قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Katakanlah, “Yang akan menghidupkannya adalah yang menumbuhkannya pertama kali. Dan Dia berilmu akan setiap penciptaan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍqul yuhyiihaa lladzii ansya'ahaa awwala marratinkatakanlah, yang akan menghidupkannya adalah yang menumbuhkannya pertama kali
  2. وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌwa-huwa bi-kulli khalqin 'aliimundan Dia berilmu akan setiap penciptaan

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. يُحْيِيهَاyuhyiihaamenghidupkannya
  3. الَّذِيlladziiyang
  4. أَنْشَأَهَاansya'ahaamenumbuhkannya
  5. أَوَّلَawwalapertama
  6. مَرَّةٍmarratinkali
  7. وَهُوَwa-huwadan Dia
  8. بِكُلِّbi-kullipada segala
  9. خَلْقٍkhalqinciptaan
  10. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Frasa (أَوَّلَ مَرَّةٍ, awwala marratin) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:94, 6:110, 9:13, 9:83, 17:7, 17:51, 18:48, 36:79, dan 41:21, dan hanya di 36:79 ia didahului kata kerja (أَنْشَأَهَا, ansya'ahaa) yang berarti "menumbuhkannya".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", perintah untuk menjawab pertanyaan di 36:78, yaitu (يُحْيِي الْعِظَامَ, yuhyi l-'izhaama) yang berarti "menghidupkan tulang-belulang". Susunan yang sama ada di 17:51. Orang yang ragu bertanya (مَنْ يُعِيدُنَا, man yu'iidunaa) yang berarti "siapa yang akan mengembalikan kami", lalu ayat itu memuat (قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ, quli lladzii fatharakum awwala marratin) yang berarti "katakanlah, yang menciptakan kalian pertama kali". Di kedua tempat pertanyaan "siapa" dijawab dengan perintah qul dan dengan perbuatan yang sudah terjadi, tanpa menyebut nama.

Kata (يُحْيِيهَا, yuhyiihaa) yang berarti "menghidupkannya" berakar ح-ي-ي dan terdiri atas kata kerja "menghidupkan" dengan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "-nya". Akhiran itu menunjuk (الْعِظَامَ, l-'izhaama) yang berarti "tulang-belulang" di 36:78, yang dalam ayat itu sendiri dirujuk dengan (وَهِيَ رَمِيمٌ, wa-hiya ramiimun) yang berarti "sedangkan tulang itu hancur luluh". Kedua kata ganti itu sepadan, sehingga benda yang dihidupkan di 36:79 sama dengan yang dibicarakan di 36:78. Bentuk persis yuhyiihaa hanya muncul di 36:79. Akhiran -haa yang sama menempel pada kata kerja hidup di 36:33, (أَحْيَيْنَاهَا, ahyaynaahaa) yang berarti "Kami menghidupkannya", dan di sana tujuannya bumi yang mati. Dalam satu surah, bumi dan tulang-belulang sama-sama menjadi benda yang dihidupkan.

Kata (أَنْشَأَهَا, ansya'ahaa) yang berarti "menumbuhkannya" berakar ن-ش-أ. Terjemahan memakai "menumbuhkan" untuk kata kerja ini dan "menciptakan" untuk akar خ-ل-ق, sehingga dua kata kerja itu tetap terbedakan dalam bahasa Indonesia. Bentuk (أَنْشَأَ, ansya'a) dengan berbagai akhiran muncul di delapan ayat dalam enam surah, yaitu 6:98, 6:133, 6:141, 11:61, 23:78, 36:79, 53:32, dan 67:23. Bendanya beragam. Di 6:141, (أَنْشَأَ جَنَّاتٍ, ansya'a jannaatin) berarti "menumbuhkan kebun-kebun", dan di 11:61, (أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ, ansya'akum mina l-ardhi) berarti "menumbuhkan kalian dari bumi". Di 23:14 bentuk "Kami menumbuhkan" menyusul tulang-belulang: (فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا, fa-kasawnaa l-'izhaama lahman) berarti "lalu Kami bungkus tulang-belulang dengan daging", kemudian (ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ, tsumma ansya'naahu khalqan aakhara) berarti "kemudian Kami tumbuhkan ia menjadi ciptaan yang lain". Bentuk persis ansya'ahaa hanya muncul di 36:79.

