أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

Bukankah yang menciptakan langit dan bumi kuasa menciptakan yang serupa mereka? Tentu saja, dan Dialah Sang Pencipta lagi Sang Berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْa-wa-laysa lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha bi-qaadirin 'alaa an yakhluqa mitslahumbukankah yang menciptakan langit dan bumi kuasa menciptakan yang serupa mereka
  2. بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُbalaa wa-huwa l-khallaaqu l-'aliimutentu saja, dan Dialah Sang Pencipta lagi Sang Berilmu

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. أَوَلَيْسَa-wa-laysaapakah tidak
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  6. بِقَادِرٍbi-qaadirinyang berkuasa
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. أَنْanuntuk
  9. يَخْلُقَyakhluqamenciptakan
  10. مِثْلَهُمْmitslahumseperti mereka
  11. بَلَىٰbalaaya
  12. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  13. الْخَلَّاقُl-khallaaquMaha Pencipta
  14. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Rangkaian (الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ, l-khallaaqu l-'aliimu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:86 dan 36:81.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَيْسَ, a-wa-laysa) yang berarti "bukankah", tersusun dari huruf tanya (أَ, a), huruf sambung (وَ, wa), dan (لَيْسَ, laysa) yang berarti "tidak". Susunan itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:10 dan 36:81. Di 29:10, (أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ, a-wa-laysa llaahu bi-a'lama) berarti "bukankah Allah lebih mengetahui". Surah ini sendiri sudah memakai pembuka serupa di 36:77, (أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ, a-wa-lam yara l-insaanu) yang berarti "tidakkah manusia melihat", sehingga rangkaian jawaban atas keraguan itu dibuka dan ditutup dengan pertanyaan yang sama-sama berawal a-wa.

Frasa (الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "yang menciptakan langit dan bumi" muncul di dua belas ayat dalam sebelas surah, yaitu 6:1, 6:73, 7:54, 10:3, 11:7, 14:32, 17:99, 25:59, 32:4, 36:81, 46:33, dan 57:4. Di 17:99 dan 46:33 nama Allah mendahului frasa itu, (أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, anna llaaha lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi", sedangkan di 36:81 frasa itu berdiri sendiri. Akar خ-ل-ق muncul tiga kali di ayat ini, yaitu kata kerja yang menyatakan perbuatan sudah selesai, (خَلَقَ, khalaqa), kata kerja yang menyatakan perbuatan yang belum terjadi, (يَخْلُقَ, yakhluqa), dan nama (الْخَلَّاقُ, l-khallaaqu).

Kata (بِقَادِرٍ, bi-qaadirin) yang berarti "kuasa" muncul tiga kali, yaitu di 36:81, 46:33, dan 75:40. Ketiganya berada dalam pertanyaan yang dibuka huruf tanya dan kata penyangkal. Di 46:33, (بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ, bi-qaadirin 'alaa an yuhyiya l-mawtaa) berarti "kuasa menghidupkan yang mati", dan di 75:40, (أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ, a-laysa dzaalika bi-qaadirin 'alaa an yuhyiya l-mawtaa) berarti "bukankah itu kuasa menghidupkan orang mati". Tanpa awalan bi-, susunan (قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ, qaadirun 'alaa an) muncul dua kali, yaitu di 6:37 dan 17:99. Di 17:99 kalimatnya (قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ, qaadirun 'alaa an yakhluqa mitslahum) yang berarti "kuasa menciptakan yang serupa dengan mereka", dan susunan (يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ, yakhluqa mitslahum) hanya muncul di 17:99 dan 36:81.

Kata (مِثْلَهُمْ, mitslahum) yang berarti "yang serupa mereka" muncul empat kali, yaitu di 17:99, 21:84, 36:81, dan 38:43. Di 21:84 dan 38:43, (وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ, wa-mitslahum ma'ahum) berarti "dan yang serupa mereka bersama mereka", yaitu yang serupa dengan keluarga yang disebut sebelumnya, diberikan bersama keluarga itu. Di 17:98 orang yang ragu bertanya (أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا, a-innaa la-mab'uutsuuna khalqan jadiidan) yang berarti "apakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru", dan 17:99 menjawab dengan mitslahum, sehingga "ciptaan yang baru" dan "yang serupa mereka" berada dalam satu pasangan tanya jawab. Terjemahan memakai "serupa" dan tidak menambahkan keterangan apakah yang serupa itu orang yang sama.

