هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

“Ini hari keputusan yang dahulu kalian dustakan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَhaadzaa yawmu l-fashli lladzii kuntum bihi tukadzdzibuunaini hari keputusan yang dahulu kalian dustakan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. هَٰذَاhaadzaaini
  2. يَوْمُyawmuhari
  3. الْفَصْلِl-fashlikeputusan
  4. الَّذِيlladziiyang
  5. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  6. بِهِbihipadanya
  7. تُكَذِّبُونَtukadzdzibuunakalian mendustakan

Inti bacaan

Susunan (هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ, haadzaa yawmu l-fashli) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:21 dan 77:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (هَٰذَا يَوْمُ, haadzaa yawmu) yang berarti "ini hari", susunan yang sama dengan ayat sebelumnya, tetapi nama harinya berbeda. Nama di sini adalah (الْفَصْلِ, l-fashli) yang berarti "keputusan" dan berakar ف-ص-ل. Frasa (يَوْمُ الْفَصْلِ, yawmu l-fashli) dengan harakat persis muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 37:21, 77:14, dan 77:38, dan dengan akhiran kata yang berbeda-beda muncul enam kali di empat surah, yaitu di 37:21, 44:40, 77:13, 77:14, 77:38, dan 78:17. Terjemahan memakai kata "keputusan" di keenamnya. Susunan yang lebih panjang, (هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ, haadzaa yawmu l-fashli), muncul dua kali, yaitu di 37:21 dan 77:38. Di 77:38 kalimatnya berlanjut dengan (جَمَعْنَاكُمْ, jama'naakum) yang berarti "Kami kumpulkan kalian", sedangkan di 37:21 berlanjut dengan kalimat tentang apa yang didustakan. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di 22:17 dan 32:25, yaitu (يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ, yafshilu baynahum) yang berarti "memutuskan di antara mereka". Susunan itu hanya muncul di dua ayat tersebut, dengan hari Kiamat sebagai waktunya, dan pelakunya Allah di 22:17 serta Tuhanmu di 32:25.

Kata (تُكَذِّبُونَ, tukadzdzibuuna) yang berarti "kalian dustakan" berakar ك-ذ-ب. Kata kerja dasarnya, (كَذَبَ, kadzaba) di 39:32, berarti "berdusta", yaitu pelakunya sendiri yang berkata tidak benar. Bentuk di ayat ini memakai penggandaan huruf dzal dan berarti "mendustakan", yaitu menolak kebenaran yang datang dari pihak lain, sehingga terjemahan memakai "dustakan" dan tidak "berdusta". Susunan (كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ, kuntum bihi tukadzdzibuuna) yang berarti "dahulu kalian dustakan" muncul empat kali di empat surah, yaitu di 32:20, 37:21, 77:29, dan 83:17. Benda yang didustakan berbeda di tiap ayat: azab api di 32:20, hari keputusan di 37:21, "apa yang" di 77:29, dan "ini" di 83:17. Terjemahan memakai "dahulu kalian dustakan" di keempatnya.

Dua dari empat ayat itu menandai ucapan dengan kata kerja yang tidak menyebut pembicara: (وَقِيلَ لَهُمْ, wa-qiila lahum) yang berarti "dan dikatakan kepada mereka" di 32:20, dan (ثُمَّ يُقَالُ, tsumma yuqaalu) yang berarti "kemudian dikatakan" di 83:17. Di 37:21 dan 77:29 ucapan itu dimulai tanpa penanda apa pun, dan pembicaranya tidak disebut. Terjemahan 37:21 tidak menambahkan "dikatakan" atau nama pembicara karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Kata (بِهِ, bihi) yang berarti "padanya" menunjuk hari keputusan yang baru disebut, dan (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian dahulu" menyapa orang kedua jamak. Ayat 37:20 berbicara tentang "kami", sedangkan 37:21 berbicara kepada "kalian", sehingga sapaan berpindah dari mereka yang berseru kepada mereka yang dihadapi.

Tafsiran

Ayat ini mengubah arah sapaan dalam rangkaian ini. Di 37:20 orang-orang itu berseru tentang diri mereka sendiri, sedangkan 37:21 menyapa "kalian" tanpa menyebut siapa yang menyapa. Nama hari pun berganti dari Hari Pertanggungjawaban ke hari keputusan, dan ayat ini menambahkan sesuatu yang tidak ada di 37:20, yaitu masa lalu mereka: hari itu adalah hari yang dahulu mereka dustakan.

Penyebutan pendustaan itu menghubungkan hari ini dengan ayat-ayat di awal rangkaian. Di 37:12, (عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ, 'ajibta wa-yaskharuuna) berarti "engkau heran, sedang mereka mengejek", 37:15 memuat tuduhan sihir, dan 37:16 memuat pertanyaan yang meragukan kebangkitan. Dapat dibaca bahwa ejekan, tuduhan, dan pertanyaan itu yang kini dirangkum dengan satu kata kerja, mendustakan. Isi pendustaan itu tidak diuraikan di 37:21, dan hubungan dengan 37:12 sampai 37:17 adalah pembacaan atas urutan ayat.