Frasa (أَوَّلَ مَرَّةٍ, awwala marratin) yang berarti "pertama kali" muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 6:94, 6:110, 9:13, 9:83, 17:7, 17:51, 18:48, 36:79, dan 41:21. Jumlah surahnya lebih sedikit karena surah 6, 9, dan 17 memuatnya dua kali. Di lima ayat frasa itu didahului kata kerja penciptaan, tetapi kata kerjanya tidak seragam: (خَلَقْنَاكُمْ, khalaqnaakum) di 6:94 dan 18:48, (خَلَقَكُمْ, khalaqakum) di 41:21, (فَطَرَكُمْ, fatharakum) di 17:51, dan (أَنْشَأَهَا, ansya'ahaa) di 36:79. Empat ayat lainnya memakai frasa itu untuk hal berbeda, misalnya (بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ, bada'uukum awwala marratin) di 9:13 yang berarti "mereka yang memulai terhadap kalian pertama kali". Dari lima ayat penciptaan itu, hanya 36:79 yang memilih kata kerja menumbuhkan.

Bagian kedua dibuka dengan (وَهُوَ, wa-huwa) yang berarti "dan Dia", kata ganti untuk pihak yang sama dengan (الَّذِي, alladzii) yang berarti "yang" di bagian pertama. Sambungannya, (بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ, bi-kulli khalqin 'aliimun) yang berarti "berilmu akan setiap penciptaan", mengikuti susunan yang sangat umum, yaitu (بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ, bi-kulli syay'in 'aliimun) yang berarti "berilmu akan segala sesuatu". Susunan itu muncul enam belas kali, yaitu di 2:29, 2:231, 2:282, 4:176, 5:97, 6:101, 8:75, 9:115, 24:35, 24:64, 29:62, 42:12, 49:16, 57:3, 58:7, dan 64:11. Ayat 36:79 mengganti (شَيْءٍ, syay'in) dengan (خَلْقٍ, khalqin), dan susunan bi-kulli khalqin hanya ada di sini. Kata khalqin sama dengan (خَلْقَهُ, khalqahu) di 36:78, (وَنَسِيَ خَلْقَهُ, wa-nasiya khalqahu) yang berarti "dan melupakan asal penciptaannya", sehingga terjemahan memakai satu padanan, "penciptaan", untuk kedua ayat berurutan itu. Kata khalq juga dipakai untuk hasil ciptaan, seperti (هَٰذَا خَلْقُ اللَّهِ, haadzaa khalqu llaahi) di 31:11 yang berarti "ini ciptaan Allah", sehingga bacaan "setiap ciptaan" tetap mungkin. Terjemahan memilih "penciptaan" karena letaknya langsung sesudah 36:78.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 36:78 dengan menunjuk pada peristiwa yang sudah terjadi pada si penanya sendiri. Ayat 36:77 mengingatkan bahwa manusia diciptakan (مِنْ نُطْفَةٍ, min nuthfatin) yang berarti "dari setetes mani", dan 36:78 menyebut manusia itu telah (وَنَسِيَ خَلْقَهُ, wa-nasiya khalqahu) yang berarti "dan melupakan asal penciptaannya", lalu bertanya tentang tulang yang hancur. Jawaban di 36:79 menunjuk pada bagian yang dilupakan itu, yaitu penciptaan pertama, sehingga pertanyaan si penanya dijawab dengan hal yang sudah dilupakannya sendiri. Ayat ini tidak menjelaskan bagaimana tulang itu dihidupkan dan tidak menyebut nama. Kata yang menyatakan kemampuan, (بِقَادِرٍ, bi-qaadirin) yang berarti "kuasa", baru muncul di 36:81.

Surah 17 memuat unsur yang sama dengan 36:77 sampai 36:81. Di 17:49 orang yang ragu menyebut (عِظَامًا وَرُفَاتًا, 'izhaaman wa-rufaatan) yang berarti "tulang-belulang dan kepingan-kepingan", di 17:51 mereka bertanya siapa yang mengembalikan, dan di 17:99 muncul (يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ, yakhluqa mitslahum) yang berarti "menciptakan yang serupa mereka". Surah 36 menyusun unsur itu lebih rapat: tulang di 36:78, penciptaan pertama di 36:79, dan yang serupa mereka di 36:81. Jawaban 17:51 berhenti pada penciptaan pertama, sedangkan 36:79 menambahkan satu kalimat tentang ilmu.

Kalimat kedua menyambung ilmu yang sudah disebut di 36:76, (إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ, innaa na'lamu maa yusirruuna wa-maa yu'linuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan". Ilmu itu disebut lagi di 36:81 lewat (الْعَلِيمُ, l-'aliimu). Dalam enam ayat itu pembicaraan tiga kali menyebut pengetahuan: atas ucapan manusia di 36:76, atas setiap penciptaan di 36:79, dan sebagai nama di 36:81.

