وَقَالُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ
Dan mereka berkata, “Ini tidak lain adalah sihir yang nyata.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَقَالُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌwa-qaaluu in haadzaa illaa sihrun mubiinundan mereka berkata, ini tidak lain adalah sihir yang nyata
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- إِنْintidaklah
- هَٰذَاhaadzaaini
- إِلَّاillaakecuali
- سِحْرٌsihrunsihir
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Kalimat (إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ, in haadzaa illaa sihrun mubiinun) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:110, 6:7, 11:7, 34:43, dan 37:15.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata". Kata kerja ini berakar ق-و-ل dan menyebut pelakunya hanya lewat akhiran "mereka", tanpa nama atau sebutan lain. Kalimat yang diucapkan, (إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ, in haadzaa illaa sihrun mubiinun) yang berarti "ini tidak lain sihir yang nyata", muncul lima kali di lima surah, yaitu 5:110, 6:7, 11:7, 34:43, dan 37:15. Di empat dari lima ayat itu pengucapnya disebut sebagai (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur", misalnya (فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ, fa-qaala lladziina kafaruu minhum) di 5:110 dan (لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا, la-yaquulanna lladziina kafaruu) di 11:7. Di 37:15 pengucapnya hanya "mereka", yang dapat dibaca sebagai kelompok yang sama dengan pelaku di 37:12 sampai 37:14.
Di awal kalimat itu, (إِنْ, in) berarti "tidak" dan (إِلَّا, illaa) berarti "kecuali", sehingga kalimat ini menyebut sihir dan tidak memberi ruang bagi kemungkinan lain. Kata tunjuk dekat (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" menunjuk benda yang berbeda di tiap ayat. Di 5:110 benda itu muncul di ayat yang sama, (جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, ji'tahum bi-l-bayyinaati) yang berarti "engkau datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata". Di 6:7 benda itu (كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ, kitaaban fii qirthaasin) yang berarti "sebuah kitab dalam bentuk kertas", di 11:7 (إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ, innakum mab'uutsuuna min ba'di l-mawti) yang berarti "kalian akan dibangkitkan setelah mati", dan di 34:43 (لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ, li-l-haqqi lammaa jaa'ahum) yang berarti "tentang kebenaran ketika ia datang kepada mereka". Di 37:15 benda itu tidak disebut di ayatnya sendiri. Ayat sebelumnya menyebut suatu tanda, jadi "ini" dapat dibaca menunjuk tanda itu, tetapi ayat tidak menyatakannya.
Kata (سِحْرٌ, sihrun) yang berarti "sihir" berakar س-ح-ر dan muncul lima belas kali di empat belas surah, yaitu 5:110, 6:7, 10:76, 10:77, 11:7, 27:13, 28:36, 34:43, 37:15, 43:30, 46:7, 52:15, 54:2, 61:6, dan 74:24. Tiga belas di antaranya berupa tuduhan, dan dua berupa pertanyaan balik, yaitu (أَسِحْرٌ هَٰذَا, a-sihrun haadzaa) yang berarti "sihirkah ini?" di 10:77 dan (أَفَسِحْرٌ هَٰذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ, a-fa-sihrun haadzaa am antum laa tubshiruuna) yang berarti "apakah ini sihir? ataukah kalian tidak melihat?" di 52:15. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 10 memuatnya dua kali. Dalam tuduhan itu kata sihir diberi sifat. Sembilan ayat memakai mubiin, yaitu 5:110, 6:7, 10:76, 11:7, 27:13, 34:43, 37:15, 46:7, dan 61:6. Tiga ayat memakai sifat lain: (سِحْرٌ مُفْتَرًى, sihrun muftaran) yang berarti "sihir yang dibuat-buat" di 28:36, (سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ, sihrun mustamirrun) yang berarti "sihir yang terus-menerus" di 54:2, dan (سِحْرٌ يُؤْثَرُ, sihrun yu'tsaru) yang berarti "sihir yang dipelajari" di 74:24. Satu ayat, 43:30, memakai sihir tanpa sifat.
Kata (مُبِينٌ, mubiinun) berakar ب-ي-ن, dan terjemahan memakainya sebagai "nyata" di kesembilan ayat tadi. Kata yang sama menyifati musuh di 2:168 dan 12:5, (عَدُوٌّ مُبِينٌ, 'aduwwun mubiinun) yang berarti "musuh yang nyata". Di 27:13 ayat itu juga memuat kata lain tentang keadaan yang terlihat, yaitu (آيَاتُنَا مُبْصِرَةً, aayaatunaa mubshiratan) yang berarti "tanda-tanda Kami yang terang", disusul (قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ, qaaluu haadzaa sihrun mubiinun). Dua kata itu berasal dari akar yang berbeda, ب-ص-ر dan ب-ي-ن, dan keduanya menyangkut apa yang tampak.
Tanda kutip yang dibuka terjemahan di ayat ini baru ditutup di 37:17. Kata kerja "berkata" hanya ada di 37:15, sedangkan 37:16 dan 37:17 tidak memuat kata kerja ucapan baru. Apakah ketiga ayat itu satu ucapan yang panjang atau dua ucapan yang berurutan tidak diputuskan oleh teks, dan terjemahan menyambungnya dalam satu kutipan tanpa menambahkan "dan mereka berkata" di 37:16.
