مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ
“Mengapa kalian tidak saling menolong?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَmaa lakum laa tanaasharuunamengapa kalian tidak saling menolong
Terjemahan per kata (4 kata)
- مَاmaamengapa
- لَكُمْlakumbagi kalian
- لَاlaatidak
- تَنَاصَرُونَtanaasharuunakalian saling menolong
Inti bacaan
Susunan (مَا لَكُمْ لَا, maa lakum laa) muncul lima kali di Al-Qur'an (4:75, 37:25, 37:92, 57:8, 71:13), dan (تَنَاصَرُونَ, tanaasharuuna) hanya ada di 37:25.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَا لَكُمْ, maa lakum). Kata (مَا, maa) yang berarti "apa" bertemu dengan (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian", sehingga harfiahnya "apa bagi kalian". Terjemahan memakai "mengapa kalian" karena pertanyaan itu menanyakan sebab. Susunan (مَا لَكُمْ لَا, maa lakum laa) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:75, 37:25, 37:92, 57:8, dan 71:13. Kelimanya berada di empat surah karena surah 37 memuatnya dua kali. Di 37:92 bunyinya (مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُونَ, maa lakum laa tanthiquuna) yang berarti "mengapa kalian tidak berbicara", dan di 71:13 (مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا, maa lakum laa tarjuuna li-llaahi waqaaran) yang berarti "mengapa kalian tidak mengharapkan kebesaran bagi Allah". Terjemahan memakai "mengapa kalian tidak" di kelima tempat itu.
Kata (لَا, laa) yang berarti "tidak" menolak kata kerja sesudahnya, jadi pertanyaan ini menanyakan sebab dari sesuatu yang tidak terjadi. Sesuatu itu berupa berperang di 4:75, beriman di 57:8, berbicara di 37:92, mengharapkan di 71:13, dan saling menolong di 37:25.
Kata kerja (تَنَاصَرُونَ, tanaasharuuna) yang berarti "kalian saling menolong" berakar ن-ص-ر dan hanya muncul di 37:25. Akhiran -uuna sudah menandai pelakunya, yaitu kalian, sehingga terjemahan tidak mengulang kata "kalian" yang sudah datang dari lakum. Arti "saling" terbaca bila bentuk ini dibandingkan dengan bentuk lain dari akar yang sama. Di 26:93, (هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ, hal yanshuruunakum aw yantashiruuna) yang berarti "dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri mereka sendiri", ada dua arah pertolongan: dari mereka kepada kalian, dan dari mereka kepada diri mereka sendiri. Di 37:25 arahnya yang ketiga, yaitu dari kalian kepada kalian. Akar س-أ-ل di 37:27 memakai bentuk yang sejajar: (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa'aluuna) yang berarti "saling bertanya" memuat ta- dan vokal panjang aa sesudah huruf akar pertama, sama dengan tanaasharuuna, dan terjemahan memakai "saling" untuk keduanya.
Akar yang sama juga dipakai dalam bentuk pasif untuk menyatakan pertolongan yang tidak datang. Bunyi (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna) yang berarti "dan mereka tidak akan ditolong" muncul enam kali di empat surah, yaitu di 2:48, 2:86, 2:123, 21:39, 44:41, dan 52:46, dengan surah 2 memuatnya tiga kali. Di keenam ayat itu pertolongan dari pihak lain disangkal. Di 37:25 pertolongan di antara mereka sendiri dipertanyakan.
Terjemahan tidak menambahkan "sekarang" atau "lagi" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Ayat ini juga tidak memuat kata kerja berkata, sehingga penanya tidak dinamai, dan kata "kalian" tidak diberi nama pihak yang dimaksud. Tanda kutip pembuka di terjemahan menandai ucapan baru yang terpisah dari kutipan perintah di 37:24.
Tafsiran
Ayat ini bertanya kepada pihak yang disapa "kalian", dan letaknya tepat sesudah serangkaian perintah. Di 37:22 sampai 37:24 ada tiga perintah berbentuk jamak: mengumpulkan orang-orang yang zalim beserta pasangan mereka dan apa yang dahulu mereka sembah, menunjukkan kepada mereka jalan ke neraka yang menyala-nyala, lalu menahan mereka karena mereka akan ditanya. Ayat 37:25 langsung berisi pertanyaan, dan susunan ini memungkinkan pembacaan bahwa 37:25 adalah isi dari "mereka akan ditanya" di 37:24.
Sapaan "kalian" tidak diberi nama. Ayat 37:22 menyebut tiga pihak yang dikumpulkan, dan 37:23 menyebut bahwa yang disembah itu berada selain Allah, sehingga sapaan ini dapat dibaca ditujukan kepada ketiganya sekaligus, dapat juga dibaca ditujukan kepada sebagian saja. Bentuk pertanyaan yang sama dipakai di 37:92 kepada tuhan-tuhan yang disebut di 37:91, dan di sana pun tidak ada jawaban yang dikutip.
