وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَ

Apabila melihat suatu tanda, mereka sangat menghina.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَwa-idzaa ra'aw aayatan yastaskhiruunaapabila melihat suatu tanda, mereka sangat menghina

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. رَأَوْاra'awmereka melihat
  3. آيَةًaayatantanda
  4. يَسْتَسْخِرُونَyastaskhiruunamereka memperolok

Inti bacaan

Bentuk (يَسْتَسْخِرُونَ, yastaskhiruuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا رَأَوْا, wa-idzaa ra'aw) yang berarti "dan apabila mereka melihat". Kata kerja ra'aw berakar ر-أ-ي, dan susunan wa-idzaa ra'aw muncul dua kali di dua surah, yaitu 37:14 dan 62:11. Di 62:11 bunyinya (وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا, wa-idzaa ra'aw tijaaratan aw lahwan) yang berarti "dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan", dan sesudahnya tertulis (انْفَضُّوا إِلَيْهَا, infadhdhuu ilayhaa) yang berarti "mereka berpencar menuju kepadanya". Pembuka yang sama dipakai untuk benda yang dilihat yang berlainan, dan kata kerja sesudahnya pun berlainan.

Kata (آيَةً, aayatan) yang berarti "suatu tanda" berdiri tanpa kata sandang dan tanpa kata ganti pemilik, sehingga ayat ini tidak menyatakan tanda apa yang dilihat dan tanda milik siapa. Bandingkan dengan (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) di 2:231, yang menyebut pemiliknya, dan (بِآيَاتِ رَبِّهِمْ, bi-aayaati rabbihim) di 25:73. Kata kerja melihat yang disusul langsung oleh aayatan muncul dua kali: (رَأَوْا آيَةً, ra'aw aayatan) di 37:14 dan (وَإِنْ يَرَوْا آيَةً, wa-in yaraw aayatan) di 54:2 yang berarti "jika mereka melihat suatu tanda". Di 6:25 susunannya diperluas menjadi (وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ, wa-in yaraw kulla aayatin) yang berarti "dan jika mereka melihat setiap tanda". Terjemahan memakai "tanda" di ketiga tempat itu, dan "suatu tanda" di 37:14 karena kata Arabnya tak tentu.

Kata (يَسْتَسْخِرُونَ, yastaskhiruuna) berakar س-خ-ر, akar yang sama dengan (يَسْخَرُونَ, yaskharuuna) di 37:12 yang berarti "mereka mengejek". Perbedaan tulisannya terlihat pada awalan yasta- di depan akar. Bentuk yastaskhiruuna muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:14, sedangkan yaskharuuna muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:212, 9:79, dan 37:12. Enam ayat lain yang memuat kata kerja seakar dengan arti mengejek, yaitu 2:212, 6:10, 9:79, 11:38, 21:41, dan 49:11, menyebut pihak yang diejek dengan kata min. Contohnya (وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا, wa-yaskharuuna mina lladziina aamanuu) yang berarti "dan mereka mengejek orang-orang yang beriman" di 2:212, dan (فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ, fa-yaskharuuna minhum) yang berarti "lalu mereka mengejek mereka" di 9:79. Di 37:12 dan 37:14 kata min tidak ada, jadi kedua ayat itu tidak menyatakan siapa atau apa yang menjadi sasaran ejekan dan penghinaan.

Terjemahan memakai "menghina" dan "sangat" untuk yastaskhiruuna supaya dua kata kerja seakar di 37:12 dan 37:14 tidak menjadi satu kata Indonesia, karena 37:12 sudah diterjemahkan "mengejek". Seberapa jauh bentuk di 37:14 lebih berat daripada bentuk di 37:12 tidak dinyatakan, dan terjemahan hanya menandai bahwa keduanya berbeda. Terjemahan juga tidak menambahkan objek seperti "menghina tanda itu", karena kata Arabnya tidak memuatnya.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan perhatian dari peringatan ke tanda yang terlihat. Di 37:13 mereka diberi peringatan dan tidak mengindahkan, sedangkan di 37:14 mereka melihat suatu tanda dan menghina. Kedua ayat dibuka dengan wa-idzaa, dan bersama 37:12 menyusun tiga catatan tentang tanggapan mereka: mengejek, tidak mengindahkan, lalu menghina.

Melihat tanda tidak menutup perkara dengan sendirinya. Tiga ayat yang menyebut orang melihat tanda memuat tiga tanggapan yang berlainan. Di 37:14 mereka menghina. Di 54:2, (يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ, yu'ridhuu wa-yaquuluu sihrun mustamirrun) yang berarti "mereka berpaling dan berkata, 'Sihir yang terus-menerus'". Di 6:25 mereka tetap tidak beriman padanya, (لَا يُؤْمِنُوا بِهَا, laa yu'minuu bihaa). Tiga ayat itu tidak menyatakan bahwa pelakunya sama, dan tak satu pun menyebut apa tanda yang dilihat.

