalimat tentang dirinya sendiri, dan apa yang berubah dalam cara membacanya sejak saat itu?