وَإِذَا ذُكِّرُوا لَا يَذْكُرُونَ
Dan apabila diberi peringatan, mereka tidak mengindahkan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذَا ذُكِّرُوا لَا يَذْكُرُونَwa-idzaa dzukkiruu laa yadzkuruunadan apabila diberi peringatan, mereka tidak mengindahkan
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- ذُكِّرُواdzukkiruudiperingatkan
- لَاlaatidak
- يَذْكُرُونَyadzkuruunamereka mengindahkan
Inti bacaan
Bentuk (ذُكِّرُوا, dzukkiruu) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:13, 5:14, 6:44, 7:165, 25:73, 32:15, dan 37:13.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا ذُكِّرُوا, wa-idzaa dzukkiruu) yang berarti "dan apabila diberi peringatan". Kata kerja (ذُكِّرُوا, dzukkiruu) berakar ذ-ك-ر dan menyatakan mereka sebagai pihak yang diberi peringatan, sedangkan pemberi peringatannya tidak disebut. Bentuk dzukkiruu muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 5:13, 5:14, 6:44, 7:165, 25:73, 32:15, dan 37:13. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 5 memuatnya dua kali.
Di empat dari tujuh ayat itu kata kerja ini didahului kata kerja (نَسُوا, nasuu) yang berarti "mereka melupakan". Contohnya (نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ, nasuu maa dzukkiruu bihi) di 6:44 dan 7:165, yang berarti "mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka", dan susunan yang sejalan di 5:13 dan 5:14. Di keempatnya ada (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya", yaitu bahan peringatan itu. Susunan lain, (إِذَا ذُكِّرُوا, idzaa dzukkiruu), muncul tiga kali: 25:73, 32:15, dan 37:13. Di 25:73 bunyinya (إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ, idzaa dzukkiruu bi-aayaati rabbihim) yang berarti "apabila diberi peringatan dengan tanda-tanda Tuhan mereka", dan di 32:15 (إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا, idzaa dzukkiruu bihaa) yang berarti "apabila diperingatkan dengannya". Kedua ayat itu menyebut bahan peringatannya, sedangkan 37:13 tidak. Karena ayat ini tidak menyatakan dengan apa mereka diperingatkan, terjemahan tidak menambahkan "dengan firman" atau keterangan serupa.
Kata (لَا يَذْكُرُونَ, laa yadzkuruuna) yang berarti "mereka tidak mengindahkan" memakai akar ذ-ك-ر yang sama dengan dzukkiruu, sehingga satu ayat pendek memuat akar itu dua kali. Di surah ini akar tersebut ada di 37:3, 37:13, 37:155, dan 37:168. Bentuk yadzkuruuna sendiri muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:191, 4:142, 6:138, 37:13, dan 74:56. Tiga di antaranya menyebut apa yang diingat: (يَذْكُرُونَ اللَّهَ, yadzkuruuna llaaha) yang berarti "mengingat Allah" di 3:191, (وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا, wa-laa yadzkuruuna llaaha illaa qaliilan) yang berarti "dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali" di 4:142, dan (لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ, laa yadzkuruuna sma llaahi) yang berarti "tidak menyebut nama Allah" di 6:138. Dua sisanya, 37:13 dan 74:56, tidak menyebut benda yang diingat. Terjemahan memakai "mengingat" ketika bendanya ada. Di 37:13 yang dipakai "mengindahkan", sebab sikap yang dicatat ayat ini tertuju pada peringatan itu sendiri. Ayat 74:56, (وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ, wa-maa yadzkuruuna illaa an yasyaa'a llaahu) yang berarti "mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki", juga tanpa benda dan berada dalam konteks yang lain.
Kata (لَا, laa) yang berarti "tidak" berdiri tepat di depan kata kerja yadzkuruuna, sehingga ayat ini mencatat sesuatu yang tidak terjadi. Tidak ada kata Arab di ayat ini yang menyatakan bantahan, ejekan, atau ucapan. Karena itu terjemahan tidak menambahkan "mereka menolaknya" atau "mereka berpaling", dan membiarkan ketiadaan itu apa adanya.
Tafsiran
Ayat ini melaporkan tanggapan terhadap peringatan yang berupa ketiadaan: tidak ada bantahan, tidak ada ucapan yang dikutip, dan tidak ada perbuatan yang disebut. Di 37:12, (بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ, bal 'ajibta wa-yaskharuuna) yang berarti "bahkan, engkau heran, sedang mereka mengejek", mereka mengejek. Di 37:14 mereka menghina ketika melihat tanda. Ayat 37:13 berada di antara keduanya dan mencatat bagian yang kosong: peringatan datang, dan tidak ada yang terjadi sesudahnya.
Peringatan di sini sesuatu yang disampaikan lewat kata, sedangkan tanda di 37:14 sesuatu yang dilihat. Dua ayat itu berpasangan, dan masing-masing dibuka dengan wa-idzaa. Sesudahnya 37:15 memberi mereka kalimat untuk diucapkan, sehingga urutan 37:12 sampai 37:15 bergerak dari sikap yang tidak bersuara ke sikap yang bersuara.
