بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ
Bahkan, mereka pada hari itu berserah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَbal humu l-yawma mustaslimuunabahkan, mereka pada hari itu berserah
Terjemahan per kata (4 kata)
- بَلْbalbahkan
- هُمُhumumerekalah
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- مُسْتَسْلِمُونَmustaslimuunaorang-orang yang menyerah
Inti bacaan
Bentuk (مُسْتَسْلِمُونَ, mustaslimuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan". Kata itu datang tepat sesudah pertanyaan di 37:25, dan sesudahnya langsung datang pernyataan tentang keadaan orang-orang itu. Di 51:53, (أَتَوَاصَوْا بِهِ, a-tawaashaw bihi) yang berarti "apakah mereka saling mewariskannya" disusul (بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ, bal hum qawmun thaaghuuna) yang berarti "bahkan, mereka adalah kaum yang melampaui batas". Di 34:32, (أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ, a-nahnu shadadnaakum 'ani l-hudaa) yang berarti "kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk" disusul (بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ, bal kuntum mujrimiina) yang berarti "bahkan, kalianlah para pendosa". Pada ketiga tempat itu bal membuka pernyataan tentang pihak yang sedang dibicarakan, dan terjemahan memakai "bahkan" di ketiganya.
Kata (هُمُ, humu) yang berarti "mereka" menggantikan "kalian" dari 37:25. Pergantian dari lakum ke humu dapat dibaca sebagai peralihan dari menyapa ke memberitakan, dan karena itu terjemahan menutup tanda kutip sesudah 37:25 lalu menulis ayat ini tanpa kutipan. Arabnya tidak memuat kata kerja berkata, sehingga pembaca dapat juga membaca ayat ini sebagai lanjutan ucapan yang sama. Pilihan terjemahan mengikuti pergantian kata ganti itu.
Kata (الْيَوْمَ, l-yawma) yang berarti "pada hari itu" menunjuk hari yang sudah disebut sebelumnya. Ayat 37:20 menyebutnya (هَٰذَا يَوْمُ الدِّينِ, haadzaa yawmu d-diini) yang berarti "ini adalah Hari Pertanggungjawaban", dan 37:21 menyebutnya hari keputusan. Terjemahan membedakan kata yang sama menurut siapa yang berbicara, seperti terlihat pada ayat-ayat berikut. Di 36:55, (إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ, inna ashaaba l-jannati l-yawma fii syughulin faakihuuna), pemberitaan tentang penghuni taman memakai "pada hari itu". Ucapan yang disampaikan pada hari itu sendiri, yaitu (الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ, al-yawma nakhtimu 'alaa afwaahihim) di 36:65 dan (وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ, wa-qiila al-yawma nansaakum) di 45:34, memakai "pada hari ini". Ayat 37:26 diterjemahkan sebagai pemberitaan, sehingga memakai "pada hari itu".
Kata (مُسْتَسْلِمُونَ, mustaslimuuna) yang berarti "berserah" berakar س-ل-م dan hanya muncul di 37:26. Di depan akarnya ada huruf tambahan musta- yang tidak ada pada (فَلَمَّا أَسْلَمَا, fa-lammaa aslamaa) yang berarti "maka, ketika keduanya telah berserah diri" di 37:103. Terjemahan memakai "berserah diri" untuk aslamaa dan "berserah" untuk mustaslimuuna, sehingga pembaca melihat kedua kata sebagai satu rumpun yang tidak sama persis. Bentuk mustaslimuuna berupa sebutan bagi pelaku jamak, bukan kata kerja, jadi terbaca sebagai keadaan orang-orang itu pada hari tersebut.
Ayat ini tidak menyebut kepada siapa mereka berserah, dan terjemahan tidak menambah objek. Di 16:87, (وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ, wa-alqaw ilaa llaahi yawma'idzin s-salama) yang berarti "dan pada hari itu mereka menyampaikan kepasrahan total kepada Allah", penerimanya disebut. Di 16:28, (فَأَلْقَوُا السَّلَمَ, fa-alqawu s-salama) yang berarti "lalu mereka menyerahkan diri", penerimanya tidak disebut, sama seperti di 37:26.
Tafsiran
Ayat ini mengganti sapaan dengan pemberitaan. Sesudah "kalian" di 37:25, pembicaraan beralih ke "mereka" dan menyebut satu keadaan, yaitu berserah. Pertanyaan tentang saling menolong tidak dijawab dengan alasan atau pembelaan yang dikutip, dan ayat berikutnya, 37:27, memperlihatkan mereka berhadapan dan saling bertanya.
Seruan mereka dikutip di 37:20 dengan "Celakalah kami!", lalu ucapan mereka baru dikutip lagi di 37:28. Ayat-ayat di antaranya memuat kalimat tentang hari keputusan di 37:21, tiga perintah di 37:22 sampai 37:24, dan pertanyaan di 37:25, dan tak satu pun dinyatakan sebagai ucapan mereka. Karena itu 37:26 terbaca sebagai gambaran keadaan mereka selama perintah dan pertanyaan itu berlangsung.
