قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ
Mereka berkata, “Sesungguhnya kalian dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِqaaluu innakum kuntum ta'tuunanaa 'ani l-yamiinimereka berkata, sesungguhnya kalian dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan
Terjemahan per kata (6 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تَأْتُونَنَاta'tuunanaakalian mendatangi kami
- عَنِ'anidari
- الْيَمِينِl-yamiinikanan
Inti bacaan
Frasa (عَنِ الْيَمِينِ, 'ani l-yamiini) ada empat kali di Al-Qur'an (16:48, 37:28, 50:17, 70:37), dan di tiga ayat lainnya disambung sebutan sisi sebelah kiri.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata" dari akar ق-و-ل. Kata kerja itu tidak diikuti nama pihak yang berkata, dan di ayat sebelumnya, 37:27, pihak itu hanya disebut "sebagian mereka". Terjemahan memakai "mereka" dan tidak menambah sebutan seperti "pemimpin" atau "pengikut", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Kata kerja yang sama dipakai lagi di 37:29 untuk pihak yang menjawab, dan terjemahan juga memakai "mereka" di sana.
Kata (إِنَّكُمْ, innakum) yang berarti "sesungguhnya kalian" disusul (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "dahulu kalian". Pasangan (إِنَّكُمْ كُنْتُمْ, innakum kuntum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:53 dan 37:28. Di 9:53, (إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ, innakum kuntum qawman faasiqiina) yang berarti "sesungguhnya kalian adalah kaum yang fasik", sesudah kuntum datang kata benda. Di 37:28 sesudah kuntum datang kata kerja, yaitu (تَأْتُونَنَا, ta'tuunanaa) yang berarti "kalian mendatangi kami". Kata kerja sesudah kuntum itu berbentuk sedang berjalan, dan terjemahan membacanya sebagai kebiasaan di masa lalu, "dahulu selalu mendatangi". Arabnya tidak menyebut berapa kali atau sejak kapan.
Kata (تَأْتُونَنَا, ta'tuunanaa) berakar أ-ت-ي dan hanya muncul di 37:28. Kata ini tersusun dari awalan ta-, akar kata kerjanya, akhiran -uuna yang menandai pelaku "kalian", dan akhiran -naa yang berarti "kami" sebagai sasaran. Akar yang sama dipakai di 7:17 untuk mendatangi dari beberapa arah: (ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ, tsumma la-aatiyannahum min bayni aydiihim wa-min khalfihim wa-'an aymaanihim wa-'an syamaa'ilihim) yang berarti "kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan mereka, dari belakang mereka, dari kanan mereka, dan dari kiri mereka". Ucapan di 7:17 dikutip dari Iblis dalam rangkaian 7:11 sampai 7:17, sedangkan 37:28 tidak menyebut pihak yang dituduh, sehingga keduanya tidak disamakan.
Frasa (عَنِ الْيَمِينِ, 'ani l-yamiini) yang berarti "dari kanan" muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:48, 37:28, 50:17, dan 70:37. Di tiga lainnya kanan disusul kiri, yaitu (عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ, 'ani l-yamiini wa-sy-syamaa'ili) di 16:48 dan (عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ, 'ani l-yamiini wa-'ani sy-syimaali) di 50:17 dan 70:37. Ayat 37:28 sendiri menyebut kanan tanpa kiri. Kata (الْيَمِينِ, l-yamiini) yang berarti "kanan" muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu di 16:48, 18:17, 18:18, 37:28, 37:93, 50:17, 56:27, 56:38, 56:90, 56:91, 69:45, 70:37, dan 74:39. Di 56:27, (وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ, wa-ashaabu l-yamiini) yang berarti "dan golongan kanan", dan di 56:91, (فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ, fa-salaamun laka min ashaabi l-yamiini) yang berarti "maka, sejahtera bagimu dari golongan kanan", kanan melekat pada golongan, yang di 56:91 disambut dengan sejahtera. Pemakaian itu terbatas pada ayat yang memakai kata golongan, dan 37:28 tidak memakainya, sehingga terjemahan tidak menambahkan nilai pada kata kanan.
Terjemahan menulis "dari arah kanan". Kata "arah" ditambahkan agar "dari kanan" tidak terbaca sebagai tangan kanan seperti di 37:93 atau golongan seperti di 56:27, dan kata itu tidak datang dari kata Arab tersendiri.
Tafsiran
Ayat ini memuat tuduhan pertama dalam perdebatan, dan isinya menyangkut cara datangnya pihak lain. Kata kerja mendatangi dan arah kanan disebut, sedangkan apa yang dibawa pihak itu belum disebut. Ayat 37:29 dan 37:30 menjawab, dan ketiganya berurutan tanpa keterangan tambahan dari pencerita.
