فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ
Maka ia hanyalah satu hardikan, lalu seketika itu mereka melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌfa-innamaa hiya zajratun waahidatunmaka ia hanyalah satu hardikan
- فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَfa-idzaa hum yanzhuruunalalu seketika itu mereka melihat
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
- هِيَhiyaia
- زَجْرَةٌzajratunhardikan
- وَاحِدَةٌwaahidatunsatu
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
Inti bacaan
Kesederhanaan mekanisme kebangkitan, 'hanya satu teriakan', proses instan yang mengejutkan mereka yang sebelumnya menganggapnya mustahil dan jauh lebih rumit.
Penjelasan pilihan kata
'Teriakan' dikoreksi menjadi 'hardikan': 'zajratun' berasal dari akar zjr yang sama dengan 'az-zaajiraati' di 37:2, konsisten memakai kata yang sama alih-alih 'sayhatan' (teriakan) yang dipakai di ayat-ayat lain seperti 36:29 dan 36:49.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kesederhanaan proses kebangkitan yang telah dijawab di 37:18: cukup satu hardikan untuk membuat mereka yang dahulu meragukan kini menyaksikan sendiri kenyataannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebutnya cuma satu hardikan. Sekali. Yang mereka kira mustahil selesai dalam satu suara.
- Kata yang dipakai lalu seketika itu mereka melihat. Tanpa jeda. Antara suara dan penyaksian tak ada apa-apa.
- Allah memakai kata yang seakar dengan sumpah di awal surah. Kata yang berulang. Yang di pembuka dipakai lagi sebagai alat di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar z-j-r, w-h-d, n-zh-r): zajrah waahidah diterjemahkan 'satu teriakan (hardikan)' (akar z-j-r); yanzhuruun diterjemahkan 'melihat' (akar n-zh-r). gloss '(tiupan sangkakala kedua)/(bangun dari kematiannya)/(apa yang terjadi)' dibuang.