احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ
“Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta pasangan mereka, dan apa yang dahulu mereka sembah,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْihsyuru lladziina zhalamuu wa-azwaajahumkumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta pasangan mereka
- وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَwa-maa kaanuu ya'buduunadan apa yang dahulu mereka sembah
Terjemahan per kata (7 kata)
- احْشُرُواihsyurukumpulkanlah kalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- وَأَزْوَاجَهُمْwa-azwaajahumdan istri-istri mereka
- وَمَاwa-maadan apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْبُدُونَya'buduunamereka mengabdi
Inti bacaan
Bentuk perintah (احْشُرُوا, ihsyuru) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:22.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (احْشُرُوا, ihsyuru) yang berarti "kumpulkanlah", perintah kepada beberapa orang yang berakar ح-ش-ر. Bentuk perintah ini hanya muncul di 37:22. Dua bentuk dari akar yang sama dipakai di sembilan ayat lain dengan pelaku yang disebut dalam teks. Bentuk (يَحْشُرُهُمْ, yahsyuruhum) yang berarti "Dia mengumpulkan mereka" muncul enam kali di enam surah, yaitu di 4:172, 6:128, 10:45, 15:25, 25:17, dan 34:40, dan pelakunya Allah di 4:172, Dia di 6:128, 10:45, 25:17, dan 34:40, serta Tuhanmu di 15:25. Bentuk (نَحْشُرُهُمْ, nahsyuruhum) yang berarti "Kami mengumpulkan mereka" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 6:22, 10:28, dan 17:97. Di 37:22 perintah itu ditujukan kepada pihak yang tidak disebut, dan pihak itu tidak dinamai di ayat mana pun dalam rangkaian 37:21 sampai 37:24.
Orang yang dikumpulkan disebut (الَّذِينَ ظَلَمُوا, lladziina zhalamuu) yang berarti "orang-orang yang zalim". Kata kerja (ظَلَمُوا, zhalamuu) berbentuk lampau dan berakar ظ-ل-م, sehingga maksudnya orang yang telah berbuat zalim. Sesudahnya datang (وَأَزْوَاجَهُمْ, wa-azwaajahum) yang berarti "dan pasangan mereka", dari akar ز-و-ج. Bentuk azwaajahum muncul dua kali, yaitu di 24:6 dan 37:22. Di 24:6, (أَزْوَاجَهُمْ, azwaajahum) diterjemahkan "istri-istri mereka" karena ayat itu membicarakan tuduhan terhadap istri. Kata yang sama dengan akhiran lain menyertai penghuni taman di 36:56, (وَأَزْوَاجُهُمْ, wa-azwaajuhum), dan di 43:70, (وَأَزْوَاجُكُمْ, wa-azwaajukum), dan kedua ayat itu diterjemahkan "pasangan-pasangan". Di 56:7, (أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً, azwaajan tsalaatsatan) berarti "tiga golongan". Hubungan antara orang-orang zalim itu dan azwaaj mereka tidak dijelaskan di 37:22, sehingga terjemahan memakai "pasangan" dan tidak memilih antara "istri" dan "golongan".
Kalimat terakhir ayat ini adalah (وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ, wa-maa kaanuu ya'buduuna) yang berarti "dan apa yang dahulu mereka sembah", dan susunan persis ini hanya muncul di 37:22. Susunan yang lebih pendek, (كَانُوا يَعْبُدُونَ, kaanuu ya'buduuna), muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 34:40, 34:41, dan 37:22. Kata kerja (يَعْبُدُونَ, ya'buduuna) berakar ع-ب-د dan muncul empat belas kali di dua belas surah, yaitu di 10:18, 11:109, 16:73, 18:16, 19:49, 22:71, 24:55, 25:17, 25:55, 28:63, 34:40, 34:41, 37:22, dan 51:56. Di 24:55, (يَعْبُدُونَنِي, ya'buduunanii) dan di 51:56, (لِيَعْبُدُونِ, li-ya'buduuni), Allah sendiri menjadi tujuannya. Di dua belas ayat lainnya tujuannya selain Allah, dan terjemahan memakai "sembah" di 10:18, 16:73, 18:16, 19:49, 22:71, 25:17, 25:55, dan 37:22. Susunan (وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, wa-maa ya'buduuna min duuni llaahi) muncul dua kali, yaitu di 19:49 dan 25:17. Di 25:17 pelaku pengumpulannya Dia, dan yang dikumpulkan ialah mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah.
Tafsiran
Ayat ini memuat perintah pertama dalam kutipan yang dibuka di 37:21, dan perintahnya menyebut tiga pihak yang dikumpulkan: orang-orang yang zalim, pasangan mereka, dan apa yang dahulu mereka sembah. Kalimatnya belum selesai di ujung ayat. Kelanjutannya, "selain Allah", tertulis di 37:23, sehingga batas ayat memotong satu kalimat.
Pelaksana perintah itu tidak disebut, padahal pada (يَحْشُرُهُمْ, yahsyuruhum) dan (نَحْشُرُهُمْ, nahsyuruhum), di sembilan ayat, pengumpul disebut. Ayat ini memastikan ada yang diperintah dan tidak menamainya.
