وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
Dan bagi mereka padanya terdapat berbagai manfaat dan minuman. Maka, tidakkah mereka bersyukur?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُwa-lahum fiihaa manaafi'u wa-masyaaribudan bagi mereka padanya terdapat berbagai manfaat dan minuman
- أَفَلَا يَشْكُرُونَa-fa-laa yasykuruunamaka, tidakkah mereka bersyukur
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- فِيهَاfiihaapadanya
- مَنَافِعُmanaafi'umanfaat
- وَمَشَارِبُwa-masyaaribudan minuman
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur
Inti bacaan
Bentuk masyaaribu, (مَشَارِبُ, masyaaribu), muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:73, sedangkan bentuk tunggal dari kata dasarnya, masyrabahum, muncul dua kali, yaitu di 2:60 dan 7:160.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَهُمْ فِيهَا, wa-lahum fiihaa) yang berarti "dan bagi mereka padanya". Akhiran -haa pada fiihaa berbentuk perempuan tunggal dan dipakai untuk hewan-hewan ternak yang disebut di 36:71 sebagai (أَنْعَامًا, an'aaman) yang berarti "hewan-hewan ternak". Akhiran yang sama ada pada (وَذَلَّلْنَاهَا, wa-dzallalnaahaa) yang berarti "dan Kami tundukkan" di 36:72. Susunan wa-lahum fiihaa muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:25, 36:73, dan 47:15. Di 2:25 dan 47:15 akhiran itu dipakai untuk taman, sedangkan di 36:73 dipakai untuk hewan. Terjemahan memakai "padanya", sama dengan terjemahan (فِيهَا مَنَافِعُ, fiihaa manaafi'u) di 22:33, 23:21, dan 40:80. Susunan fiihaa manaafi'u itu muncul empat kali, yaitu di 22:33, 23:21, 36:73, dan 40:80. Terjemahan tidak memakai "pada dirinya", karena akhiran -haa menunjuk banyak hewan, sedangkan "dirinya" terbaca menunjuk satu pribadi.
Kata (مَنَافِعُ, manaafi'u) yang berarti "berbagai manfaat" berakar ن-ف-ع dan berbentuk jamak tak tentu. Bentuk persis manaafi'u muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 2:219, 16:5, 22:33, 23:21, 36:73, 40:80, dan 57:25. Empat di antaranya berdampingan dengan hewan ternak yang disebut namanya di ayat itu atau ayat sebelumnya: (وَالْأَنْعَامَ, wa-l-an'aama) di 16:5, (فِي الْأَنْعَامِ, fii l-an'aami) di 23:21, (الْأَنْعَامَ, l-an'aama) di 40:79, dan an'aaman di 36:71. Tiga lainnya menyangkut khamar dan judi di 2:219, manfaat sampai waktu yang ditentukan di 22:33, dan besi di 57:25. Akar yang sama muncul sebagai (نَفْعًا, naf'an) yang berarti "manfaat" di 25:3, tempat tuhan-tuhan yang diambil digambarkan tidak menguasai mudarat maupun manfaat bagi diri mereka. Pada empat ayat ternak itu manfaatnya diberi keterangan yang berlainan. Ayat 16:5 menyebut (دِفْءٌ, dif'un) yang berarti "kehangatan" lebih dulu, ayat 23:21 menambahkan sifat (كَثِيرَةٌ, katsiiratun) yang berarti "banyak", dan ayat 40:80 menyambungnya dengan (وَلِتَبْلُغُوا عَلَيْهَا حَاجَةً, wa-li-tablughuu 'alayhaa haajatan) yang berarti "dan agar kalian di atasnya mencapai suatu keperluan". Ayat 36:73 menyebut manfaat tanpa sifat dan tanpa rincian, sehingga terjemahannya tidak menambahkan "banyak" atau "kehangatan".
