Ayat 37:31

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا ۖ إِنَّا لَذَائِقُونَ

maka, berlaku atas kita perkataan Tuhan kita; sesungguhnya kita benar-benar akan merasakannya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَاfa-haqqa 'alaynaa qawlu rabbinaamaka, berlaku atas kita perkataan Tuhan kita
  2. إِنَّا لَذَائِقُونَinnaa la-dzaa'iquunasesungguhnya kita benar-benar akan merasakannya

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَحَقَّfa-haqqamaka pastilah
  2. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  3. قَوْلُqawluperkataan
  4. رَبِّنَاrabbinaaTuhan kami
  5. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  6. لَذَائِقُونَla-dzaa'iquunabenar-benar akan merasakan

Inti bacaan

Pengakuan jujur bersama: 'berlaku atas kita perkataan Tuhan kita; sesungguhnya kita akan merasakan', akhirnya kejujuran muncul dari kedua pihak yang sebelumnya saling menuduh.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(azab)' dihapus: 'la-dzaa'iquuna' ('benar-benar akan merasakannya') dibiarkan polos tanpa objek tambahan, sesuai bentuk kata kerjanya sendiri dalam teks Arab. Ayat ini melanjutkan kutipan yang dibuka di 37:29: diverifikasi lewat morfologi, sufiks orang pertama jamak ('-naa') konsisten dengan 37:29-30, menandai penutur yang sama.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan pengakuan para pemimpin: ketetapan Tuhan yang dahulu mereka tolak kini terbukti berlaku, disertai kepastian bahwa mereka sendiri akan merasakan konsekuensinya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka memakai kata kita: berlaku atas kita perkataan Tuhan kita. Bukan kalian. Yang menyalahkan dan yang disalahkan akhirnya menyebut diri dalam satu kalimat.
  • Yang mereka akui berlaku perkataan Tuhan mereka. Ketetapan yang dahulu didustakan. Pengakuan itu datang bukan atas perbuatan, melainkan atas kebenaran yang mereka tolak.
  • Allah merekam mereka menutup dengan menyebut mereka akan merasakannya. Tanpa permohonan. Perdebatan saling menyalahkan berakhir pada satu kalimat yang menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-q-q, q-w-l, r-b-b, dz-w-q): haqqa alaynaa qawlu rabbinaa diterjemahkan 'berlaku atas kita perkataan Tuhan' (akar h-q-q + akar q-w-l); dhaa'iquun diterjemahkan 'merasakan' (akar dz-w-q). gloss '(azab)/(azab itu)' dibuang.

Ayat 37:32

فَأَغْوَيْنَاكُمْ إِنَّا كُنَّا غَاوِينَ

Maka, kami telah menyesatkan kalian; sesungguhnya kami sendiri dahulu orang-orang yang sesat.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأَغْوَيْنَاكُمْfa-aghwaynaakummaka, kami telah menyesatkan kalian
  2. إِنَّا كُنَّا غَاوِينَinnaa kunnaa ghaawiinasesungguhnya kami sendiri dahulu orang-orang yang sesat

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَأَغْوَيْنَاكُمْfa-aghwaynaakummaka kami menyesatkan kalian
  2. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  3. كُنَّاkunnaakami adalah
  4. غَاوِينَghaawiinaorang-orang yang sesat

Inti bacaan

Kejujuran lebih dalam: 'kami sendiri orang-orang yang sesat', pengakuan bahwa penyesat bukan figur yang tahu jalan benar namun sengaja menipu, melainkan sama-sama tersesat dalam kegelapan yang sama.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menutup kutipan panjang yang dibuka di 37:29 dan berlanjut melalui 37:30-31: sebuah pengakuan tunggal dari para pemimpin yang terbagi menjadi empat ayat.

Tafsiran

Ayat ini menutup pengakuan para pemimpin dengan kejujuran penuh: mereka bukan hanya gagal menolong, melainkan mengakui diri sendiri sebagai sumber kesesatan yang mereka sebarkan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menampilkan pengakuan yang jarang terjadi, bukan sekadar mengelak tanggung jawab, para pemimpin justru mengakui diri sendiri sebagai sumber kesesatan yang mereka sebarkan, sebuah kejujuran yang datang jauh terlambat setelah kerusakan sudah terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar gh-w-y, k-w-n): aghwaynaakum innaa kunnaa ghaawiin diterjemahkan 'kami menyesatkan kalian; kami sendiri sesat' (akar gh-w-y, aghwaa, beda dari adalla: menyesatkan lewat rayuan sedang dirinya sendiri tergelincir; cf. 28:63). gloss '(mengakui)' dibuang.