فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا ۚ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ
Maka tanyakanlah kepada mereka, “Apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَاfa-staftihim a-hum asyaddu khalqan am man khalaqnaamaka tanyakanlah kepada mereka, apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan
- إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍinnaa khalaqnaahum min thiinin laazibinsesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَاسْتَفْتِهِمْfa-staftihimmaka tanyakanlah kepada mereka
- أَهُمْa-humapakah mereka
- أَشَدُّasyaddulebih sangat
- خَلْقًاkhalqanciptaan
- أَمْamataukah
- مَنْmanorang yang
- خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- خَلَقْنَاهُمْkhalaqnaahumKami menciptakan mereka
- مِنْmindari
- طِينٍthiinintanah liat
- لَازِبٍlaazibinyang melekat
Inti bacaan
Kata (لَازِبٍ, laazibin) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:11.
Penjelasan pilihan kata
Perintah di awal ayat ini, (فَاسْتَفْتِهِمْ, fa-staftihim), yang berarti "maka tanyakanlah kepada mereka", tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", kata kerja perintah dari akar ف-ت-ي, dan akhiran (هِمْ, -him) yang berarti "kepada mereka". Bentuk persis ini muncul dua kali, di 37:11 dan 37:149, dan keduanya berada dalam surah yang sama. Di 37:149, (فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ, fa-staftihim a-li-rabbika l-banaatu) berarti "Maka, tanyakanlah kepada mereka, Apakah bagi Tuhanmu anak-anak perempuan", jadi kata kerja itu dua kali membuka rangkaian pertanyaan. Pelaku perintah di kedua ayat tunggal, dan ayat tidak menyebut namanya. Kata kerja dari akar yang sama dengan arah lain ada di 4:127, (وَيَسْتَفْتُونَكَ, wa-yastaftuunaka) yang berarti "Mereka meminta fatwa kepadamu", dan di 18:22, (وَلَا تَسْتَفْتِ, wa-laa tastafti) yang berarti "janganlah engkau meminta penjelasan". Di dua ayat itu pelaku meminta sesuatu dari orang lain, sedangkan di 37:11 pelaku disuruh mengajukan pertanyaan, sehingga terjemahan 37:11 memakai "tanyakanlah".
Pertanyaannya, (أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا, a-hum asyaddu khalqan), berarti "apakah mereka lebih sulit penciptaannya". Bagian (أَ, a-) membuat kalimat bertanya, (هُمْ, hum) berarti "mereka", dan (أَشَدُّ, asyaddu) adalah bentuk perbandingan dari akar ش-د-د. Padanannya mengikuti hal yang dibandingkan. Di 35:44, (أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً, asyadda minhum quwwatan), yang dibandingkan kekuatan, dan terjemahannya "lebih besar kekuatannya"; di 41:15, (هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً, huwa asyaddu minhum quwwatan), terjemahannya "lebih hebat kekuatan-Nya". Di 37:11 yang dibandingkan penciptaan, dan terjemahan memakai "lebih sulit" karena ayat bertanya mana di antara dua ciptaan yang lebih berat dikerjakan. Kata (خَلْقًا, khalqan) diterjemahkan "penciptaan", seperti (مِنْ خَلْقِ النَّاسِ, min khalqi n-naasi) di 40:57 yang berarti "daripada penciptaan manusia". Frasa (أَشَدُّ خَلْقًا, asyaddu khalqan) muncul dua kali, yaitu di 37:11 dan 79:27, dan di 79:27 pembandingnya disebut dengan nama, yaitu langit.