Kata (وَمَشَارِبُ, wa-masyaaribu) yang berarti "dan minuman" berakar ش-ر-ب dan berbentuk jamak. Dalam bentuk ini kata tersebut muncul satu kali, yaitu di 36:73. Bentuk tunggal dari kata dasar yang sama, (مَشْرَبَهُمْ, masyrabahum) yang berarti "tempat minum mereka", ada di 2:60 dan 7:160. Di dua ayat itu setiap kelompok mengetahui tempat minumnya di antara dua belas mata air, sehingga "tempat" sesuai dengan konteksnya. Di 36:73 tidak ada mata air dan tidak ada tempat yang disebut, sehingga terjemahan memakai "minuman". Hewan ternak dihubungkan dengan sesuatu yang diminum di dua ayat lain: (نُسْقِيكُمْ, nusqiikum) yang berarti "Kami memberi kalian minum" muncul dua kali, yaitu di 16:66 dan 23:21, dan keduanya berbicara tentang hewan ternak. Ayat 16:66 menyebut susu murni dan menutup dengan (لِلشَّارِبِينَ, li-sy-syaaribiina) yang berarti "bagi orang-orang yang meminumnya", dan kata itu berakar sama dengan masyaaribu. Pembacaan "tempat-tempat minum" untuk 36:73 karena itu tidak diambil. Terjemahan juga tidak menambahkan "susu", sebab ayat ini tidak memuat kata Arab untuk itu.
Pertanyaan penutup (أَفَلَا يَشْكُرُونَ, a-fa-laa yasykuruuna) yang berarti "maka tidakkah mereka bersyukur" tersusun dari (أَ, a), huruf tanya; (فَ, fa) yang berarti "maka"; (لَا, laa) yang berarti "tidak"; dan (يَشْكُرُونَ, yasykuruuna) yang berarti "mereka bersyukur", dari akar ش-ك-ر. Susunan lengkap ini muncul dua kali di satu surah, yaitu 36:35 dan 36:73. Di 36:35 pertanyaan itu menutup tanda berupa biji-bijian, kebun, dan hasil yang dikerjakan tangan manusia, dan di 36:73 menutup tanda berupa hewan ternak.
Bentuk yasykuruuna muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 2:243, 7:58, 10:60, 12:38, 14:37, 27:73, 36:35, 36:73, dan 40:61. Tujuh di antaranya didahului (لَا, laa), yakni 2:243, 10:60, 12:38, 27:73, 36:35, 36:73, dan 40:61. Lima yang bukan pertanyaan, yaitu 2:243, 10:60, 12:38, 27:73, dan 40:61, menyebut karunia dalam kalimat yang sama. Empat di antaranya memuat (لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ, la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasi) yang berarti "benar-benar mempunyai karunia atas manusia", yaitu 2:243, 10:60, 27:73, dan 40:61, dan satu lagi, 12:38, memuat (مِنْ فَضْلِ اللَّهِ, min fadhli Allaahi) yang berarti "dari karunia Allah". Kata karunia tidak ada di 36:73. Ayat ini juga tidak menyebut kepada siapa syukur diarahkan. Di 31:12, (اشْكُرْ لِلَّهِ, sykur li-llaahi) yang berarti "bersyukurlah kepada Allah", dan di 2:172, (وَاشْكُرُوا لِلَّهِ, wa-sykuruu li-llaahi) yang berarti "dan bersyukurlah kepada Allah", tujuan syukur ditulis dengan huruf li. Di 36:35 dan 36:73 huruf itu tidak ada, dan terjemahan memakai "bersyukur" tanpa tujuan.
