أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

Tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari apa yang dikerjakan tangan Kami, lalu mereka menjadi pemiliknya?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًاa-wa-lam yaraw annaa khalaqnaa lahum mimmaa 'amilat aydiinaa an'aamantidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari apa yang dikerjakan tangan Kami
  2. فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَfa-hum lahaa maalikuunalalu mereka menjadi pemiliknya

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. أَنَّاannaabahwa Kami
  4. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  5. لَهُمْlahumbagi mereka
  6. مِمَّاmimmaadari apa yang
  7. عَمِلَتْ'amilatdikerjakan
  8. أَيْدِينَاaydiinaatangan Kami
  9. أَنْعَامًاan'aamanhewan ternak
  10. فَهُمْfa-hummaka mereka
  11. لَهَاlahaabaginya
  12. مَالِكُونَmaalikuunayang memiliki

Inti bacaan

Bentuk (مَالِكُونَ, maalikuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:71.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw) yang berarti "tidakkah mereka melihat". Kata itu tersusun dari (أَ, a) yang menandai pertanyaan, (وَ, wa), (لَمْ, lam) yang berarti "tidak", dan kata kerja yaraw yang berarti "mereka melihat" dari akar ر-أ-ي. Huruf wa di tengahnya tidak punya kata sendiri dalam terjemahan. Rangkaian a-wa-lam yaraw muncul di 13:41, 16:48, 17:99, 26:7, 29:19, 29:67, 30:37, 32:27, 36:71, 41:15, 46:33, dan 67:19. Disusul kata (أَنَّا, annaa) yang berarti "bahwa Kami", rangkaian itu ada di 13:41, 29:67, 32:27, dan 36:71. Di ayat-ayat itu yang diminta untuk dilihat berbeda-beda: bumi yang dikurangi tepinya di 13:41, tanah suci yang aman di 29:67, air yang digiring ke tanah tandus di 32:27, dan hewan ternak di 36:71. Surah ini juga memuat bentuk tanpa wa di 36:31, (أَلَمْ يَرَوْا, a-lam yaraw).

Kata (خَلَقْنَا لَهُمْ, khalaqnaa lahum) yang berarti "Kami telah menciptakan untuk mereka" tersusun dari kata kerja khalaqnaa, dari akar خ-ل-ق, dan (لَهُمْ, lahum) yang berarti "untuk mereka". Rangkaian khalaqnaa lahum muncul dua kali, dan keduanya berada di surah ini, yaitu di 36:42, (وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ, wa-khalaqnaa lahum min mitslihi maa yarkabuuna) yang berarti "dan Kami ciptakan untuk mereka dari jenis serupa itu, apa yang mereka kendarai", dan di 36:71. Rangkaian annaa khalaqnaa muncul tiga kali, yaitu di 19:67, 36:71, dan 36:77. Di 19:67 dan 36:77 Kami menciptakan manusia, lewat (خَلَقْنَاهُ, khalaqnaahu) yang berarti "Kami menciptakannya", dan di 36:71 Kami menciptakan hewan ternak.

Rangkaian (مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا, mimmaa 'amilat aydiinaa) berarti "dari apa yang dikerjakan tangan Kami". Kata (مِمَّا, mimmaa) tersusun dari min yang berarti "dari" dan maa yang berarti "apa yang". Kata kerja 'amilat berakar ع-م-ل dan muncul lima kali dalam bentuk ini, yaitu di 3:30, 16:111, 36:35, 36:71, dan 39:70. Di 3:30, 16:111, dan 39:70 pelakunya jiwa. Di 36:35, (وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ, wa-maa 'amilat-hu aydiihim) yang berarti "dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka", pelakunya tangan manusia, dan di 36:71 pelakunya tangan Kami. Terjemahan memakai "dikerjakan" untuk 'amilat di kelima ayat itu. Kata (أَيْدِينَا, aydiinaa) yang berarti "tangan Kami" muncul tiga kali, yaitu di 9:52, 19:64, dan 36:71. Di 9:52 dan 19:64 akhiran -naa menunjuk pembicara dalam ucapan yang dikutip, dan di 36:71 akhiran itu menunjuk Kami. Cara kerja tangan itu tidak dirinci, dan terjemahan tidak menafsirkannya.

