وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ
Dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah agar mereka ditolong.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَwa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan la'allahum yunsharuunadan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah agar mereka ditolong
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَاتَّخَذُواwa-ttakhadzuudan mereka mengambil
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
- لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
- يُنْصَرُونَyunsharuunaditolong
Inti bacaan
Susunan wa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan, (وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً, wa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 19:81 dan 36:74.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَاتَّخَذُوا, wa-ttakhadzuu) yang berarti "dan mereka mengambil", dari akar أ-خ-ذ. Bentuk persis wa-ttakhadzuu muncul lima kali di empat surah, yaitu 18:56, 18:106, 19:81, 25:3, dan 36:74. Di 18:56 dan 18:106 bunyinya (وَاتَّخَذُوا آيَاتِي, wa-ttakhadzuu aayaatii) yang berarti "dan mereka mengambil tanda-tanda-Ku". Di tiga ayat lainnya, yaitu 19:81, 25:3, dan 36:74, mereka mengambil tuhan-tuhan. Terjemahan 36:74 memakai "mengambil", sama dengan terjemahan 25:3.
Kata (آلِهَةً, aalihatan) yang berarti "tuhan-tuhan" berakar أ-ل-ه dan berbentuk jamak tak tentu. Bentuk persis aalihatan muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 6:19, 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 21:99, 25:3, 36:23, 36:74, 37:86, 43:45, dan 46:28. Dua di antaranya ada di surah yang sama dengan ayat ini, yaitu 36:23 dan 36:74. Di 36:23 bunyinya (أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً, a-attakhidzu min duunihi aalihatan) yang berarti "apakah aku akan mengambil sembahan-sembahan selain-Nya", diucapkan oleh satu orang yang menolak mengambilnya. Di 36:74 pelakunya jamak dan mereka mengambilnya.
Susunan (وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً, wa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan) yang berarti "dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah" muncul dua kali, yaitu di 19:81 dan 36:74. Kata (دُونِ, duuni) diterjemahkan "selain", pilihan yang netral terhadap makna "di bawah" maupun "di luar", sebab teks ayat ini tidak memutuskan salah satunya. Kedua ayat itu sama sampai kata aalihatan, lalu berpisah pada tujuannya. Di 19:81 tujuannya ditulis (لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا, li-yakuunuu lahum 'izzan) yang berarti "agar menjadi kedigdayaan bagi mereka", dan di 36:74 ditulis (لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ, la'allahum yunsharuuna) yang berarti "agar mereka ditolong". Susunan la'allahum yunsharuuna muncul satu kali saja, yaitu di 36:74.
Kata (لَعَلَّهُمْ, la'allahum) tersusun dari (لَعَلَّ, la'alla), kata yang menyatakan harapan, dan (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Terjemahan memakai "agar" untuk la'allahum, seperti di 14:37, (لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ, la'allahum yasykuruuna) yang berarti "agar mereka bersyukur". Kata ini menyatakan harapan pelaku dan tidak menyatakan bahwa harapan itu terwujud.
Kata (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) yang berarti "mereka ditolong" berakar ن-ص-ر dan berbentuk pasif, sehingga ayat ini tidak menyebut siapa yang diharapkan menolong. Bentuk yunsharuuna muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 2:48, 2:86, 2:123, 3:111, 21:39, 28:41, 36:74, 41:16, 44:41, 52:46, dan 59:12. Sepuluh di antaranya didahului penafian. Enam memuat (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna) yang berarti "dan mereka tidak akan ditolong", yaitu 2:48, 2:86, 2:123, 21:39, 44:41, dan 52:46. Empat memuat (لَا يُنْصَرُونَ, laa yunsharuuna) yang berarti "mereka tidak ditolong", yaitu 3:111, 28:41, 41:16, dan 59:12. Ayat 36:74 adalah kemunculan kesebelas, dan di antara semuanya ayat ini menyatakan harapan tanpa penafian.
Tafsiran
Ayat ini memperlihatkan apa yang dikerjakan mereka sesudah pertanyaan syukur di 36:73: mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah dengan harapan ditolong. Di 36:71, 36:72, dan 36:73 kata ganti "mereka" muncul sebagai penerima, yaitu (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka". Di 36:74 mereka menjadi pelaku tindakan mengambil, dan ayat itu dibuka dengan huruf wa saja, yang berarti "dan".
Ayat ini memuat dua bagian. Bagian pertama menyebut tindakannya, yaitu mengambil tuhan-tuhan selain Allah, dan bagian kedua menyebut harapannya, yaitu ditolong. Hasilnya tidak ditulis di ayat ini, dan akar kata yang sama menghubungkannya dengan ayat berikutnya. Ayat 36:74 membuka harapan dengan akar ن-ص-ر dalam yunsharuuna, lalu 36:75 menutupnya dengan akar yang sama dalam (نَصْرَهُمْ, nashrahum) yang berarti "pertolongan mereka". Dua ayat itu terbaca sebagai pasangan, harapan lalu kenyataannya.