Tafsiran
Ayat ini menutup tiga ayat tentang hewan ternak dengan sebuah pertanyaan, dan jawabannya tidak tertulis di ayat itu. Ayat 36:71 memuat "Kami telah menciptakan" dan "lalu mereka menjadi pemiliknya", ayat 36:72 memuat "Kami tundukkan" beserta dua kegunaannya, tunggangan dan makanan. Ayat 36:73 tidak memuat kata kerja untuk pihak yang menciptakan. Kalimat pertamanya menyebut apa yang ada bagi mereka tanpa kata kerja, dan kata kerja yang ada di ayat ini, yasykuruuna, dikenakan kepada mereka. Dari tiga ayat itu pembaca bergerak dari apa yang Kami kerjakan, ke apa yang tersedia, lalu ke apa yang ditanyakan kepada manusia.
Ayat 36:71 dibuka dengan pertanyaan (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw) yang berarti "dan tidakkah mereka melihat", dan 36:73 menutup dengan pertanyaan tentang bersyukur. Rangkaian ini terbuka dengan melihat dan tertutup dengan syukur, dengan dua ayat berisi pemberian di antaranya. Pertanyaan yang sama, a-fa-laa yasykuruuna, sudah muncul di 36:35. Di sana pertanyaan itu menutup tanda berupa bumi yang mati dan buah-buahan, dan di sini tanda berupa ternak. Surah ini menaruh dua kelompok pemberian, makanan dari tanah dan makanan serta minuman dari hewan, di bawah satu pertanyaan yang sama, sehingga pertanyaan itu tidak terikat pada satu jenis pemberian.
Ayat 36:74 sesudahnya langsung memuat (وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً, wa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan) yang berarti "dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah". Ayat itu dibuka dengan huruf wa saja, tanpa penanda pergantian pelaku, dan jawaban atas pertanyaan di 36:73 tidak dikutip di antara kedua ayat. Dapat dibaca bahwa 36:74 memperlihatkan keadaan orang-orang yang pertanyaannya belum dijawab, tetapi ayat-ayat itu tidak menghubungkannya dengan kalimat yang eksplisit.
Pertanyaan berhuruf tanya a- muncul lagi di 36:77, (أَوَلَمْ يَرَ, a-wa-lam yara) yang berarti "dan tidakkah ia melihat", dan di 36:81, (أَوَلَيْسَ, a-wa-laysa) yang berarti "bukankah". Surah ini menutup rangkaian ayat tentang tanda dengan deretan pertanyaan. Di antara empat pertanyaan itu, yaitu 36:71, 36:73, 36:77, dan 36:81, pertanyaan 36:73 menyangkut syukur, dua pertanyaan lainnya menyangkut melihat, dan satu menyangkut kuasa.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:73 menulis manfaat dalam bentuk jamak tanpa jumlah, sedangkan 23:21 menyebutnya banyak dan 16:5 menyebut kehangatan sebagai salah satunya. Ayat 36:72 sendiri hanya menyebut dua kegunaan, tunggangan dan makanan, lalu 36:73 membiarkan daftar itu terbuka. Seseorang dapat menuliskan apa saja yang pernah diterimanya dari hewan ternak, mulai dari yang paling jelas, lalu memperhatikan berapa butir baru muncul setelah ia berhenti pada dua yang pertama. Apa yang masih terlewat dari daftar itu?
- Ayat 16:66 menyebut bahwa Kami memberi minum dari apa yang ada dalam perut hewan ternak, dari antara kotoran dan darah, berupa susu murni yang mudah ditelan. Ayat 36:73 menyebut minuman dengan satu kata dan tanpa asal-usul. Dua ayat itu menggambarkan hal yang sama dari jarak pandang yang berlainan. Pembaca yang menaruh keduanya berdampingan dapat melihat bahwa segelas susu di tangannya sudah melewati keadaan yang digambarkan 16:66 sebelum sampai kepadanya, tanpa pembaca itu mengerjakan bagian tersebut. Pembaca dapat menimbang apakah bagian yang tidak tampak itu pernah ikut masuk dalam rasa terima kasihnya, atau hanya rasa di mulut yang diingat?