Pembanding di 37:11 adalah (أَمْ مَنْ خَلَقْنَا, am man khalaqnaa) yang berarti "ataukah apa yang telah Kami ciptakan". Bagian (أَمْ, am) berarti "ataukah", (مَنْ, man) diterjemahkan "apa yang", dan (خَلَقْنَا, khalaqnaa) berarti "telah Kami ciptakan". Bentuk (مَنْ خَلَقْنَا, man khalaqnaa) hanya muncul satu kali. Dengan awalan (مِمَّنْ, mimman) bentuknya ada di 7:181, (وَمِمَّنْ خَلَقْنَا, wa-mimman khalaqnaa) yang berarti "Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan", dan di 17:70 dengan terjemahan "dari yang Kami ciptakan". Di 17:61, (لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا, li-man khalaqta thiinan) berarti "kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah liat", dan di sana yang dimaksud, yaitu Adam, disebut dalam ayat yang sama. Di 37:11 ayat tidak menyebut jenis yang dimaksud, apakah langit, bumi, atau makhluk lain, dan pembanding di 79:27 yang berupa langit tidak diulang di sini.
Pernyataan sesudahnya, (إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ, innaa khalaqnaahum min thiinin laazibin), berarti "sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat". Bagian (خَلَقْنَاهُمْ, khalaqnaahum) berarti "Kami menciptakan mereka", (مِنْ طِينٍ, min thiinin) berarti "dari tanah liat", dan (لَازِبٍ, laazibin) berarti "yang lekat". Kata (طِينٍ, thiinin) dan bentuk lainnya muncul dua belas kali di dua belas ayat, yaitu 3:49, 5:110, 6:2, 7:12, 17:61, 23:12, 28:38, 32:7, 37:11, 38:71, 38:76, dan 51:33, dan terjemahan memakai "tanah liat" di semuanya. Delapan di antaranya, yaitu 6:2, 7:12, 17:61, 23:12, 32:7, 37:11, 38:71, dan 38:76, menyebut tanah liat sebagai bahan penciptaan manusia, sedangkan empat lainnya memakainya untuk hal lain. Kata (لَازِبٍ, laazibin) berakar ل-ز-ب dan hanya muncul di 37:11, sehingga arti "lekat" tidak dapat dicocokkan dengan pemakaian lain dari akar yang sama.
Bahan penciptaan manusia di ayat lain disebut dengan keterangan berbeda. Di 15:26, (مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ, min shalshaalin min hama'in masnuunin) berarti "dari tanah liat kering, dari lumpur hitam yang dibentuk", dan di 23:12, (مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ, min sulaalatin min thiinin) berarti "dari sari pati dari tanah liat". Ayat-ayat itu tidak menyatukan keterangan-keterangan tersebut, dan 37:11 tidak menjelaskan apa yang melekat atau pada apa tanah liat itu melekat.
Terjemahan menaruh pertanyaan dalam tanda kutip dan pernyataan tentang tanah liat di luar kutipan. Teks Arabnya tidak memuat tanda kutip, jadi susunan itu adalah pembacaan, yaitu pernyataan itu dibaca sebagai ucapan pembicara ayat kepada pendengar dan tidak sebagai bagian dari pertanyaan yang diajukan.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pembicaraan dari langit dan setan di 37:6 sampai 37:10 ke manusia, lewat satu perintah bertanya. Isinya satu pertanyaan perbandingan dan satu pernyataan tentang bahan. Pertanyaan itu tidak dijawab dengan "ini" atau "itu". Sebagai jawaban, ayat memberikan keterangan tentang bahan mereka dan membiarkan pendengar sendiri menimbang hasilnya.
Ayat ini tidak menyebut kebangkitan. Soal itu baru muncul dalam ucapan mereka di 37:16, (تُرَابًا وَعِظَامًا, turaaban wa-'izhaaman) yang berarti "tanah dan tulang-belulang", yang disusul pertanyaan apakah mereka benar-benar akan dibangkitkan. Dengan demikian bahan tubuh disebut dua kali dalam bagian ini, sebagai tanah liat di 37:11 dan sebagai tanah dan tulang-belulang di 37:16, dan kaitan keduanya adalah urutan, tidak pernyataan ayat. Di antaranya, 37:12 sampai 37:15 menggambarkan sikap mereka terhadap peringatan.
Perintah yang sama membuka rangkaian pertanyaan lain di 37:149. Surah ini karena itu memuat dua perintah bertanya dengan kata kerja yang sama, yang pertama tentang penciptaan mereka dan yang kedua tentang anak-anak perempuan bagi Tuhan. Keduanya menempatkan pendengar sebagai pihak yang diminta menjawab dan tidak memberinya kesimpulan.
