قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
Mereka menjawab, “Bahkan, kalianlah yang tidak beriman.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَqaaluu bal lam takuunuu mu'miniinamereka menjawab, bahkan kalianlah yang tidak beriman
Terjemahan per kata (5 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- بَلْbalbahkan
- لَمْlamtidak
- تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
- مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Gabungan (قَالُوا بَلْ, qaaluu bal) ditemukan tujuh kali di Al-Qur'an (2:170, 5:64, 15:63, 26:74, 31:21, 37:29, 38:60), dan rangkaian (لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ, lam takuunuu mu'miniina) hanya tertulis di 37:29.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالُوا بَلْ, qaaluu bal) yang berarti "mereka menjawab, bahkan". Gabungan itu muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:170, 5:64, 15:63, 26:74, 31:21, 37:29, dan 38:60. Di enam ayat, yaitu semuanya kecuali 5:64, gabungan itu membuka balasan atas ucapan sebelumnya. Di 38:60, (قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ, qaaluu bal antum) yang berarti "mereka menjawab, bahkan kalianlah", balasan itu membalik sasaran ucapan di 38:59, seperti 37:29 membalas 37:28. Di 5:64 kata qaaluu menutup anak kalimat dan bal membuka kalimat baru, sehingga ketujuh kemunculan itu tidak sepenuhnya sejenis. Terjemahan 37:29 memakai "menjawab" karena isinya membalas 37:28, sedangkan 37:28 memakai "berkata" karena membuka perdebatan.
Kata (بَلْ, bal) diterjemahkan "bahkan" dan di sini disusul bentuk "kalian" dari kata kerja kaana. Tiga ayat memakai susunan itu, yaitu 34:32, 37:29, dan 37:30. Di 34:32, (بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ, bal kuntum mujrimiina) yang berarti "bahkan, kalianlah para pendosa", menjawab pertanyaan sebelumnya. Ketiganya diterjemahkan dengan "kalianlah" walaupun Arabnya tidak memuat kata ganti terpisah seperti (أَنْتُمْ, antum) di 38:60. Penekanan pada "kalian" dibawa oleh bal, dan kata "kalian" sendiri datang dari akhiran -uu pada takuunuu.
Kata (لَمْ تَكُونُوا, lam takuunuu) tersusun dari (لَمْ, lam) yang berarti "tidak" dan (تَكُونُوا, takuunuu) yang berarti "kalian menjadi". Susunan itu muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 2:151, 2:239, 4:23, 14:44, 16:7, 36:62, dan 37:29, dengan surah 2 memuatnya dua kali. Di 2:151, 2:239, 4:23, 14:44, dan 36:62 sesudahnya datang kata kerja, misalnya (أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ, a-fa-lam takuunuu ta'qiluuna) di 36:62 yang berarti "maka, apakah kalian tidak berakal". Di 16:7 sesudahnya datang sebutan pelaku, yaitu (بَالِغِيهِ, baalighiihi) yang berarti "yang mencapainya". Di 37:29 sesudahnya datang (مُؤْمِنِينَ, mu'miniina) yang berarti "orang-orang beriman", dan susunan lengkap (لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ, lam takuunuu mu'miniina) hanya ada di 37:29. Terjemahan menulis "yang tidak beriman" untuk "tidak menjadi orang-orang beriman" agar kalimatnya mengalir, sedangkan makna "menjadi" ada pada takuunuu.
Kata mu'miniina juga menjadi sebutan di 34:31, (لَوْلَا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ, lawlaa antum la-kunnaa mu'miniina) yang berarti "seandainya kalian tidak ada, niscaya kami menjadi orang-orang mukmin". Di 34:31 kata itu melekat pada "kami" dalam pengandaian, dan di 37:29 pada "kalian" dalam penolakan. Pasangan bal lam muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:29 dan 40:74. Di 40:74, (بَلْ لَمْ نَكُنْ نَدْعُو مِنْ قَبْلُ شَيْئًا, bal lam nakun nad'uu min qablu syay'an) yang berarti "bahkan, dahulu kami tidak pernah menyeru sesuatu pun", penolakan itu menyangkut perbuatan pembicara sendiri, sedangkan 37:29 menyangkut keadaan pihak lain.
Terjemahan tidak menutup tanda kutip di akhir ayat ini, karena ayat 37:30 tidak memuat kata kerja berkata yang baru sehingga ucapan berlanjut ke sana.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 37:28 dengan menggeser sorotan. Ayat 37:28 berbicara tentang cara kedatangan pihak lain, dan 37:29 berbicara tentang keadaan pihak yang menuduh, yaitu tidak beriman. Jawaban ini tidak memuat penyangkalan atas kedatangan itu. Tidak ada kalimat semacam "kami tidak mendatangi kalian", dan 37:30 menyusul dengan penyangkalan lain, yaitu atas kekuasaan.
Dengan 37:30, jawaban itu tersusun dari tiga bagian yang berurutan: pihak penuduh tidak beriman, pihak yang dituduh tidak memiliki kekuasaan atas mereka, dan pihak penuduh adalah kaum yang melampaui batas. Ayat 37:29 memegang bagian pertama. Ketiganya ditaruh dalam satu ucapan tanpa kata kerja berkata di antaranya, jadi tampil sebagai satu jawaban yang utuh.
