فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Maka, Mahasuci Dia yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu, dan hanya kepada-Nya kalian dikembalikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍfa-subhaana lladzii bi-yadihi malakuutu kulli syay'inmaka, Mahasuci Dia yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu
  2. وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَwa-ilayhi turja'uunadan hanya kepada-Nya kalian dikembalikan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَسُبْحَانَfa-subhaanamaka Mahasuci
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. بِيَدِهِbi-yadihidi tangan-Nya
  4. مَلَكُوتُmalakuutukerajaan
  5. كُلِّkullisegala
  6. شَيْءٍsyay'insesuatu
  7. وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
  8. تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan

Inti bacaan

Rangkaian (سُبْحَانَ الَّذِي, subhaana lladzii) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:1, 36:36, 36:83, dan 43:13, dan hanya di 36:83 uraian sesudahnya tersusun tanpa kata kerja.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَسُبْحَانَ, fa-subhaana) yang berarti "maka Mahasuci", tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka" dan kata subhaana yang berakar س-ب-ح. Susunan fa-subhaana muncul tiga kali, yaitu di 21:22, 30:17, dan 36:83. Di 21:22, (فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ, fa-subhaana llaahi rabbi l-'arsyi) berarti "maka Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy", dan di 30:17, (فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ, fa-subhaana llaahi hiina tumsuuna) berarti "maka Mahasuci Allah ketika kalian berada di waktu senja". Di dua ayat itu nama Allah langsung mengikuti subhaana, sedangkan di 36:83 yang mengikutinya kata (الَّذِي, alladzii) yang berarti "yang". Rangkaian (سُبْحَانَ الَّذِي, subhaana lladzii) muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 17:1, 36:36, 36:83, dan 43:13, sehingga surah 36 memuatnya dua kali. Di tiga ayat lain uraian sesudahnya berupa kata kerja: (أَسْرَىٰ, asraa) yang berarti "memperjalankan" di 17:1, (خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا, khalaqa l-azwaaja kullahaa) yang berarti "menciptakan segala pasangan" di 36:36, dan (سَخَّرَ لَنَا, sakhkhara lanaa) yang berarti "menundukkan bagi kami" di 43:13. Di 36:83 uraian sesudahnya tersusun tanpa kata kerja.

Kata (بِيَدِهِ, bi-yadihi) yang berarti "di tangan-Nya" muncul lima kali di empat surah, yaitu di 2:237, 2:249, 23:88, 36:83, dan 67:1. Susunan (الَّذِي بِيَدِهِ, lladzii bi-yadihi) muncul tiga kali, yaitu di 2:237, 36:83, dan 67:1. Di 2:237, (الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ, lladzii bi-yadihi 'uqdatu n-nikaahi) berarti "yang di tangannya ada akad nikah", dan akhiran -hi di sana menunjuk manusia. Di 67:1, (تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ, tabaaraka lladzii bi-yadihi l-mulku) berarti "berkahlah yang di tangan-Nya kekuasaan". Terjemahan memakai "di tangan-Nya" tanpa menambahkan keterangan tentang sifat tangan itu, dan ayat sendiri tidak menjelaskannya.

Kata (مَلَكُوتُ, malakuutu) yang berarti "kekuasaan" berakar م-ل-ك. Kata malakuut muncul empat kali di empat surah, yaitu di 6:75, 7:185, 23:88, dan 36:83. Bentuk persis malakuutu muncul dua kali, di 23:88 dan 36:83, dan di keduanya rangkaiannya sama, (بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ, bi-yadihi malakuutu kulli syay'in) yang berarti "di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu". Di 6:75 malakuut langit dan bumi diperlihatkan kepada Ibrahim, dan di 7:185 pendengar diminta memperhatikannya lewat kata kerja (يَنْظُرُوا, yanzhuruu) yang berarti "memperhatikan". Terjemahan memakai "kekuasaan" untuk malakuutu di 23:88 dan 36:83, kata yang sama dengan terjemahan (الْمُلْكُ, l-mulku) di 67:1.

Kata (كُلِّ شَيْءٍ, kulli syay'in) yang berarti "segala sesuatu" berdiri langsung sesudah malakuutu, sehingga terjemahan menulis "kekuasaan segala sesuatu" seperti di 23:88, dan kata "atas" tidak dipakai karena tidak ada di Arabnya. Surah ini memuat kata yang sama di 36:12, (وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ, wa-kulla syay'in ahshaynaahu) yang berarti "dan segala sesuatu Kami hitung".

Bagian terakhir, (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-ilayhi turja'uuna), berarti "dan kepada-Nya kalian dikembalikan". Rangkaian itu muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu di 2:245, 10:56, 11:34, 28:70, 28:88, 36:22, 36:83, 41:21, dan 43:85. Kata (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) berakar ر-ج-ع, dan bentuknya menyebut kalian sebagai yang dikembalikan tanpa menyebut siapa yang mengembalikan. Di 36:22, (الَّذِي فَطَرَنِي, lladzii fatharanii) yang berarti "yang menciptakanku" mendahului rangkaian yang sama, diucapkan seorang lelaki yang datang dari ujung kota menurut 36:20. Di 36:52 orang yang dibangkitkan bertanya (مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا, man ba'atsanaa min marqadinaa) yang berarti "siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami", memakai akar ب-ع-ث, sedangkan 36:83 memakai akar ر-ج-ع.

