وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya, dan itu tidaklah pantas baginya. Ia tidak lain kecuali peringatan dan Al-Qur'an yang jelas,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُwa-maa 'allamnaahu sy-syi'ra wa-maa yanbaghii lahudan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya, dan itu tidaklah pantas baginya
  2. إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌin huwa illaa dzikrun wa-qur'aanun mubiinunia tidak lain kecuali peringatan dan Al-Qur'an yang jelas

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. عَلَّمْنَاهُ'allamnaahuKami mengajarinya
  3. الشِّعْرَsy-syi'rasyair
  4. وَمَاwa-maadan tidaklah
  5. يَنْبَغِيyanbaghiipantas
  6. لَهُlahubaginya
  7. إِنْintidaklah
  8. هُوَhuwaia
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. ذِكْرٌdzikrunperingatan
  11. وَقُرْآنٌwa-qur'aanundan bacaan
  12. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Bentuk (قُرْآنٌ, qur'aanun) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:69, 56:77, dan 85:21.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا عَلَّمْنَاهُ, wa-maa 'allamnaahu) yang berarti "dan Kami tidak mengajarkan kepadanya". Kata maa yang berarti "tidak" menyangkal kata kerja 'allamnaa yang berarti "Kami ajarkan", dari akar ع-ل-م, dan (هُ, -hu) yang berarti "kepadanya" menunjuk penerima pengajaran. Penerima itu tidak dinamai di ayat ini. Bentuk 'allamnaahu muncul empat kali di empat surah, yaitu di 12:68, 18:65, 21:80, dan 36:69. Di tiga yang lain pengajaran Kami berisi sesuatu: (لِمَا عَلَّمْنَاهُ, li-maa 'allamnaahu) di 12:68 yang berarti "karena apa yang Kami ajarkan kepadanya" berhubungan dengan ilmu, (وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا, wa-'allamnaahu min ladunnaa 'ilman) di 18:65 yang berarti "dan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami", dan (وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ, wa-'allamnaahu shan'ata labuusin) di 21:80 yang berarti "dan Kami ajarkan kepadanya cara membuat baju besi". Di 36:69 pengajaran syair disangkal.

Kata (الشِّعْرَ, sy-syi'ra) yang berarti "syair" berakar ش-ع-ر dan memakai kata sandang al-. Sebagai kata benda yang berarti syair, kata ini ada di 36:69 saja. Tulisan yang mirip di 53:49 adalah nama diri yang berbeda, dan tidak dihitung di sini. Pelaku dari akar yang sama, (شَاعِرٌ, syaa'irun) yang berarti "penyair", muncul di empat ayat, yaitu 21:5, 37:36, 52:30, dan 69:41. Di tiga yang pertama kata itu berada dalam ucapan orang lain yang dikutip: (بَلْ هُوَ شَاعِرٌ, bal huwa syaa'irun) di 21:5, (لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ, li-syaa'irin majnuunin) di 37:36, dan (يَقُولُونَ شَاعِرٌ, yaquuluuna syaa'irun) di 52:30. Di 69:41 kata itu dinafikan, (وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ, wa-maa huwa bi-qawli syaa'irin) yang berarti "dan itu bukanlah perkataan seorang penyair". Ayat 36:69 memakai kata benda syair dan tidak memakai kata penyair, dan tidak mengutip ucapan siapa pun.

Kata (يَنْبَغِي, yanbaghii) dalam (وَمَا يَنْبَغِي لَهُ, wa-maa yanbaghii lahu) berarti "dan itu tidaklah pantas baginya". Kata kerja yanbaghii berakar ب-غ-ي, dan muncul enam kali di lima surah, yaitu di 19:92, 25:18, 26:211, 36:40, 36:69, dan 38:35. Rangkaian wa-maa yanbaghii ada di tiga ayat, yaitu 19:92, 26:211, dan 36:69. Di 26:211, (وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ, wa-maa yanbaghii lahum wa-maa yastathii'uuna) yang berarti "dan tidak pantas bagi mereka, dan mereka pun tidak sanggup", kepantasan dan kesanggupan disebut berdampingan. Di 36:69 hanya kepantasan yang disebut, dan terjemahan memakai "pantas" seperti di 26:211. Pelaku kalimatnya tidak tertulis, dan terbaca dari kalimat sebelumnya, yaitu syair.

