إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah ia.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُinnamaa amruhu idzaa araada syay'an an yaquula lahu kun fa-yakuunusesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah Dia berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. أَمْرُهُamruhuurusan-Nya
  3. إِذَاidzaaapabila
  4. أَرَادَaraadamaksudkan
  5. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  6. أَنْanbahwa
  7. يَقُولَyaquulaberkata
  8. لَهُlahubaginya
  9. كُنْkunjadilah
  10. فَيَكُونُfa-yakuunumaka jadilah ia

Inti bacaan

Firman penciptaan sesederhana 'Jadilah! Maka jadilah', kontras tajam antara kerumitan proses yang dibayangkan manusia dan kemampuan penciptaan ilahi yang instan tanpa hambatan proses apa pun.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan seluruh argumen tentang kebangkitan dengan penegasan mekanisme kuasa Allah yang paling sederhana: sekadar kehendak dan perkataan, tanpa proses rumit yang dibutuhkan makhluk.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut caranya sesederhana itu. Satu kata. Lalu ada.
  • Yang dipersoalkan tadi tulang hancur. Jawabannya bukan penjelasan. Bunyi satu kata.
  • Kata hanyalah dipakai Allah untuk mengecilkan. Bukan besar bagi-Nya. Cuma segitu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-r, r-w-d, sh-y-a, q-w-l, k-w-n): amruhu…an yaquula lahu kun fa-yakuun diterjemahkan 'perintah-Nya: Jadilah! Maka jadilah' (akar '-m-r + akar k-w-n, firman-cipta Ilahi, cf. 2:117, 3:47); araada diterjemahkan 'menghendaki' (akar r-w-d). Selaras.