فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
Maka, janganlah ucapan mereka membuatmu bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْfa-laa yahzunka qawluhummaka, janganlah ucapan mereka membuatmu bersedih hati
- إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَinnaa na'lamu maa yusirruuna wa-maa yu'linuunasesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- يَحْزُنْكَyahzunkamenyedihkanmu
- قَوْلُهُمْqawluhumperkataan mereka
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- نَعْلَمُna'lamuKami mengetahui
- مَاmaaapa yang
- يُسِرُّونَyusirruunamereka rahasiakan
- وَمَاwa-maadan apa yang
- يُعْلِنُونَyu'linuunamereka nyatakan
Inti bacaan
Susunan yahzunka qawluhum, (يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ, yahzunka qawluhum), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:65 dan 36:76.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَلَا يَحْزُنْكَ, fa-laa yahzunka) yang berarti "maka janganlah membuatmu bersedih hati". Bentuk ini tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", (لَا, laa) yang berarti "janganlah", kata kerja (يَحْزُنْ, yahzun) dari akar ح-ز-ن yang di sini berarti membuat bersedih, dan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-mu". Akhiran -ka menunjuk satu orang laki-laki yang diajak bicara, dan ayat ini tidak menyebut namanya. Bentuk yahzunka muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:176, 5:41, 10:65, 31:23, dan 36:76, dan semuanya didahului laa. Pihak yang membuat sedih berbeda-beda. Di 3:176 dan 5:41 mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu (يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ, yusaari'uuna fii l-kufri), di 31:23 kekufuran seseorang, dan di 10:65 serta 36:76 ucapan mereka.
Kata (قَوْلُهُمْ, qawluhum) yang berarti "ucapan mereka" berakar ق-و-ل. Bentuk persis qawluhum muncul empat kali di empat surah, yaitu 9:30, 10:65, 13:5, dan 36:76. Susunan (يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ, yahzunka qawluhum) hanya ada di dua tempat, yaitu 10:65 dan 36:76. Ayat 36:76 tidak mengutip ucapan itu, dan ayat-ayat di sekitarnya tidak menandai ucapan yang mana. Ayat 36:78 mengutip satu ucapan manusia, tetapi 36:76 tidak menghubungkannya dengan ucapan itu.
Alasan larangan dibuka dengan (إِنَّا نَعْلَمُ, innaa na'lamu) yang berarti "sesungguhnya Kami mengetahui", dari (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami", dan kata kerja (نَعْلَمُ, na'lamu) dari akar ع-ل-م dalam bentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung. Susunan innaa na'lamu muncul satu kali, yaitu di 36:76. Larangan yang sama di ayat lain disertai alasan yang berbeda. Di 10:65 alasannya (إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا, inna l-'izzata li-llaahi jamii'an) yang berarti "sesungguhnya kedigdayaan itu seluruhnya milik Allah". Di 31:23 alasannya (إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ, ilaynaa marji'uhum) yang berarti "kepada Kami tempat kembali mereka", disusul (فَنُنَبِّئُهُمْ, fa-nunabbi'uhum) yang berarti "lalu Kami beritahukan kepada mereka".
Di 6:33 pengetahuan yang sama menyangkut kesedihan itu sendiri. Bunyinya (قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ, qad na'lamu innahu la-yahzunuka) yang berarti "sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya itu benar-benar membuatmu bersedih", dan sesudahnya disebut (الَّذِي يَقُولُونَ, lladzii yaquuluuna) yang berarti "apa yang mereka katakan". Pengetahuan di 36:76 menyangkut apa yang mereka simpan dan apa yang mereka nyatakan.
Pasangan (مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ, maa yusirruuna wa-maa yu'linuuna) yang berarti "apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan" muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:77, 11:5, 16:23, dan 36:76. Tiga yang lain memakai kata kerja orang ketiga (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui", sedangkan 36:76 memakai orang pertama jamak, na'lamu. Kata kerja (يُعْلِنُونَ, yu'linuuna) yang berarti "mereka nyatakan" berakar ع-ل-ن dan muncul enam kali di enam surah, yaitu 2:77, 11:5, 16:23, 27:74, 28:69, dan 36:76. Dua yang terakhir, 27:74 dan 28:69, memasangkannya dengan (مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ, maa tukinnu shuduuruhum) yang berarti "apa yang disembunyikan dada mereka". Terjemahan 36:76 memakai "rahasiakan" dan "nyatakan" tanpa menambahkan "dalam hati" atau "di depan orang", sebab kata-kata itu tidak ada di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan pembicaraan dari mereka kepada satu orang yang diajak bicara. Dari 36:71 sampai 36:75 ayat-ayat memakai kata ganti orang ketiga, yaitu mereka. Ayat 36:76 membuka dengan akhiran -ka, melarang kesedihan, lalu memberi alasan. Pergantian sapaan itu terjadi tepat sesudah 36:75 yang menutup bagian tentang tuhan-tuhan yang diambil.
Larangannya mengenai keadaan batin, yaitu bersedih hati. Ayat tidak menyebut membalas, menyanggah, atau menjauh. Alasannya berupa pengetahuan yang sedang berlangsung, tidak berupa janji tentang hasil atau ancaman tentang akibat. Di 31:23 alasan pertama untuk larangan serupa menunjuk ke depan, yaitu kepada Kami tempat kembali mereka lalu Kami beritahukan kepada mereka, dan di 10:65 alasan pertamanya menunjuk pemilik kedigdayaan. Kedua ayat itu juga ditutup dengan sifat berilmu bagi Allah. Di 36:76 alasan itu menunjuk ke saat ini, sebab kata kerjanya menandai perbuatan yang sedang berlangsung.
