لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ
agar ia memberi peringatan kepada orang yang hidup dan agar berlaku perkataan atas orang-orang kafir.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَli-yundzira man kaana hayyan wa-yahiqqa l-qawlu 'ala l-kaafiriinaagar ia memberi peringatan kepada orang yang hidup dan agar berlaku perkataan atas orang-orang kafir
Terjemahan per kata (8 kata)
- لِيُنْذِرَli-yundziraagar memperingatkan
- مَنْmanorang yang
- كَانَkaanaadalah
- حَيًّاhayyanhidup
- وَيَحِقَّwa-yahiqqadan agar tegak
- الْقَوْلُl-qawluperkataan
- عَلَى'alaatas
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
Inti bacaan
Bentuk (حَيًّا, hayyan) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 19:15, 19:31, 19:33, 19:66, dan 36:70.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيُنْذِرَ, li-yundzira) yang berarti "agar ia memberi peringatan". Awalan (لِ, li-) yang berarti "agar" menyambung ayat ini dengan 36:69, dan kata kerja yundzira berakar ن-ذ-ر, dari pola keempat, dengan pelaku tunggal laki-laki. Bentuk li-yundzira tanpa akhiran muncul empat kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:2, 36:70, 40:15, dan 46:12. Pelakunya tidak disebut sama di keempat ayat itu. Di 18:2, (قَيِّمًا لِيُنْذِرَ, qayyiman li-yundzira), kata kerja itu mengikuti sifat Kitab yang disebut di 18:1, dan di 46:12, (كِتَابٌ مُصَدِّقٌ لِسَانًا عَرَبِيًّا لِيُنْذِرَ, kitaabun mushaddiqun lisaanan 'arabiyyan li-yundzira), kata kerja itu mengikuti kalimat tentang Kitab yang membenarkan. Di 40:15 kata kerjanya mengikuti kalimat tentang Ruh yang diturunkan kepada siapa yang dikehendaki. Dengan akhiran -kum, bentuk (لِيُنْذِرَكُمْ, li-yundzirakum) di 7:63 dan 7:69 mengikuti (رَجُلٍ مِنْكُمْ, rajulin minkum) yang berarti "seorang laki-laki dari kalian". Di 36:70 pelakunya tidak dinamai, dan terjemahan memakai kata ganti "ia" agar pilihan itu tetap terbuka.
Kata (مَنْ كَانَ حَيًّا, man kaana hayyan) yang berarti "orang yang hidup" tersusun dari man yang berarti "orang yang", kaana yang berarti "adalah", dan (حَيًّا, hayyan) yang berarti "hidup", dari akar ح-ي-ي. Bentuk persis hayyan muncul lima kali di dua surah, yaitu di 19:15, 19:31, 19:33, 19:66, dan 36:70. Di empat ayat dari surah 19 kata itu menerangkan keadaan seseorang pada satu saat, misalnya (مَا دُمْتُ حَيًّا, maa dumtu hayyan) di 19:31 yang berarti "sepanjang hayatku", dan (يُبْعَثُ حَيًّا, yub'atsu hayyan) di 19:15 yang berarti "dibangkitkan hidup". Di 36:70 kata itu menyifati golongan lewat kata kerja kaana. Kata kaana yang disusul sifat hidup atau mati hanya berpasangan dua kali, yaitu di 36:70 dan di 6:122, (أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا, a-wa-man kaana maytan) yang berarti "apakah orang yang tadinya mati". Kata hidup di 36:70 tidak dijelaskan, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan apa pun tentang jenis hidupnya.