Ayat 25:17 memuat tiga unsur yang sama dengan rangkaian ini, yaitu pengumpulan, apa yang disembah selain Allah, dan pertanyaan sesudahnya. Di sana Dia mengumpulkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu berfirman, (أَأَنْتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِي هَٰؤُلَاءِ, a-antum adhlaltum 'ibaadii haa'ulaa'i) yang berarti "Apakah kalian yang menyesatkan hamba-hamba-Ku ini". Di 34:40 pengumpulan juga disusul pertanyaan, yaitu kepada para malaikat. Di 37:24 pertanyaan itu baru dijanjikan dengan kalimat "mereka akan ditanya", dan pertanyaan pertama yang tertulis ada di 37:25. Perbedaannya, 25:17 dan 34:40 menyebut siapa yang bertanya, sedangkan rangkaian 37:22 sampai 37:25 membiarkannya tanpa nama.
Daftar tiga pihak itu memperluas jangkauan perintah dari pelaku ke orang-orang di sekitarnya dan ke benda yang mereka puja. Ayat tidak menyatakan bahwa pasangan itu ikut bersalah atau bahwa benda itu ikut dihukum. Teksnya menyatakan bahwa ketiganya dikumpulkan bersama, dan alasan penyertaan itu tidak dijelaskan di ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Perintah di 37:22 menyebut tiga hal dalam satu kalimat: orang yang zalim, pasangan mereka, dan apa yang dahulu mereka sembah. Ketiganya dikumpulkan dalam satu perintah, tanpa kata yang memisahkan nasib masing-masing. Pembaca dapat membaca daftar itu sebagai tiga lingkaran di sekitar satu perbuatan: pelakunya, orang terdekatnya, dan benda yang dipujanya. Ayat ini tidak menyatakan bahwa pasangan itu ikut bersalah, hanya menyebutnya bersama. Bila tiga lingkaran itu dikumpulkan di depan pembaca, siapa dan apa yang akan berdiri di dua lingkaran lainnya?
- Di 15:25 yang mengumpulkan ditegaskan sebagai Tuhanmu, dan 6:128, 10:45, 25:17, dan 34:40 menyebutnya Dia. Di 37:22 perintah mengumpulkan datang tanpa nama pelaksana. Gambaran tentang pelaksana perintah itu, bila ada, tidak berasal dari ayat ini. Gambaran apa yang selama ini tersimpan dalam benak pembaca tentang hari itu, dan dari mana asalnya: dari ayat, dari cerita yang pernah didengar, atau dari kebiasaan membayangkan?
- Di 25:17 Dia mengumpulkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu bertanya, "Apakah kalian yang menyesatkan hamba-hamba-Ku ini, ataukah mereka sendiri yang sesat dari jalan?" Di 37:22 apa yang disembah itu ikut dikumpulkan bersama penyembahnya. Pertanyaan kepada benda itu tidak tertulis di 37:22, tetapi sandaran dan yang bersandar sama-sama dikumpulkan di kedua ayat. Bila sandaran yang selama ini dipegang pembaca ikut berdiri di barisan itu, apa yang masih dapat ditanyakan kepadanya?
- Kata pasangan menyertai penghuni taman di 36:56 dan 43:70, dan menyertai orang-orang yang zalim di 37:22. Kata itu sendiri tidak membawa penilaian: arahnya ditentukan oleh siapa yang disertainya. Dalam tiga ayat itu orang terdekat tidak berjalan di jalur terpisah dari orang yang didampinginya. Ke mana langkah orang-orang terdekat pembaca mengarah bila mengikuti langkahnya selama ini, dan ke mana langkahnya sendiri mengarah?
- Ayat 37:22 berhenti di tengah kalimat, pada kata "dan apa yang dahulu mereka sembah", dan 37:23 melanjutkan dengan "selain Allah". Batas ayat jatuh tepat sebelum kata Allah muncul. Pembaca yang mengikuti satu ayat sebelum berpindah ke ayat berikutnya mendengar perintah mengumpulkan lebih dahulu, lalu baru mengetahui bahwa yang disembah itu berada di luar Allah. Tidak ada tafsir yang diperlukan untuk melihat urutan ini, cukup membaca kedua ayat berturut-turut. Apa yang berubah pada pemahaman pembaca bila setiap penjelasan datang di akhir kalimat dan tidak di awalnya?
- Di 11:113 kalian dilarang condong kepada orang-orang yang zalim supaya api tidak menyentuh kalian, dan tidak ada pelindung selain Allah. Di 37:22 pasangan orang-orang zalim ikut dikumpulkan bersama mereka. Kedua ayat berasal dari surah yang berbeda dan membicarakan hal yang berbeda, yaitu larangan di dunia dan perintah pengumpulan di hari itu. Pembaca dapat menaruhnya berdampingan: kedekatan dengan pelaku zalim disebut berisiko pada satu ayat, dan pada ayat yang lain pasangan mereka berada dalam rombongan yang sama. Kepada siapa kecondongan pembaca selama ini diberikan?