Surah ini menyebut pertolongan sebagai ukuran di dua tempat. Di 36:23 satu orang menolak mengambil tuhan-tuhan karena (لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا, laa tughni 'annii syafaa'atuhum syay'an) yang berarti "syafaat mereka sedikit pun tidak mencukupkanku" dan karena (وَلَا يُنْقِذُونِ, wa-laa yunqidzuuni) yang berarti "mereka tidak dapat menyelamatkanku". Di 36:74 orang-orang mengambilnya karena mengharap pertolongan. Kedua ayat itu memakai ukuran yang sama, yaitu apakah tuhan-tuhan itu menolong, tetapi keputusannya berlawanan.
Ayat 19:81 sampai 19:82 menyajikan pola serupa dengan tujuan lain. Tujuannya kedigdayaan, lalu 19:82 menjawab dengan (كَلَّا, kallaa) yang berarti "sekali-kali tidak". Di surah 36 jawabannya berupa pernyataan ketidakmampuan di 36:75, yang mengikuti harapan di 36:74 tanpa jeda.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:74 adalah kemunculan kesebelas dari yunsharuuna, dan sepuluh kemunculan lainnya semuanya didahului penafian: dan mereka tidak akan ditolong, atau mereka tidak ditolong. Satu harapan yang tertulis berhadapan dengan sepuluh kali pernyataan yang berlawanan di surah-surah yang berbeda. Seseorang yang menaruh harapan pada sesuatu dapat membayangkan harapannya diletakkan di samping sepuluh pernyataan itu, lalu menimbang apakah harapan itu pernah diperiksa terhadap kemungkinan bahwa harapan serupa termasuk yang digambarkan ayat ini. Apa yang akan diperiksanya lebih dulu?
- Ayat 36:23 dan 36:74 sama-sama menimbang tuhan-tuhan selain Allah dengan ukuran pertolongan. Satu orang di 36:23 menimbang bahwa syafaat mereka tidak mencukupkan dan mereka tidak dapat menyelamatkan, lalu menolak mengambilnya. Orang-orang di 36:74 mengambilnya dengan harapan ditolong. Dua ayat itu berasal dari dua pihak yang berbeda dalam satu surah, dan dua-duanya tidak saling menafsirkan. Orang yang sedang memilih tempat bersandar dapat menanyakan apakah kemampuan tempat itu diperiksa lebih dulu sebelum diambil, atau harapan baru tumbuh sesudah diambil, dan mana yang lebih sering terjadi pada dirinya?
- Di 36:74 pelakunya jamak dan kata kerjanya aktif, yaitu mereka mengambil. Tuhan-tuhan itu tidak disebut datang kepada mereka, sedangkan hewan ternak di 36:71 sampai 36:73 disebut diciptakan dan ditundukkan bagi mereka, sehingga arah geraknya berlawanan. Hewan ternak diberikan kepada mereka, dan tuhan-tuhan itu diambil oleh mereka. Pembaca dapat membedakan sesuatu yang sudah diberikan kepadanya dari sesuatu yang diputuskannya sendiri untuk diambil. Dari dua macam itu, mana yang lebih jarang diperiksanya kembali?
- Ayat 19:81 menyebut tujuan mengambil tuhan-tuhan selain Allah ialah kedigdayaan, sedangkan 36:74 menyebut pertolongan. Dua tujuan itu ditulis di dua surah dengan susunan pembuka yang sama, dan tidak ada ayat yang menyamakannya. Dapat dibaca bahwa orang bisa bersandar karena mengharap martabat atau karena mengharap bantuan, dan keduanya dibantah di ayat berikutnya masing-masing. Orang yang bersandar pada sesuatu dapat menanyakan apakah yang dicarinya dari sandaran itu martabat atau bantuan, dan apa yang akan dikerjakannya jika sandaran itu tidak memberikan keduanya.
- Pertanyaan di 36:73 tentang syukur menunggu jawaban, lalu ayat berikutnya langsung memuat tindakan orang-orang yang mengambil tuhan-tuhan selain Allah. Tidak ada kata yang menjawab ya atau tidak di antara dua ayat itu. Pertanyaan yang belum dijawab dengan kata tetap dapat dijawab dengan perbuatan, dan ayat berikutnya memperlihatkan perbuatan itu. Seseorang yang menerima pertanyaan serupa dalam hidupnya dapat memperhatikan apa yang dikerjakannya sesudahnya, lalu menimbang apakah pekerjaan itu menjawab pertanyaan tadi dengan cara yang tidak pernah diucapkan. Jawaban apa yang sudah diberikannya lewat pekerjaan tanpa pernah dikatakan?
- Kata la'alla di 36:74 menyatakan harapan, dan harapan itu berdiri tanpa jaminan di ayat yang sama. Ayat tidak menyatakan bahwa mereka ditolong, dan tidak menyatakan bahwa mereka tidak ditolong. Ayat berikutnya yang memuat kenyataannya. Harapan dan jaminan adalah dua keadaan yang berbeda, dan ayat ini menaruh orang-orang itu di keadaan pertama sambil menyebut bahwa tuhan-tuhan itu diambil selain Allah. Orang yang menaruh harapan pada sesuatu dapat memeriksa apakah harapan itu disertai jaminan atau baru berupa keinginan. Apa yang akan dikerjakannya bila ternyata yang dimilikinya baru keinginan?