- Pertanyaan a-fa-laa yasykuruuna ditanyakan di 36:35 sesudah buah dan kebun, lalu di 36:73 sesudah hewan ternak, dengan tiga puluh tujuh ayat di antaranya, dan di kedua tempat tidak ada jawaban yang dikutip. Orang yang sudah menjawab pertanyaan pertama dalam hatinya dapat mendapati bahwa jawabannya belum menjangkau jenis pemberian yang kedua. Pertanyaan yang sama dikenakan kepada dua daftar yang berbeda, sehingga syukur atas satu daftar tidak otomatis mencakup daftar lain. Orang itu dapat memeriksa pemberian mana yang pernah disyukuri dengan sadar dan mana yang belum pernah disebut. Apa yang membedakan keduanya baginya?
- Di lima ayat, yaitu 2:243, 10:60, 12:38, 27:73, dan 40:61, pemilik karunia atas manusia disebut, Allah di empat ayat dan Tuhanmu di 27:73, lalu kalimatnya berbalik menjadi pernyataan bahwa kebanyakan mereka tidak bersyukur. Pernyataan di lima ayat itu berbicara tentang kebanyakan manusia dari kejauhan, sedangkan pertanyaan di 36:73 ditujukan kepada mereka yang sedang menikmati manfaat itu. Pernyataan mengabarkan, dan pertanyaan mengajak pendengarnya menjawab sendiri. Orang yang membaca bahwa Allah memiliki karunia atas manusia dapat menanyakan pada dirinya apakah dirinya termasuk dalam kata kebanyakan itu, dan apa yang akan berubah dalam harinya jika jawabannya ya.
- Di 31:12 dan 2:172 perintah bersyukur ditulis bersama tujuannya, yaitu Allah, sedangkan 36:73 bertanya tentang bersyukur tanpa menyebut kepada siapa. Pembaca dibiarkan memasukkan sendiri alamat syukurnya. Orang yang menikmati susu, tunggangan, atau makanan tanpa pernah menyebut siapa pun dalam hatinya tidak sedang membantah apa pun, tetapi pertanyaan ini belum dijawabnya. Terima kasih yang tidak punya alamat dapat berubah menjadi terima kasih kepada keadaan, dan ayat ini tidak menyatakan bahwa itu sudah cukup. Ke mana terima kasih biasanya dikirim ketika sesuatu berjalan baik?
- Ayat 36:71 menyebut manusia pemilik hewan ternak, dan 36:73 menyebut apa yang ada bagi mereka dari hewan itu, yaitu manfaat dan minuman. Memiliki dan menerima manfaat adalah dua hal yang berbeda, sebab milik dapat dicatat sekali sedangkan manfaat terus berjalan. Orang yang merasa tidak berutang apa pun karena barangnya sudah menjadi miliknya dapat menanyakan siapa yang membuat barang itu terus memberi manfaat. Menurut 40:79, Allah yang menjadikan hewan ternak untuk manusia, dan 40:80 menyambungnya dengan manfaat. Apakah kepemilikan menghapus pertanyaan tentang syukur, atau membuatnya lebih mudah terlewat?
- Di 25:3 tuhan-tuhan yang diambil digambarkan tidak menguasai bagi diri mereka sendiri mudarat dan manfaat, dengan kata naf'an yang berakar sama dengan manaafi'u. Ayat 36:73 menyebut manfaat dari hewan ternak, lalu 36:74 menyebut orang-orang yang mengambil tuhan-tuhan selain Allah. Ayat 25:3 berasal dari surah lain dan berbicara tentang tuhan-tuhan yang tidak menciptakan apa pun, sehingga ayat itu dipakai sebagai pembanding kata dan tidak untuk menafsirkan 36:74. Pembaca dapat menaruh dua daftar berdampingan, manfaat yang sudah diterima dari ternak dan manfaat yang diharapkan dari pihak lain. Ke arah mana harapan lebih dulu tertuju, dan ke arah mana terima kasih?