Penjagaan langit selesai dengan 37:10, lalu 37:11 menanyakan hal yang lebih dekat kepada pendengar, yaitu asal mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:11 memberi perintah bertanya, dan 37:149 mengulang kata kerja yang sama untuk pertanyaan, "Apakah bagi Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan bagi mereka anak-anak lelaki?" Dua perintah itu menaruh pertanyaan lebih dulu daripada penjelasan, dan membiarkan jawaban muncul dari orang yang ditanya. Ayat ini memilih urutan sebaliknya dari kebiasaan menjelaskan lebih dulu. Pertanyaan apa yang pernah menggerakkan pembaca lebih jauh daripada penjelasan yang panjang, dan siapa yang mengajukannya kepada pembaca?
- Ayat 6:2 menyatakan, "Dialah yang menciptakan kalian dari tanah liat", dan 37:11 menyebut bahan yang sama dengan sifat tambahan, lekat. Bahan itu dekat dengan pembaca, sebab ayat-ayat itu menyebutnya sebagai asal mereka. Dua ayat itu tidak menjelaskan bagaimana tanah liat menjadi tubuh, dan keduanya tidak disamakan dalam hal rincian. Ayat ini menaruh bahan asal di tengah pembicaraan tentang perbandingan. Apakah kebanggaan pembaca masih terasa sama ketika bahannya disebut lebih dulu?
- Ayat 37:11 bertanya mana yang lebih sulit penciptaannya, dan 30:27 menyatakan, "Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya. Itu lebih mudah bagi-Nya." Kata sulit dan mudah dalam kedua ayat dipakai untuk penciptaan, tetapi ayat 37:11 meminta pendengar menimbang, sedangkan 30:27 menyebut penilaian dari sisi Dia yang mencipta. Dua ayat itu tidak saling menggantikan, sebab yang satu pertanyaan dan yang lain pernyataan. Dari sudut siapa kata mustahil dipakai pembaca, dan apakah ukuran sulit yang dipegang adalah ukuran yang memang berlaku untuk perkara itu?
- Penciptaan manusia disebut dengan bahan yang diterangkan berbeda: tanah liat yang lekat di 37:11, sari pati dari tanah liat di 23:12, dan di 55:14 Dia menciptakan manusia dari tanah liat kering seperti tembikar. Ayat-ayat itu tidak menyatukan keterangannya, dan masing-masing menyebut keadaan bahan yang berlainan. Perbedaan itu dapat dibiarkan tetap ada tanpa memaksa satu rumus. Bagaimana pembaca menyikapi dua keterangan yang sama-sama tertulis dan tidak dipertemukan oleh teks, dengan memilih salah satu, atau dengan menahan diri sampai teks sendiri yang menjelaskan?
- Di 37:11 asal mereka disebut tanah liat yang lekat, dan di 37:16 mereka sendiri berkata bahwa mereka akan menjadi tanah dan tulang-belulang. Kata tanah muncul dari dua arah, dari pembicara ayat dan dari ucapan mereka, tanpa ayat yang menyambungkannya. Dua ayat itu dibatasi oleh tiga ayat tentang sikap mereka, sehingga kaitannya hanya bisa dibaca dari urutan. Satu benda yang sama dipakai untuk menyebut asal dan untuk menyebut akhir. Apa yang berubah pada cara pembaca memandang tanah di bawah kakinya, bila pembaca ingat bahwa ayat menyebutnya di awal dan di akhir?
- Perintah di 37:11 menyebut yang ditanya, yaitu mereka, tetapi tidak menyebut jawaban yang mereka berikan. Ayat berikutnya langsung melaporkan sikap mereka, tanpa jawaban terhadap pertanyaan itu. Ayat tidak mencatat jawaban mereka, dan teksnya tidak menyatakan alasannya. Apakah pertanyaan penting yang tidak mendapat jawaban sudah bekerja pada diri penanyanya sebelum jawaban dari orang lain tiba?