Pasangan yang dirahasiakan dan yang dinyatakan mencakup dua sisi sekaligus. Ucapan mereka yang membuat sedih di awal ayat sampai kepada yang diajak bicara, dan dapat dibaca bahwa ucapan itu termasuk yang dinyatakan. Ayat ini menambahkan bahwa ada yang mereka rahasiakan, dan ayat tidak menyebut apakah yang diajak bicara mengetahui bagian itu. Kedua sisi itu diketahui oleh pembicara ayat ini.
Ayat 36:77 sesudahnya beralih ke manusia lewat pertanyaan tentang melihat, dan 36:78 mengutip satu ucapan manusia. Ayat 36:76 dapat dibaca sebagai pengantar bagi ucapan semacam itu, tetapi ayat-ayat tersebut tidak menghubungkannya dengan kalimat yang eksplisit.
Renungan dan Hikmah
- Di 6:33 pembicara menyatakan mengetahui bahwa apa yang mereka katakan benar-benar membuat yang diajak bicara bersedih, dan di 36:76 kesedihan itu dilarang disertai alasan pengetahuan. Dua ayat itu menaruh kesedihan di tempat yang tidak tersembunyi, sebab kesedihan itu sudah diketahui sebelum dilarang. Orang yang terluka oleh ucapan orang lain dapat membaca bahwa lukanya tidak perlu dibuktikan lebih dulu kepada siapa pun sebelum dihibur. Ayat 31:23 menambahkan bahwa Allah berilmu tentang apa yang tersimpan dalam dada. Apakah pernah ada saat ketika luka itu menunggu pengakuan orang lain sebelum boleh berhenti terasa?
- Larangan bersedih disertai alasan pertama yang berlainan: di 10:65 kedigdayaan seluruhnya milik Allah, di 31:23 kepada Kami tempat kembali mereka, dan di 36:76 Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan nyatakan. Masing-masing alasan itu dapat menyentuh bagian yang berbeda dari kegelisahan. Pembaca yang sedang gelisah oleh ucapan orang dapat menimbang bagian mana dari kegelisahannya yang paling membutuhkan hiburan jenis tertentu. Apakah yang paling membuatnya gelisah itu soal siapa yang berkuasa, ke mana semua ini bermuara, atau apakah ada yang melihat?
- Di 36:76 pengetahuan dinyatakan dengan kata kerja yang menandai perbuatan sedang berlangsung, sedangkan 31:23 memakai kata kerja untuk pemberitahuan yang belum terjadi, yaitu Kami beritahukan kepada mereka. Dua alasan itu berlaku pada waktu yang berbeda: satu menghibur dengan masa depan, satu dengan saat ini. Allah disebut berilmu di 31:23 dan pengetahuan di 36:76 tidak menunggu hari kembali. Orang yang menunggu keadilan datang pada waktunya dapat menimbang apakah hiburan yang diperlukannya hari ini berupa janji tentang nanti, atau berupa pernyataan bahwa semuanya sudah diketahui sekarang.
- Pasangan yang dirahasiakan dan yang dinyatakan muncul di 2:77, 11:5, 16:23, dan 36:76, dan di 2:77 serta 16:23 Allah disebut mengetahui keduanya. Ayat 16:23 melanjutkan bahwa Dia tidak mencintai orang-orang yang menyombongkan diri, sedangkan 36:76 berhenti pada pengetahuan tanpa lanjutan semacam itu. Dua sisi itu disebut bersama sebagai bahan pengetahuan yang sama. Pembaca dapat menimbang kata-kata mana dalam dirinya yang sering dinyatakan dan mana yang disimpan. Di antara dua sisi itu, mana yang lebih menggambarkan dirinya?
- Ayat 36:76 menyebut ucapan mereka tanpa mengutipnya, dan kesedihan yang dilarang tidak diberi isi. Pembaca yang pernah tersakiti oleh ucapan orang dapat mengisi sendiri tempat kosong itu dengan ucapan tertentu. Ayat ini membiarkan tempat itu kosong, dan hiburannya berlaku sebelum isi ucapan itu ditulis. Hiburan yang tidak bergantung pada isi ucapan dapat dibawa ke ucapan apa pun yang menyakitkan, termasuk yang belum terucap. Ucapan apa yang paling ingin ditaruh di tempat kosong itu, dan apakah hiburan ayat ini masih terasa cukup ketika ucapan itu sudah terisi?
- Yang dilarang di 36:76 adalah keadaan hati yang bersedih, dan ayat tidak menyebut berhenti mendengar, menjawab, atau menjauh. Ucapan mereka tetap ada dan tetap terdengar, sedangkan larangan itu hanya membicarakan akibatnya pada yang mendengar. Pembaca dapat memisahkan dua hal yang sering dicampur, yaitu ucapan orang yang tetap ada dan keadaan hatinya sendiri yang bisa dijaga. Orang yang selama ini menghindari yang berkata buruk dapat bertanya apakah yang dicarinya ketenangan hatinya atau sekadar jarak dari suara itu. Bagian mana dari ketenangan itu yang dapat dikerjakannya tanpa menjauh?
- Pengetahuan tentang yang disembunyikan dan yang dinyatakan di 27:74 dan 28:69 dinisbatkan kepada Tuhanmu, sedangkan di 36:76 pembicaranya memakai kata Kami. Pengetahuan yang sama disampaikan lewat dua sapaan, satu menamai pemiliknya dan satu langsung berbicara. Dua ayat itu berasal dari surah-surah yang berlainan, sehingga bunyinya dibandingkan tanpa disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dalam hiburan, kadang yang menenangkan adalah nama pemilik pengetahuan, dan kadang suara yang berbicara langsung kepada orang yang sedang sedih. Mana yang lebih menenangkannya pada saat ini?