بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا

Demi yang berbaris bersaf-saf,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالصَّافَّاتِ صَفًّاwa-sh-shaaffaati shaffandemi yang berbaris bersaf-saf

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَالصَّافَّاتِwa-sh-shaaffaatidemi yang berbaris
  2. صَفًّاshaffanberbaris

Inti bacaan

Bentuk (صَفًّا, shaffan) ada di enam ayat Al-Qur'an, yaitu 18:48, 20:64, 37:1, 61:4, 78:38, dan 89:22, dan hanya di 37:1 bentuk itu berdiri tanpa kata kerja di dalam ayatnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini tidak memuat satu pun kata kerja. Kata pertamanya, (وَالصَّافَّاتِ, wa-sh-shaaffaati), yang berarti "demi yang berbaris", tersusun dari huruf (وَ, wa) yang berarti "demi", kata sandang al- yang menyatu dengan huruf sesudahnya, dan bentuk jamak perempuan dari pelaku akar ص-ف-ف. Terjemahan memakai "demi" karena ayat ini membuka surah, sehingga tidak ada kalimat sebelumnya yang bisa disambung dengan "dan", dan karena kalimat yang menerima sumpah ini baru datang di 37:4.

Akar ص-ف-ف membentuk jamak perempuan yang sama di dua ayat lain, yaitu 24:41 dan 67:19, dalam bentuk (صَافَّاتٍ, shaaffaatin) tanpa kata sandang. Di kedua ayat itu pelakunya tertulis, yaitu burung-burung. Ayat 24:41 menyebut burung-burung yang merentangkan sayapnya, dan 67:19 menyebut burung-burung di atas mereka yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya. Di 37:1 tidak ada kata benda yang bisa dihubungkan dengan bentuk itu, sehingga terjemahan berhenti pada "yang berbaris" dan tidak memasang "burung" atau benda lain di depannya. Bentuk jamak laki-laki dari akar yang sama, (الصَّافُّونَ, sh-shaaffuuna), ada di 37:165, dalam kalimat yang memuat kata "kamilah" dan tidak menyebut siapa yang berbicara.

Kata kedua, (صَفًّا, shaffan), yang berarti "bersaf-saf", berasal dari akar yang sama dan berupa kata benda bertanwin yang menerangkan cara. Bentuk persisnya muncul di enam ayat, yaitu 18:48, 20:64, 37:1, 61:4, 78:38, dan 89:22, dengan dua kali berurutan di 89:22, (صَفًّا صَفًّا, shaffan shaffan). Di lima ayat selain 37:1, kata ini menyertai kata kerja dan pelaku. Di 18:48, (وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا, wa-'uridhuu 'alaa rabbika shaffan) yang berarti "dan mereka dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris", pelakunya orang-orang yang dihadapkan. Di 20:64 pelakunya mereka yang diminta datang, di 61:4 orang-orang yang berperang, di 78:38 Ruh dan malaikat yang berdiri, dan di 89:22 para malaikat. Hanya di 37:1 kata itu berdiri tanpa kata kerja dan tanpa pelaku.

Terjemahan memakai "bersaf-saf" di 37:1, sama dengan 78:38, sedangkan 18:48 memakai "dengan berbaris", 20:64 dan 61:4 memakai "dalam satu barisan", dan 89:22 memakai "berbaris-baris". Ayat ini menyandingkan dua kata yang seakar, sehingga dua padanan yang berbeda, "berbaris" untuk kata pertama dan "bersaf-saf" untuk kata kedua, menjaga agar keduanya tetap terlihat sebagai dua kata.

Pengulangan akar dalam satu ayat, pertama sebagai pelaku lalu sebagai kata benda penerang cara, dipakai juga di 51:1, (وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا, wa-dz-dzaariyaati dzarwan) yang berarti "demi yang menerbangkan dengan sekuat-kuatnya", dan di ayat berikutnya dengan akar ز-ج-ر. Dengan pola itu kata kedua memerinci cara perbuatan yang sudah disebut kata pertama. Terjemahan menjaga pembagian itu, yaitu "yang berbaris" memuat perbuatannya dan "bersaf-saf" memuat caranya.

Tafsiran

Ayat ini belum menyampaikan kalimat apa pun yang bisa dibenarkan atau dibantah. Isinya sebuah sumpah tanpa penyebutan siapa yang bersumpah, dan hal yang disumpahkan baru tertulis di 37:4, (إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ, inna ilaahakum la-waahidun) yang berarti "sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Esa". Di antaranya ada dua sumpah lain, 37:2 dan 37:3, sehingga pendengar menerima tiga gambaran berturut-turut sebelum mendengar satu pernyataan.

