إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ
sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Esa,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌinna ilaahakum la-waahidunsesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Esa
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- إِلَٰهَكُمْilaahakumtuhan kalian
- لَوَاحِدٌla-waahidunbenar-benar satu
Inti bacaan
Bentuk (إِلَٰهَكُمْ, ilaahakum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:4, sedangkan bentuk (إِلَٰهُكُمْ, ilaahukum) muncul di delapan ayat lain, yaitu 2:163, 16:22, 18:110, 20:88, 21:108, 22:34, 29:46, dan 41:6.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari tiga kata Arab. Kata pertama, (إِنَّ, inna), yang berarti "sesungguhnya", membuka kalimat yang diperkuat oleh sumpah di 37:1 sampai 37:3. Kata kedua, (إِلَٰهَكُمْ, ilaahakum), yang berarti "Tuhan kalian", tersusun dari ilaah dari akar أ-ل-ه, yang berarti "tuhan", dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk dengan akhiran -a ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:4. Bentuk berakhiran -u, (إِلَٰهُكُمْ, ilaahukum), dengan atau tanpa huruf penyambung di depannya, muncul di delapan ayat, yaitu 2:163, 16:22, 18:110, 20:88, 21:108, 22:34, 29:46, dan 41:6. Di tujuh dari delapan ayat itu kata ini menunjuk Tuhan yang disebut esa. Di 20:88, (هَٰذَا إِلَٰهُكُمْ وَإِلَٰهُ مُوسَىٰ, haadzaa ilaahukum wa-ilaahu muusaa) yang berarti "ini tuhan kalian dan tuhan Musa", kata yang sama menunjuk (عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ, 'ijlan jasadan lahu khuwaarun) yang berarti "anak sapi berwujud tubuh yang bersuara". Terjemahan memakai huruf kecil "tuhan" di 20:88 dan huruf besar "Tuhan" di 37:4, karena di 37:4 kata ini disusul pernyataan bahwa yang dimaksud esa.
Kata ketiga, (لَوَاحِدٌ, la-waahidun), yang berarti "benar-benar Esa", tersusun dari huruf (لَ, la-) yang berarti "benar-benar" dan (وَاحِدٌ, waahidun) yang berarti "Esa". Bentuk waahidun muncul di tiga belas ayat, yaitu 2:163, 4:171, 5:73, 6:19, 14:52, 16:22, 16:51, 18:110, 21:108, 22:34, 29:46, 37:4, dan 41:6. Di sebelas ayat di antaranya kata ini mengikuti ilaah dalam susunan (إِلَٰهٌ وَاحِدٌ, ilaahun waahidun) yang berarti "Tuhan Yang Esa". Hanya 29:46 dan 37:4 yang tidak mengulang kata ilaah di depan waahidun. Ayat 29:46, (وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ, wa-ilaahunaa wa-ilaahukum waahidun) yang berarti "dan Tuhan kami dan Tuhan kalian adalah satu", menyatukan dua sebutan Tuhan, sehingga terjemahannya memakai "satu". Di 37:4 yang disebut hanya satu sebutan, dan terjemahan memakai "Esa" seperti di 2:163, 16:22, 18:110, 21:108, 22:34, dan 41:6.
Huruf la- di depan keterangan penutup kalimat muncul pula pada kalimat sesudah sumpah di tiga surah lain. Di 51:5, (إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ, innamaa tuu'aduuna la-shaadiqun) yang berarti "sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti benar", terjemahan memakai "pasti". Di 77:7, (إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ, innamaa tuu'aduuna la-waaqi'un) yang berarti "sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti terjadi", terjemahan juga memakai "pasti". Di 100:6, (إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ, inna l-insaana li-rabbihi la-kanuudun) yang berarti "sesungguhnya manusia benar-benar sangat ingkar kepada Tuhannya", terjemahan memakai "benar-benar". Ayat ini memakai "benar-benar" seperti 100:6.
Ayat ini tidak memuat kata yang berarti "hanya", sehingga terjemahan tidak menulis "hanya satu". Ia juga tidak memuat nama Allah, dan kata "kalian" menunjuk banyak orang sekaligus tanpa menyebut siapa mereka.
Tafsiran
Ayat ini adalah isi sumpah tiga ayat sebelumnya. Sampai 37:3, pendengar hanya menerima tiga sebutan pelaku jamak perempuan yang belum dinamai, dan di sini untuk pertama kalinya sebuah kalimat lengkap dengan pokok dan keterangan muncul. Kalimat itu pendek, yaitu tiga kata, sedangkan sumpah yang mendahuluinya tiga ayat penuh. Perbandingan panjang itu dapat dibaca sebagai tanda bahwa surah ini menaruh bobotnya pada kalimat yang disumpahi.
Tiga dari empat surah lain yang dibuka dengan pola sumpah yang sama menaruh kalimat serupa sesudahnya. Kalimat 51:5 dan 77:7 menyebut apa yang dijanjikan kepada kalian, dan 100:6 menyebut manusia dan Tuhannya. Surah 79 dibuka dengan pola yang sama, tetapi 79:6 melanjutkan dengan penunjuk waktu dan tidak dengan kalimat berawalan inna. Isi sumpah di empat surah itu berbeda: Tuhan Esa di 37:4, janji di 51:5 dan 77:7, dan sikap manusia terhadap Tuhannya di 100:6. Ayat ini karena itu dibaca sebagai isi sumpah surah ini.