Kata (وَيَحِقَّ, wa-yahiqqa) yang berarti "dan agar berlaku" tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan" dan kata kerja yahiqqa dari akar ح-ق-ق. Morfologi korpus menandai yundzira dan yahiqqa sama-sama sebagai bentuk sesudah li-, jadi keduanya adalah tujuan yang digandengkan. Bentuk persis yahiqqa muncul satu kali, yaitu di 36:70. Kata kerja dari akar ح-ق-ق dengan (الْقَوْلُ, l-qawlu) yang berarti "perkataan" sebagai pokoknya muncul di delapan ayat, yaitu 17:16, 28:63, 32:13, 36:7, 36:70, 37:31, 41:25, dan 46:18. Susunan haqqa l-qawlu dalam bentuk lampau muncul dua kali, yaitu di 32:13, (حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي, haqqa l-qawlu minnii) yang berarti "telah pasti perkataan dari-Ku", dan di 36:7, (لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ, la-qad haqqa l-qawlu 'alaa aktsarihim) yang berarti "sungguh, telah berlaku perkataan atas kebanyakan mereka". Di 37:31 pemilik perkataan itu disebut, (قَوْلُ رَبِّنَا, qawlu rabbinaa) yang berarti "perkataan Tuhan kami". Terjemahan memakai "perkataan" untuk qawlu di 36:70 seperti di 27:82, 27:85, 32:13, 36:7, 37:31, dan 46:18, dan memakai "berlaku" untuk yahiqqa seperti untuk haqqa di 36:7.
Kata (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) yang berarti "orang-orang kafir" berakar ك-ف-ر. Rangkaian (عَلَى الْكَافِرِينَ, 'ala l-kaafiriina) yang berarti "atas orang-orang kafir" muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu di 2:89, 5:54, 7:50, 16:27, 19:83, 25:26, 36:70, 39:71, 69:50, dan 74:10. Dari sepuluh ayat itu, 36:70 dan 39:71 memadukannya dengan kata kerja haqqa, dan di 39:71 bunyinya (حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ, haqqat kalimatu l-'adzaabi 'alaa l-kaafiriina), dengan kalimat azab sebagai pokoknya. Di 36:70 pokoknya perkataan, dan ayat ini tidak menyebut siapa saja yang termasuk dalam golongan itu.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua tujuan yang digandengkan untuk satu isi, yaitu peringatan dan Al-Qur'an yang jelas dari 36:69. Tujuan pertama menjangkau orang yang hidup dengan peringatan, dan tujuan kedua membuat perkataan berlaku atas orang-orang kafir. Dua tujuan itu ditulis dalam satu kalimat dengan huruf dan, dan ayat tidak memberi urutan waktu atau sebab di antaranya.
Urutan ini sudah ada di awal surah. Di 36:6, (لِتُنْذِرَ قَوْمًا, li-tundzira qawman) yang berarti "agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum", peringatan disebut lebih dulu, dan di 36:7 perkataan berlaku atas kebanyakan mereka dengan akibat bahwa mereka tidak beriman. Di 36:69 dan 36:70 surah ini mengulang susunan itu: nama bacaan, peringatan, lalu perkataan yang berlaku. Dengan 36:2, yang membuka surah dengan nama Al-Qur'an, surah ini menyebut nama bacaan serta urutan peringatan lalu perkataan yang berlaku di awalnya, dan mengulangnya menjelang akhirnya.
Ayat 36:11 menyebut siapa yang mendapat manfaat dari peringatan lewat perbuatannya, yaitu orang yang mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya. Ayat 36:70 menyebut orang itu lewat keadaannya, yaitu hidup. Keduanya tidak disamakan, tetapi sama-sama menyebut penerima peringatan dengan kata man. Di 35:22 hidup dan mati disebut berdampingan dalam pembicaraan tentang mendengar, dan di 6:122 mati dan hidup disebut berdampingan dalam pembicaraan tentang cahaya. Ayat 36:70 tidak memuat kata mendengar atau cahaya, jadi hubungan itu hanya dapat dibaca sebagai kemungkinan dan tidak sebagai penjelasan ayat ini.
Sesudah ayat ini 36:71 beralih ke pertanyaan tentang melihat, dan pembicaraan surah pindah dari bacaan ke hewan ternak.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh dua tujuan dalam satu kalimat: peringatan sampai kepada yang hidup, dan perkataan berlaku atas orang-orang kafir. Kalimat itu tidak memilih salah satunya sebagai tujuan sebenarnya, dan tidak menyebut urutan waktu di antara keduanya. Di 36:6 dan 36:7 dua hal yang sama muncul berdekatan, yaitu peringatan kepada suatu kaum dan perkataan yang berlaku atas kebanyakan mereka. Orang yang menyampaikan nasihat dapat memperhatikan bahwa bacaan yang sama menghasilkan dua akibat sekaligus. Sampainya peringatan tidak otomatis berarti diterimanya, dan diterimanya tidak menjadi syarat bagi sampainya. Dalam hal apa pembaca selama ini mengukur nasihat dari penerimaannya, dan tidak dari sampainya?
