وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ

Dan tahanlah mereka; sesungguhnya mereka akan ditanya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقِفُوهُمْwa-qifuuhumdan tahanlah mereka
  2. إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَinnahum mas'uuluunasesungguhnya mereka akan ditanya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَقِفُوهُمْwa-qifuuhumdan tahanlah mereka
  2. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  3. مَسْئُولُونَmas'uuluunaorang-orang yang ditanya

Inti bacaan

Akar و-ق-ف, seperti pada (وَقِفُوهُمْ, wa-qifuuhum), muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:27, 6:30, 34:31, dan 37:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقِفُوهُمْ, wa-qifuuhum) yang berarti "dan tahanlah mereka", tersusun dari awalan wa yang berarti "dan", kata kerja perintah untuk beberapa orang dari akar و-ق-ف, dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Tiga perintah di 37:22 sampai 37:24 disambung dengan cara yang berbeda: (احْشُرُوا, ihsyuru) di 37:22 ditulis tanpa awalan, (فَاهْدُوهُمْ, fa-hduuhum) di 37:23 memakai fa yang berarti "lalu", dan wa-qifuuhum memakai wa. Terjemahan menurunkannya sebagai "kumpulkanlah", "lalu tunjukkanlah", dan "dan tahanlah". Bentuk wa-qifuuhum hanya muncul di 37:24, dan akar و-ق-ف muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 6:27, 6:30, 34:31, dan 37:24. Di tiga ayat lainnya akar itu berbentuk "dihentikan" atau "dihadapkan" dan disusul tempat: (إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ, idz wuqifuu 'alaa n-naari) di 6:27 yang berarti "ketika mereka dihadapkan ke api", (إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ, idz wuqifuu 'alaa rabbihim) di 6:30 yang berarti "ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka", dan (مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ, mawquufuuna 'inda rabbihim) di 34:31 yang berarti "dihentikan di hadapan Tuhan mereka". Di 37:24 tidak ada kata yang menyebut tempat penahanan, dan terjemahan memakai "tahanlah" tanpa menambahkan tempat. Akhiran -hum menunjuk pihak yang sama dengan -hum di 37:23, dan teks tidak menyatakan apakah pasangan mereka serta apa yang mereka sembah termasuk di dalamnya.

Kalimat kedua, (إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ, innahum mas'uuluuna) yang berarti "sesungguhnya mereka akan ditanya", memberi alasan bagi perintah pertama. Kata (مَسْئُولُونَ, mas'uuluuna) berakar س-أ-ل dan hanya muncul di 37:24. Bentuk tunggalnya, (مَسْئُولًا, mas'uulan), muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 17:34, 17:36, 25:16, dan 33:15. Terjemahannya "diminta pertanggungjawabannya" di 17:34, 17:36, dan 33:15, serta "diminta" di 25:16. Di keempat ayat itu yang dimintai bukan orang: janji di 17:34, pendengaran, penglihatan, dan hati di 17:36, janji atas Tuhanmu di 25:16, dan perjanjian dengan Allah di 33:15. Di 37:24 orang-orang dimintai jawaban, dan terjemahan memakai "ditanya" karena ayat sesudahnya, 37:25, memuat pertanyaannya.

Pernyataan bahwa orang-orang akan ditanya ditulis dengan kata kerja lain, antara lain di 15:92, (لَنَسْأَلَنَّهُمْ, la-nas'alannahum) yang berarti "Kami pasti akan menanyai mereka", di 16:56, (لَتُسْأَلُنَّ, la-tus'alunna) yang berarti "kalian pasti akan ditanyai", dan di 21:23, (وَهُمْ يُسْأَلُونَ, wa-hum yus'aluuna) yang berarti "tetapi merekalah yang ditanya". Isi pertanyaannya tertulis di 37:25 dan tidak ada di ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup kutipan yang dibuka di 37:21. Perintah mengumpulkan di 37:22 dan perintah menunjukkan jalan di 37:23 ditulis tanpa alasan, sedangkan perintah menahan di 37:24 ditulis bersama alasannya, yaitu bahwa mereka akan ditanya. Alasan itu berupa pertanyaan yang akan diajukan, tidak berupa pernyataan tentang kesalahan mereka.