Kata (أَنْعَامًا, an'aaman) yang berarti "hewan-hewan ternak" berakar ن-ع-م. Bentuk persis an'aaman muncul dua kali, yaitu di 36:71 dan di 25:49, (وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ, wa-nusqiyahu mimmaa khalaqnaa an'aaman wa-anaasiyya) yang berarti "dan memberi minum kepada sebagian apa yang Kami ciptakan, berupa hewan-hewan ternak dan manusia". Di kedua ayat itu an'aaman mengikuti kata kerja khalaqnaa.

Kata (فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ, fa-hum lahaa maalikuuna) yang berarti "lalu mereka menjadi pemiliknya" tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "lalu", (هُمْ, hum) yang berarti "mereka", (لَهَا, lahaa) yang berarti "baginya", dan (مَالِكُونَ, maalikuuna) yang berarti "pemilik", dari akar م-ل-ك. Kata ganti -haa menunjuk an'aaman. Bentuk persis maalikuuna muncul satu kali. Kata maalik dalam bentuk lain ada di tiga ayat: (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ, maaliki yawmi d-diini) di 1:4 yang berarti "Pemilik Hari Pertanggungjawaban", (مَالِكَ الْمُلْكِ, maalika l-mulki) di 3:26 yang berarti "Pemilik kekuasaan", dan (يَا مَالِكُ, yaa maaliku) di 43:77 yang berarti "wahai Malik". Di 1:4 dan 3:26 pemilik itu Allah, dan di 43:77 kata itu dipakai dalam seruan. Di 36:71 pemiliknya manusia, dan yang dimiliki hewan ternak.

Tafsiran

Ayat ini membuka rangkaian tentang hewan ternak yang berlanjut di 36:72 dan 36:73. Tiga ayat itu berjalan dari melihat, ke menciptakan dan memiliki, ke menundukkan, lalu ke manfaat dan pertanyaan tentang bersyukur. Ayat 36:71 menaruh pemilikan sesudah penciptaan, dengan kata lalu yang menghubungkannya: Kami menciptakan, lalu mereka menjadi pemilik.

Rumus tanda di surah ini berganti di sini. Di 36:33, 36:37, dan 36:41 tanda disebut dengan (وَآيَةٌ لَهُمُ, wa-aayatun lahumu) yang berarti "dan suatu tanda bagi mereka", sebagai pernyataan. Di 36:71 tanda itu berbentuk pertanyaan, a-wa-lam yaraw, dan di 36:73 pertanyaan yang kedua menyusul tentang bersyukur. Pertanyaan tentang melihat muncul tiga kali di surah ini, yaitu di 36:31, 36:71, dan 36:77. Di 36:31 yang diminta untuk dilihat generasi yang dibinasakan, dan di 36:77 manusia yang diciptakan dari setetes mani. Di 36:71 pembaca diminta melihat hewan ternak.

Ayat 36:42 sudah menyebut Kami menciptakan bagi mereka apa yang mereka kendarai, sesudah 36:41 menyebut kapal. Ayat 36:71 dan 36:72 mengulang pola itu dengan hewan: diciptakan bagi mereka, lalu menjadi tunggangan. Dua rangkaian itu berjauhan dalam surah yang sama dan memakai kata khalaqnaa lahum yang sama.