Ayat ini menyebut keadaan tanpa menyebut sebabnya. Dapat dibaca bahwa mereka berserah karena sudah melihat hari yang dahulu didustakan, seperti yang dikatakan 37:21, dan dapat dibaca juga bahwa berserah itu menyusul pertanyaan di 37:25. Teksnya tidak memilih di antara dua pembacaan itu, dan tidak menyatakan apakah penyerahan itu pilihan mereka atau keadaan yang menimpa mereka. Akar yang sama muncul di 31:22 dalam (وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ, wa-man yuslim wajhahu ila llaahi) yang berarti "dan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah", yaitu ayat tentang siapa pun yang akan menyerahkan wajahnya. Ayat itu dan 37:26 berbeda suasananya, sehingga keduanya tidak disamakan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut berserah tanpa menyebut kepada siapa, sedangkan 16:87 menyebut penerimanya: pada hari itu mereka menyampaikan kepasrahan total kepada Allah. Pembaca yang sedang memikul urusan yang tidak dapat diputuskannya sendiri, mungkin sakit, kehilangan, atau hasil yang tak bisa dipercepat, dapat menimbang ke arah mana kepasrahannya dialamatkan. Kalimat tanpa alamat dapat terdengar seperti tenaga yang habis, sedangkan kalimat dengan alamat dapat terdengar seperti sesuatu yang disampaikan kepada pihak yang disebut. Ke mana pembaca menyampaikan kepasrahan yang sekarang terasa?
- Ayat 1:4 menyebut Pemilik Hari Pertanggungjawaban dalam kalimat yang dibuka dengan pujian bagi Allah, Tuhan seisi alam, di 1:2, dan 37:20 memakai sebutan hari yang sama. Dari sudut surah 37, hari itu dibicarakan lewat perintah, pertanyaan, dan keadaan orang-orang yang dikumpulkan. Dari sudut surah 1, hari itu diletakkan sesudah sebutan Ar-Rahman dan Ar-Rahim di 1:3 dan sebelum pengabdian di 1:5. Pembaca yang hanya membayangkan hari itu sebagai ruang sidang dapat mengingat bahwa Al-Qur'an menyebut pemiliknya pada ayat keempat surah pertama, jauh sebelum ayat-ayat tentang penahanan. Gambar mana yang lebih sering terlintas, ruang sidang atau pemilik hari itu?
- Di 37:103 dua orang dikatakan telah berserah diri, dan di 31:22 siapa pun yang menyerahkan wajahnya kepada Allah dikaitkan dengan berbuat baik serta berpegang pada tali yang sangat kukuh. Kedua ayat berbicara tentang penyerahan yang dikerjakan, sedangkan 37:26 memberitakan penyerahan sebagai keadaan pada hari itu. Ayat-ayat itu tidak saling menafsirkan, tetapi bila dibaca berdampingan, kata yang sama tampak muncul pada dua waktu yang berbeda. Pembaca dapat bertanya, pada bagian hidupnya yang mana berserah masih berupa pekerjaan yang dipilih, dan pada bagian mana ia baru terasa ketika semua pilihan lain habis?
- Pertanyaan di 37:25 dijawab oleh 37:26 dengan keadaan, bukan dengan kalimat. Dalam percakapan yang menegang, jawaban sering berupa kalimat pembelaan yang disusun cepat, padahal ada saat ketika keadaan seseorang sudah menjawab lebih dulu. Ayat ini tidak mengutip kalimat pembelaan, dan 37:27 baru menunjukkan gerak ke arah sesama. Pembaca yang pernah ditanya dengan nada menuntut dapat mengingat apakah jawabannya waktu itu berupa kalimat, atau berupa sikap tubuh yang baru dijelaskan belakangan. Mana yang lebih jujur dari keduanya?
- Di 40:48 pihak yang menyombongkan diri berkata bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba, dan ucapan itu dikutip sebagai ucapan mereka sendiri. Di 37:26 tidak ada ucapan semacam itu, hanya pemberitaan bahwa mereka berserah. Kedua ayat tidak disamakan, sebab 40:48 berada dalam perbantahan di dalam api dan 37:26 sebelum perbantahan di 37:28 sampai 37:30. Pembaca dapat membandingkan kapan sebuah pengakuan akan Allah lebih mudah diucapkan: ketika masih ada yang bisa dipertahankan, atau sesudah tak ada lagi yang dipertahankan?
- Di 37:25 orang-orang itu disapa dengan "kalian", dan di 37:26 mereka dibicarakan dengan "mereka". Pembaca yang pernah mengetahui bahwa dirinya dibicarakan di dalam sebuah rapat yang tidak dihadirinya dapat merasakan perbedaan kedua bentuk itu: sapaan masih memberi kesempatan menjawab, pembicaraan tentang diri tidak. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kesempatan menjawab sudah tertutup, hanya memperlihatkan perubahan sudut penyebutnya. Mana yang lebih berat didengar, pertanyaan yang ditujukan kepada diri atau berita tentang diri yang dibaca orang lain?