- Kata hidup di ayat ini menyifati orang yang diberi peringatan, dan ayat tidak menjelaskan jenis hidupnya. Di 35:22, (وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ, wa-maa yastawi l-ahyaa'u wa-la l-amwaatu) yang berarti "dan tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati", pernyataan itu disusul kalimat bahwa Allah memperdengarkan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Ayat 35:22 berbicara tentang pendengaran dan 36:70 tentang peringatan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membaca kata hidup di 36:70 bersama kalimat itu sebagai kemungkinan dan tidak sebagai kepastian, karena 36:70 tidak memuat kata mendengar. Kapan terakhir kali sebuah peringatan terdengar sebagai peringatan, dan bukan sebagai gangguan?
- Ayat ini menyebut orang-orang kafir sebagai golongan yang atasnya perkataan berlaku, dan tidak mencantumkan nama atau ciri yang memudahkan penunjukan. Di 39:71 golongan yang sama disebut dalam kalimat tentang kalimat azab yang pasti, dan di sana pun tidak ada nama. Ayat 39:71 dan 36:70 menyebut pokok yang berbeda, kalimat azab dan perkataan, sehingga tidak disamakan. Pembaca yang pernah memakai kata itu untuk menyebut orang tertentu dapat memeriksa dari mana penilaiannya diambil. Siapa yang selama ini dimasukkan ke golongan itu atas dasar penilaian sendiri, padahal ayat ini tidak mencantumkan nama?
- Pelaku kata yundzira tidak dinamai di ayat ini, dan di ayat lain pelaku itu berganti-ganti. Di 7:69 pelakunya terbaca dari seorang laki-laki yang disebut sebelumnya, setelah ayat itu menyebut peringatan dari Tuhan kalian. Di 46:12 benda yang disebut sebelumnya adalah kitab. Di 40:15 Pemilik Arasy menurunkan Ruh kepada sebagian hamba-Nya, dan peringatan akan hari pertemuan disebut sebagai tujuannya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa peringatan datang lewat orang dan juga lewat tulisan. Peringatan apa yang terakhir diterima lewat bacaan, dan apakah bacaan itu pernah dihitung sebagai pemberi peringatan?
- Kalimat tentang perkataan yang berlaku di ayat ini berdiri tanpa pemilik. Di 37:31 perkataan itu bertuan, qawlu rabbinaa, yaitu perkataan Tuhan kami, dan di 32:13 pembicaranya berkata dari-Ku. Tiga ayat itu memuat tiga keadaan yang berbeda, sehingga tidak dilebur menjadi satu. Pembaca dapat melihat bahwa kalimat serupa bisa dibaca dengan pemilik yang diisi menurut dugaan, padahal dua ayat lain menaruh pemilik itu secara tertulis. Selama ini pemilik perkataan itu dibayangkan sebagai siapa, dan dari ayat mana gambaran tersebut berasal?
- Dalam ayat ini perkataan yang berlaku atas orang-orang kafir tidak membatalkan tujuan pertama, peringatan bagi yang hidup. Kedua tujuan disebut berdampingan, dan yang kedua tidak dijadikan alasan untuk menghapus yang pertama. Di 36:6 peringatan disebut lebih dulu, dan di 36:7 akibat yang berbeda disebut sesudahnya, tanpa kalimat yang menyuruh berhenti memperingatkan. Orang yang pernah menyampaikan sesuatu dan tidak mendengar tanggapan dapat membaca urutan itu sebagai catatan bahwa penyampaian dan hasil berada dalam dua kalimat yang berbeda. Berapa kali sebuah penyampaian dihentikan karena hasilnya tampak sudah ditentukan, padahal tujuan pertamanya masih ada?