Tangan juga muncul di dua tempat. Di 36:35 buah dan hasil tangan mereka disebut dalam satu kalimat, dan di 36:71 hewan ternak disebut sebagai hasil tangan Kami. Ayat 36:71 tidak membandingkan keduanya. Ayat 36:72 sesudahnya menyebut penundukan, dan ayat itu menyebut dua kegunaan hewan yang diciptakan dan dimiliki itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini membuka dengan pertanyaan tentang melihat, dengan hewan ternak sebagai bahan yang dilihat. Di 32:27 pertanyaan yang sama menyebut air yang digiring ke tanah tandus dan hewan ternak yang makan dari tanaman yang tumbuh, lalu ditutup dengan pertanyaan apakah mereka tidak melihat. Ayat 32:27 menyebut air dan tanaman, sedangkan 36:71 menyebut penciptaan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang sudah akrab dengan sesuatu dapat memperhatikan bahwa keakraban itu tidak sama dengan melihatnya. Apa yang paling sering ada di depan matanya hari ini, dan kapan terakhir kali benda itu dilihat sebagai sesuatu yang diciptakan?
  • Ayat ini menyebut penciptaan lebih dulu, lalu kepemilikan manusia atas hewan ternak. Kata pemilik untuk Allah ada di 3:26, yaitu Pemilik kekuasaan dalam doa yang dibuka dengan Ya Allah, dan di ayat itu kekuasaan diberikan dan dicabut menurut kehendak. Ayat 3:26 berbicara tentang kekuasaan dan 36:71 tentang ternak, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata pemilik dipakai untuk dua tingkat yang berbeda dalam dua ayat itu, dan bahwa urutan di 36:71 menaruh pemilikan manusia sesudah penciptaan oleh Kami. Barang mana yang selama ini disebut milikku tanpa pernah menyebut siapa yang lebih dulu menciptakannya?
  • Di 36:35 tangan manusia ikut bekerja dalam buah yang dimakan, dan di 36:71 tangan Kami yang bekerja dalam hewan ternak. Kedua ayat memakai kata kerja yang sama dan menaruh tangan sebagai pelakunya. Ayat 36:35 memuat buah dan syukur, sedangkan 36:71 memuat hewan dan kepemilikan, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menyebut sesuatu sebagai hasil kerja tangannya sendiri dapat memeriksa bahan, tanah, dan hewan yang ikut dalam kerja itu. Dari hasil kerja yang disebut hasil sendiri, bagian mana yang sebenarnya berasal dari yang dikerjakan tangan lain?
  • Hewan ternak di ayat ini menjadi tunggangan di 36:72, dan di 43:12 sampai 43:13 tunggangan itu disebut dalam kalimat tentang kapal dan hewan ternak yang dikendarai, lalu penunggangnya mengucapkan Mahasuci Dia yang menundukkan ini bagi kami. Ayat 43:13 memuat ucapan penunggang, sedangkan 36:71 memuat kepemilikan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menaiki kendaraan dapat membaca dua ayat itu bersama, karena ucapan di 43:13 menyebut Dia pada saat duduk tegak di atas kendaraan. Apa yang diucapkan, atau dipikirkan, pada saat naik ke kendaraan sehari-hari, dan apakah kata Dia ikut tersebut?
  • Di 16:7 hewan ternak mengangkut beban ke negeri yang tidak tercapai kecuali dengan susah payah, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Tuhan kalian penuh iba lagi pengasih. Ayat 36:71 tidak menyebut beban, dan 16:7 tidak menyebut kepemilikan, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat meletakkan 36:71 bersama 16:7 untuk melihat dua sisi hubungan dengan hewan, yaitu pemilikan dan penerimaan beban. Hewan yang dimiliki sekaligus memikul sesuatu bagi pemiliknya. Siapa atau apa yang selama ini memikul beban bagi pembaca tanpa pernah disebut sebagai pemberian dari yang penuh iba?
  • Di 25:49 hewan ternak dan manusia disebut dalam satu kalimat sebagai penerima minuman dari apa yang Kami ciptakan, hewan ternak dan manusia yang banyak. Di 36:71 keduanya dipisah oleh kata pemilik, yaitu manusia sebagai pemilik dan hewan ternak sebagai yang dimiliki. Dua ayat itu menaruh manusia dan hewan ternak pada kedudukan yang berbeda, penerima bersama di 25:49 dan pemilik di 36:71, dan keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menganggap kepemilikan sebagai hubungan tunggal dengan hewan dapat menimbang bahwa ayat lain menaruh keduanya dalam kalimat yang sama sebagai penerima. Apa yang sama antara pemilik dan yang dimiliki, selain hubungan milik?