Pernyataan serupa tentang Tuhan Yang Esa tertulis di sebelas ayat lain dengan susunan ilaahun waahidun, dan di beberapa ayat itu pernyataan itu dibingkai dengan sesuatu yang menuntut tanggapan. Ayat 21:108 mengakhirinya dengan pertanyaan apakah kalian berserah diri, 22:34 dengan perintah berserah diri kepada-Nya, dan 41:6 dengan perintah tetap kepada-Nya. Ayat 37:4 tidak diikuti tanggapan seperti itu. Ayat 37:5 menyusul dan memperluas siapa yang dimaksud, sehingga di surah ini pernyataan itu diteruskan dengan keterangan dan belum dengan tuntutan.
Renungan dan Hikmah
- Tiga ayat penuh dipakai untuk menyiapkan sebuah kalimat yang hanya terdiri dari tiga kata. Tiga sumpah di depan tiga kata dapat dibaca sebagai penanda bahwa kalimat itu berat dalam surah ini. Seseorang dapat memperhatikan di mana dalam hidupnya persiapan sepanjang itu terjadi untuk sebuah pernyataan pendek, misalnya sebuah janji, pengakuan, atau keputusan. Apa kalimat pendek yang paling layak didahului persiapan sepanjang itu bagi pembaca?
- Frasa tuhan kalian di 20:88 menunjuk anak sapi buatan yang bersuara, dan di 37:4 menunjuk Tuhan yang disebut Esa. Dua frasa itu memakai kata yang sama dengan akhiran yang sama, sehingga bunyinya saja tidak menentukan siapa yang dimaksud. Apa yang disebut sesudahnya menentukan maknanya. Pembaca dapat bertanya kepada dirinya sendiri, bila seseorang menunjuk sesuatu yang dituruti pembaca dari pagi sampai malam lalu menyebutnya tuhan kalian, kepada apa kata itu akan menunjuk? Ayat 37:4 menjawab dengan satu kata, Esa, dan tidak memberi daftar pilihan.
- Di 29:46 orang diminta berkata kepada Ahlulkitab bahwa Tuhan kami dan Tuhan kalian adalah satu, dan sesudahnya kami berserah diri hanya kepada-Nya. Ayat 37:4 memakai kata kalian tanpa menyebut siapa yang disapa, tetapi 29:46 memperlihatkan bahwa satu sebutan itu dapat menjangkau dua pihak yang berbeda. Satu Tuhan bagi dua pihak membuat hubungan di antara pihak-pihak itu berbeda dari hubungan antara dua pemilik yang masing-masing memegang tuhan sendiri. Pembaca yang pernah berbeda keyakinan dengan orang terdekat dapat memeriksa apakah sebutan Tuhan yang satu itu mengubah cara bicaranya dengan orang itu. Bagaimana kalimat ini terdengar bila diucapkan kepada orang yang berbeda?
- Di 21:108 kalimat tentang Tuhan Yang Esa langsung diikuti pertanyaan apakah kalian berserah diri, dan di 22:34 dan 41:6 diikuti perintah berserah diri dan tetap kepada-Nya. Di 37:4 tidak ada pertanyaan atau perintah semacam itu, sehingga pendengar dibiarkan sendiri dengan kalimatnya. Pembaca dapat membayangkan perbedaan di antara dua keadaan: kalimat itu didengar bersama pertanyaan yang menuntut jawaban, dan kalimat yang sama didengar tanpa pertanyaan. Jawaban apa yang muncul dari dalam diri pembaca ketika tidak ada yang bertanya?
- Kalimat ini memuat dua penegas dalam tiga kata, yaitu inna di depan dan la- di dalam. Dua penegas dalam tiga kata dapat dibaca sebagai upaya menahan keraguan, meskipun ayat tidak menyebut siapa yang ragu. Pembaca dapat memeriksa pernyataannya sendiri dan menghitung pernyataan mana yang diucapkan dengan dua penegas, lalu bertanya apa yang sebenarnya hendak dilindungi dari keraguan. Kata Tuhan kalian di kalimat ini membuat pertanyaan itu menyangkut pembaca langsung. Bila pembaca sendiri diminta menegaskan kalimat ini dua kali, apa yang akan ditambahkannya?
- Kata kalian di ayat ini menunjuk banyak orang, sedangkan kata Esa menunjuk satu. Ayat menaruh jumlah yang besar dan jumlah yang tunggal berdampingan tanpa perantara, seolah banyak orang sedang dihadapkan pada sesuatu yang sama. Seseorang yang terbiasa membagi dunia menjadi kelompok-kelompok dengan pegangan masing-masing dapat memperhatikan bahwa kalimat ini tidak menyebut pembagian. Ayat 37:4 menyebut kalian dan Tuhan, dan tidak menyebut kelompok di antara keduanya. Apa yang berubah bila pembaca membaca kata kalian sebagai salah satu dari banyak orang yang disapa?