الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ

yang menjadikan untuk kalian api dari pohon yang hijau, maka, seketika itu kalian menyalakan darinya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًاalladzii ja'ala lakum mina sy-syajari l-akhdhari naaranyang menjadikan untuk kalian api dari pohon yang hijau
  2. فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَfa-idzaa antum minhu tuuqiduunamaka, seketika itu kalian menyalakan darinya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. جَعَلَja'alamenjadikan
  3. لَكُمْlakumbagi kalian
  4. مِنَminadari
  5. الشَّجَرِsy-syajaripohon
  6. الْأَخْضَرِl-akhdhariyang hijau
  7. نَارًاnaaranapi
  8. فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
  9. أَنْتُمْantumkalian
  10. مِنْهُminhudarinya
  11. تُوقِدُونَtuuqiduunakalian nyalakan

Inti bacaan

Akar خ-ض-ر muncul di delapan ayat Al-Qur'an, yaitu 6:99, 12:43, 12:46, 18:31, 22:63, 36:80, 55:76, dan 76:21, dan bentuk (الْأَخْضَرِ, l-akhdhari) yang berarti "yang hijau" hanya ada di 36:80.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ, alladzii ja'ala lakum) yang berarti "yang menjadikan untuk kalian", tanpa kata sambung di depannya, sehingga ayat ini melanjutkan uraian tentang pihak di 36:79, (الَّذِي أَنْشَأَهَا, lladzii ansya'ahaa) yang berarti "yang menumbuhkannya". Rangkaian yang sama muncul di sebelas ayat dalam sembilan surah, yaitu 2:22, 6:97, 10:67, 20:53, 25:47, 36:80, 40:61, 40:64, 40:79, 43:10, dan 67:15. Sepuluh ayat lainnya menyebut bumi di 2:22, 20:53, 40:64, 43:10, dan 67:15, malam di 10:67, 25:47, dan 40:61, bintang-bintang di 6:97, serta hewan ternak di 40:79. Api disebut di 36:80 saja. Di tiga ayat, yaitu 40:61, 40:64, dan 40:79, rangkaian itu didahului nama, (اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ, allaahu lladzii ja'ala lakumu) yang berarti "Allahlah yang menjadikan untuk kalian".

Kata (مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ, mina sy-syajari l-akhdhari) berarti "dari pohon yang hijau". Susunan (مِنَ الشَّجَرِ, mina sy-syajari) muncul dua kali, yaitu di 16:68 dan 36:80. Di 16:68, (وَمِنَ الشَّجَرِ, wa-mina sy-syajari) menyebut tempat lebah membuat sarang, dan di 36:80 menyebut asal api. Kata (الْأَخْضَرِ, l-akhdhari) yang berarti "yang hijau" berakar خ-ض-ر. Akar itu muncul di delapan ayat, yaitu 6:99, 12:43, 12:46, 18:31, 22:63, 36:80, 55:76, dan 76:21, dan bentuk persis l-akhdhari hanya ada di 36:80. Di dua ayat di antaranya warna hijau dipasangkan dengan air yang turun dari langit: (خَضِرًا, khadhiran) di 6:99 yang berarti "yang hijau" dikeluarkan dari tumbuhan sesudah air diturunkan, dan (مُخْضَرَّةً, mukhdharratan) di 22:63 yang berarti "menghijau" dipakai untuk bumi sesudah air diturunkan. Ayat 36:80 tidak menyebut air.

Kata (نَارًا, naaran) yang berarti "api" muncul di tujuh belas ayat, yaitu 2:17, 4:10, 4:14, 4:30, 4:56, 5:64, 18:29, 18:96, 20:10, 27:7, 28:29, 36:80, 66:6, 71:25, 88:4, 92:14, dan 111:3. Sepuluh di antaranya menyebut api sebagai hukuman, yaitu 4:10, 4:14, 4:30, 4:56, 18:29, 66:6, 71:25, 88:4, 92:14, dan 111:3. Tujuh sisanya berupa api yang dinyalakan manusia di 2:17 dan 5:64, besi yang dijadikan bara di 18:96, api yang dilihat Musa di 20:10, 27:7, dan 28:29, serta api di 36:80. Di 5:64, (أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ, awqaduu naaran li-l-harbi) berarti "mereka menyalakan api peperangan", dan di 20:10, (رَأَىٰ نَارًا, ra'aa naaran) berarti "melihat api". Pada 36:80 api dijadikan untuk pendengar, dari pohon yang hijau.

