مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ

selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مِنْ دُونِ اللَّهِmin duuni llaahiselain Allah
  2. فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِfa-hduuhum ilaa shiraathi l-jahiimilalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. مِنْmindari
  2. دُونِduuniselain
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. فَاهْدُوهُمْfa-hduuhummaka tunjukkanlah mereka
  5. إِلَىٰilaakepada
  6. صِرَاطِshiraathijalan
  7. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Susunan (صِرَاطِ الْجَحِيمِ, shiraathi l-jahiimi) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:23.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini melanjutkan kalimat 37:22 dan dibuka dengan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah", keterangan bagi (وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ, wa-maa kaanuu ya'buduuna) di ayat sebelumnya. Susunan (يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, ya'buduuna min duuni llaahi) muncul enam kali di lima surah, yaitu di 10:18, 16:73, 19:49, 22:71, 25:17, dan 25:55. Di keenam ayat itu kata kerja menyembah dan "selain Allah" berada dalam satu ayat, sedangkan di 37:22 dan 37:23 keduanya dipisahkan batas ayat. Terjemahan 37:22 berakhir dengan koma dan terjemahan 37:23 dibuka dengan huruf kecil supaya keduanya terbaca sebagai satu kalimat.

Kata (فَاهْدُوهُمْ, fa-hduuhum) yang berarti "lalu tunjukkanlah kepada mereka" tersusun dari awalan fa yang berarti "lalu", kata kerja perintah untuk beberapa orang dari akar ه-د-ي, dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Bentuk perintah ini hanya muncul di 37:23. Akar ه-د-ي dan ص-ر-ط berada bersama dalam satu ayat di dua puluh empat ayat, yaitu 1:6, 2:142, 2:213, 3:101, 4:68, 4:175, 5:16, 6:87, 6:161, 10:25, 16:121, 19:43, 20:135, 22:24, 22:54, 24:46, 34:6, 37:23, 37:118, 38:22, 42:52, 48:2, 48:20, dan 67:22. Di 1:6, (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, ihdinaa sh-shiraatha l-mustaqiima) berarti "Tunjukilah kami jalan yang lurus". Di dua puluh tiga ayat selain 37:23, tidak ada yang menyebut neraka sebagai tujuan jalan itu. Kata kerja dari akar ه-د-ي dipakai dengan ujung yang buruk di luar 37:23, antara lain di 22:4, (وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ, wa-yahdiihi ilaa 'adzaabi s-sa'iiri) yang berarti "dan menuntunnya ke azab yang menyala-nyala", dan di 4:168 dan 4:169, (وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا, wa-laa li-yahdiyahum thariiqan) yang berarti "dan tidak akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan", disusul (إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ, illaa thariiqa jahannama) yang berarti "kecuali jalan menuju Jahanam".

Kata (صِرَاطِ, shiraathi) yang berarti "jalan" berakar ص-ر-ط, dan di ayat ini kata itu diikuti (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) yang berarti "neraka yang menyala-nyala". Susunan (صِرَاطِ الْجَحِيمِ, shiraathi l-jahiimi) hanya muncul di 37:23. Kata jahiim berakar ج-ح-م dan muncul dua puluh enam kali di delapan belas surah, yaitu di 2:119, 5:10, 5:86, 9:113, 22:51, 26:91, 37:23, 37:55, 37:64, 37:68, 37:97, 37:163, 40:7, 44:47, 44:56, 52:18, 56:94, 57:19, 69:31, 73:12, 79:36, 79:39, 81:12, 82:14, 83:16, dan 102:6. Terjemahan memakai "neraka yang menyala-nyala" di semuanya. Enam dari kemunculan itu ada di surah ini, dan tiap kali kata itu menunjuk kedudukan yang berbeda: tujuan jalan di 37:23, tengah-tengahnya di 37:55 dengan (فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ, fii sawaa'i l-jahiimi) yang berarti "di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala", dasar pohon di 37:64, tempat kembali di 37:68, tempat melempar di 37:97, dan orang yang masuk ke dalamnya di 37:163. Ayat 37:23 menyebut jalan menuju neraka, bukan neraka itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dibuka di 37:22 dengan dua hal. Ayat ini menamai kekeliruan orang-orang yang dikumpulkan itu dengan satu keterangan, yaitu bahwa yang mereka sembah berada di luar Allah, dan memuat perintah baru, yaitu menunjukkan jalan menuju neraka. Dalam rangkaian 37:21 sampai 37:24 perintah-perintahnya berurutan: kumpulkan di 37:22, tunjukkan di 37:23, tahan di 37:24. Kemudian 37:25 memuat pertanyaan pertama.