Ayat ini membuka satu kutipan yang berlanjut sampai 37:24. Setelah menyebut harinya, kutipan itu langsung memuat perintah mengumpulkan di 37:22, lalu perintah menunjukkan jalan di 37:23, lalu perintah menahan di 37:24. Urutan yang sama ada di 77:38: hari keputusan disebut, kemudian pengumpulan. Bedanya, di 77:38 pengumpulnya disebut dengan kata Kami, sedangkan di 37:22 perintah mengumpulkan ditujukan kepada pihak yang tidak disebut. Ayat 37:21 sendiri tidak menyebut pembicara kutipan ini, dan penyebutan pembicara di ayat lain tidak dipakai untuk mengisinya.

Renungan dan Hikmah

  • Hari yang di 37:21 disebut hari keputusan memiliki kata kerja pasangannya di 32:25: Tuhanmu memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan. Ayat 32:25 membicarakan perselisihan dan 37:21 membicarakan pendustaan, tetapi keduanya menempatkan pemutus di luar para pihak. Perselisihan mana yang sedang dibawa pembaca dan belum selesai di tangan manusia, dan bagaimana rasanya menerima keputusan yang datang dari luar dirinya sendiri?
  • Pendustaan berlangsung selama sesuatu yang didustakan belum hadir. Di 37:21, 32:20, 77:29, dan 83:17, benda yang didustakan sudah ada di depan: hari keputusan, azab api, tujuan perjalanan, dan "ini". Ayat-ayat itu tidak mencatat bantahan dari pihak yang mendustakan, dan 37:20 hanya mencatat seruan celaka. Kata bihi, "padanya", tetap sama di keempat ayat, tetapi yang ditunjuknya berpindah dari sesuatu yang dibicarakan menjadi sesuatu yang dihadapi. Pendustaan apa dalam diri pembaca yang masih bertahan karena benda yang didustakan belum tiba?
  • Kalimat yang membuka rangkaian ini datang tanpa nama pembicara. Di 6:30 orang-orang yang dihadapkan kepada Tuhan mereka mendengar Dia berkata, "Bukankah ini benar?", sehingga pembicaranya disebut. Di 37:21 teksnya tidak menyebut siapa yang berbicara. Adegan 6:30 berada di surah lain dan hanya menjadi pembanding. Pembaca dapat memperhatikan bahwa yang tercatat di 37:21 adalah isi kalimatnya, bukan siapa yang mengucapkannya. Apa yang berubah pada cara pembaca mendengar sebuah kalimat bila isinya sudah jelas tetapi pembicaranya tidak diberi nama?
  • Di 37:20 orang-orang itu berbicara tentang diri mereka sendiri dengan kata kami, dan di 37:21 mereka disapa dengan kata kalian. Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat penghubung. Orang yang tadinya hanya berbicara kepada dirinya kini diajak bicara oleh pihak lain. Seruan "celakalah kami" mengarah ke dalam, sedangkan kalimat "yang dahulu kalian dustakan" menunjuk ke luar, kepada riwayat yang diketahui pihak lain. Percakapan terpenting tentang diri pembaca, apakah selama ini berlangsung di dalam diri sendiri dan baru terdengar sebagai kata kalian ketika orang lain yang mengucapkannya?
  • Ejekan di 37:12, tuduhan sihir di 37:15, dan pertanyaan di 37:16 tersebar dalam beberapa ayat, sedangkan 37:21 merangkum semuanya dengan satu kata kerja yang dapat dibaca sebagai mendustakan. Pembacaan ini dibuat atas urutan ayat dan tidak dinyatakan teks. Bila pembacaan itu dipakai, tindakan kecil seperti mengejek atau melontarkan pertanyaan yang tidak menunggu jawaban bisa termasuk dalam kata yang sama dengan menolak secara terang-terangan. Kebiasaan kecil apa yang selama ini dianggap pembaca sebagai candaan, dan akankah ayat ini menamainya lain?
  • Di 37:21 hari keputusan disebut lebih dahulu, dan perintah mengumpulkan menyusul di 37:22. Di 64:9 hari itu disebut sebagai hari ketika Dia mengumpulkan kalian pada hari berhimpun. Urutannya di 64:9 terbalik: pengumpulan disebut lebih dahulu, nama hari menyusul. Di 64:9 hari itu mendapat nama yang lain lagi, hari pengungkapan kesalahan, sehingga satu hari dikenali lewat beberapa nama, dan hari keputusan di 37:21 serta Hari Pertanggungjawaban di 37:20 adalah dua di antaranya. Bila nama hari itu sudah lama dikenal sebelum hari itu tiba, apa yang berubah pada hari-hari sebelumnya?