Kata (فَإِذَا أَنْتُمْ, fa-idzaa antum) berarti "maka seketika itu kalian". Kata fa-idzaa muncul enam kali dalam surah ini, yaitu di 36:29, 36:37, 36:51, 36:53, 36:77, dan 36:80. Empat di antaranya diikuti kata ganti (هُمْ, hum) yang berarti "mereka", satu diikuti (هُوَ, huwa) yang berarti "dia" di 36:77, dan satu diikuti antum di 36:80. Rangkaian fa-idzaa antum hanya ada di 36:80. Di 36:37, (فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ, fa-idzaa hum muzhlimuuna) berarti "maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan", dan di 36:53, (فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, fa-idzaa hum jamii'un ladaynaa muhdharuuna) berarti "maka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami". Di dua ayat itu hal yang terjadi sesudah fa-idzaa menimpa mereka, sedangkan di 36:80 hal itu berupa perbuatan kalian sendiri.

Kata (مِنْهُ, minhu) berarti "darinya", tersusun dari (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Akhiran itu menunjuk pohon dan tidak menunjuk api: di 20:10 api dirujuk dengan (مِنْهَا, minhaa) yang juga berarti "darinya", dengan akhiran -haa, sedangkan di 36:80 akhirannya -hu. Terjemahan memakai "darinya" dan tidak memakai "dengannya", karena Arabnya memuat min, sedangkan (بِ, bi-) yang berarti "dengan" tidak ada di ayat ini. Pilihan yang sama dipakai di 24:35, (يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ, yuuqadu min syajaratin mubaarakatin) yang berarti "dinyalakan dari pohon yang diberkahi".

Kata (تُوقِدُونَ, tuuqiduuna) yang berarti "kalian menyalakan" berakar و-ق-د. Akar itu muncul di sebelas ayat dalam sepuluh surah, yaitu 2:17, 2:24, 3:10, 5:64, 13:17, 24:35, 28:38, 36:80, 66:6, 85:5, dan 104:6. Enam di antaranya kata kerja. Manusia yang menyalakan di 2:17, 5:64, 13:17, 28:38, dan 36:80, sedangkan 24:35 memakai bentuk yang tidak menyebut pelakunya. Di 13:17, (وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ, wa-mimmaa yuuqiduuna 'alayhi fii n-naari) berarti "dan dari apa yang mereka nyalakan atasnya dalam api", dan di 28:38, (فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ, fa-awqid lii yaa haamaanu) berarti "maka bakarlah untukku, wahai Haman". Terjemahan 36:80 memakai "menyalakan" tanpa menyebut objeknya, karena api sudah disebut di bagian pertama ayat.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan jawaban di 36:79 dengan bukti kedua, dan arah pembicaraan berubah. Ayat 36:77 dan 36:78 berbicara tentang manusia dengan kata ganti orang ketiga, sedangkan 36:80 memakai (لَكُمْ, lakum) dan (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "untuk kalian" dan "kalian". Terjemahan menutup tanda kutip di akhir 36:80, sehingga dua ayat itu terbaca sebagai satu jawaban yang diminta untuk diucapkan. Bukti di 36:79 menunjuk peristiwa yang sudah lewat, yaitu penciptaan pertama. Bukti di 36:80 menunjuk sesuatu yang dikerjakan para pendengar sendiri, sebab (تُوقِدُونَ, tuuqiduuna) menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung.

Susunan serupa ada di 56:71 sampai 56:73. Di sana api disebut lewat (النَّارَ الَّتِي تُورُونَ, n-naara llatii tuuruuna) yang berarti "api yang kalian nyalakan". Pohonnya disebut lewat (أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ, a-antum ansya'tum syajaratahaa am nahnu l-munsyi'uuna) yang berarti "apakah kalian yang menumbuhkan pohonnya ataukah Kami yang menumbuhkan", dan sesudahnya ada (نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا, nahnu ja'alnaahaa tadzkiratan wa-mataa'an) yang berarti "Kami menjadikannya peringatan dan manfaat". Unsurnya sama dengan 36:79 dan 36:80, yaitu kata kerja menumbuhkan, pohon, api, dan kata kerja menjadikan. Bedanya, 56:73 memberi api sebutan peringatan dan manfaat, sedangkan 36:80 mencatat perbuatan kalian menyalakan api dari pohon itu dan tidak memberi sebutan semacam itu.

