فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا ۚ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ
Maka tanyakanlah kepada mereka, “Apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَاfa-staftihim a-hum ashaddu khalqan am man khalaqnaamaka tanyakanlah kepada mereka, apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan
- إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍinnaa khalaqnaahum min tiinin laazibinsesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar f-t-y, sh-d-d, kh-l-q, t-y-n, l-z-b): istaftihim diterjemahkan 'tanyakanlah kpd mereka' (akar f-t-y); ashaddu khalqan diterjemahkan 'lebih sulit penciptaannya' (akar sh-d-d + akar kh-l-q, argumen kebangkitan: jika langit tercipta, membangkitkan manusia mudah); tiin laazib diterjemahkan 'tanah liat yang lekat' (akar t-y-n + akar l-z-b). gloss '(musyrik Makkah)/(manusia)/(langit, bumi, dan lainnya)/(bapak)/(Adam)' dibuang.
Aplikasi
Tantangan retoris membandingkan kesulitan penciptaan manusia (dari tanah liat lekat) dengan penciptaan langit, argumen proporsi skala kembali digunakan untuk meruntuhkan keraguan tentang kemampuan kebangkitan.