Tafsiran
Ayat ini mencatat pertama kalinya mereka bersuara dalam rangkaian 37:12 sampai 37:18. Tiga ayat sebelumnya hanya melaporkan sikap, yaitu mengejek, tidak mengindahkan, dan menghina. Di sini sikap itu menjadi kalimat, dan kalimatnya berbentuk tuduhan yang menutup semua kemungkinan lain.
Ayat 11:7 memuat kalimat yang sama sebagai tanggapan atas pernyataan tentang kebangkitan: (إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ, innakum mab'uutsuuna min ba'di l-mawti) lebih dulu, lalu tuduhan sihir. Di 37:15 urutannya terbalik, yaitu tuduhan sihir lebih dulu dan keberatan tentang dibangkitkan di 37:16. Ayat 37:15 tidak menyatakan bahwa "ini" menunjuk pernyataan tentang kebangkitan, jadi susunan 37:15 sampai 37:16 tidak dibaca sebagai bukti hubungan itu. Pembaca dapat menaruhnya sebagai kemungkinan yang dibuka oleh 11:7.
Bagi alur surah, 37:15 adalah ayat peralihan. Ayat 37:12 sampai 37:14 melaporkan apa yang mereka lakukan, sedangkan 37:16 dan 37:17 mengutip keberatan mereka tentang tubuh yang telah menjadi tanah, dan 37:18 menjawab keberatan itu. Tuduhan sihir di tengahnya tidak dijawab oleh 37:18, sebab 37:18 menjawab pertanyaan tentang dibangkitkan dan tidak menyebut sihir. Berbeda dengan 10:77 dan 52:15 yang membalas tuduhan sihir dengan pertanyaan, di 37:15 sampai 37:18 tuduhan itu tidak dibalas dengan pertanyaan dan tetap menjadi catatan tentang ucapan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat "ini tidak lain" menyisakan satu jawaban, dan itu dapat membuat pertanyaan lain berhenti sebelum sempat diajukan. Pembaca dapat memperhatikan kalimat serupa dalam kesehariannya, misalnya "itu cuma kebetulan" atau "itu urusan teknis", lalu bertanya apa yang berhenti diperiksa sesudah kalimat itu diucapkan. Dalam kalimat itu satu kata menutup sebuah perkara yang masih terbuka. Apa yang sedang pembaca lindungi setiap kali sebuah peristiwa langsung diberi nama yang membuatnya selesai?
- Di 27:13 tanda-tanda disebut terang, dan kata sihir yang nyata baru diucapkan sesudahnya. Orang yang menuduh dalam ayat itu dan dalam 37:15 tidak menyangkal bahwa sesuatu telah terlihat, dan hanya menamainya lain. Pembaca yang pernah berkata "memang menarik, tetapi ..." dapat mengenali gerak yang sama pada dirinya: pengakuan atas apa yang terlihat, disusul sebutan yang membuatnya tidak perlu ditanggapi. Bila terang itu sudah diakui, apa lagi yang masih ditahan oleh kata "tetapi"?
- Di 5:110 Allah mengajak Isa mengingat nikmat-Nya, lalu menyebut keterangan-keterangan yang nyata yang dibawanya kepada Bani Israil, dan di ujung ayat orang-orang yang kufur di antara mereka mengucapkan kalimat yang sama dengan 37:15. Dalam ayat itu label sihir ditaruh pada keterangan yang termasuk rangkaian nikmat yang disebut Allah. Di 37:15 tidak ada kata nikmat, dan dua ayat itu tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya adakah sesuatu yang diterimanya selama ini yang ia namai dengan sebutan kecil, sehingga nilainya tidak lagi terlihat.
- Ayat 11:7 dibuka dengan penyebutan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu menyebut pernyataan bahwa kalian akan dibangkitkan setelah mati, dan tuduhan sihir menyusul. Di 37:15 tuduhan itu datang lebih dulu dan keberatan tentang dibangkitkan datang di ayat berikutnya. Pembaca dapat melihat bahwa dua ayat itu menaruh label dan pertanyaan tentang kematian berdampingan, walau urutannya berbeda. Ketika sebuah kabar tentang akhir hidup terasa terlalu berat, mana yang lebih dulu keluar dari mulut pembaca, bantahan atau sebuah julukan?
- Empat ayat memuat tuduhan sihir ketika kebenaran datang kepada mereka: 10:76, 34:43, 43:30, dan 46:7, masing-masing dengan kata lammaa yang berarti "ketika". Ayat 37:15 tidak memuat kata itu dan tidak menyebut kebenaran, sehingga tidak dikelompokkan bersama keempatnya. Keempat ayat itu memperlihatkan saat label diucapkan, yaitu pada waktu kebenaran itu tiba kepada mereka. Pembaca dapat bertanya seberapa sering penilaiannya terbentuk pada pertemuan pertama dengan sesuatu yang baru. Berapa lama sebuah pendapat dibiarkan menunggu sebelum diucapkan?
- Di 23:85, 23:87, dan 23:89 dinyatakan bahwa mereka akan menjawab "Milik Allah" atas tiga pertanyaan, dan di 23:89 pertanyaan penutupnya berbunyi (فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ, fa-annaa tusharuuna) yang berarti "maka bagaimana kalian sampai terpesona?" Kata kerja itu berakar sama dengan kata sihir. Ayat itu berada di surah lain dan tidak menyebut 37:15, jadi keduanya tidak disamakan. Akar yang sama cukup untuk membuka satu pertanyaan: sesudah jawaban yang benar disebut, masih ada hal lain yang bisa menawan. Apa dalam hidup pembaca yang jawabannya sudah diketahui benar, tetapi perhatiannya masih tertambat pada yang lain?