Tafsiran

Ayat ini menutup surah dengan pujian sesudah jawaban atas keraguan di 36:77 dan 36:78. Awalan fa yang berarti "maka" menyambungnya pada lima ayat sebelumnya, sehingga pujian ini terbaca sebagai akibat dari penciptaan pertama di 36:79, api dari pohon di 36:80, langit dan bumi di 36:81, serta ucapan Jadilah di 36:82. Kata sesuatu di 36:82 diperluas menjadi segala sesuatu di ayat ini, dan segala sesuatu itu ditaruh di bawah kekuasaan yang berada di tangan-Nya.

Ayat 36:12 memuat dua hal yang kembali di ayat penutup. Di 36:12, (إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ, innaa nahnu nuhyi l-mawtaa) berarti "sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati", lalu ayat itu menyebut segala sesuatu yang dihitung. Di 36:83 segala sesuatu muncul lagi, kali ini sebagai yang kekuasaannya berada di tangan-Nya, disusul pengembalian kalian. Dua ayat itu berada di bagian awal dan akhir surah, yang pertama menyebut Kami menghidupkan dan yang terakhir menyebut kalian dikembalikan.

Rangkaian subhaana lladzii muncul dua kali dalam surah ini. Ayat 36:36 menyusulkan perbuatan menciptakan segala pasangan, dan 36:83 menyusulkan keadaan, yaitu kekuasaan di tangan-Nya. Ayat 36:36 berada di rangkaian tanda yang dilihat manusia pada malam dan bumi, dan 36:83 berada di akhir jawaban tentang kebangkitan.

Kata ganti ikut bergerak. Ayat 36:77 menyebut manusia, 36:78 menyebut penanya, 36:80 menyapa kalian, 36:81 membicarakan mereka, dan 36:83 menyapa kalian lagi dalam turja'uuna. Pembaca yang sudah mengikuti perdebatan tentang orang lain di 36:81 mendapati dirinya disapa langsung di ayat penutup. Pengembalian di ayat ini memakai akar yang berbeda dari kebangkitan di 36:52, sehingga ayat ini sendiri tidak menyebut kebangkitan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menaruh kekuasaan segala sesuatu di tangan-Nya, dan kata segala sesuatu dapat dibaca mencakup benda yang dipegang pembaca. Rumah, pekerjaan, waktu, dan tubuh yang disebut milik sendiri berada dalam jangkauan kata itu. Ayat 36:71 menyebut hewan ternak yang dibuat dari apa yang tangan Kami kerjakan, lalu mereka menjadi pemiliknya, sehingga kepemilikan manusia dan perbuatan tangan Kami disebut dalam satu ayat yang sama. Apa yang pembaca sebut milikku, dan bagaimana bunyi sebutan itu bila kekuasaan atas semuanya, menurut ayat ini, ada di tangan-Nya?
  • Bentuk kata kerja di akhir ayat menyebut kalian sebagai yang dikembalikan dan tidak menyebut siapa yang mengembalikan, sedangkan tujuannya disebut dengan jelas, yaitu kepada-Nya. Pembaca yang membayangkan akhir hidupnya dapat mencari pelaku, entah peristiwa, waktu, atau pihak yang mengantar. Ayat ini menaruh tekanannya pada tujuan dan membiarkan pelaku tanpa nama. Siapa yang dibayangkan pembaca mengantarnya ke tujuan itu, dan apa yang terasa berubah bila tujuan lebih terang daripada jalannya?
  • Di 36:81 pembicaraan memakai kata mereka untuk orang yang meragukan, dan di 36:83 kata itu berganti menjadi kalian. Pembaca yang tadi mengikuti perdebatan sebagai penonton mendapati dirinya disapa dalam kalimat penutup, sebab kalian terbaca mencakup para pendengar jawaban itu, termasuk pembaca. Pihak yang kekuasaan segala sesuatu ada di tangan-Nya menjadi tujuan bagi pendengar sendiri. Apa yang berubah pada pembaca ketika sebutan mereka berpindah menjadi kalian di tengah bacaan?
  • Surah ini berakhir dengan ayat yang dibuka kata Mahasuci. Sesudah tiga bukti dan satu rumusan, kalimat terakhirnya menyatakan pujian kepada pihak yang kekuasaan segala sesuatu ada di tangan-Nya. Pembaca yang menutup bacaan sesudah rangkaian argumen dapat membawa pulang rasa telah memahami jawaban, dan ayat ini menaruh pujian di tempat rasa itu dapat berada. Apa yang tersisa dalam diri pembaca sesudah bukti selesai dibaca, rasa menang dalam adu argumen atau rasa kecil di hadapan Dia?
  • Ayat 36:12 menyebut Kami menghidupkan orang mati dan menghitung segala sesuatu, dan 36:83 menyebut segala sesuatu yang kekuasaannya berada di tangan-Nya serta kalian yang dikembalikan kepada-Nya. Dua ayat itu berada di bagian awal dan di akhir surah yang sama, dan segala sesuatu ditemukan di keduanya. Pembaca yang membaca keduanya berdampingan melihat dua tindakan yang berpasangan, menghitung di awal dan menerima kembali di akhir. Bila 36:12 dan 36:83 dibaca berdampingan, apa yang pembaca temukan tentang siapa yang menghitung dan siapa yang menerima kembali?
  • Di 36:22 seorang lelaki mengaitkan sikapnya terhadap Dia yang menciptakannya dengan kenyataan bahwa kalian dikembalikan kepada-Nya, dan kata kembali di sana berfungsi sebagai alasan bagi sebuah sikap. Rangkaian yang sama di 36:83 muncul sebagai penutup. Pembaca dapat membandingkan dua tempat itu, yang satu memakai tujuan akhir untuk menjelaskan sikap hari ini dan yang lain membiarkan tujuan itu berdiri sendiri. Bila tempat kembali menjadi alasan bagi sebuah sikap, sikap apa yang diambil pembaca hari ini yang alasannya terletak di sana?