Surah ini sendiri mengulang akar yang sama di awal dan di bagian akhirnya. Ayat 37:3, (فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا, fa-t-taaliyaati dzikran) yang berarti "demi yang membacakan peringatan", menyebut peringatan yang dibacakan. Di 37:168 sampai 37:170 ucapan mereka dikutip: (لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَ, law anna 'indanaa dzikran mina l-awwaliina) yang berarti "seandainya di sisi kami ada peringatan dari orang-orang terdahulu", disusul (لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, la-kunnaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Ayat 37:170 lalu memuat (فَكَفَرُوا بِهِ, fa-kafaruu bihi) yang berarti "akan tetapi, mereka kufur terhadapnya", dan kata ganti -hi di sana dapat dibaca menunjuk peringatan itu. Dengan pembacaan itu 37:13 berada di tengah tiga titik: peringatan yang dibacakan di awal, peringatan yang tidak diindahkan di sini, dan peringatan yang diandaikan lalu dikufuri di akhir. Teks tidak mengatakan bahwa pihak yang mengandaikan di 37:168 sama dengan pihak di 37:13, jadi hubungan itu tetap pembacaan, bukan pernyataan ayat.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat ini dibuka dengan keadaan mereka diperingatkan, dan baru sesudah itu menyebut apa yang tidak terjadi. Urutan itu memisahkan dua hal yang sering dicampur: peringatan yang belum sampai, dan peringatan yang sudah sampai tetapi tidak ditanggapi. Pembaca bisa mengingat peringatan terakhir dari orang lain, lalu menelusuri apa yang dikerjakannya sesudah itu, apakah mencatat, membantah, menunda, atau membiarkannya lewat. Ayat ini menggambarkan keadaan yang kedua, dan keadaan itu tidak memerlukan kata kasar atau penolakan terang-terangan. Berapa kali pembaca menjawab "saya sudah tahu" sebagai pengganti tindakan?
- Pembuka yang sama, apabila diperingatkan, dipakai tiga kali di Al-Qur'an dengan tiga tanggapan. Di 32:15 mereka tersungkur dalam keadaan tunduk dan bertasbih memuji Tuhan mereka, di 25:73 mereka tidak bersikap tuli dan buta terhadap tanda-tanda Tuhan mereka, dan di 37:13 mereka tidak mengindahkan. Ketiganya berangkat dari keadaan yang sama, dan perbedaannya terletak pada apa yang terjadi sesudah peringatan tiba. Pembaca dapat menaruh dirinya pada salah satu dari ketiga ayat itu dan memperhatikan di titik mana tanggapannya berpindah dari yang satu ke yang lain. Pada peringatan yang datang pekan ini, pembaca berdiri di ayat yang mana?
- Tiga ayat lain menyebut apa yang diingat atau tidak diingat: Allah di 3:191 dan 4:142, nama Allah di 6:138. Di 37:13 tempat itu dibiarkan kosong, sehingga tidak terbaca apa yang tidak mereka ingat. Pembaca yang mengatakan "lupa" atau "tidak sempat" dapat bertanya apa persisnya yang tidak diingat: pesan yang disampaikan orang itu, ataukah Allah yang disebut dalam pesan seperti pada 4:142, tempat mengingat-Nya dicatat sedikit sekali? Dua kemungkinan itu membawa tanggung jawab yang berbeda, dan ayat 37:13 tidak memilih salah satunya. Apa yang sebenarnya terlewat setiap kali kata "nanti" dipakai?
- Ayat 74:55 berbunyi "siapa yang menghendaki, tentu ia mengingatnya", dan 74:56 menyambungnya dengan pernyataan bahwa mereka tidak akan mengambil pelajaran kecuali jika Allah menghendaki, lalu menyebut bahwa Dia berhak ditakwai dan berhak memberi ampunan. Dua ayat itu berada di surah lain dan tidak berbicara tentang orang yang diperingatkan, sehingga tidak dipakai untuk menafsirkan 37:13. Keduanya bertemu pada satu kata kerja yang berdiri tanpa benda. Bila 74:56 dibaca sebagai bahan renungan, ingatan yang tiba-tiba datang pada suatu pagi dapat terasa lebih mirip pemberian daripada hasil usaha. Apa yang berubah pada cara pembaca menerima peringatan bila ingatannya sendiri dianggap pemberian?
- Di 36:19 orang-orang yang dituduh membawa sial menjawab, "Kesialan kalian ada pada diri kalian sendiri. Apakah karena kalian diberi peringatan?" Dalam ayat itu peringatan diperlakukan sebagai sumber masalah oleh pihak yang mendapatkannya, sehingga sikapnya berbeda dari 37:13: di sana ada ucapan menuduh, di sini tidak ada apa pun yang dikutip. Dua ayat itu menunjukkan bahwa tanggapan terhadap peringatan bisa berbentuk diam dan bisa berbentuk tuduhan, dan bentuk diam lebih sulit ditangkap karena tidak meninggalkan kalimat yang dapat dibantah. Pembaca dapat memeriksa tanggapan mana yang lebih sering dipakainya: menyalahkan pembawa pesan, atau membiarkan pesannya mengendap tanpa bunyi. Bila tidak ada kalimat yang keluar, bagaimana pembaca tahu bahwa dirinya sedang menolak?
- Surah ini dibuka di 37:3 dengan sumpah demi yang membacakan peringatan, sehingga peringatan sudah disebut sebelum 37:13 tiba. Ayat 37:13 tidak mempersoalkan apakah peringatan itu dibacakan dengan baik, atau cukup keras, atau pada waktu yang tepat. Kalimatnya mengatakan bahwa pada saat diberi peringatan, mereka tidak mengindahkan, dan berhenti di situ. Pembaca yang menunggu penyampai yang lebih fasih atau waktu yang lebih pas dapat melihat bahwa ayat ini tidak memuat syarat semacam itu. Peringatan yang mana yang selama ini ditunda sampai syarat-syarat itu terpenuhi, dan berapa kali syarat itu sudah berganti?