Ayat ini tidak menyebut kebangkitan dan tidak menyebut tulang. Hubungannya dengan 36:78 terletak pada urutan, karena jawaban atas pertanyaan tentang tulang yang hancur berlanjut dengan pohon yang hijau. Warna hijau dan api tersusun berdampingan di ayat ini, dan ayat tidak menjelaskan bagaimana yang satu menghasilkan yang lain. Ayat 36:81 kemudian melanjutkan dengan pertanyaan tentang langit dan bumi.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut perbuatan yang dikerjakan pendengarnya sendiri, yaitu menyalakan api dari pohon, lalu menaruh asal api itu pada Dia yang menjadikannya. Pembagian kerjanya terlihat pada dua kata kerja: menjadikan untuk Dia, menyalakan untuk kalian. Pembaca yang menyalakan sesuatu sedang mengerjakan bagian terakhir dari rangkaian yang bahan pertamanya sudah ada sebelum tangannya bergerak. Di 56:72 pertanyaan itu diajukan terang-terangan, apakah kalian yang menumbuhkan pohonnya atau Kami. Bagian mana dari sebuah pekerjaan yang pembaca sebut awal, padahal bahannya sudah disediakan lebih dulu?
  • Dari sebelas ayat yang memuat rangkaian "yang menjadikan untuk kalian", sepuluh menyebut benda besar yang mudah dikenali, yaitu bumi, malam, bintang-bintang, dan hewan ternak, sedangkan 36:80 menyebut api. Tiga ayat di antaranya menaruh nama Allah di depan rangkaian itu. Daftar yang dijadikan Dia untuk pembaca ternyata memuat benda yang diinjak dan benda yang dinyalakan dalam satu rangkaian kalimat yang sama. Apa saja yang ada di daftar pembaca tentang hal-hal yang dijadikan untuknya, dan mana yang paling jarang diingat sebagai pemberian?
  • Bentuk (نَارًا, naaran) dipakai di tujuh belas ayat, antara lain untuk api hukuman, sedangkan api yang dijadikan untuk pendengar hanya ada di 36:80 dalam daftar itu. Pembaca yang pernah gentar mendengar kata api dapat menemukan bahwa Dia memakai bentuk itu juga untuk sesuatu yang dinyalakan tangan manusia dari pohon. Apa yang pertama terbayang oleh pembaca ketika kata api disebut, nyala yang menghukum atau nyala yang dipakai?
  • Di 6:99 dan 22:63 warna hijau dipasangkan dengan air dari langit, sedangkan 36:80 tidak menyebut air dan tidak menjelaskan bagaimana pohon hijau menghasilkan nyala. Hubungan itu disampaikan sebagai pengamatan, dan penjadinya disebut tanpa menguraikan caranya. Pembaca bisa memperhatikan betapa banyak hal yang dipakainya tanpa pernah ia ketahui prosesnya, dan bahwa ayat ini memasukkan salah satunya ke dalam rangkaian tanda yang berasal dari Dia. Hal apa yang dipakai pembaca setiap hari tanpa pernah bertanya dari mana asalnya?
  • Di 36:77 dan 36:78 pembaca mengikuti seorang manusia yang meragukan, disebut dengan kata ganti orang ketiga, dan di 36:80 pembicaraan menoleh kepada pendengar dengan kata kalian. Pembaca yang tadi hanya menonton dari luar tiba-tiba termasuk di antara yang disapa, sebab api yang dinyalakan itu dikerjakan oleh kalian, orang yang sedang mendengar jawaban. Jawaban yang diminta untuk diucapkan itu melukiskan Dia lewat apa yang dijadikan-Nya untuk para pendengar, termasuk pembaca yang sedang membacanya. Apa yang berubah pada pembaca ketika kata ganti berpindah dari orang ketiga ke kalian di tengah bacaan?
  • Kata fa-idzaa yang berarti maka seketika itu dipakai di 36:51 untuk manusia yang bergegas dari kubur sesudah sangkakala ditiup, di 36:53 untuk mereka yang dihadirkan sesudah satu teriakan, dan di 36:80 untuk kalian yang menyalakan api. Peristiwa kebangkitan dan pekerjaan menyalakan api ditandai dengan kata yang sama, tanpa perbedaan jarak. Pembaca yang menganggap satu peristiwa sangat jauh dan satu pekerjaan sangat biasa dapat mengamati bahwa ayat tidak memberi tanda perbedaan di antara keduanya. Bila keduanya ditandai dengan kata yang sama, mana yang diberi bobot lebih besar oleh pembaca, dan atas dasar apa?