وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya, dan itu tidaklah pantas baginya. Ia tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur'an yang jelas,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُwa-maa allamnaahu sh-shi'ra wa-maa yanbaghii lahudan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya, dan itu tidaklah pantas baginya
- إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌin huwa illaa dzikrun wa-qur'aanun mubiinunia tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur'an yang jelas
Aplikasi
Penegasan penting: Nabi tidak diajarkan syair dan itu tidak pantas baginya, wahyu ini murni 'pelajaran dan Al-Qur'an yang jelas', bukan karya sastra manusiawi, sebuah pembeda kategori yang menolak tuduhan skeptis tentang asal-usul pesan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..