دُحُورًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ
sebagai pengusiran, dan bagi mereka azab yang tetap,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- دُحُورًاduhuuransebagai pengusiran
- وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌwa-lahum 'adzaabun waashibundan bagi mereka azab yang tetap
Terjemahan per kata (4 kata)
- دُحُورًاduhuuranterusir
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- وَاصِبٌwaashibunyang kekal
Inti bacaan
Konsekuensi tegas bagi pelanggaran batas: terusir dan azab yang tetap, pengingat bahwa mencoba mengakses sesuatu di luar batas yang ditetapkan membawa risiko nyata, bukan sekadar larangan simbolis.
Penjelasan pilihan kata
'Terusir' dikoreksi menjadi 'sebagai pengusiran': 'duhuuran' adalah kata benda (masdar) yang menerangkan tujuan dari lemparan di 37:8, bukan kata sifat pasif yang berdiri sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan tujuan lemparan yang disebutkan sebelumnya, bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan pengusiran yang disertai azab yang berkelanjutan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tujuannya lebih dahulu, baru hukumannya. Diusir, lalu diazab. Dua hal, bukan satu yang diulang.
- Kata tetap menutup ayat sependek ini. Azabnya tidak dijanjikan mereda. Sifatnya disebut, lamanya tidak.
- Ayat sesingkat ini pun dibagi Allah menjadi dua bagian. Separuh tentang diusir, separuh tentang azab. Tak ada kata yang menganggur.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-h-r, '-dz-b, w-s-b): duhuur diterjemahkan 'terusir (terhalau)' (akar d-h-r); adhaab waasib diterjemahkan 'azab yang tetap (kekal)' (akar '-dz-b + akar w-s-b). gloss '(untuk mengusir mereka)/(di akhirat)' dibuang.