Bagian kedua dibuka dengan (إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ, in huwa illaa dzikrun) yang berarti "ia tidak lain kecuali peringatan". Kata (إِنْ, in) yang berarti "tidak" dan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" membentuk rumus "tidak lain kecuali". Rumus in huwa illaa muncul 11 kali di 10 surah, yaitu di 6:90, 7:184, 12:104, 23:25, 23:38, 34:46, 36:69, 38:87, 43:59, 53:4, dan 81:27, dan disusul dzikrun di empat ayat, yaitu 12:104, 36:69, 38:87, dan 81:27. Di tiga yang lain kata dzikrun disusul (لِلْعَالَمِينَ, li-l-'aalamiina) yang berarti "bagi seisi alam", sedangkan di 36:69 disusul (وَقُرْآنٌ مُبِينٌ, wa-qur'aanun mubiinun) yang berarti "dan Al-Qur'an yang jelas". Bentuk persis dzikrun muncul 10 kali di delapan surah, yaitu di 7:63, 7:69, 12:104, 21:50, 36:69, 38:49, 38:87, 43:44, 68:52, dan 81:27, dan terjemahan memakai "peringatan" di semuanya. Kata ganti huwa, yang berarti "ia", tidak punya rujukan yang dinamai di ayat ini.

Bentuk persis (قُرْآنٌ, qur'aanun) berakar ق-ر-ء dan muncul tiga kali, yaitu di 36:69, 56:77, dan 85:21. Di 56:77, (إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ, innahu la-qur'aanun kariimun) berarti "sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur'an yang mulia", dan di 85:21, (بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ, bal huwa qur'aanun majiidun) berarti "bahkan itu Al-Qur'an yang luhur". Terjemahan memakai "Al-Qur'an" di ketiganya, dan sifat yang menyertainya berbeda: mubiin, kariim, dan majiid. Kata (مُبِينٌ, mubiinun) berakar ب-ي-ن. Terjemahan memakai "jelas" bila kata itu menyifati bacaan atau penyampaian, seperti di 36:69 dan di 36:17, (الْبَلَاغُ الْمُبِينُ, l-balaaghu l-mubiinu) yang berarti "penyampaian yang jelas", dan memakai "nyata" bila menyifati hal lain, seperti di 36:60, (عَدُوٌّ مُبِينٌ, 'aduwwun mubiinun) yang berarti "musuh yang nyata".

Tafsiran

Ayat ini menyangkal dua hal dan menegaskan satu. Dua penyangkalan pertama menyangkut asal dan kepantasan: Kami tidak mengajarkan syair, dan syair itu tidak pantas baginya. Penegasannya menyangkut isi: apa yang ada itu peringatan dan Al-Qur'an yang jelas. Tuduhan yang disangkal ada di tempat lain dan dikutip sebagai ucapan orang, yaitu bahwa dia penyair di 21:5 dan 52:30 serta penyair gila di 37:36. Ayat 69:41 menyangkal dari sisi perkataan, yaitu perkataan seorang penyair. Ayat 36:69 menyangkal dari sisi pengajaran dan kepantasan, sehingga dua ayat itu menyangkal satu tuduhan lewat dua pintu yang berbeda.

Surah ini memakai dua nama yang sama di awalnya. Ayat 36:2, (وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ, wa-l-qur'aani l-hakiimi) yang berarti "demi Al-Qur'an yang penuh hikmah", membuka surah dengan nama Al-Qur'an. Ayat 36:11, (إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ, innamaa tundziru mani ttaba'a dz-dzikra), menyebut peringatan itu sebagai sesuatu yang diikuti oleh orang yang menerima peringatan. Ayat 36:69 menaruh kedua nama itu berdampingan, dzikr dan qur'an, dan karena itu mengikat pembicaraan menjelang akhir surah ini dengan awalnya.

