وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَٰذَا يَوْمُ الدِّينِ
Dan mereka berkata, “Celakalah kami! Inilah Hari Pertanggungjawaban.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَٰذَا يَوْمُ الدِّينِwa-qaaluu yaa waylanaa haadzaa yawmu d-diinidan mereka berkata, celakalah kami, inilah Hari Pertanggungjawaban
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- يَاyaawahai
- وَيْلَنَاwaylanaacelakalah kami
- هَٰذَاhaadzaaini
- يَوْمُyawmuhari
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
Inti bacaan
Pengakuan spontan 'inilah Hari Pertanggungjawaban', momen pengenalan yang datang seketika begitu realitas yang dulu diragukan tak lagi bisa disangkal.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (demonstrativa dekat) benar diterjemahkan 'inilah': tambahan kata 'itu' yang tidak berdasar teks ('Hari Pertanggungjawaban itu') dihapus, karena tidak ada demonstrativa jauh dalam struktur Arab ayat ini. 'Yawmu d-diini' ('hari diin') di sini memakai makna leksikal akar dyn yang berbeda dari konteks 'ketaatan/sistem nilai' yang dibahas di 29:65/30:30/30:32/30:43/31:32/34:33: dalam idiom tetap 'yawm ad-diin' ('Hari Pertanggungjawaban/perhitungan'), akar dyn membawa makna 'pembalasan/penghakiman', diterjemahkan 'Hari Pertanggungjawaban' sesuai makna leksikal khusus ini, bukan 'hari ketaatan' yang akan janggal secara makna.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian dengan pengakuan yang datang terlambat: kebangkitan yang dahulu diragukan kini diakui sebagai Hari Pertanggungjawaban yang nyata, disertai penyesalan yang sudah tidak berguna.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat mereka memakai kata tunjuk dekat: 'inilah Hari Pertanggungjawaban'. Tak ada proses meyakinkan, tak ada perdebatan. Yang selama ini diragukan dikenali dalam satu tarikan napas begitu hadir. Sebagian pengetahuan memang tidak menunggu diperoleh; ia datang sekaligus, dan pada saat itu tak lagi berguna.
- Di hadapan Allah, yang keluar dari mulut mereka bukan penyangkalan dan bukan permohonan, melainkan 'celakalah kami'. Vonis atas diri sendiri, diucapkan sendiri, sebelum satu pun keputusan dibacakan. Ada saat ketika seseorang tak perlu diberi tahu hasilnya.
- Rangkaian panjang tentang keraguan mereka ditutup Allah dengan satu kalimat sangat pendek. Tak ada bantahan tambahan, tak ada penjelasan. Perdebatan yang berlangsung bertahun-tahun kadang berakhir bukan dengan jawaban, melainkan dengan kenyataan yang datang dan berdiri di depan semua pihak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(15:35: 'hari Kiamat'). Seruan orang yang dibangkitkan: pengenalan Hari Pertanggungjawaban. Bagian rollout kelompok (a) akar diin, 12 kemunculan 'yawm al-diin' (15:35, 26:82, 37:20, 38:78, 51:12, 56:56, 70:26, 74:46, 82:15/17/18, 83:11) diseragamkan 'Hari Pertanggungjawaban' demi konsistensi leksikal. Konvergen mainstream (bukan reinterpretasi kontroversial); nuansa 'pertanggungjawaban' menyorot hisaab yg diakui tradisi (terjemahan lain sendiri: yaumul-hisaab). Catatan lama menyebut dua padanan untuk hari itu, 'pengadilan' dan 'pembalasan'; sebagian penerjemah tidak pernah memakai yang kedua di ayat-ayat ini. Frasa 'yawm al-diin' (akar d-y-n). Konvensi terjemahan ini: diin wajah (a) = pertanggungjawaban (balasan+perhitungan), lih. definisi-jangkar di scripts/ + entri kanonik 1:4.