Frasa pertama kali berdampingan dengan kedatangan atau pengembalian kepada Allah di tiga ayat lain. Di 6:94 dan 18:48 manusia datang kepada Allah dengan (كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ, kamaa khalaqnaakum awwala marratin) yang berarti "sebagaimana Kami menciptakan kalian pertama kali". Di 41:21 satu kalimat memuat dua hal sekaligus, (وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-huwa khalaqakum awwala marratin wa-ilayhi turja'uuna) yang berarti "dan Dialah yang menciptakan kalian pertama kali, dan kepada-Nya kalian dikembalikan". Dalam rangkaian ini kedua bagian kalimat 41:21 terpisah: penciptaan pertama ada di 36:79 dan pengembalian ada di 36:83, dan di antaranya terletak pohon di 36:80, langit dan bumi di 36:81, serta kata "Jadilah" di 36:82.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan di 36:78 menanyakan siapa yang akan menghidupkan tulang yang sudah hancur, dan jawaban di 36:79 menengok ke belakang, kepada peristiwa yang sudah selesai, tanpa menjanjikan sesuatu yang belum terlihat. Menurut 36:77 peristiwa itu bermula dari setetes mani, dan menurut 36:78 si penanya telah melupakan asalnya. Pembaca yang pernah ditanya hal yang sulit dibuktikan dapat melihat satu cara menjawab di sini: Dia ditunjuk lewat perbuatan-Nya yang sudah terjadi pada si penanya sendiri, sehingga tidak ada janji baru yang harus dipercaya lebih dulu. Hal apa dari awal hidupnya sendiri yang paling jarang dipikirkan pembaca ketika sebuah akhir terasa mustahil?
  • Pertanyaan "siapa" di 36:78 mendapat jawaban berupa uraian perbuatan, yaitu yang menumbuhkannya pertama kali, dan nama tidak disebut dalam ayat ini. Ayat 17:99 memasangkan nama Allah dengan uraian perbuatan yang lain, yaitu menciptakan langit dan bumi, sehingga pembaca melihat dua ayat yang sama-sama mengenalkan pihak yang dimaksud lewat apa yang telah dikerjakan-Nya. Orang yang diminta menyebut alasan mempercayai Tuhannya bisa menimbang cara itu. Perbuatan mana yang akan disebut pembaca lebih dulu, dan sudahkah perbuatan itu terjadi pada diri pembaca sebelum sempat dipikirkan?
  • Tulang di 36:78 digambarkan hancur luluh, dan kalimat penutup 36:79 menyatakan bahwa Dia berilmu akan setiap penciptaan, tanpa berkata apa pun tentang tempat tulang itu atau cara mengumpulkannya. Pembaca yang merasa sebagian hidupnya telah hilang tanpa bekas, entah waktu, orang, atau kesempatan, mendapat pegangan yang sempit dari kalimat ini, karena yang dinyatakan hanya pengetahuan Dia dan tidak dinyatakan pengembalian apa pun yang diinginkan pembaca. Apa yang terjadi pada rasa kehilangan pembaca bila sesuatu yang lenyap itu tetap berada dalam ilmu Dia, walaupun jalan kembalinya tidak diceritakan?
  • Kata kerja yang dipakai untuk tulang di 36:79 berasal dari akar yang sama dengan kata kerja untuk kebun di 6:141 dan untuk pohon di 56:72, sehingga tulang yang hancur dan pohon berbagi satu akar kata kerja. Ayat 56:72 mengajukan dua pilihan tentang pohon itu, apakah kalian yang menumbuhkannya atau Kami. Pembaca yang memandang tubuhnya sebagai hasil kerjanya sendiri dapat membawa pertanyaan itu kepada tubuhnya. Bila pertanyaan 56:72 diarahkan kepada tulang di dalam tubuh pembaca, pilihan mana yang akan diambil, dan atas dasar apa pilihan itu dibuat?
  • Ayat 17:51 mencatat bahwa orang yang bertanya menggeleng-gelengkan kepala dan bertanya kapan, sedangkan 36:79 tidak mencatat tanggapan apa pun atas jawabannya. Pembaca yang pernah menjawab keraguan orang lain dapat mengamati bahwa ayat ini memberi isi jawaban tanpa memberi gambaran tentang penerimaannya. Perintah qul ditempatkan di depan jawaban, dan sesudah jawaban itu rangkaian ayat langsung berlanjut ke pohon di 36:80. Apa yang dapat dikerjakan pembaca dengan jawaban yang sudah lengkap tetapi belum disambut oleh siapa pun?
  • Di 41:21 penciptaan pertama dan pengembalian kepada Allah disebut dalam satu kalimat, dan di surah ini keduanya dipisahkan oleh tiga ayat, yaitu 36:80 sampai 36:82. Pembaca yang menelusuri ayat-ayat itu berjalan di antara dua titik yang kedua-duanya diletakkan pada Dia, yaitu awal yang sudah berlalu dan tujuan yang belum tiba. Apa yang berubah dalam cara pembaca memakai waktunya bila awalnya dan tujuan akhirnya sudah disebut Dia, sedangkan rencana-rencananya sendiri berada di antara keduanya?