Letaknya di antara ayat sebelum dan sesudahnya juga berarti. Ayat 36:68 baru saja bertanya apakah mereka berakal, dan 36:69 menyebut apa yang ditawarkan kepada akal itu. Ayat 36:70 dibuka dengan li-, yang berarti "agar", sehingga dua ayat itu satu kalimat yang berjalan dari asal dan isi menuju tujuan. Terjemahan menandainya dengan koma di ujung 36:69 dan huruf kecil di awal 36:70. Sesudah itu 36:71 membuka rangkaian baru yang bertanya tentang hewan ternak.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menaruh pengajaran di tangan Kami dan menyangkal bahwa syair termasuk yang diajarkan. Di 56:80, (تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ, tanziilun min rabbi l-'aalamiina) yang berarti "diturunkan dari Tuhan seisi alam", ayat yang memuat Al-Qur'an yang mulia ditutup dengan penyebutan asal yang sama. Dua ayat itu berbeda, karena 56:80 menyebut penurunan dan 36:69 menyebut pengajaran, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memeriksa kalimat-kalimat yang sering dipegangnya sebagai miliknya, dan memisahkan yang dikarang sendiri dari yang diterima dari orang lain atau dari pengalaman. Dari kalimat yang dipegangnya sebagai pendapat sendiri, mana yang sebenarnya datang dari luar, dan apakah asalnya pernah disebut?
  • Ayat ini hanya menyebut kata pantas, dan tidak menyebut kata sanggup. Di 26:211 kedua kata itu berdampingan untuk setan-setan, tidak pantas bagi mereka dan mereka pun tidak sanggup, setelah 26:192 menyebut bahwa Al-Qur'an diturunkan oleh Tuhan seisi alam. Ayat 26:211 membicarakan setan-setan dan 36:69 membicarakan syair, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menolak sebuah pekerjaan dengan alasan tidak mampu dapat menimbang bahwa ayat ini memilih kata yang berbeda, yaitu kepantasan. Penolakan terhadap pekerjaan, jabatan, atau pujian bisa berasal dari dua sumber yang tidak sama. Dari hal-hal yang selama ini dijawab saya tidak bisa, mana yang sebenarnya dijawab dengan saya tidak pantas, dan mana yang sebaliknya?
  • Ayat ini memberi dua nama bagi isi yang sama, peringatan dan Al-Qur'an yang jelas, dan keduanya dihubungkan dengan huruf dan. Di 81:27 sampai 81:29 nama peringatan itu disusul dua keterangan: bagi seisi alam, lalu bagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan lurus, lalu kalimat bahwa kalian tidak menghendaki kecuali jika Allah, Tuhan seisi alam, menghendaki. Ayat 36:69 tidak memuat keterangan-keterangan itu, dan keduanya tidak disamakan. Pembaca yang membaca untuk dibuat kagum oleh kalimat yang indah dapat membandingkan dengan nama kedua, yang menyebut isi sebagai peringatan. Bagian bacaan mana yang membuatnya berhenti lalu mengingat sesuatu, dan bagian mana yang berhenti pada keindahannya?
  • Ayat ini menyanggah tanpa mengutip tuduhan dan tanpa membalasnya dengan tuduhan. Isinya tiga hal: asal pengajaran, kepantasan, dan isi. Tuduhan yang disanggah, yaitu dia penyair, penyair gila, dan penyair yang kematiannya ditunggu, dikutip di 21:5, 37:36, dan 52:30 sebagai ucapan mereka. Ketiga ayat itu memuat tuduhan, sedangkan 36:69 memuat jawaban, dan jawaban itu tidak memakai kata-kata tuduhan. Pembaca yang pernah dituduh dapat menimbang jawabannya sendiri. Apa isi jawabannya ketika dituduh, penjelasan tentang asal, tentang kepantasan, dan tentang isi, atau nada yang naik lebih dulu daripada ketiganya?
  • Di tiga ayat lain Kami mengajarkan sesuatu: ilmu di 12:68, ilmu dari sisi Kami di 18:65, dan cara membuat baju besi di 21:80. Di 36:69 pengajaran yang disebut adalah syair, dan ayat ini menyangkalnya. Daftar yang diajarkan dan yang tidak itu tidak disusun ayat ini sendiri, tetapi terbaca ketika empat ayat dibandingkan. Pembaca yang dipuji karena sebuah kemampuan dapat memperhatikan bahwa kemampuan semacam itu, menurut ayat-ayat tersebut, ada yang dijelaskan asalnya dan ada yang disangkal. Kemampuan apa yang selama ini dipegang sebagai bakat sendiri, dan apa yang berubah dalam cara memegangnya bila asalnya disebut sebagai sesuatu yang diajarkan?
  • Sifat yang disematkan pada bacaan di ayat ini adalah jelas, dan sifat yang sama dipakai di 26:195, (بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ, bi-lisaanin 'arabiyyin mubiinin) yang berarti "dengan bahasa Arab yang jelas". Di 26:195 kejelasan menyangkut bahasanya, sedangkan di 36:69 menyangkut bacaan sebagai keseluruhan, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Pembaca yang menemukan bagian bacaan yang terasa gelap dapat membaca keluhan itu bersama kata jelas di kedua ayat. Kata itu bisa menjadi ukuran bagi bacaan, dan bisa pula menjadi pertanyaan tentang cara membacanya. Bagian bacaan mana yang selama ini terasa gelap, dan pernahkah dibaca ulang dengan kata jelas di ayat ini sebagai pegangan?