بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ
Bahkan, engkau heran, sedang mereka mengejek.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَbal 'ajibta wa-yaskharuunabahkan, engkau heran, sedang mereka mengejek
Terjemahan per kata (3 kata)
- بَلْbalbahkan
- عَجِبْتَ'ajibtaengkau heran
- وَيَسْخَرُونَwa-yaskharuunadan mereka mengolok
Inti bacaan
Kontras tajam: Nabi merasakan 'heran' (takjub oleh kebesaran wahyu) sementara mereka justru 'mengejek', dua respons ekstrem terhadap sumber yang sama menunjukkan bahwa reaksi terhadap kebenaran mencerminkan kondisi hati penerimanya, bukan kualitas kebenaran itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mengontraskan dua reaksi berbeda terhadap kebenaran yang sama: keheranan yang wajar di satu pihak, berbalas ejekan yang tidak berdasar di pihak lain.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan dua reaksi atas hal yang sama. Yang satu takjub. Yang lain menertawakan.
- Herannya Nabi disebut lebih dahulu. Bukan ejekan mereka. Yang dijadikan patokan sikap yang benar.
- Kalimatnya pendek, tanpa penjelasan. Allah membiarkan kontrasnya bekerja sendiri. Dua kata kerja berhadapan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-j-b, s-kh-r): ajibta diterjemahkan 'engkau heran' (akar '-j-b); yaskharuun diterjemahkan 'mengejek' (akar s-kh-r). gloss '(Nabi Muhammad)/(terhadap keingkaran mereka)' dibuang.