Dua tempat lain menaruh pertolongan dan sesuatu yang disembah selain Allah dalam satu rangkaian. Di 26:92 dikatakan kepada mereka, "Di mana apa yang selalu kalian sembah", lalu 26:93 menanyakan apakah yang disembah itu dapat menolong. Di 36:74 mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah agar ditolong, dan 36:75 menyatakan tuhan-tuhan itu tidak mampu menolong mereka. Ayat 37:25 tidak menyebut pertolongan dari tuhan-tuhan itu. Ayat ini menanyakan pertolongan di antara "kalian", dan tidak merinci siapa yang dimaksud dengan kata itu.
Ayat 44:41 menyebut hari ketika seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya sedikit pun, dan 44:42 mengecualikan orang yang diberi rahmat oleh Allah. Ayat itu berbicara tentang pelindung dan 37:25 tentang "kalian", sehingga keduanya tidak disamakan. Keduanya hanya bertemu pada medannya, yaitu pertolongan pada hari itu.
Ayat 37:26 tidak mengutip jawaban. Ayat itu memberitakan keadaan mereka, lalu 37:27 menggambarkan sebagian mereka menghadap sebagian yang lain. Urutan 37:25, 37:26, dan 37:27 terbaca sebagai pertanyaan, keadaan, lalu gerak.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di ayat ini diajukan kepada orang-orang yang disebut "kalian", dan jawaban mereka tidak dikutip. Pembaca yang pernah berdiri dalam sebuah barisan, entah kelompok kerja, perkumpulan, atau lingkaran yang saling membela, dapat membayangkan pertanyaan yang sama dialamatkan kepada barisannya, lalu menimbang jawabannya sendiri. Ayat ini tidak menyatakan bahwa mereka pernah saling menolong sebelumnya, sehingga pertanyaan itu dapat menyentuh barisan yang terlihat kompak maupun barisan yang sejak awal tidak saling peduli. Jawaban apa yang paling jujur bagi barisan yang sekarang pembaca ikuti?
- Ayat 3:126 menyatakan bahwa tidak ada pertolongan kecuali dari sisi Allah, dan 4:45 menyebut Allah cukup sebagai penolong. Kedua ayat itu berbicara tentang pertolongan yang diterima, sedangkan 37:25 berbicara tentang pertolongan yang tidak terjadi di antara mereka sendiri. Bila ketiganya dibaca berdampingan, pembaca dapat menanyai diri sendiri tentang sandaran yang pembaca hitung lebih dulu ketika menghadapi kesulitan: rekan, jabatan, simpanan, atau Allah. Ayat-ayat itu tidak menyusun urutan sandaran, sehingga urutan itu tetap menjadi pertanyaan yang pembaca jawab sendiri.
- Ayat 44:41 menyebut hari ketika seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya sedikit pun, dan 44:42 menyebut satu pengecualian, yaitu orang yang diberi rahmat oleh Allah. Orang yang sering menjadi tempat bersandar, misalnya atasan bagi bawahannya atau orang tua bagi anaknya, mungkin mengukur dirinya dari seberapa banyak keburukan yang dapat dicegahnya bagi orang lain. Ayat itu memakai ukuran yang berbeda dan tidak merinci siapa yang menerima rahmat tersebut. Pada hari seperti itu, kepada siapa pelindung sendiri bersandar?
- Ayat 37:25 menyebut ketiadaan saling menolong, dan 5:2 mengisi kata saling itu dengan isi. Di sana orang-orang beriman diminta tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, dilarang tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan, lalu diminta bertakwa kepada Allah. Konteksnya berbeda: 5:2 membahas kerja sama orang beriman, sedangkan 37:25 membahas pertanyaan pada hari itu. Pembaca yang terlibat dalam kerja sama dapat memeriksa isi kata saling di kelompoknya sendiri, yaitu untuk pekerjaan apa pertolongan itu mengalir, dan apakah ukuran kebajikan serta takwa ikut ditimbang.
- Susunan pertanyaan yang sama dipakai di 57:8 untuk menanyakan sebab orang tidak beriman kepada Allah, dan di 71:13 untuk menanyakan sebab orang tidak mengharapkan kebesaran bagi Allah. Kedua ayat itu berbicara tentang hubungan dengan Allah, sedangkan 37:25 tentang hubungan di antara mereka sendiri, tetapi ketiganya menanyakan sesuatu yang belum terjadi. Pembaca dapat menyusun daftar pertanyaan serupa untuk dirinya sendiri dan membaca daftar itu pelan-pelan. Mana di antaranya yang jawabannya sudah diketahui pembaca, tetapi belum pernah diucapkan?
- Ayat ini tidak menyebut siapa yang bertanya dan tidak menyebut siapa yang ditanya selain kata "kalian". Pertanyaan tanpa nama sulit dialihkan kepada orang lain, sebab pembaca yang membacanya tidak diberi petunjuk bahwa pertanyaan itu bukan untuknya. Bentuk ini juga menyisakan ruang: tidak ada jawaban yang dikutip, sehingga jawabannya masih dapat diisi oleh siapa pun yang merasa disapa. Bagi pembaca yang terbiasa menaruh kesalahan pada pihak lain, apa yang tersisa dari pertanyaan ini bila nama pihak lain itu dihapus?