فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا ۚ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ
Maka tanyakanlah kepada mereka, “Apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَاfa-staftihim a-hum asyaddu khalqan am man khalaqnaamaka tanyakanlah kepada mereka, apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan
- إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍinnaa khalaqnaahum min thiinin laazibinsesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَاسْتَفْتِهِمْfa-staftihimmaka tanyakanlah kepada mereka
- أَهُمْa-humapakah mereka
- أَشَدُّasyaddulebih sangat
- خَلْقًاkhalqanciptaan
- أَمْamatau
- مَنْmanorang yang
- خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- خَلَقْنَاهُمْkhalaqnaahumKami menciptakan mereka
- مِنْmindari
- طِينٍthiinintanah
- لَازِبٍlaazibinyang melekat
Inti bacaan
Tantangan retoris membandingkan kesulitan penciptaan manusia (dari tanah liat lekat) dengan penciptaan langit, argumen proporsi skala kembali digunakan untuk meruntuhkan keraguan tentang kemampuan kebangkitan.
Tafsiran
Ayat ini membuka bantahan terhadap keraguan tentang kebangkitan dengan pertanyaan retoris: jika penciptaan mereka dari tanah liat saja sudah terjadi, mempertanyakan penciptaan ulang menjadi tidak masuk akal.
Renungan dan Hikmah
- Allah membandingkan ukuran, bukan berdebat kemungkinan. Yang besar sudah jadi. Yang kecil dipersoalkan.
- Bahan mereka disebut di kalimat kedua. Tanah liat yang lekat. Jawabannya sudah terselip.
- Perintahnya menanyakan, bukan menjelaskan. Allah menyuruh bertanya. Yang ditanya diminta menjawab sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-t-y, sh-d-d, kh-l-q, t-y-n, l-z-b): istaftihim diterjemahkan 'tanyakanlah kpd mereka' (akar f-t-y); ashaddu khalqan diterjemahkan 'lebih sulit penciptaannya' (akar sh-d-d + akar kh-l-q, argumen kebangkitan: jika langit tercipta, membangkitkan manusia mudah); tiin laazib diterjemahkan 'tanah liat yang lekat' (akar t-y-n + akar l-z-b). gloss '(musyrik Makkah)/(manusia)/(langit, bumi, dan lainnya)/(bapak)/(Adam)' dibuang.