بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ

Bahkan, engkau heran, sedang mereka mengejek.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَbal 'ajibta wa-yaskharuunabahkan, engkau heran, sedang mereka mengejek

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. بَلْbalbahkan
  2. عَجِبْتَ'ajibtaengkau heran
  3. وَيَسْخَرُونَwa-yaskharuunadan mereka mengolok

Inti bacaan

Rangkaian (بَلْ عَجِبْتَ, bal 'ajibta) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:12.

Penjelasan pilihan kata

Kata pembuka ayat ini, (بَلْ, bal), yang berarti "bahkan", membawa pembicaraan dari perintah bertanya di 37:11 ke laporan tentang dua sikap. Rangkaian (بَلْ عَجِبْتَ, bal 'ajibta) hanya muncul satu kali, di 37:12. Rangkaian yang hampir sama, (بَلْ عَجِبُوا, bal 'ajibuu), muncul satu kali di 50:2, (بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ, bal 'ajibuu an jaa'ahum mundzirun minhum) yang berarti "Bahkan mereka heran karena datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka". Dua ayat itu membuka dengan kata yang sama dan kata kerja yang sama, tetapi yang heran berbeda: di 50:2 mereka, dan di 37:12 engkau.

Kata (عَجِبْتَ, 'ajibta) berarti "engkau heran", yaitu kata kerja dari akar ع-ج-ب dengan akhiran (تَ, -ta) yang berarti "engkau". Bentuk persisnya hanya ada di 37:12. Kata kerja heran dalam bentuk dasar ada delapan kali di delapan ayat, yaitu 7:63, 7:69, 11:73, 13:5, 37:12, 38:4, 50:2, dan 53:59. Di empat di antaranya, yaitu 7:63, 7:69, 38:4, dan 50:2, kata kerja itu disusul keterangan sebab dengan kata (أَنْ, an), yaitu heran bahwa datang peringatan. Di 13:5, (وَإِنْ تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ, wa-in ta'jab fa-'ajabun qawluhum) berarti "Dan jika engkau heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka", sehingga hal yang mengherankan disebut, yaitu ucapan mereka. Di 37:12 tidak ada keterangan seperti itu, jadi ayat tidak menyebut apa yang membuat engkau heran. Kata ganti tunggal kedua di 37:12 juga tidak diberi nama, sama seperti pelaku perintah di 37:11.

Sikap kedua ditunjuk oleh (وَيَسْخَرُونَ, wa-yaskharuuna) yang berarti "sedang mereka mengejek". Kata kerjanya berakar س-خ-ر dan berbentuk jamak, dan huruf (وَ, wa-) di depannya ditandai data morfologi sebagai penanda keadaan yang menyertai. Itu sebabnya terjemahan memakai "sedang": heran dan mengejek dibaca sebagai dua hal yang berlangsung bersamaan. Di 2:212, huruf wa pada kata yang sama ditandai sebagai huruf yang melanjutkan kalimat, dan terjemahannya "dan mereka mengejek". Menurut data morfologi, kata kerja heran di 37:12 berbentuk lampau dan kata kerja mengejek berbentuk sedang berlangsung, tetapi terjemahan memakai kata kerja tanpa penanda waktu untuk kata kerja heran.

Bentuk (يَسْخَرُونَ, yaskharuuna) muncul tiga kali, yaitu di 2:212, 9:79, dan 37:12. Di 2:212, (وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا, wa-yaskharuuna mina lladziina aamanuu) berarti "dan mereka mengejek orang-orang yang beriman", dan di 9:79, (سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ, sakhira llaahu minhum) berarti "Allah mengejek mereka". Di 11:38, (إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ, in taskharuu minnaa fa-innaa naskharu minkum) berarti "Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami pun akan mengejek kalian". Di semua ayat itu kata kerjanya disusul kata (مِنْ, min) dan sasaran yang disebut. Di 37:12 tidak ada kata min dan tidak ada sasaran, sehingga ayat tidak menyebut apa atau siapa yang diejek. Terjemahan memakai "mengejek" di 2:212, 9:79, dan 11:38 dan memakainya pula di sini.

Ayat 37:14 memuat bentuk lain dari akar yang sama, (يَسْتَسْخِرُونَ, yastaskhiruuna), yang terjemahannya "mereka sangat menghina". Kedua kata kerja itu berjarak dua ayat, dan pelakunya sama, yaitu mereka.

Tafsiran

Ayat ini menaruh dua sikap berdampingan terhadap hal yang sama, tanpa menyebut hal itu. Satu pihak heran, pihak lain mengejek, dan keduanya digambarkan terjadi bersamaan. Ayat 37:11 meminta pendengar bertanya, lalu 37:12 melaporkan apa yang terjadi di hadapan pertanyaan itu, tanpa menyebut jawaban.

