إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan hiasan bintang-bintang,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِinnaa zayyannaa s-samaa'a d-dunyaa bi-ziinatin il-kawaakibisesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan hiasan bintang-bintang

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. زَيَّنَّاzayyannaaKami menghiasi
  3. السَّمَاءَs-samaa'alangit
  4. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  5. بِزِينَةٍbi-ziinatindengan hiasan
  6. الْكَوَاكِبِil-kawaakibibintang-bintang

Inti bacaan

Langit dihiasi bintang-bintang sebagai unsur estetika, keindahan yang bisa disaksikan tiap malam sebagai pengingat rutin akan desain yang memperhatikan nilai keindahan, bukan sekadar fungsi.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari penegasan keesaan menuju bukti konkret keindahan ciptaan: langit yang dihiasi bintang-bintang sebagai tanda yang bisa disaksikan setiap malam.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata menghiasi, bukan kata mengisi. Bukan ditaruh. Dipasang untuk dilihat.
  • Kata hiasan diulang dalam satu kalimat. Menghiasi. Dengan hiasan.
  • Yang dipilih langit dunia, yang paling dekat. Allah menyebut yang terjangkau mata. Bukan langit yang jauh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar z-y-n, s-m-w, d-n-w, k-w-k-b): zayyannaa diterjemahkan 'menghiasi' (akar z-y-n); ziinah diterjemahkan 'hiasan' (akar z-y-n); kawaakib diterjemahkan 'bintang-bintang' (akar k-w-k-b). gloss '(yang terdekat)/(berupa)' dibuang.