Tuduhan ini memakai kata kerja yang juga muncul di 7:17, tempat kata-kata mendatangi dari depan, belakang, kanan, dan kiri dikutip dari Iblis. Di 37:28 hanya satu arah disebut. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa Al-Qur'an memakai arah untuk menggambarkan pendekatan. Ayat 37:28 sendiri tidak menyebut siapa yang dituduh, dan tidak mengaitkan tuduhan itu dengan 7:17.
Kata kuntum menaruh perbuatan itu pada masa sebelum hari yang dibicarakan di 37:26. Dengan demikian dua waktu bertemu dalam ayat ini: perbuatan di masa lalu dan pembicaraan pada hari itu. Orang-orang yang bicara menyebut masa lalu itu dari tempat mereka berdiri sekarang, dengan kata "kalian dahulu" untuk lawan bicara.
Perdebatan serupa dikutip di 34:31 sampai 34:33, tempat pihak yang dianggap lemah dan pihak yang menyombongkan diri saling menjawab, dan isi tuduhan di sana disebut: menyuruh kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan bagi-Nya. Di 37:28 isi tuduhan belum disebut. Kedua perdebatan berada di surah yang berbeda dan pihak-pihaknya di 37:28 belum dinamai, sehingga keduanya tidak disamakan.
Renungan dan Hikmah
- Di 56:27 dan 56:91 kanan melekat pada golongan, yang di 56:91 disambut dengan sejahtera, dan di 16:48 kanan dan kiri adalah arah bayang-bayang segala sesuatu yang tunduk kepada Allah. Di 37:28 kanan menjadi arah kedatangan yang dituduhkan. Kata yang sama dipakai di tiga suasana, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa arah itu sendiri baik atau buruk. Pembaca dapat memeriksa dari sisi mana pengaruh paling mudah masuk ke dalam hidupnya: dari sisi yang terasa aman, dari orang yang dikenal baik, atau dari kebiasaan yang tak pernah dicurigai. Sisi mana yang diperiksa pembaca lebih teliti, sisi yang gelap atau sisi yang sudah terasa seperti rumah?
- Di 34:33 tuduhan disampaikan lengkap dengan isinya: pihak yang dianggap lemah menyebut bahwa mereka disuruh kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan bagi-Nya. Di 37:28 tuduhan menyebut cara datang saja, tanpa isi yang dibawa. Pembaca yang pernah menuduh atau dituduh dapat membedakan dua jenis kalimat itu: kalimat yang menyebut apa yang dikatakan atau dilakukan, dan kalimat yang hanya menyebut bahwa pihak lain selalu hadir dengan kesan tertentu. Mana yang lebih mudah dibantah, dan mana yang lebih mudah dibenarkan dengan anggukan?
- Di 7:17 ada empat arah: depan, belakang, kanan, dan kiri. Di 37:28 kanan disebut tanpa arah lain. Kedua ayat itu tidak saling menafsirkan, tetapi bila dibaca bersama, tuduhan di 37:28 terdengar seperti satu sisi dari gambaran yang lebih lebar. Pembaca yang mencari sumber sebuah kekeliruan dalam hidupnya dapat tergoda menunjuk satu arah saja, padahal ayat yang memuat empat arah memperlihatkan bahwa pencarian bisa lebih panjang. Jika daftar sumber pengaruh pembaca berisi satu nama saja, arah mana yang belum pernah ditulis di dalamnya?
- Kata kuntum menaruh perbuatan itu di masa lalu, dan pada hari yang dibicarakan perbuatan itu disebut dengan lantang. Kebiasaan yang berlangsung lama dapat tetap tanpa nama selama berlangsung, dan namanya baru datang ketika akibatnya terlihat. Pembaca dapat mengingat kebiasaan dalam hubungannya dengan orang lain yang selama bertahun-tahun terasa wajar, lalu dinamai oleh salah satu pihak pada hari ketika semuanya berbeda. Apakah nama itu diberikan sendiri atau menunggu orang lain menyebutnya?
- Kalimat di 37:28 menempatkan pembicara sebagai pihak yang didatangi: "kalian mendatangi kami". Pembicara tidak menyebut bahwa pintu pernah dibuka dari dalam, dan ayat berikutnya memperlihatkan pihak lawan bicara menolak peran itu. Pembaca yang menceritakan sebuah peristiwa dari sisinya dapat mencatat kata kerja yang dipakainya untuk diri sendiri dan kata kerja yang dipakainya untuk orang lain. Apakah dirinya selalu penerima dan orang lain selalu pelaku, atau ada kalimat tempat dirinya pun melakukan sesuatu?
- Di 37:31, yang tidak lama sesudah ayat ini, terdapat ucapan "berlaku atas kami perkataan Tuhan kami". Ucapan itu menaruh Tuhan di tempat yang semula diisi tuduhan satu sama lain. Pembaca yang terbiasa menjawab keadaan sulit dengan mencari pihak yang bersalah dapat bertanya, pada titik mana dalam percakapan batinnya nama Tuhan baru muncul, dan apakah nama itu muncul lebih dulu dari nama orang lain?