Ayat 37:15 menyambung dengan ucapan mereka, dan ucapan itu menamai apa yang ada di depan mata dengan satu kata, sihir. Pasangan 37:14 dan 37:15 sejalan dengan 54:2, yang juga menaruh kata sihir sesudah orang melihat tanda. Bedanya, 54:2 mencatat berpaling sebelum ucapan, sedangkan 37:14 mencatat penghinaan, jadi sikap mereka sudah terbaca sebelum kata-katanya tiba. Apa yang dilihat tidak disebut, sehingga kata "ini" di 37:15 dapat dibaca menunjuk tanda itu, tetapi ayat tidak menyatakannya.

Bagi alur surah, 37:12 sampai 37:15 bergerak dari keadaan batin, heran dan ejekan, ke tanggapan terhadap kata, lalu ke tanggapan terhadap penglihatan, dan berakhir pada kalimat yang diucapkan. Sesudahnya 37:16 dan 37:17 mengutip keberatan mereka tentang kebangkitan, dan 37:18 memberi jawaban.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga ayat tentang orang yang melihat tanda mencatat tiga tanggapan yang berlainan, dan tak satu pun mencatat bahwa penglihatan itu dengan sendirinya mengubah sikap. Pembaca dapat mengingat sesuatu yang pernah disaksikannya sendiri dan membuatnya terdiam, lalu menelusuri apa yang terjadi sepekan sesudahnya. Rasa takjub yang diikuti perubahan arah berbeda dari rasa takjub yang berhenti di cerita, tetapi dari luar keduanya sulit dibedakan. Apa yang tersisa dari hal-hal luar biasa yang pernah dilihat pembaca, selain ceritanya?
  • Pihak yang diejek biasanya disebut dalam ayat, tetapi di 37:14 tempat itu kosong. Kekosongan itu mengundang pembaca untuk melengkapinya sendiri, dan orang lain menjadi pengisi yang paling mudah. Pembaca dapat membalik pertanyaannya: saat menghina atau menertawakan sesuatu yang diperlihatkan kepadanya, siapa atau apa yang sebenarnya dituju, pembawa pesannya atau pesannya? Ayat ini tidak menjawab, dan jawabannya dapat berganti dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Sudahkah pembaca memeriksa arah tertawanya sendiri?
  • Di 62:11 mereka melihat perdagangan atau permainan dan bergerak cepat, yaitu berpencar menuju kepadanya. Ayat itu ditutup dengan "Dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki". Di 37:14 mereka melihat tanda dan menghina. Dengan pembuka yang sama di kedua ayat, pembaca dapat membandingkan kecepatannya sendiri: seberapa cepat langkahnya menuju sesuatu yang menarik pandangan, dan seberapa cepat pembaca mendekati sesuatu yang disebut tanda? Dalam sepekan terakhir, matanya lebih sering berhenti pada yang mana, dan berapa lama?
  • Di 2:231 ada larangan, "dan janganlah kalian jadikan tanda-tanda Allah sebagai bahan ejekan", yang ditujukan kepada pihak yang disapa dalam aturan perceraian di ayat itu. Kata yang dipakai ayat itu lain, jadi 2:231 tidak disamakan dengan 37:14. Keberadaannya tetap menunjukkan bahwa larangan menjadikan tanda sebagai bahan ejekan ditujukan juga kepada pihak yang tidak digambarkan sebagai penolak. Pembaca dapat bertanya di mana batas antara bercanda dan merendahkan, terutama pada hal yang dianggapnya tanda. Adakah lelucon yang diulang karena lucu, padahal yang ditertawakan sesuatu yang di ayat lain disebut milik Allah?
  • Di 45:9 orang yang mengetahui sesuatu dari tanda-tanda Kami menjadikannya olok-olok, sehingga pengetahuan pun tidak otomatis menghalangi ejekan. Bersama 37:14, penglihatan dan pengetahuan sama-sama disebut mendahului ejekan. Pembaca yang mengira makin banyak yang diketahuinya makin kecil kemungkinan meremehkan dapat memeriksa anggapan itu pada hal yang sudah dihafalnya sampai terasa biasa. Di titik mana kebiasaan melihat mengubah sesuatu yang besar menjadi sesuatu yang lewat?
  • Di 45:35 ejekan terhadap tanda-tanda Allah disebut bersama alasan, dan alasannya berbunyi (وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, wa-gharratkumu l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "dan kalian telah diperdaya oleh kehidupan dunia". Ayat 37:14 tidak menyebut alasan apa pun, dan 45:35 berbicara di tempat lain, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 45:35 tetap memberi bahan untuk bertanya: apa dalam hari-hari pembaca yang membuat sebuah tanda tampak kecil di sebelahnya? Bila ada hal yang tampak lebih besar daripada tanda, apa yang membuatnya tampak sebesar itu?