Kata (بَلَىٰ, balaa) yang berarti "tentu saja" muncul dua puluh dua kali di enam belas surah, yaitu di 2:81, 2:112, 2:260, 3:76, 3:125, 6:30, 7:172, 16:28, 16:38, 34:3, 36:81, 39:59, 39:71, 40:50, 43:80, 46:33, 46:34, 57:14, 64:7, 67:9, 75:4, dan 84:15. Di 7:172, (أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ, a-lastu bi-rabbikum) berarti "bukankah Aku Tuhan kalian", dan jawabannya (قَالُوا بَلَىٰ, qaaluu balaa) berarti "mereka berkata, ya"; di 46:34, (قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا, qaaluu balaa wa-rabbinaa) berarti "mereka berkata, benar, demi Tuhan kami". Di kedua tempat itu penjawabnya disebut lewat (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata". Di 36:81 dan 46:33 tidak ada kata semacam itu, sehingga jawabannya terbaca dalam suara yang sama dengan pertanyaannya. Hal serupa terdapat di 16:38, (بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا, balaa wa'dan 'alayhi haqqan) yang berarti "tentu saja, sebagai janji yang pasti atas-Nya".

Kalimat penutup, (وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ, wa-huwa l-khallaaqu l-'aliimu), berarti "dan Dialah Sang Pencipta lagi Sang Berilmu". Rangkaian (الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ, l-khallaaqu l-'aliimu) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:86 dan 36:81. Di 15:86, (إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ, inna rabbaka huwa l-khallaaqu l-'aliimu) berarti "sesungguhnya Tuhanmulah Sang Pencipta, Sang Berilmu". Terjemahan memakai "Sang Pencipta" untuk nama pertama dan "Sang Berilmu" untuk nama kedua, tanpa awalan "Maha".

Tafsiran

Ayat ini menaruh bukti ketiga dalam jawaban atas 36:78, dan ukurannya paling besar. Jawaban di 36:79 menunjuk penciptaan pertama manusia, jawaban di 36:80 menunjuk api dari pohon, dan 36:81 menunjuk langit dan bumi. Menurut 40:57, (لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ, la-khalqu s-samaawaati wa-l-ardhi akbaru min khalqi n-naasi) yang berarti "sungguh, penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia", urutan dari langit dan bumi ke yang serupa mereka memang bergerak dari yang besar ke yang lebih kecil. Ayat 36:81 sendiri tidak memuat kata besar atau kecil, sehingga ukuran itu dibaca bersama 40:57.

Ayat ini berbeda dari dua ayat sebelumnya dalam bentuknya. Ayat 36:79 dan 36:80 berupa pernyataan, sedangkan 36:81 berupa pertanyaan yang dijawab di ayat yang sama. Arah sapaan juga bergeser: 36:77 dan 36:78 berbicara tentang manusia, 36:80 menyapa pendengar dengan kalian, dan 36:81 kembali memakai kata ganti orang ketiga dalam mitslahum, untuk manusia yang sedang dibicarakan. Pertanyaan itu diajukan kepada pendengar tentang manusia sebagai pihak ketiga.

Kalimat 36:81 hampir sama dengan 17:99, dengan perbedaan di bagian belakangnya. Ayat 17:99 menyambung dengan (وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَا رَيْبَ فِيهِ, wa-ja'ala lahum ajalan laa rayba fiihi) yang berarti "dan menetapkan bagi mereka ajal yang tidak diragukan lagi", sedangkan 36:81 menyambung dengan jawaban dan dua nama. Dua nama itu mengulang dua akar yang menutup 36:79: akar dari (خَلْقٍ, khalqin) menjadi (الْخَلَّاقُ, l-khallaaqu), dan akar dari (عَلِيمٌ, 'aliimun) menjadi (الْعَلِيمُ, l-'aliimu). Dengan begitu bagian jawaban ini berakhir pada dua hal yang sudah menjadi pokok sejak 36:78, yaitu penciptaan dan pengetahuan.