Susunan perintah ini sejajar dengan 4:168 dan 4:169. Kedua ayat itu memuat tiga unsur yang sama dengan 37:22 dan 37:23: orang-orang yang berbuat zalim, kata kerja menunjukkan, dan jalan menuju neraka. Bedanya ada pada pelaksananya. Ayat 4:168 menyebut Allah sebagai pihak yang tidak menunjukkan jalan kepada mereka kecuali jalan menuju Jahanam, sedangkan 37:23 memuat perintah menunjukkan jalan itu tanpa menyebut siapa yang menjalankannya. Dua ayat itu berbeda surah dan membicarakan waktu yang berbeda, sehingga 37:23 tidak dibaca sebagai pelaksanaan 4:169, tetapi sebagai ayat yang memakai kata kerja yang sama untuk tujuan yang sama.

Perintah menahan di 37:24 disambung dengan wa yang berarti "dan", bukan fa yang berarti "lalu" seperti perintah menunjukkan jalan, sehingga teks menandai urutan antara mengumpulkan dan menunjukkan jalan dan tidak menandai urutan antara menunjukkan jalan dan menahan. Teks tidak menyebut di mana posisi mereka pada saat ditahan, dan pertanyaan pertama baru tertulis di 37:25.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja yang di 1:6 dipakai untuk memohon jalan yang lurus dipakai di 37:23 untuk jalan menuju neraka. Akar katanya sama, dan arahnya ditentukan oleh jalan yang disebut sesudahnya, tidak oleh kata kerjanya. Permintaan "tunjukilah" sendiri tidak menjamin ke mana jalan itu berujung, selain bahwa jalan yang diminta di 1:6 disifati lurus. Bila pembaca pernah meminta ditunjuki jalan, jalan yang bagaimana yang dibayangkannya sedang ditunjukkan kepadanya, dan dari siapa petunjuk itu diterimanya selama ini?
  • Di 22:3 ada orang yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat, dan 22:4 menyebut bahwa siapa yang menjadikannya wali akan disesatkan dan dituntun ke azab yang menyala-nyala. Di 37:23 mereka ditunjuki jalan sesudah dikumpulkan bersama apa yang mereka sembah selain Allah. Ayat 37:23 tidak menyebut siapa penunjuknya, tetapi 22:4 memperlihatkan bahwa penuntun yang dipilih di satu tempat menentukan jalan yang ditunjukkan di tempat lain. Siapa yang selama ini dipercaya pembaca sebagai penuntun, dan pernahkah ke mana jalan itu menuju diperiksa?
  • Ayat 37:23 menyebut jalan menuju neraka dan tidak menyebut kedatangan di sana. Jalan punya panjang, dan teks tidak menyatakan berapa panjangnya. Di 6:161 orang yang berkata bahwa Tuhanku telah membimbingku ke jalan yang lurus menyebut jalan itu sebagai sesuatu yang sedang dilalui. Jalan di 6:161 dan jalan di 37:23 berbeda, tetapi keduanya sama-sama jalan yang sedang atau akan dilalui. Jalan mana yang sedang ditempuh pembaca sekarang, dan bagaimana hal itu dapat diketahui: dari tujuan yang dikatakan orang, atau dari arah langkahnya sendiri?
  • Kata kerja di 37:23 adalah menunjukkan, sedangkan di 44:47 perintahnya lain: "Tangkaplah dia, lalu seretlah dia ke tengah-tengah neraka yang menyala-nyala". Kedua ayat membicarakan arah yang sama dengan cara perintah yang berbeda. Di 37:23 orang-orang itu ditempatkan sebagai pihak yang berjalan di jalan yang ditunjukkan, sedangkan di 44:47 sebagai pihak yang diseret. Ada langkah yang diambil karena jalannya ditunjukkan dan dirasa wajar, ada pula yang diambil karena terseret kebiasaan. Mana yang lebih sering?
  • Jauh sesudah 37:23 dalam surah yang sama, orang yang menengok di 37:55 melihat kawannya di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala. Orang itu berkata di 37:56, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku", dan di 37:57 menambahkan bahwa tanpa nikmat Tuhannya, dirinya termasuk orang-orang yang dihadirkan. Kawan itu tidak disebut sebagai bagian dari orang-orang di 37:22 dan 37:23, tetapi adegannya memperlihatkan bahwa jalan menuju sana dapat ditawarkan oleh seorang teman. Jalan apa yang pernah ditawarkan kepada pembaca oleh orang yang dekat, dan nikmat apa yang menahannya?
  • Kesalahan orang-orang di 37:22 dan 37:23 dinamai dengan satu keterangan: yang mereka sembah berada di luar Allah. Keterangan itu tidak menyebut jenis sandarannya, apakah benda, orang, atau gagasan, karena kalimatnya memakai kata apa yang dahulu mereka sembah. Ukuran yang dipakai ayat ini sederhana, yaitu ada atau tidaknya Allah pada tempat sandaran itu. Pembaca dapat memeriksa sandaran-sandaran dalam hidupnya satu per satu: yang mana yang, bila dinamai dengan jujur, akan disebut sebagai sesuatu di luar Allah?