Teks tidak menyatakan apa yang membuat engkau heran, dan 37:12 sampai 37:15 tidak menyambungkannya secara tegas. Ayat 37:13 menyebut bahwa apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkan, dan 37:14 menyebut bahwa apabila mereka melihat suatu tanda, mereka sangat menghina. Ayat 13:5 menyebut hal yang mengherankan dengan terang, yaitu ucapan mereka tentang menjadi tanah dan menjadi makhluk yang baru, dan ucapan serupa dikutip di 37:16 sampai 37:17. Karena itu heran di 37:12 dapat dibaca terhubung dengan ucapan di 37:16, tetapi 37:12 sendiri tidak menyatakannya.

Ayat ini juga tidak menilai heran itu. Di 11:73 pertanyaan "Apakah engkau merasa heran dengan ketetapan Allah?" diajukan kepada orang yang heran, sedangkan di 37:12 heran dicatat sebagai sikap tanpa pertanyaan. Ayat 53:59 memasangkan heran dengan tertawa tanpa menangis, dan 37:12 memasangkannya dengan mengejek, sehingga pasangan heran berubah menurut apa yang dihadapi.

Dalam daftar sikap 37:12 sampai 37:15, heran disebut satu kali dan berada di sisi engkau, sedangkan tiga ayat berikutnya seluruhnya tentang mereka: tidak mengindahkan peringatan, sangat menghina tanda, dan menyebut sihir.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:12 menaruh heran dan ejekan berdampingan, dan huruf wa di antaranya ditandai sebagai penanda keadaan yang menyertai. Kedua sikap itu muncul di hadapan hal yang sama, dan ayat tidak menyebut hal itu. Dua orang yang berdiri di depan satu peristiwa bisa pulang dengan dua cerita yang berlawanan. Dari sikap mana pembaca memulai ketika menghadapi sesuatu yang belum dipahaminya: heran lebih dulu, atau mengejek lebih dulu, dan apa yang mengubah urutan itu pada hari-hari tertentu?
  • Ayat 13:5 menyebut, "Dan jika engkau heran", lalu menyebut ucapan mereka tentang menjadi tanah dan menjadi makhluk yang baru, dan menutup dengan pernyataan bahwa mereka orang-orang yang kufur kepada Tuhan mereka. Di 37:12 heran juga dialamatkan kepada engkau, tetapi ayat tidak menyebut sebabnya. Dua ayat itu menyangkut pembicaraan yang berbeda, sehingga keduanya tidak disatukan dengan pasti. Di 13:5 heran dipasangkan dengan ucapan tertentu yang disebutkan. Ketika pembaca heran atas ucapan orang lain, apakah herannya ditujukan kepada ucapan itu atau kepada orangnya, dan apakah pembaca pernah memeriksa mana yang sebenarnya?
  • Di 11:73 pertanyaan "Apakah engkau merasa heran dengan ketetapan Allah?" diajukan kepada orang yang tengah heran, lalu disusul "Rahmat dan berkah Allah atas kalian". Di 37:12 heran dicatat tanpa pertanyaan semacam itu dan tanpa penilaian. Dua ayat itu berbeda peristiwa, jadi tidak ada klaim bahwa heran di 37:12 sama dengan heran di 11:73. Namun perbedaannya memperlihatkan bahwa heran dapat ditanggapi dengan pertanyaan, dapat juga dibiarkan sebagai catatan. Bila pembaca heran terhadap ketetapan Allah, apakah herannya perlu dijawab dengan pertanyaan atau cukup dicatat dahulu, dan siapa yang akan mengajukan pertanyaan itu kepadanya?
  • Di 2:212, 9:79, dan 11:38 kata kerja mengejek disusul sasaran yang disebut, dan di 9:79 tertulis pula "Allah mengejek mereka" tanpa uraian lebih lanjut. Di 37:12 ejekan berdiri tanpa sasaran. Tiga ayat dengan sasaran dan satu ayat tanpa sasaran memperlihatkan dua cara membicarakan ejekan, yaitu menunjuk korbannya dan hanya melaporkan perbuatannya. Apakah ejekan selalu punya korban yang jelas, atau kadang melayang tanpa sasaran sehingga tidak ada orang yang bisa membalas atau memintanya berhenti?
  • Ayat 53:59 sampai 53:60 memasangkan heran dengan tertawa tanpa menangis, dan 37:12 memasangkan heran dengan ejekan. Di 53:59 kalian yang ditanya apakah heran, dan di 37:12 engkau yang heran, sedangkan kedua ayat tidak menyebut hal yang sama sehingga pasangan heran di dalamnya tidak ditukar. Di dua ayat ini heran tidak berdiri sendiri, dan sikap yang menyertainya menentukan arahnya. Sikap apa yang paling sering menyertai heran pada diri pembaca, dan ke mana arahnya menuju?
  • Ayat 37:12 menyebut heran lebih dahulu dan mengejek kemudian. Urutan itu menaruh sikap yang tanpa penilaian di depan, dan sikap yang menjatuhkan di belakang. Ayat tidak menyatakan bahwa urutan itu mengandung maksud, dan yang bisa dicatat hanya susunannya. Apakah heran lebih mudah disembunyikan daripada ejekan ditanggung, dan apa yang hilang bila herannya disimpan rapat-rapat sejak awal?