Pola nama sesudah pembicaraan tentang kebangkitan terlihat juga di 15:85 dan 15:86. Ayat 15:85 memuat (وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ, wa-inna s-saa'ata la-aatiyatun) yang berarti "dan sesungguhnya Saat itu pasti datang", lalu 15:86 menyebut dua nama yang sama. Di kedua surah dua nama itu datang sesudah pokok kebangkitan disebut, dan di surah 36 pokok itu berupa tulang yang hancur.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan di 36:81 dijawab dengan kata tentu saja dalam suara yang sama dengan pertanyaannya, seperti di 46:33, sedangkan di 7:172 dan 46:34 jawaban itu diucapkan manusia dan penjawabnya disebut. Pembaca yang sampai di titik ini mendapati jawabannya sudah tertulis di depannya dan tinggal diucapkan. Pertanyaan yang jawabannya sudah dipegang penanya sejak awal dapat berguna untuk membuat pendengar sendiri yang menyebutkan jawaban itu. Pertanyaan apa yang pembaca ajukan kepada dirinya sendiri sambil sudah tahu jawabannya, dan mengapa jawaban itu masih perlu diucapkan?
  • Ayat 40:57 menyatakan penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, dan 36:81 memakai ukuran itu untuk bertanya tentang kuasa Dia atas yang serupa mereka. Pembaca yang menilai sebuah hal sulit karena ukurannya perlu memeriksa ukuran siapa yang dipakai. Ayat ini menaruh perbuatan Dia atas langit dan bumi sebagai pembanding, dan pembanding itu jauh lebih besar daripada tenaga yang tersedia bagi pembaca. Dengan ukuran apa pembaca menilai sesuatu mudah atau sulit, dan dari kemampuan siapa ukuran itu diambil?
  • Ayat ini memakai kata serupa, dan tidak menyebut apakah yang serupa itu orang yang sama atau orang lain. Ayat 17:98 mengajukan pertanyaan tentang ciptaan yang baru dan 17:99 menjawabnya dengan kata yang sama dengan 36:81, tanpa menambah rincian. Pembaca yang ingin tahu apakah dirinya sendiri yang akan dihidupkan bertemu jawaban yang berhenti pada kata serupa, dengan satu penegasan: pencipta langit dan bumi kuasa atas hal itu, dan Dia berilmu akan setiap penciptaan menurut 36:79. Bagaimana pembaca membawa pertanyaan tentang dirinya sendiri ketika jawabannya hanya sampai pada kata serupa?
  • Dua nama penutup, Sang Pencipta dan Sang Berilmu, mengulang dua akar yang sudah menutup 36:79. Pembaca yang ragu terhadap sebuah janji dapat menimbang dua hal yang berbeda, apakah pihak yang berjanji mampu membuatnya dan apakah pihak itu mengetahui apa yang hendak dibuatnya. Ayat ini menyebut keduanya sekaligus tentang Dia, sehingga keraguan pada satu sisi tidak sempat berdiri sendiri. Dari dua nama itu, mana yang lebih sering diragukan pembaca ketika membayangkan akhir dirinya, kemampuan mencipta atau pengetahuan atas yang diciptakan?
  • Rangkaian ini dibuka di 36:77 dengan pertanyaan tentang melihat, yaitu tidakkah manusia melihat dari apa manusia itu diciptakan, dan ditutup di 36:81 dengan pertanyaan tentang kuasa, yaitu bukankah pencipta langit dan bumi kuasa menciptakan yang serupa mereka. Pembaca berpindah dari apa yang bisa diamati pada dirinya ke apa yang diakui tentang pihak lain. Di antara melihat dan mengakui, ayat 36:79 dan 36:80 menaruh dua pengamatan yang ada pada manusia sendiri. Apa yang dikerjakan pembaca di antara melihat dan mengakui, dan pada bagian mana pembaca berhenti?
  • Ayat 36:81 menjawab keraguan dengan pertanyaan dan dua nama, dan ayat itu tidak memuat celaan kepada siapa pun. Sebutan pembantah yang nyata di 36:77 sudah lewat, dan sesudah tiga bukti, bentuk yang dipakai adalah pertanyaan. Pembaca yang pernah menghadapi orang yang meragukan hal yang diyakininya dapat memperhatikan nada ini: pertanyaan yang sederhana dan jawaban yang pendek. Bagaimana pembaca memperlakukan orang yang ragu bila jawaban yang ditulis dalam ayat ini sama sekali tidak memuat celaan?