Dua pihak dalam perdebatan ini tidak dinamai. Rangkaian 34:31 sampai 34:33 menamai pihak yang dianggap lemah dan pihak yang menyombongkan diri, dan di sana pihak pertama berkata "seandainya kalian tidak ada, niscaya kami menjadi orang-orang mukmin", pihak kedua menjawab dengan "bahkan, kalianlah para pendosa". Susunan tanya jawab di 34:31 sampai 34:33 mirip dengan 37:28 sampai 37:30, tetapi pelakunya di 37:28 sampai 37:30 belum disebut, sehingga kemiripan itu tidak dipakai untuk menamai mereka.
Ayat 37:33 menyatakan bahwa mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. Dengan demikian saling menuduh di 37:28 sampai 37:30 terjadi di antara pihak-pihak yang pada akhirnya berada di tempat yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:29 menjawab tuduhan di 37:28 tanpa menyangkal bahwa kedatangan itu terjadi, dan langsung menyebut keadaan pihak penuduh. Di 38:60 jawaban dengan pola serupa membalik sasaran ucapan sebelumnya. Dalam pertengkaran sehari-hari, jawaban pertama dapat berbicara tentang orang yang bertanya, dan pertanyaan aslinya tertinggal tanpa jawaban. Pembaca dapat mengingat sebuah percakapan ketika pembaca sendiri atau lawan bicaranya melakukan hal ini, lalu menimbang berapa lama pertanyaan asli bertahan sebelum hilang dari percakapan. Apakah pertanyaan itu akhirnya pernah dijawab?
- Ayat 37:29 menyebut pihak lain tidak beriman, sedangkan 4:25, dalam pembicaraan tentang menikahi perempuan beriman dari hamba sahaya, menyatakan bahwa Allah lebih mengetahui tentang keimanan kalian. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, tetapi 4:25 menyatakan bahwa pengetahuan tentang keimanan ada pada Allah, sedangkan 37:29 memuat penilaian dari sesama. Pernyataan tentang keimanan orang lain mudah diucapkan ketika emosi memuncak, dan sulit ditarik kembali sesudahnya. Pembaca dapat memeriksa kapan terakhir kali pembaca menilai keimanan seseorang berdasarkan satu peristiwa, dan siapa yang sebenarnya lebih tahu tentang keimanan orang itu?
- Di 57:8 pertanyaan "mengapa kalian tidak beriman kepada Allah" diajukan kepada pelakunya langsung, disertai keterangan bahwa Rasul menyeru mereka untuk beriman kepada Tuhan mereka. Di 37:29 kata beriman muncul dalam ucapan satu pihak tentang pihak lain. Bentuk pertama membuka kemungkinan jawaban dari orang yang ditanya, sedangkan bentuk kedua berupa pernyataan dari luar dan jawaban orang yang dinilai tidak dikutip. Pembaca dapat menimbang bentuk mana yang lebih sering dipakai ketika membicarakan iman orang di sekitarnya: bertanya, atau menyimpulkan? Dan bentuk mana yang diharapkan pembaca dipakai orang kepada dirinya?
- Di 40:73 dan 40:74 dikatakan kepada mereka, "Di manakah apa yang dahulu kalian sekutukan selain Allah?", lalu mereka menjawab bahwa itu telah lenyap dan bahwa dahulu mereka tidak pernah menyeru sesuatu pun. Jawaban itu menghapus sejarah pembicara sendiri dengan kata "tidak pernah". Di 37:29 penolakan serupa ditujukan kepada pihak lain: kalianlah yang tidak beriman. Dua ayat ini berbeda pelaku dan suasana, tetapi sama-sama memakai bal dan penolakan atas masa lalu. Pembaca dapat bertanya, kalimat "saya tidak pernah" atau "kamu tidak pernah" mana yang mudah diucapkan pembaca, dan seberapa jauh ucapan itu dapat diperiksa?
- Sesudah saling menuduh di 37:28 sampai 37:30, ayat 37:33 menyatakan bahwa mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. Tuduhan yang diucapkan dengan yakin tidak mengubah tempat kedua pihak. Pembaca yang terlibat dalam perselisihan panjang dengan rekan kerja, tetangga, atau saudara dapat menimbang apa yang tersisa dari kemenangan sebuah argumen bila kedua pihak tetap berada dalam keadaan yang sama sesudahnya. Ukuran apa yang lebih layak dipakai, siapa yang bicara lebih telak, atau ke mana kedua pihak sama-sama menuju?
- Di 34:31 pihak yang dianggap lemah berkata "seandainya kalian tidak ada, niscaya kami menjadi orang-orang mukmin", dan di 37:29 pihak lain menjawab bahwa kalianlah yang tidak beriman. Kalimat pertama menaruh sebab keimanan pada pihak lain lewat pengandaian, dan kalimat kedua menaruh keadaan tidak beriman pada pihak lain lewat penolakan. Pembaca dapat mengamati kalimat "kalau tidak ada dia" dalam ceritanya sendiri tentang masa lalu: berapa kali kalimat itu dipakai, dan apa yang tersisa bila kata "dia" dihapus?