مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مِنْ دُونِ اللَّهِmin duuni llaahiselain Allah
- فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِfa-hduuhum ilaa shiraathi l-jahiimilalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (7 kata)
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- فَاهْدُوهُمْfa-hduuhummaka tunjukkanlah mereka
- إِلَىٰilaakepada
- صِرَاطِshiraathijalan
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Penggunaan ironis kata 'tunjukkanlah' untuk mengarahkan ke neraka, pembalikan tajam makna positif kata petunjuk (hidayah) yang biasanya mengarah ke kebaikan, kini digunakan untuk arah sebaliknya sebagai konsekuensi pilihan mereka sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan kalimat dari 37:22. 'Al-jahiimi' diterjemahkan 'neraka yang menyala-nyala', konsisten dengan makna leksikal akar jhm.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi perintah pengumpulan dengan tujuan akhirnya, bukan sekadar dikumpulkan, melainkan diarahkan langsung menuju jalan menuju neraka.
Renungan dan Hikmah
- Kata tunjukkan dipakai Allah untuk arah yang berlawanan. Biasanya ia menunjuk ke kebaikan. Di sini ia menunjuk ke api.
- Mereka dikumpulkan lebih dahulu, baru diarahkan. Bukan langsung dilempar. Ada jalan yang mesti ditempuh.
- Yang disembah ikut dikumpulkan Allah bersama penyembahnya. Bukan hanya orangnya. Yang dipuja pun dihadirkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-w-n, a-l-h, h-d-y, s-r-t, j-h-m): fa-hduuhum ilaa siraat al-jahiim diterjemahkan 'tunjukkanlah kepada mereka jalan ke Jahim' (akar h-d-y HDY, pemakaian ironis hidaayah: 'menuntun' ke neraka, cf. 4:168, 22:4). Selaras.