Letak ayat ini di dalam surah memperlihatkan isinya. Antara perintah menunjukkan jalan di 37:23 dan pernyataan di 37:33 bahwa mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab, teks menaruh pertanyaan di 37:25 dan percakapan sesama mereka di 37:27 sampai 37:32, ketika sebagian mereka menghadap sebagian yang lain, saling bertanya, lalu saling menyalahkan. Kejadian serupa tertulis di 34:31, tempat orang-orang zalim yang dihentikan di hadapan Tuhan mereka mengembalikan perkataan kepada sesamanya. Dengan demikian penahanan di ayat ini membuka ruang bagi percakapan, tidak langsung bagi vonis.

Penanya tidak dinamai di ayat ini. Di 15:92 penanya disebut dengan kata Kami, dan di 21:23 ayat menyatakan bahwa Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan sedangkan mereka ditanya. Di 37:24 teks diam tentang penanya, dan pertanyaan pertama yang tertulis, di 37:25, tidak memuat petunjuk tentang siapa yang bertanya. Kutipan 37:21 sampai 37:24 berakhir di sini, dan 37:26 kembali ke suara narator.

Renungan dan Hikmah

  • Antara jalan menuju neraka di 37:23 dan pernyataan azab di 37:33, teks menaruh perintah berhenti dan pertanyaan. Di 15:92 sampai 15:93 hal yang sama dinyatakan dengan sumpah, "Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang dahulu mereka kerjakan". Ayat 15:92 berada di surah lain, tetapi sama-sama menaruh pertanyaan di depan akibat. Dalam gambaran ini berhenti dan ditanya adalah tahap tersendiri. Bila tahap itu datang hari ini, apa yang ingin dijelaskan pembaca sebelum ada yang menyebut akibat?
  • Di 21:23 dikatakan bahwa Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan, tetapi merekalah yang ditanya. Ayat 37:24 menyebut pihak kedua itu, yaitu orang-orang yang ditahan lalu ditanya. Ayat 21:23 tidak membicarakan penahanan, tetapi menempatkan pertanyaan pada satu arah saja, seperti 37:24. Bila pembaca biasa mengajukan pertanyaan kepada hidup, keadaan, dan orang lain, apa yang terjadi pada pertanyaan itu bila arahnya dibalik?
  • Dari tiga perintah di 37:22 sampai 37:24, penahanan ditulis bersama alasan, sedangkan mengumpulkan dan menunjukkan jalan ditulis tanpa kata yang menjelaskan sebabnya. Alasan yang tertulis berupa janji akan adanya pertanyaan, dan tidak memuat tuduhan apa pun. Bagian ayat yang memberi alasan itu sekaligus membuka kesempatan menjawab. Bila kesempatan itu datang, jawaban apa yang akan keluar lebih dulu dari mulut pembaca?
  • Isi pertanyaan tidak ditulis di 37:24. Di 15:93 mereka ditanya tentang apa yang dahulu mereka kerjakan, dan di 16:56 tentang apa yang mereka ada-adakan, dengan sumpah demi Allah pada ayat itu. Pertanyaan pertama menyangkut perbuatan dan pertanyaan kedua menyangkut apa yang diada-adakan. Karena itu pertanyaan di 37:24 tidak dapat disimpulkan sama dengan salah satunya. Bila hanya satu pertanyaan boleh diajukan tentang hidupnya, apakah pembaca lebih siap menjawab tentang yang dikerjakan atau tentang yang diada-adakan?
  • Di 6:30 orang-orang yang dihadapkan kepada Tuhan mereka mendengar Dia berkata, "Bukankah ini benar?", dan baru sesudah jawaban mereka Dia berkata, "Maka rasakanlah azab". Akar kata menahan yang sama dengan 37:24 dipakai di ayat itu, tetapi adegannya berbeda dan 37:24 tidak memuat pertanyaan yang sama. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa pertanyaan yang tertulis ketika orang-orang dihentikan di hadapan Tuhan dapat berupa ajakan untuk mengakui dan tidak berupa tuduhan. Pertanyaan pertama apa yang dibayangkan pembaca bila berdiri di sana, dan dengan nada seperti apa?
  • Di 34:31 orang-orang zalim yang dihentikan di hadapan Tuhan mereka saling mengembalikan perkataan, dan yang dianggap lemah berkata kepada yang menyombongkan diri bahwa tanpa mereka dirinya sudah menjadi mukmin. Di 37:27 sampai 37:32 sebagian mereka menghadap sebagian yang lain dan saling menyalahkan. Dua rangkaian itu sama-sama mencatat percakapan antar sesama pada waktu berhenti. Bila pembaca diberi waktu berhenti sebentar saja, kepada siapa kata-katanya akan diarahkan, kepada orang di sampingnya atau kepada diri sendiri?