Susunan itu dimiliki pula oleh surah lain. Empat surah lain dibuka dengan huruf sumpah, kata jamak perempuan, dan kata benda bertanwin, yaitu 51:1, 77:1, 79:1, dan 100:1, sehingga ada lima surah berpola sama bersama 37:1. Gambaran pertama yang dipilih surah ini berupa keadaan dan belum berupa peristiwa. Barisan tidak melakukan sesuatu terhadap siapa pun, dan baru tampak ketika banyak yang berdiri berdampingan. Ayat ini karena itu bekerja sebagai latar, dan gerak baru masuk pada 37:2.

Akar kata pertama ayat ini kembali di 37:165 dalam bentuk laki-laki, (الصَّافُّونَ, sh-shaaffuuna), sehingga surah ini memuat akar ص-ف-ف di pembukanya dan di bagian yang dipenuhi kata "kami". Ayat 37:164 sampai 37:166 tidak menyebut siapa yang berbicara dan tidak menunjuk balik ke 37:1, sehingga keduanya dibaca sebagai dua pemakaian terpisah dari akar yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:1 memberi satu gambaran dan menahan isinya sampai 37:4, ketika kalimat tentang Tuhan kalian akhirnya terdengar. Pendengar yang terbiasa mendapat kesimpulan di kalimat pertama diajak menunggu tiga ayat dengan tangan kosong, hanya dengan barisan, hardikan, dan bacaan di kepalanya. Pembaca dapat memperhatikan caranya sendiri menunggu, apakah kekosongan itu cepat diisi dengan tebakan atau dibiarkan terbuka sampai kalimat berikutnya datang. Apa yang dilakukan pembaca dengan tiga ayat penantian itu sebelum Tuhan kalian disebut?
  • Di 18:48 orang-orang dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris, dan di 89:22 Tuhanmu datang sementara para malaikat berbaris-baris. Dua ayat itu menaruh kata barisan di tempat yang sama, yaitu di hadapan Tuhan, padahal pelakunya berbeda: manusia di satu ayat, malaikat di ayat yang lain. Ayat 37:1 tidak memilih salah satunya. Pembaca yang mendengar kata barisan di awal surah dapat membandingkan dua gambar itu dengan gambar yang sudah ada di kepalanya. Apakah pembaca membayangkan dirinya di barisan manusia yang dihadapkan, atau sebagai penonton barisan yang lain?
  • Burung-burung di 24:41 dan 67:19 disebut dengan kata seakar, dan kedua ayat itu mengaitkan mereka dengan Allah. Di 24:41 mereka tampil bersama apa yang di langit dan di bumi yang bertasbih kepada Allah, dan di 67:19 tidak ada yang menahan mereka di udara selain Ar-Rahman, karena Dia melihat segala sesuatu. Dua ayat itu memakai kata ini untuk sesuatu yang dapat dilihat siapa pun yang mendongak, tanpa perlu membayangkan barisan yang jauh. Seseorang dapat menghitung berapa kali sayap terbentang lewat di atas kepalanya tanpa pernah dianggap sebagai susunan yang patut ditatap. Apa yang berubah bila 67:19 dibaca sebagai undangan untuk menatap?
  • Ayat 61:4 menyebut Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka bangunan yang tersusun kukuh. Perbandingan itu menaruh kekuatan pada susunan bersama. Barisan tidak dapat dimiliki satu orang, sebab barisan baru ada bila orang lain berdiri di sebelahnya. Seseorang yang terbiasa menilai diri dari apa yang sanggup dikerjakan sendirian dapat menimbang makna tempat yang diisinya dalam susunan orang lain. Apa yang runtuh dari bangunan itu bila satu batu meninggalkan tempatnya?
  • Ayat lain mengisi pelaku barisan dengan manusia di 18:48, orang-orang yang berperang di 61:4, malaikat di 78:38 dan 89:22, dan burung di 24:41 dan 67:19. Ayat 37:1 mengosongkan tempat itu, dan kekosongan itu sering terisi sebelum pembaca menyadarinya, oleh gambar yang paling dulu dikenal pembaca. Ayat ini tidak memuat gambar pertama itu. Pembaca dapat memperhatikan gambar apa yang muncul lebih dulu di benaknya, lalu bertanya dari ayat mana atau dari cerita mana gambar itu masuk ke sana. Seberapa lama pembaca mau membiarkan kekosongan itu tetap kosong?
  • Ayat 37:164 menyebut tidak seorang pun di antara "kami" yang tidak mempunyai kedudukan tertentu, lalu 37:165 menyebut mereka yang berbaris. Dua ayat itu tidak dihubungkan dengan 37:1. Ayat itu juga tidak menyebut siapa yang menetapkan kedudukan. Pembaca dapat membayangkan dirinya di sebuah barisan lalu memeriksa tempat yang diisinya sekarang, apakah dipilihnya atau diterimanya. Di barisan mana ia berdiri, dan siapa yang menetapkan letak kakinya?